Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 33 - kontraksi


__ADS_3

Regan mulai fokus bekerja di perusahaan barunya yang di berikan oleh rere , RV Corp. Perusahaan ini memang diserahkan dalam kondisi maju pesat karena rere lah yang menjalankan sebelumnya


Sebagai seorang junior, dalam tiap langkah besar yang akan di ambil, regan selalu diskusi dengan rere, hansen dan hansel sebagai senior di dunia bisnis kelas dunia. berkat saran dan bantuan mereka regan terhindar dari banyak masalah penipuan dan meraup tender besar.


Hansen dan rere senang karena regan menghargai mereka, mau diskusi sebelum mengambil langkah, hansel juga merasa senang karena merasa dibutuhkan dan diandalkan oleh regan. ketiga orang itu membantu regan dengan tulus


berkat bantuan mereka dan berkat kecerdasan regan yang bersikap humble, perusahaan semakin maju pesat.


Ana sangat bahagia melihat sepak terjang regan di dunia bisnis, tiap langkahnya sangat matang berkat bimbingan hansel. ana dulu juga CEO jadi dia tau semua langkah regan.


Ana tak pernah berhenti bersyukur mengenal hansel dan rere. meski mereka sudah bukan siapa siapanya lagi tapi mereka masih membantunya dan anak anaknya dengan cara berbeda


bukan hanya regan, tapi donny suami rara pun di bantu oleh rere dan hansen sampai bisnis donny semakin berkembang. DR Group perusahaan milik donny pribadi sudah masuk nominasi perusahaan pentolan indonesia atas bantuan rere dan hansen.


Merupakan sebuah kebanggaan bagi ana memiliki anak yang sukses. dia memilih hidup tenang dan memperhatikan anak anaknya dari jauh.


****


tiga bulan kemudian


RVW Corp & HR Corp Office


Regan baru saja memasuki ruangan CEO , ia melihat rere meringis kesakitan dengan keringat dingin dipelipisnya sambil mengusap perutnya


"Kak.. kakak kenapa?.. tarik nafas dalam dalam, lepasin kak" ucap regan panik tapi berusaha menenangkan diri


"Panggil Vellin dan Vinda , regan" ringis rere. regan berlari memanggil vellin dan memintanya menghubungi vinda. vellin segera mengirim pesan pada vinda lalu masuk ke ruangan CEO


"Vellin, kamu hubungi Tuan Muda Hansen, opa oma, daddy papi. minta mereka ke rumah sakit hw sekarang" perintah rere


"Regan hubungi sherly, katakan aku mau melahirkan, minta dia bersiap di loby"

__ADS_1


"Vinda hubungi suster nana katakan aku mau melahirkan minta ia bawa koper ke rumah sakit"


ketiganya segera bergegas menjalankan perintah rere. regan mengabari ibunya tapi memintanya tak datang ke rumah sakit. takut terjadi perang dunia ke sepuluh dengan opa oma rere


"Regan sakit sekali, gendong kakak ke mobil" vinda ambil mobil. vellin bawa tas dan tas kerjaku"


"pakai mobilku saja. mobilku pas di samping pintu utama" ucap regan menyerahkan kunci. vinda langsung lari ke bawah mengambil mobil regan dan bersiap di pintu


vellin langsung menyambar tas kerja dan hand bag rere setelah memeriksa dompet dan ponsel nona mudanya. ia membuka pintu ruangan. regan dengan sigap mengangkat tubuh mungil rere keliar ruangan menuju lift didampingi vellin


tiba di lobby regan berlari ke bangku penumpang bersama rere. vellin duduk di kursi penumpang bagian depan. vinda mengemudi dengan kecepatan tinggi. rere memekik kesakitan , regan menyerahkan tangannya untuk digigit rere sampai penuh luka


Sherly sudah menyiapkan team medis dan brankar di lobby rumah sakit menunggu ketibaan rere.


