
"Lepaskan mommyku" ucap sebuah suara dingin yang sudah siaga
"ijinkan aku main main dengan jericho sebentar" bisik nathan "aku ingin sparing sebentar"
"jangan melukainya" bisik gladys "aku belum gila sampai menyakiti anakku" gladys mengangguk
"Dad kenapa membuat mommy menangis" tanya jesselyn marah, ia berkacak pinggang. mukanya sangat lucu. nathan tersenyum dan mengecup pipinya
"mommy menangis bahagia karena tau dad sangat mencintai mommy" bisik nathan, jes menatapnya
"tanya mommy , tapi berbisik ya, mommy pemalu" jess mengangguk lalu menjulurkan dua tangan. gladys menggendongnya
"apa mommy menangis bahagia?" bisik jess, gladys mengangguk "ya mommy sedang bahagia" jawab gladys dengan berbisik juga
"Halo boy, sepertinya sejak awal bertemu, putraku ingin sekali sparing dengan daddy ya?" goda nathan . jericho hanya menatapnya dingin
nathan melepaskan dua kancing kemejanya bagian atas dan menggulung lengan bajunya sampai ke siku
"Bagaimana kalau kita olahraga malam ini? yang kalah harus berenang 15 lap tiap jam 5 pagi?" tantang nathan
"bagaimana 20 lap?" jericho menantang balik
"deal, siapa keluar lingkaran dia yang kalah. waktu 5 menit, bila tak ada kalah menang disebut draw ucap nathan lalu meminta maid membawakan sesuatu yang bisa di gunakan menggambar lingkaran di lantai
maid kembali membawa kapur, nathan membentuk lingkaran di lantai. jericho menatap ayahnya dengan tenang
gladys, jeremy, jesselyn menonton dengan tatapan datar . jeremy memegang ponsel bersiap merekam video . jesselyn memegang stop watch dari ponselnya
tiga menit pertama nathan hanya menghindar dan menangkis, jericho tetap tenang sampai di menit keempat, ia mencoba membanting nathan, sayang kuda kudanya terlalu kokoh, malah jericho yang hampir terbanting tapi nathan menahannya
"Time out" pekik jesselyn
"Draw. tak ada yang keluar lingkaran" ucap nathan
"Tidak, aku kalah, anda bahkan tidak menyerang sama sekali, hanya menangkis dengan mudah, kalau dengan persiapan seperti itu anda menyerangku, aku sudah remuk" ucap jericho datar . nathan tersenyum
"Tidak, daddy main curang nak" jericho menatapnya datar
"Saat kamu bertarung di apartemen daddy, daddy menonton ulang ulang gerakan kalian berdua. jadi daddy sudah menghafal titik point pukulanmu, kalau sama sama dari nol pasti dadd yang babak belur jadi draw"
"memahami gerakan lawan adalah bagian strategi tarung. aku tetap kalah" jawab jericho datar
"Aku juga mau olahraga" ucap jeremy dingin . nathan mengangguk "rules sama"
mereka pun mulai bertarung, nathan agak kewalahan menangkis serangan jeremy. jeremy lebih tenang. sesekali nathan harus membalas serangan jeremy dengan kekuatan yang di perkirakan tapi semakin kewalahan akhirnya nathan mengeluarkan beberapa gerakan menyerang
__ADS_1
Jeremy hampir terbanting di lantai dan sudah keluar garis lingkaran. tapi nathan menarik lengan dan punggungnya sehingga tak terbanting ke lantai
jeremy menatapnya datar "Aku kalah"
"draw" jawab nathan
"Icho besok berenang pagi, ayo tidur" ajak jeremy
"Tuan Muda Wesley, Besok mau ikut jadi juri?" tanya jericho, nathan mengangkat sebelah alisnya "besok ada olahraga butuh juri jam sepuluh pagi di lapangan xxx"
"Ok. ada dress code?"
"Free" jawab jeremy, nathan mengangguk . keduanya langsung masuk
"ayo tidur" nathan menggendong jesselyn dan menarik pinggang kecil itu menuju lantai dua
jess tidur di tengah, dua orangtuanya di kanan kirinya . nathan mengusap kepala putrinya tak lama ia tertidur. nathan menggendongnya ke kasur single di atas karpet lalu memeluk istrinya.
"Jangan pura pura tidur, jelaskan hubunganmu dengan harbone" perintah nathan dengan suara berat
"Tak ada, dia asisten yang kugunakan untuk mengusirmu" jawab gladys
"nakal. kamu tau betapa hancur hatiku hari ini? aku akan menghukummu"
"Jangan. tadi malam aku kelelahan, tubuhku serasa remuk. besok saja. aku belum beli pill kontrasepsi juga"
"anak anak masih kecil , baru ketemu daddynya. biar mereka dilimpahi kasih sayang dulu ya"
nathan hanya diam lalu memejamkan matanya menahan emosinya
"kak.. kakak marah? maafkan aku" tanya gladys lirih. nathan hanya diam tanpa membuka matanya. gladys bangkit dari ranjang. nathan membuka matanya melirik istrinya.
gladys mengangkat tubuh jesselyn dan memindahkan ketengah ranjang besar. lalu menyelimutinya. sementara gladys pindah ke ranjang single itu lalu memejamkan matanya tapi tangan besar itu memeluk perutnya
"kenapa pindah humm?"
