
"Honey, lahan empat hektar G PARK boleh aku beli?" tanya gerald. harlene mengangguk.
"Mau di jadikan arena usaha, dulu beli 4 M, aku jual 12 M aja" jawab harlene polos
"Kamu renternir apa tengkulak honey?" tanya gerald
"Kalau begitu aku pagar saja" jawab harlene
"5 M ya honey. duitku belum cukup"
"11 M"
"9 M deal?" tanya gerald
"Deal 10 M" jawab harlene. "Rekening aku kirim via chat" gerald menatapnya datar
"Uangnya kurang honey, kurang 1M mau di pakai renovasi"
"hutang dulu gapapa. nanti di bayar" jawab harlene
"Bayar pakai apa? belum beroperasi honey. mau cari modal beli unit dulu dari jepang dan german"
"Kalau gitu aku investasi"
"Baiklah, aku buat proposalnya" jawab gerald pasrah . Harlene mengangguk
"Jadi pingin buka perusahaan lagi"
"No!!!" tegas gerald. harlene terbahak bahak
♡♡♡♡♡♡
Gedung Triple G Corp
Ruangan CEO
"Kak.. ini laporan keuangan , aku sudah audit keseluruhan, yang bermasalah adalah manager keuangan kita" ucap harlene hati hati. "ini buktinya.. kak reinald pelakunya. putrimu yang menyusun laporan ini"
"Aku sudah tau dia pelakunya tapi tak memegang bukti. syukurlah gladys sudah memberi bukti" jawab gerald bangga pada anaknya yang masih berusia empat tahun
"Apa tindakan kakak?"
"Tak ada. memberikan cafe dan rucon adalah tindakan terbaik" jawab gerald
"Kak cafe harus ada rules sebelum bermasalah di harga dan lainnya" harlene mengingatkan sambil menyerahkan map "ini konsep rules dari gallen" gerald tertawa "anakku yang hebat"
__ADS_1
"Kak mulai sekarang aku akan ubah seluruh program sistem dan managemen perusahaan tanpa mengubah ketetapan kakak, mulai dari keuangan dulu"
"Kamu bisa mengubah diluar ketetapanku, ini perusahaanmu, aku akan patuh pada sistem. tugasku hanya memajukan perusahaan dengan hasil laba semaximal mungkin" harlene mengangguk
"Jaga anakku baik baik, jangan sampai kelelahan" gerald mengingatkan sambil mengusap perut harlene. harlene mengangguk
Harlene dan ketiga anaknya mulai fokus pada perusahaan triple G. mereka menyusun dari data awal dulu sampai menerapkan sistem baru. semua sangat rapi dan terorganizir
*******
dalam dua bulan semua sudah berjalan sangat rapi dan program harlene sudah berjalan di perusahaan. semua tikus liar sudah di proses secara hukum kecuali reinald
Persiapan G Park sudah matang tinggal grand opening saja, Harlene menanamkan investasi 50 Milliar untuk G Park.
Reinald dan yemima mendapatkan lahan setengah hektar , gerald membangunkan rucon dan cafecon di G Park dengan rules ketentuan pengoperasian cafe
Raymond dan hansen juga mendapat lahan setengah hektar untuk rucon dan cafecon supaya mereka memiliki kegiatan mengisi hari tua mereka
Showroom motor mobil balap mini , bengkel, toko sparepart, lap parkir penitipan semua sudah rapi
Di hari pertama grand opening seluruh stock barang langsung habis di beli para sultan pulau jawa untuk anak cucu mereka . bahkan banyak yang tidak kebagian, mereka melakukan indent pelunasan .
Yang menjadi masalah adalah keterlambatan pengiriman barang sementara stock sudah kosong total. harlene dan gerald pusing mendadak.
"Avy.. kamu dan kak rion bantu pengiriman produk adik iparmu agar di percepat. adikmu hamil jadi papa tidak mau adikmu stress" perintah hansen
"Dulu opa yang menyarankan pembelian tanah dalam gang ini pada uncle regan" terang regine pada harvey "Pikiran opa selalu masa jangka panjang. hebat. always proud him" puji harvey
♡♡♡♡♡♡♡
"container produk tiba sudah harus langsung di bongkar dan pajang di show room , masukkan ke sosmed pemasaran produk" perintah harlene pada manager pemasaran G Park "Jangan lupa uji keamanan produk"
"Baik nona muda" jawab Nikko sang manager pemasaran
"nyonya muda" ralat gerald dingin "maaf tuan muda.. baik nyonya muda" ulang sang manager
"Bisakah meminta gallen atau gabriel yang turun perintah? semua orang menatapmu terus" tanya gerald dingin pada harlene
"jangan mulai lagi" omel harlene
"Aku cemburu" gerald mulai merajuk "ya sudah aku kembali ke ruko saja" harlene menggoda suaminya yang kekanakan itu
"Mau di hukum?" tanya gerald galak. harlene tertawa "papa jangan suka cemburu, kita sedang kerja" tegur gabriel dingin
"Siapa suruh mamamu terlalu cantik" protes gerald "Kenapa papa mau menikahi wanita secantik mama?" tanya gab balik "Kalau mamamu jelek apa kalian bertiga bisa good looking begini?" tanya balik gerald galak . gab mengedikkan bahu malas .