CIITTTTT


satu unit bugatti la voiture noire hitam berhenti di belakang lamborghini aventador warna hitam terbaru pemberian hansen pada regan yang dikemudikan vinda itu


"Sakit kak" pekik rere "cakar atau gigit aku honey, sabarlah sebentar lagi peri keci kita akan melihat dunia. aku mencintaimu" brankar di dorong ke ruangan sherly untuk di USG , regan menunggu di luar ruangan sherly. ia segan ikut masuk karena sudah ada kakak iparnya


dari arah lobby regan bisa melihat hansel, harisno, hellena, dave, elaine, 4 suster, bi ina, triplet, empat pengawal wanita berlari ke arah regan


"Bagaimana rere/mama/nona muda" tanya mereka serempak pada regan


"Didalam diperiksa kak sherly, ada kak hansen di dalam" jawab regan dengan wajah pias


dua oma langsung masuk ke ruangan sherly bersama triplet. hansel melirik lengan regan bekas gigitan dan cakaran . ia tertawa


"Babak belur tanganmu nak?" regan yang cemas dan tegang hanya mengangguk lesu. ia masih shock dengan keadaan tadi


"Kakakmu sudah ditangani dokter. ia akan baik baik saja. tenanglah" hansel menepuk bahu regan menguatkannya. regan hanya diam saja

__ADS_1


"kak rere akan baik baik saja kan uncle?" tanya regan akhirnya air matanya keluar


"kakakmu akan baik baik saja. berdoalah" ucap hansel merangkul regan. regan merasakan damai setelah mendapat pelukan hansel


vinda dan vellin berlari menemui hansel "Tuan Besar Tua Westin, Tuan Besar Tua Wijaya, Tuan Besar Wijaya, Tuan Muda Regan" sapa mereka sopan


"Ceritakan apa yang terjadi" vellin menceritakan selengkapnya. hansel mengangguk


"Prosedur rumah sakit sudah saya selesaikan semua, tinggal Tuan Muda Hansen menandatangani persetujuan operasi, Tuan Besar" lapor vellin. hansel mengangguk


KREKKK


brankar nana di dorong keluar ruangan oleh team medis. hansen mengiringi brankar. triplet mengejar brankar


"Hei boy" tegas hansel. ketiganya berhenti mendadak " jalan bersama perawat kalian. jangan melepaskan diri supaya mama tidak khawatir"


"Yes opahan" jawab triplet tegang dan berjalan bersama perawat mereka sampai mereka tiba di ruang tunggu operasi


ketiganya duduk tanpa suara. hansel mendampingi mereka "kalian kenapa?" tanya hansel . tiba tiba ketiganya menangis kencang mengagetkan opa oma.


"Mama sakit , kami sudah patuh tapi mama masih sakit" pekik haekal. hansel langsung memeluknya. dua opa memeluk dua anak lainnya


"Sebentar lagi dede bayi cantik sudah lahir. karena kalian sudah jadi anak baik. kalau kalian anak baik seterusnya .. dede bayi akan tumbuh sehat dan mama keluar nanti sudah ga sakit lagi" ucap hansel pelan dengan bahasa yang mudah dipahami


"hapus airmatanya, nanti dede bayi keluar kalian malu" goda hansel


"iya opahan, kami akan jadi anak baik" jawab ketiganya sambil menyeka airmata mereka


regan dan lainnya mau tertawa melihat tiga anak super nakal itu tak berdaya . biasanya saking nakalnya bahkan pada orang dewasa pun mereka tak takut karena postur mereka sangat besar tak seperti anak tujuh tahun .


selama ini mereka hanya takut pada hansel dan hansen . kalau hansen tak terlalu takut sebab ada buyut mereka membela mereka. tapi kalau hansel entah kenapa tiga setan kecil itu amat takut. selain buyut mereka takut kalau hansel marah. aura hansel yang menyeramkan mampu membuat nyali mereka ciut. padahal hansel tak pernah marah atau menaikkan intonasi pada mereka.

__ADS_1



__ADS_2