Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 92 - Arrista membuat ulah


__ADS_3

"Papa mau fokus sama hanna" terang gerald sambil memeluk istrinya saat mereka tiba dikamar


"hanna sejak kecil dididik opa hansel secara langsung. dia memiliki persiapan matang. sebaliknya gavi dan gilbert sangat seenaknya. mama akui mereka pandai mencari uang. tapi sisanya mereka lemah. papa harus banyak perhatikan mereka. mereka laki laki"


"baiklah papa akan perhatikan mereka dan mengarahkan mereka" bisik gerald sambil menggigit telinga istrinya


"uda sana jangan mesum pa" harlene mendorong suaminya tapi yang di dorong malah makin aktive sampai terjadi olah raga halal


"sudah pa. mama lelah" rengek harlene


"sekali lagi, sudah" pinta gerald memelas. akhirnya harlene pasrah


"makin tua makin jadi"


"siapa tua hum? mau lihat kekuatan orangtua?" gerald menyeringai dan menyerang istrinya


esoknya badan harlene serasa mau remuk, ia merengek pada suaminya. gerald tertawa. sejak pulang bulan madu, istrinya yang dulu tegas dan hanya mau manja pada opa, ayah, dan kakaknya menjadi mau manja padanya.


"istirahat ya ma. siangan baru kerja" bisiknya , harlene mengangguk tapi gerald mengangkatnya ke bath room "berendam sebentar lalu tidur supaya badannya enakan ma. papa mau ke kantor sebentar, ada janji dengan papi mami"


"Janji apa?" tanya harlene, gerald mengedikkan bahu


"Hanya bilang temannya mau minta tolong"


"Jangan pakai perasaan hanya karena rekom orangtua" tegas harlene , gerald tertawa "mana berani. ada istri segalak ini di rumah nanti papa di usir keluar kamar"


sejak pulang bulan madu, gerald selalu menggunakan candaan menghadapi istrinya. tak ada emosi dan lainnya apalagi sejak ia semakin tau sifat asli istrinya yang selama ini dingin. diam diam ternyata sangat memperhatikan keluarganya


♡♡♡♡♡


Arrista Corp


Empat bersaudara millano dan dua sekretaris wanita itu memasuki ruangan CEO. tampak tuan besar arrista menanti mereka didepan pintu , ada beberapa pengawal bertubuh kekar di belakangnya


"Tuan Muda Millano , maaf harus menghambat langkah anda ke ruangan saya" ucap Tuan Besar Arrista , empat bersaudara itu menatapnya datar . hanna menekan angka satu dan menahannya lalu membiarkan ponselnya aktif di dalam tas selempangnya


"Tuan Arrista mau membeli kembali perusahaan ini? dengan senang hati hanna akan menjualnya. silahkan bicara pada papa berapa harga jual yang di tentukan papa" jawab hanna tenang , ia menghitung 8 pengawal di belakang Tuan arrista

__ADS_1


"Bukan membeli, saya hanya butuh tanda tangan dan cap jempol anda di berkas serah terima CEO Hanna" seringai licik Tuan Arrista muncul di bibirnya


"Tuan, Anda jangan menakuti adik saya. Bila anda menyentuh adik saya. saya pastikan anda akan menyesal" ucap gavi dingin


"bocah kecil mencoba mengguruiku hahaha, tunjukkan kemampuan kalian dulu baru bicara" ledek tuan arrista


"Tuan Arrista, saya sudah berbaik hati mau mengijinkan anda membeli kembali saham anda sepenuhnya. Tapi anda bermain kotor. saya harap anda tidak menyesal" ucap hanna dingin


"Rossa, Marry jaga nona muda hanna. disini urusan kami" tegas gilbert "Baik Tuan Muda"


terjadilah perkelahian antara 3G dengan delapan pengawal arrista. Hanna yang di jaga dua pengawal mengambil kursi dan mengamati pertarungan tak berimbang itu dengan tenang


KREKKK KREKKK KREKKK


delapan pengawal dilumpuhkan, suara tulang patah membuat rossa dan marry meringis , tapi ke khilafan itu membuat tuan arrista memakai kesempatan itu untuk mengambil tubuh kecil itu sebagai tawanan


"Hentikan" teriak gerald yang datang bersama harlene, gallen, gabriel, yorris, raymond dan belasan pengawal


"Kalian yang hentikan, cepat tanda tangani dokumen itu atau aku akan mematahkan leher gadis kecil ini" bentak Tuan arrista yang langsung menjadi pusat perhatian


"Beraninya kau menyentuh cucuku/adikku/anakku" bentak keluarga millano pada Tuan arrista


"wow.. terima kasih Tuan Arrista. Kamu membuat kami kaya mendadak. Bawa saja bocil itu" ucap gallen semangat.