"Ah kakak sedang marah, aku meletakkan jess disebelah kakak supaya kakak sedikit tenang" jawab gladys
"Bagaimana aku bisa tenang kalau istriku tidur di bawah humm?" nathan mengangkat tubuh mungil itu keranjang dan merebahkan perlahan. gladys melingkarkan tangan ke lehernya "dimaafin gak?" bisiknya di telinga nathan
"honey jangan menggodaku" bisiknya dengan suara serak dan berat . "baiklah tidurlah, selamat malam" bisik gladys ditelinga nathan
nathan langsung mengangkat tubuh itu kembali ke ranjang single "tidur kak"
"jangan berisik nanti jess bangun" ucapnya pelan sambil melepas gaun tidur istrinya . olah raga halal itu berlangsung dua jam . gladys sampai tak mampu bergerak lagi
__ADS_1
"jangan minum pill kontrasepsi, aku tak suka. aku ingin menemanimu melewati kehamilan dan melihat pertumbuhan anakku sedari dalam kandungan" bisik nathan. gladys mengangguk lemah . nathan mengenakan gaun tidur ke tubuh istrinya dan mengembalikannya ke ranjang mereka dengan jess ditengah
♡♡♡♡♡
Jam lima pagi
Jeremy dan Jericho sedang memasang handycam merekam mereka berenang 20 lap di kolam renang halaman belakang. setelah selesai mereka segera menikmati sarapan rendah kalori agar tidak merusak postur tubuh mereka bersama nathan, gladys dan jesselyn
setelah sarapan keduanya naik ke sebuah ruangan. "kemana mereka?" tanya nathan. gladys mengedikkan bahu
"Kakak Latihan , nanti mereka akan berkelahi" ucap jesselyn, gladys langsung melotot, jess segera menutup mulutnya yang keceplosan
"Dengan siapa kakakmu berkelahi sayang?" tanya nathan sambil memangku putrinya, ia mengedipkan mata pada istrinya untuk diam
jesselyn menutup mulut dengan telapak tangan sendiri, nathan masih membujuknya "Sayang.. kalau tidak memberitau daddy, dan kakakmu kalah. siapa yang akan membantu kakakmu?"
"Kakak tak akan kalah, ini sudah perkelahian ke empat, orang tak beretika itu terus menambah participantnya" omel jess kesal
"Oh ya, siapa participantnya? kenapa sampai empat kali belum kelar, kakak gagal mengalahkannya?" tanya nathan lembut. gladys mendengus menatap arah lain
"Pertama kali, dua bersaudara itu meneriaki kak icho anak haram. kak icho diam saja tapi mereka mengeroyok kak icho saat pulang sekolah. mereka kalah tapi kakak di keluarkan dari sekolah.. kedua kali dia mengajak dua sepupunya yang sudah dewasa padahal kakak sudah pindah sekolah tapi mereka mengirim pesan tantangan, mereka kalah.. ketiga kalinya mereka membawa preman, tentu saja emy ikut.. kali ini tidak tau siapa lagi yang di bawa" terang jesselyn dengan mimik kesal.
gladys menatap datar pada nathan, nathan tersenyum "Jadi jess maunya daddy apakan orang yang mengeroyok kakak?"
"Maunya daddy pisahin semua , terus biar saja yang berurusan satu lawan satu dengan kakak icho. kalau berdua ya biar saja dua lawan dua dengan kak emy, tapi kalau dia bawa orangtua atau preman , biar saja tiga lawan tiga dengan daddy, kalau bawa ibunya biar jess yang melawannya"
"intinya jess mau pertarungan yang adil?" tanya nathan, jess mengangguk "Baik kita buat pertandingan yang adil"
"serius dad?" tanya jess, nathan mengangguk dan mengirimkan pesan pada seseorang , gladys menatap keduanya datar . nathan mengedipkan matanya lalu mencari putranya
"Helo boy. mau olah raga?" tanya nathan, keduanya menatapnya dingin .
nathan melepaskan kemejanya dan celana panjangnya menyisakan boxer lalu memasang boxing pad di lengannya. mengarahkan putranya menghajar boxing pad itu dengan gerakan yang dia arahkan
TOK TOK TOK
Olah raga terhenti, nathan membuka pintu, muncul tiga orang pelatih bela diri tingkat nasional di german. ketiganya naik ke ring setelah mengenakan peralatan masing masing
nathan bertarung dengan mereka tiga lawan satu. dan mengalahkan ketiganya dengan mudah. jeremy dan jericho menatap tak berkedip.
"caranya fokus pukulan pada...." nathan mengarahkan anaknya sambil memberi contoh "Kalian sudah tiga kali bertarung mungkin di bawah rekaman, lawan sudah bisa membaca gerakan kalian. ayo lumpuhkan mereka dengan cara berbeda"
latihan itu membuat hati 2J itu kagum tapi tak menunjukkannya . mereka merasa beruntung mendapatkan pelatihan dari nathan
"Boy .. dengarkan daddy. pertarungan nanti mungkin lawan tak adil. maaf kalau daddy ikut campur, dad mengirim anggota dad bergabung dalam rombongan lawan untuk mendapat rekaman video bahwa apapun hasilnya mereka tak akan menuntut di kemudian hari. jika sudah mendapat rekaman kalian sudah bebas memukuli mereka" keduanya mengangguk datar
__ADS_1