
"Kenapa tak bilang mau pulang? kami bisa menjemputmu" tanya rere
"Tadi mami mau menjemput, karena kak rere ngidam regan milih naik taxi. lebih santai tak perlu antar antaran, kak"
"Kapan mulai kerja?" tanya hansen
"off se bulan ya kak ipar" regan meminta pendapat hansen . hansen mengangguk
"babynya kelaminnya apa kak?" tanya regan pada rere "little girl" pekik triplet "wow awesome, selamat kakak ipar, kak rere" keduanya tersenyum mengangguk
"Ayo kita pulang, kalian mau less" tegur nana pada triplet
"Ayo kita pulang" ajak hansen "Mbak minta bill nya ya" ucap hansen pada pelayan
"Tidak, tante mau traktir triplet. ini pertama kali tante memasak buat mereka. bayarannya, potokan kami ya" pinta ana. hansen mengangguk. ana menyerahkan ponselnya . akhirnya mereka malah poto poto keluarga. nana yang mengambil poto
"Seringlah kemari, oma kesepian" pesan ana pada triplet. mereka mengangguk dan berpamitan . ana dan regan melambai pada mereka
"Nyonya ana kenal dengan mereka?" tanya seorang pengunjung yang menghampiri ana
"Ah itu putri dan menantuku, yang kembar adalah anak mereka, cucu saya. Nyonya Mauren" jawab ana
"Ah bisakah meminta mereka jadi investor diperusahaan putraku?" tanya mauren. wajah regan langsung berubah dingin
"Nyonya.. di hari tua mami saya, hanya mengisi waktu di restoran ini. bila putra anda ada kebutuhan dengan kakak saya regine atau kakak ipar saya hansen. sebaiknya ajukan proposal dan ikuti prosedur" tegur regan dingin
"Ma maafkan saya. baiklah saya akan minta putra saya ajukan proposal. saya permisi makan dulu" mauren kembali ke bangkunya dengan malu
"Sayang.. jangan marah. inilah kehidupan" ucap ana dengan binar bahagia dimatanya
"oh ya ini kunci villa B5- B6 sudah mami renov dan satukan , tinggallah disana sayang" ucap ana sambil menyerahkan kunci pada regan
"Memangnya disini tak ada kamar mi?" tanya regan
"ada.. dilantai tiga ada dua kamar dan satu kantor. tapi kamarnya kecil sekali tak seperti di villa kan lebih nyaman"
"lebih baik daripada asrama regan kan mi?" tanya regan . ana tertawa sambil menjewer regan . mereka naik ke lantai tiga
setelah menunjukkan kamar regan, regan meletakkan kopernya di kamarnya , lalu memeriksa kamar ana. dan berakhir di kantor
"Mami kapan pensiun?" tanya regan
"Tabungan mami sudah cukup, asal mami hemat, bunga deposito akan cukup untuk mami. kamu bisa lanjutin semua usaha ini"
__ADS_1
regan memeriksa gudang, rumah makan, supermarket, ruko milik ana "semua rapi dan aman mi" ucap regan
"iya semua managemen disusun hansel. akhir bulan anal buahmya datang memgaudit merekap dan memeriksa stock"
"pantas saja rapi sekali, bahkan gudang pun rapi" ana mengangguk
"lahan disamping ada tiga hektar, dua tahun lalu dibeli hansel dan dijual ke mami. katanya tak boleh dijual lagi. kelak bagi tiga buat anak anak mami. sekarang mami jadikan parkiran , hansel memasang alat mesin parkir. hasilnya lumayan buat ngopi" kata ana tertawa
"20 juta perhari?" tanya regan. "lebih sih. cukup untuk ngopi" jawab ana . regan mengangguk
"mulai besok kita tinggal di villa. regan harus kerja pada kak rere sesuai janji regan dulu tapi sabtu munggu regan akan mengurus RV mih"
"Baik.." jawab ana "kamu antar mami ke villa , mami mau minta nomor ponsel mbok onah mbok septi minta dicarikan maid tetap buat villa" regan mengangguk dan mengantar ibunya ke villa
♡♡♡♡♡
TOK TOK TOK
"Tuan Muda.. Tuan Muda Regan menghadap" lapor vellin "masuk" jawab hansen. regan segera masuk menemui rere dan hansen
"Tak jadi sebulan?" tanya hansen tertawa
"Badan sakit di rumah" jawab regan. semua tertawa
"kamu mau di indo atau usa?" tanya hansen
"Mulai awal bulan kamu CEO di RV Corp. Perusahaan itu baru kakak akuisisi enam bulan lalu dan kakak ganti namanya jadi initial namamu. perusahaan sedang berkembang pesat. Ini dokumen peruahaan dan modal kakak di dalam. kamu pelajari dan lunasi dalam lima tahun" hansen menyerahkan sebuah map.
