Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
S2 - 5 - Tidur bersama daddy mommy


__ADS_3

mobil melaju ke sekolah putranya, tak jauh ada toko cake dan es krim, nathan membawa putrinya makan es krim


"Sayang pelanlah, tak ada yang merebut es krimmu" ucap nathan sambil menyeka bibir mungil putrinya yang terkena es krim. ia melirik bibir istrinya juga ada es krim. ia segera menyeka dengan ibu jarinya lalu menji -lat ibu jarinya dengan gaya menggoda membuat gladys mendengus


"ayo jemput kakak emy dan icho dad" ajak jesselyn saat es krimnya habis "mommy belum selesai, tunggulah sebentar lagi" ucap nathan mengusap kepala anaknya .


mereka beranjak menuju kelas dua putranya , saat bell berbunyi dua putranya keluar kelas "kakak" pekik jesselyn. dua pria berwajah serupa itu langsung tersenyum memeluk adiknya dan menciumnya . pertama kalinya nathan melihat dua putranya tersenyum hatinya menghangat


"Jess datang dengan daddy dan mommy" dua pria kecil itu mendongak menatap ayah ibunya dan memasang wajah dingin


"Ayo sayang" ajak gladys lalu keluarga itu naik ke mobil nathan, jericho duduk di kursi penumpang di samping supir, jeremy duduk di tengah di antara ibu dan ayahnya yang memangku jesselyn


"Kita makan di JG Steakhouse" perintah nathan pada supirnya . mobil segera melaju menuju restoran


Sampai di restoran pelayan menghidang steak pesanan nathan, dua putranya tak pernah mengeluarkan suara, wajah mereka selalu dingin ,keduanya makan dengan mandiri dan tenang


Berbeda dengan jesselyn, dia anak yang lembut dan manja kalau ada keluarganya. di luaran wajahnya juga selalu dingin. nathan memotong motong steak kecil kecil buat putrinya lalu memotong steak di hadapannya lalu menukarnya dengan steak milik gladys. mereka makan dengan tenang


usai makan mereka kembali ke mansion , di perjalanan pulang jesselyn yang duduk dipangkuannya berucap "Daddy apakah daddy akan pergi lagi?" tanyanya polos


"Tidak, daddy akan bersama kalian" jawabnya


"Berarti malam ini jess akan tidur dengan daddy dan mommy? jess ditengah dad mom di kanan kiri, seperti teman teman jess?" tanyanya lagi.


"Tidak sayang. daddy harus bekerja tapi dadd akan mengantarmu..." ucapan gladys di potong nathan


"Malam ini jess akan mendapat kehidupan seperti teman teman jess, dad mom akan menemanimu tidur" potong nathan cepat sambil mengecup kening putrinya. gladys melotot padanya


"Dad ayo kekamar jess" jess menarik tangan ayahnya dan membawanya ke kamarnya . penuh gambar design disney karena itu bekas milik hanna dulu. jess segera mandi dengan cepat.


"dad mandi dulu ya" ucap nathan , ia mengirim pesan agar supirnya menaikkan kopernya. setelah menerima koper jess menariknya ke kamar ibunya


"Baik ayo kekamar mommy" jess menarik nathan ke kamar ibunya lalu membuka pintu. gladys yang baru keluar kamar mandi berbalut handuk langsung terkejut .


"Bisakah kalian berbalik dulu" tanya gladys gugup . jakun jonathan bergerak. ia hanya menatap istrinya. gladys berlari ke walk in closet


"dad mandi dulu, jess akan menunggu disini" nathan mengangguk, ia langsung ke kamar mandi membersihkan diri


gladys keluar dari walk in closet "mana daddy?" jess menunjuk toilet


"ambil baju dad , mom. sebentar lagi dad selesai mandi" ucap jess , terpaksa gladys mengambilkan pakaiannya dari koper dan meletakkan di sofa


Nathan keluar menggunakan handuk kecil melilit pinggangnya. jesselyn kagum "wow dad seperti atlet. awesome" pekiknya


