Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 29 - Iblis kecil


__ADS_3

Usai sarapan, keduanya segera pulang. Ana tak bersedia di bayar dan meminta hansen menghubunginya kapan saja rere mau makan sesuatu. hansen mengangguk


Baru tiba di rumah


PRANKKKKKK


jantung rere hampir lepas mendengar bunyi sesuatu dari rumah harisno. keduanya bergegas kesana


hansen dan rere menatap datar pada putra bungsu mereka yang sedang bergelantungan di besi tangga usai menjatuhkan vas pajangan. perawatnya memohon agar dia turun


"Tuan Kecil Harvey, Kumohon turunlah, disana ada pecahan kaca vas" perawat hampir menangis


harisno turun dari tangga langsung menggendong harvey sambil tertawa "kenapa di pecahin humm. great oma akan menjewermu setelah ini, sayang" harvey langsung merangkul leher sang buyut karena ada ayah ibunya menatapnya datar


"Hey kenapa wajah kalian begitu, kalian menakuti cucuku" tegur harisno. hansen dan rere hanya diam saja


"Siapa memecahkan vas bungaku hah? itu hadiah kolegaku, harganya 500 ribu dollar" pekik oma saat turun tangga menatap pecahan vas bunga yang sedang di bersihkan perawat . harisno tertawa melihat harvey memeluk lehernya dan menyembunyikan wajah didada buyutnya


"Avy great oma. maafin avy" ucapnya tapi tak berani menunjukkan wajahnya


oma menatapnya lalu segera menyusulnya dan memeriksanya "ada yang luka? sini great oma periksa.. bagaimana kalian menjaga cicitku hah? bagaimana kalau vas itu kena cicitku?" teriak oma pada perawat


hansen dan rere bertahan menatap mereka bertiga dengan datar. harvey memang amat nakal dan active. dia kesayangan harisno karena wajah mereka duplikasi.


"Apa avy terkejut sayang?" oma kembali memeriksa cicitnya "Dasar oma ga jelas" batin rere


"Avy.. " panggil hansen tegas menatap pada putra bungsunya


"Kenapa kamu galak sekali pada cicit oma , hansen" tanya sang oma dengan galak.


"Ada apa, pagi pagi ribut" tanya hansel yang baru turun dari tangga. rambutnya setengah basah. ia tampan sekali meski sudah tak muda lagi


"Menantumu mau memarahi cicitku hanya gara gara sebuah vas bunga yang bisa di beli dengan uang. untung cicitku tak kenapa kenapa. vas masih bisa di belu hansel" oma duluan mengadu. hansen dan rere manatap datar pada hansel.


"Sayang, kenapa? sini sama opa, jangan takut. laki laki harus pemberani" harvey langsung pindah gendongan memeluk hansel. "Anak tampan kesayangan opa" hansel menciuminya dengan gemas


"Ngapain kalian disana? mau marah pada anak hanya karena vas?" tanya hansel dingin .


karena kesal rere langsung berbalik pulang meninggalkan mereka semua, hatinya sungguh dongkol pada empat orang itu


"Regine sedang hamil. kenapa regine yang di tegur dad? opa oma?" keluh hansen lalu mengejar istrinya. tiga orang itu terkejut langsung menyusul hansen sambil menggendong harvey


baru sampai rumah , rere menatap datar pada harion yang melempari makanannya ke lantai dengan marah "i dont like milk" teriaknya sambil naik ke meja


rere mengusap dadanya saking marahnya, ia langsung lemas. hansen masih sempat menangkap tubuh istrinya dan mendudukkannya di sofa ruang keluarga. hansel dan opa oma menyusul di belakang mereka


hansel melihat lantai dan meja berantakan. hansel tertawa. harisno juga tertawa "memang iblis kecil" ucap harsino sambil menggendong harion

__ADS_1


"ada apa sayang?" tanya harisno


"i dont like milk , she give me milk everyday, i told her already dont give me milk great opa" pekik harion marah menunjuk perawat barunya.


"Tuan kecil kedua tidak suka susu. kenapa masih memberi susu" bentak nana yang baru muncul "saya ingat anda bilang tuan kecil suka susu , suster nana" jawab si perawat baru


"Haekal yang suka susu. itu tuan kecil pertama" tegur nana "tuan kecil harion akan sakit perut kalau minum susu" bentaknya marah


haekal dan harisno juga hellena segera menyusul rere ke ruang keluarga . tak lama harvey datang bersama dave , elaine dan terry


"Kenapa pagi pagi sudah ribut" tanya dave yang menggendong haekal. hansen dan rere memasang wajah datar . tak berguna bicara pada dua orang ini juga.


harvey turun dan memeluk rere "Mama sakit?" tanyanya sambil mengelus pipi rere , rere menggeleng dan mengecup pipi putra sulungnya. duplikasi wajah hansen dan dave.


"Kalian bertiga jangan nakal, ada dede di perut mama. nanti dedenya sakit kalau kalian nakal" tegur hansen . gantian dave elaine terry terkejut


"i dont like my nanny papa" ucap harvey, "me too" jawab harion


"Ganti saja" ucap harisno santai "nana cari perawat baru buat mereka"


hansen dan rere mengusap dada mereka tanpa bisa bicara apa apa. kalau sampai rere bersuara bisa dipastikan dua oma akan menangis membela cicitnya mati matian. jadi rere memilih diam.