"Hah?" tanya regan kaget lalu membuka dokumen dan membacanya
"kak" regan menatap keduanya dengan berkaca kaca
"jangan kecewakan kakak dan kakakmu" regan mengangguk sambil meneteskan airmata
"Terima kasih kak, dan kakak ipar" mereka merangkul regan hangat "Semangat"
"Dua minggu lagi kamu mulai kerja, kalau mau liburan dengan mami pergilah. kalau ada urusan selesaikanlah agar tak libur libur lagi" pesan rere. regan mengangguk lalu berpamitan.
****
Villa Bukit Indah Luxury
Block B5
__ADS_1
regan masuk tergesa gesa menemui ana "Mami.. " panggil regan. ia menemui ana dan memeluknya sambil menangis
"kenapa nak? kakakmu marah padamu? bersabarlah" ucap ana mengusap punggung regan. regan menggeleng
"Jadi kenapa menangis?" tanya ana cemas
"Kak rere dan kakak ipar hansen menyerahkan perusahaan RV buat regan"
"Puji Tuhan" ucap ana "Amin" jawab regan
"Kau harus berusaha menunjukkan prestasimu nak. jangan kecewakan kakak dan kakak iparmu ya" nasehat ana. regan mengangguk
"regan punya waktu 5 tahun mengembalikan modal kak rere. sekarang tabungan regan ada 70 persennya tapi regan takut perusahaan butuh modal berputar"
"pelan pelan. semangat ya. tamat s2 langsung jadi CEO. Kau beruntung nak" regan mengangguk
tak lama rara masuk dengan lesu , regan memeluk kakaknya dan tanya kenapa
"Donny marah pada rara"
"kamu salah apa? jangan melawan suami ra"
"papi terus meneror rara dulunya. rara pindah surabaya dan mengganti nomor rara. lama tak mengganggu sekarang papi tiap hari membuat kerusuhan di rumah mertua rara. mertua rara sampai sakit mih"
"Dasar orangtua tak masuk akal" umpat regan kesal
"bukannya dia ga bisa jalan?" tanya ana
"Opa oma mendorong kursi rodanya kesana" jawab rara sedih
"papi mau minta uang?" tanya regan. rara mengangguk
regan segera naik kekamarnya menghubungi hansel dan menanyakan pendapatnya. setelah hansel memberitau beberapa tips. regan turun menemui ana dan rara
"regan mau bicara dengan kakak ipar donny"
"kakak iparmu di rumah"
regan menemui donny dan membicarakan hal serius. akhirnya donny menyetujuinya dan regan kembali ke villanya
"Siapkan baju lusuh kakak untuk seminggu. kita menginap di rumah papa seminggu jadi benalu. aku pengangguran. kakak sudah di cerai tanpa kompensasi biar opa oma memberi kita makan. kalau seminggu kita di usir berarti urusan kita selesai dengan keluarga halim" ucap regan. rara mengangguk
"malam ini kita berangkat kak"
__ADS_1
"Mami carikan beberapa pasang baju di monza ya" ana mengangguk. ia segera mengemudi keluar dan kembali dalam satu jam. membawa baju bekas yang ia beli lalu melemparkan ke koper kecil milik regan