"Jangan berlebihan, uncle opa semua awesome" sindir gladys pada nathan, nathan menatapnya datar


"Ya mom selalu terpesona dengan tubuh atlet dad" ledek nathan. gladys mendengus


"Kalian bermainlah, aku akan bekerja sebentar. ada yang harus aku lakukan" gladys segera keluar kamar saat nathan mengenakan pakaiannya


"Mommy kerja dimana?" tanya nathan

__ADS_1


"Di bawah, dilantai satu ruang kerja mommy dengan uncle harbone" jawab jess polos, rahang nathan mengetat . ia mengepalkan tangannya


"Sayang kita bantu momy kerja ya, kasihan mommy kelelahan" ajak nathan, jess mengangguk polos "tapi ada uncle harbone membantu mommy"


"pernah mendengar pekerjaan kalau di kerjakan beramai ramai akan lekas selesai" tanya nathan, jess mengangguk "ayo kita bantu mom" jess menarik tangan nathan ke ruangan kerja ibunya


saat pintu di buka, nathan menatap tajam ke arah istrinya. istrinya sedang duduk dan harbone berdiri disampingnya menjelaskan dokumen bahasa tubuh mereka sangat intim


"Kalian kesini?" tanya gladys "pergilah ke ruangan kakak, disana lebih nyaman" ucap gladys santai


"ayo dad" jess menarik lengan ayahnya masuk ke ruangan kakaknya di dalam ruangan itu ada sebuah pintu .


nathan terpaksa mengikuti putrinya. saat memasuki ruangan itu ia begitu takjub. mungkin isi perangkat didalam melebihi harga sebuah mansion. dan lebih takjub lagi. dari ruangan itu bisa melihat jelas ke ruangan gladys bahkan suara pun terdengar jelas


"Duduk dan jangan sentuh barang kami kalau tak mau kami lempar keluar" ucap jericho datar tanpa menoleh ke arah ayahnya. ia sangat sibuk dengan pekerjaannya


"Jess ini yang sudah done" jeremy menunjuk setumpuk map


"Baik, jess email sekarang" jesselyn segera menghidupkan laptopnya dan mulai bekerja. tangannya seperti memiliki engine tambahan. bergerak secepat itu. nathan melirik layar laptop putrinya . dia sangat kagum dengan ketiga anaknya


"Gladys, pembayaran ini sudah di bayarkan kata buyer jericho , coba check rekeningmu" suara harbone memecah konsen nathan. ia melihat ke kaca.


"Done. dana masuk 2 juta euro" jawab gladys tanpa menatap harbone ia melanjutkan kerjaan . "baik aku payment lunas"


tapi tak seorang pun anaknya menatap ke arah ibunya. mereka hanya bisa membahas kerjaan karena speaker mengarah ke ruangan triplet


akhirnya nathan mengeluarkan laptop dan ikut bekerja di ruangan itu sampai tiba jam makan malam terdengar suara gladys


"anak anak stop. waktunya dinner"


nathan paham ruangan ini kedap suara. hanya suara di luar yang bisa masuk dengan speaker


"Baiklah mom tunggu di meja makan"


"Harbone kamu bisa kembali, kita lanjutkan besok" perintah gladys yang terdengar nathan.


"Baiklah sampai jumpa besok" jawab harbone dan tampak mengemasi barangnya tak lama keluar ruangan . Gladys segera keluar ruangan. nathan tentu saja mengikutinya . tampak gladys bicara dengan harbone didepan pintu utama. mereka tertawa. harbone mengacak rambut gladys.


nathan sangat kesal dengan interaksi mereka , ia berucap "Tuan Harbone yang terhormat, saya dapat menuntut anda telah menyentuh istri resmi saya. harap jaga sikap anda" tegasnya menatap harbone tajam


"Gladys saya duluan" pamit harbone lalu meninggalkan mansion tanpa menyapa nathan


gladys segera menuju ruang makan tanpa menatap nathan. nathan mengikutinya dengan kesal