"Apa maksud kalian?" bentak gerald pada anak anaknya "hanna adik kalian"


"pah.. cerita uang.. tak ada saudara. kalau hanna tiada.. kami akan mewarisi hartanya" ucap gallen "bukankah itu menguntungkan. harusnya kami berlima berterima kasih pada tuan arrista"


"Kalian gila semua. kalian dibutakan uang. papa akan menghukum kalian kalau terjadi apa apa dengan hanna" teriak gerald


"pa.. " harlene menghampiri suaminya lalu memeluknya "pergilah bersama kami atau terima surat cerai dari ku. mama dan anak anak sudah memutuskan"


5G, harlene berusaha mendorong gerald, raymond dan yorris keluar dari lokasi


"Hei aku tak main main. aku akan membunuh gadis ini" pekik arrista


"Terima kasih bantuannya , Tuan Arrista" hanna mengedipkan mata pada kakaknya

__ADS_1


Bughhh . hanna yang di tahan, menendang kening tuan arrista .


Gilbert langsung meraih tubuh hanna dan menyerahkan pada tubuh gerald. gerald reflex memeluknya. dan meminta raymond menggendong sesaat. lalu keluarga millano itu mengahajar tuan arrista habis habisan


Dughhh Brakkkk Bughhh Bughhh Bughhhh Dughhh Brakkkk Kreekkkk


"Sudah sudah. nanti dia mati" lerai harlene tapi tak berhasil "pengawal tarik tuan nona muda" pekik harlene. akhirnya pengawal mencoba memisahkan


"Beraninya kau menawan adikku hah? kau sudah bosan bernafas ya?" teriak mereka masih mau menyerbu tapi di tahan pemgawal dan harlene


KRAKKKKK tendangan terakhir dari gerald didada Tuan arrista membuatnya meraung pilu. harlene dan beberapa wanita menutup matanya meringis


"Siapapun tak bisa menyentuh putriku, semua yang menyentuh putriku akan MATI" gerald meraung marah, urat dikeningnya bermunculan, matanya memerah


"Sudah suamiku, hanna ketakutan" tegur harlene sambil menarik lengan gerald . gerald seketika sadar. ia langsung mengambil hanna dari gendongan raymond


"Maafin papa sayang. maafin papa. papa telat datang. apa dia menakutimu?" gerald memeluknya erat .


"papa yang menakuti hanna" ledek harlene . gerald menatapnya tajam


"Bawa dia ke kantor polisi" teriak gallen pada pengawalnya "kau akan mati arrista"


"Hanna kamu tak apa? mana yang luka?" sekeluarga itu memeriksa hanna


"Hanna tak luka , hanna baik baik saja" jawabnya polos . semua bernafas lega dan masuk ke ruangan gavi


"papa opa kenapa bisa disini?" tanya gladys "bersamaan lagi"


"Cucu dari teman lama opa oma perusahaannya nyaris collabs, perusahaan atmajaya, jadi minta tolong opa minta bantuan pada papa kalian, kami membuat janji temu di kantor triple G. Belum sempat mulai bicara hanna menelpon papa kalian , jadilah kami semua disini" terang opa raymond


"Yorris kenapa bisa disini?"


"Supir mengantar opa oma, mama minta papa menjemput tapi papa mau meeting dengan cucu temen opa. jadi papa minta yorris mengantar mama. kami baru sampai lobby . opa , papa dan kakakmu sudah berlarian ke mobil. kami mengekori mereka sampai sini" terang harlene "susah kalau tak bisa mengemudi, mama akan belajar mengemudi"


"bicara apa?" gerald menatap tajam pada istrinya "hukuman mama kurang?" harlene mencebik


"Kalian berdua, kedepannya jaga nona muda kecil baik baik, jangan sampai kejadian tadi terulang lagi" tegas gerald pada pengawal wanita "Baik Tuan Besar, maafkan kami" jawab mereka menunduk

__ADS_1



__ADS_2