__ADS_1
"Sejak dulu mamamu hanya dalam ruangan, entah bagaimana ceritanya malah muncul di luar ruangan begini. huh" omel gerald
"Mulai besok kamu jangan keluar ruangan, suruh saja gab atau gallen" tegas gerald pada harlene. harlene hanya tertawa
"Ayo pulang. lelah sekali" ajak harlene pada gerald dan anak anaknya . mereka langsung naik ke bugatti milik gerald itu
****
sampai villa mereka langsung membersihkan diri dikamar masing masing lalu bergegas turun ke meja makan karena keluarga millano sudah menunggu
mereka makan dengan tenang, sampai usai makan reinald membuka percakapan
"Gerald, bisakah kakak bekerja di perusahaan G Park?" tanya reinald
"Nanti aku ajukan nama kakak pada Tuan Hansen, Papa mertuaku kak" jawab gerald
"Lah kamu CEO nya"
"Kak, di G park, aku hanya keluar lahan 4 Milliar dan ide saja. Sisanya dari Tuan Hansen investornya karena aku tak punya cash flow kak, lagipula mereka punya sistem dan managemen sendiri yang hanya memakai orang mereka. aku tak yakin mereka memakai orangku"
"Kamu belum setahun menerima warisan, itupun kamu jual semua perusahaan opa dan papi mami. kemana semua uangmu? lagipula adik ipar banyak uang kenapa harus pakai investor keluarga westin?" tanya reinald
"Ehmmm Pada saat Gerald mau menikahi avina ada terjadi insiden. Opa Reinhard mengajukan perjanjian pra nikah pada keluarga westin dan keluarga wijaya supaya gerald diijinkan menikahi avina. salah satu poin perjanjiannya adalah seluruh harta gerald akan diserahkan pada avina termasuk warisan. dan ada juga poin lainnya avina tidak diperkenankan mengeluarkan dana selama menjadi istri gerald. konsekuensi pelanggaran poin adalah gerald harus menyerahkan seluruh hartanya pada harlene dan mereka harus bercerai" raymond menjelaskan
"Perjanjian macam apa pula itu?" dengus reinald
"Perjanjian itu diajukan opa reinhard . bukan permintaan keluarga westin dan wijaya. reinald" tutup raymond
"Sudah gapapa kak, meskipun aku tak yakin sama sekali tapi aku akan coba ajukan pada papa mertuaku nanti. saranku kakak fokus saja pada cafe kakak. laba bersih harian kemarin saja 43 juta kan. kalau kakak fokus akan makin berkembang tanpa perlu bekerja pada siapapun"
"Gerald, sayang istri boleh tapi jangan sampai takut dan tunduk pada istri. sampai menyerahkan harta pada istri" wajah harlene langsung berubah warna mendengar ucapan reinald barusan
"Gerald yang selalu keras kepala memaksakan kehendaknya, kami paling tau sikap gerald pada harlene. tak ada istilah gerald takut istri malah harlene yang takut gerald sampai hampir menyerah. kalau urusan harta seperti kata papi tadi itu keputusan opa rein " potong aretha
"Reinald, gerald sudah memberikan usaha menjanjikan padamu. fokuslah pada usahamu" tutup raymond.
"Papi mami selalu membela gerald. tanpa mau membantu reinald" protesnya marah
"Membantu seperti apa kak? aku sudah membantu kakak , memberikan usaha dengan hasil cukup besar pada kakak" tanya gerald
"Kalau cafe di kelola yemi, kakak bekerja sebagai manager. kami bisa mendapat penghasilan dua arah" jawab reinald
"gaji manager 5 sampai 7 juta kak.. kalau kakak fokus di cafe kakak bisa melebihi itu tiap bulannya" jawab gerald
"Terserah lah. susah sekali meminta lowongan kerja pada adik sendiri" reinald langsung naik ke atas dengan emosi
__ADS_1
"Maafin suamiku ya avina. tapi terima kasih sekali buat cafenya. kerja dimanapun belum tentu mendapat penghasilan sebesar cafe kami" ucap yemima tulus. harlene hanya tersenyum kecut dan mengangguk