"Jeremy pimpin doa" perintah gladys. mereka pun berdoa sebelum makan


Lima orang itu makan dengan tenang, nathan duduk di kursi kepala keluarga sampai selesai makan mereka kembali ke kamar masing masing kecuali jess yang meminta maid membawa pakaian piyamanya. ia menarik ayahnya ke kamar ibunya


TOK TOK TOK


Maid membawakan sebuah ranjang single tanpa kaki, piyama jesselyn dan alat sikat gigi . "Thanks onty" ucapnya . maid meletakkan ranjang itu di karpet di samping ranjang besar gladys

__ADS_1


"buat apa ranjang itu? dad jess mau bertiga di ranjang" rengek jesselyn


"itu hanya alas supaya kita tak terjatuh sayang" bujuk nathan. jess mengangguk


ia menunggui ibunya keluar kamar mandi . setelah gladys keluar ia segera masuk ke kamar mandi.


gladys menatap datar pada nathan . nathan menatapnya tajam. ia masih kesal dengan istrinya yang bermesraan dengan harbone tadi


klekk


pintu kamar mandi terbuka "dad mandilah" ucap jess riang. ia melompat ke ranjang mewah ibunya .


"Ambil pakaianku" perintahnya lalu menuju kamar mandi membersihkan diri. gladys terpaksa mengambil piyama di kopernya dan meletakkannya di sofa


TOK TOK TOK


maid mengantarkan susu buat jesselyn, gladys menerima dan menyerahkan pada jesselyn. jess langsung meminumnya sampai habis


KLEKKK


nathan keluar dari kamar mandi berbalut handuk kecil. aromanya menguar ke seluruh ruangan. pemandangan indah tampak didepan dua wanitanya. nathan segera mengenakan boxernya dengan cepat


"Dad, mom. matikan lampunya. jess di tengah. dad mom di samping jess" pekiknya riang. nathan tersenyum dan mematikan lampu utama


ketiganya berbaring di ranjang besar itu. nathan mengelus kepala jesselyn, tak lama suara dengkuran halus terdengar dari dua wanita bertubuh kecil itu. nathan tersenyum.


nathan mengangkat tubuh kecil itu ke kasur single di sampingnya lalu memeluk istrinya. ia mulai beraksi di tubuh istrinya . gladys yang merasa terganggu membuka matanya


"Kau gila? ada jesselyn. minggir" bisiknya sewot


"Jesselyn tidur. kalau kau tak berisik dia tak akan bangun" nathan melanjutkan aksinya. gladys berusaha mendorongnya tapi tak berhasil. sampai dua jam lebih akhirnya olahraga halal versi nathan selesai. ia segera mengangkat istrinya ke kamar mandi, merendamnya di bath up. tapi suasana memicunya kembali mengulangi .


sekuat tenaga gladys menolak tapi akhirnya tetap terjadi selama satu jam lebih dikamar mandi sebab nathan bukan orang yang mudah di tolak.


gladys membersihkan dirinya, badannya serasa remuk dan kelelahan. setelah ia membersihkan diri, nathan membantunya mengenakan pakaian dan mengangkatnya ke ranjang bagian tengah . nathan juga mengangkat putrinya ke bagian dalam baru ia berbaring disamping istrinya menuju alam mimpi


****


paginya jesslyn memekik kencang membuat dua orangtuanya melompat bangun dari ranjang. ia menangis


"Sayang kenapa? kamu mimpi buruk? tanya gladys


"Mom jahat, merebut daddy" teriaknya marah . gladys menatapnya datar


"Ambil saja daddymu tak ada yang mau merebutny" jawab gladys


"Ya mommy memang jahat, memindahkan jess untuk menguasai daddy sendirian" nathan meprovokasi setelah paham apa yang membuat putrinya menangis. gladys melotot


"Sayang.."


"Tapi tenanglah nanti malam dad akan menjaga jess selalu ditengah supaya tidak di pindah mommy" ucap nathan membujuk putrinya . jess mengangguk

__ADS_1


"...." gladys



__ADS_2