"Hansen istrimu hamil, kamu harus merawat dengan baik. jangan sampai ia tertekan" nasehat harisno. hansen menatap opanya datar


"yang membuat rere tertekan itu , kalian semua . bukan hansen" tegur terry . hansen sedikit lega


"Kau gila. kapan kami membuat rere tertekan. kami sangat menyayanginya" ucap dave


"dulu saat kecil, kamu selalu salah. apa pernah kami menyalahkanmu?" tanya elaine menatap tajam pada terry. terry mengelus dadanya


"anak anak nakal adalah hal biasa" ucap hansel dingin


"Keluarga sarap" umpat terry lalu menghempaskan bokongnya di sofa


"kamu baik baik saja honey?" tanya hansen saat melihat rere menekan pelipisnya


"Bawalah istrimu istirahat" perintah hellena


hansen hanya mampu mengangguk dan memapah istrinya ke kamar


"Untung saja kamu ga sama dengan mereka, kalau sama maka aku akan kabur" ucap rere lemas


"Anak anak memang seperti itu, sebentar lagi mereka akan paham ucapan kita, bersabarlah" kata hansen sambil membaringkan istrinya, menarik selimut sampai ke dada lalu mengecup kening istrinya


"Aku mandi dulu, aku akan menggantikanmu menghadiri meeting siang ini"


"No.. aku lebih baik ke kantor sebelum aku gila" ucap rere. hansen berpikir sesaat lalu mengiyakan

__ADS_1


****


"Hansel kita perlu bicara" ucap terry "bersama hansen dan rere. kita keperusahaan. aku tak mau calon cucuku terjadi sesuatu"


"Aku mandi sebentar lalu ke kantor" ucap hansel lalu kembali ke rumah orangtuanya . terry juga kembali ke rumah orangtuanya untuk mandi


sejam kemudian mereka sudah berada di ruangan hansen dan rere "Regine sedang meeting dad, pih. sekitar dua puluh menit lagi selesai" lapor hansen


"Kenapa mengijinkan istrimu kerja? dia sedang hamil" tanya hansel tegas. hansen dan terry menatapmya datar


"Justru kalau rerr di rumah akan membahayakan janinnya, makanya aku mengajakmu kesini" dengus terry


"Apa maksudmu" tanya hansel dingin


"Kamu lihatlah, aku tau seisi rumah menyayangi triplet, tapi bukan memanjakannya. kamu melatih rere dengan keras tapi pernahkah kamu memanjakannya? justru kamu mendidiknya dengan keras. sementara triplet seisi rumah memanjakan mereka sampai mereka seperti iblis kecil karena terus menerus di manjakan. harusnya kamu lebih waras mengarahkan mereka. bukan malah ikutan orangtua kita membiarkan mereka. apa kamu tau rere sangat tertekan tapi karena dia anak berbakti ia memilih diam tak mau melukai hati orangtua kita dan memendam sendirian sampai tertekan batin" tegur terry . hansel diam sesaat


"Hansel, aku sama denganmu, sangat menyayangi triplet. tapi kalau mereka salah. tugas kita mengingatkan mereka. kalau hari ini aku berpihak pada orangtua kita. tak lama lagi rumah tangfa hansen akan bermasalah. percayalah. jadi kau harus bekerjasama denganku memberi pengertian pada orangtua kita"


"Triplet di sekolah sepanjang waktu menghajar temannya, hansen yang menemui pamggilan guru , tak berani memberitau rere tapi sesekali ketahuan mereka akan bertengkar. apakah karena mereka cicit, cucu, anak sultan maka kita membiarkan mereka semena mena? bagaimana kita kendalikan mereka saat dewasa?"


"Rere sangat tertekan atas kejadian ini, selama ini aku diam saja. tapi karena kali ini rere hamil. aku mau tak mau harus membicarakan ini daripada rere frustasi sampai membahayakan janinnya atau bahkan diri sendiri"


"Kamu harus tau, mereka cucu wijaya westin, tak ada yang berani menegur atau memarahi mereka. hanya kita yang bisa mendidik mereka"


omel terry panjang lebar, hansel tampak diam dan berpikir.


"Baiklah. aku akan mengatur waktu untuk meeting dengan orangtua kita membicarakan hal ini" jawab hansel akhirnya


"aku percayakan masalah ini padamu. kalau perlu lemparkan triplet pada ana agar kekejaman ana menjadikan triplet anak baik seperti rere" tegas terry


"Jangan pih, opa oma akan membunuh tante ana kalau berani menyakiti triplet. bahkan hansen saja di marahi sebelum sempat bicara" potong hansen


"sudah jangan salahkan triplet. kita yang salah, apalagi libatkan orang lain"


"Saran hansen sebaiknya papi daddy membawa triplet bicara baik baik. bahwa ada adik mereka diperut ibunya. mereka harus jadi anak baik agar adik mereka bs tumbuh sehat. kalau triplet paham baru bicara pada opa oma"


"Hansen lebih benar, sangat susah bicara pada opa oma, mereka akan drama pingsan pingsan kalau di tegur mengenai triplet sebab mereka yang menjaga triplet sejak lahir " kata hansel.


"Mana yang terbaik kita jalani dulu" ucap terry


"Minta nana membawa triplet kesini sekarang tanpa oma opa" perintah terry pada hansen. hansen mengangguk dan menghubungi nana


KREKKKK


Pintu ruangan terbuka, melihat hansel rere langsung memasang wajah datar "Daddy, papi" sapanya lalu segera duduk di kursi kebesarannya dan memijat pelipisnya


"Honey kenapa? mana yang sakit?"

__ADS_1


"kepalaku hampir meledak. sakit sekali" keluh rere. hansen mengambil minyak mengusap tengkuk rere



__ADS_2