
dua minggu berlalu, ngidam gladys semakin parah. Dia terus mual. Nathan benar benar menjual seluruh perusahaannya kepada keluarga westin dan meluangkan waktunya sepenuhnya menjaga istrinya
"Pergilah, tiap bertemu denganmu aku langsung mual" pinta gladys membuat nathan menatapnya datar
"Nathan coba kamu jangan pakai parfum" ucap mami christine ibunya nathan yang baru tiba di mansion langsung mendengar percakapan keduanya. nathan menatap ibunya datar "cepat, kasihan istrimu nak"
akhirnya nathan dengan pasrah ke kamar mandi dan menukar pakaiannya. saat kembali ke ruang keluarga ia melihat sang mama sedang ngobrol sambil tertawa dengan sang istri
"Selalu begitu cantik" batin nathan
"Mami ayo kita ajak gladys jalan jalan" ajak nathan "beli kelengkapan bayi" kedua wanita itu menatapnya datar
"Di kamar bayi ada perlengkapan bayi sangat lengkap sekali tanpa perlu membeli lagi. baik boy atau girl" jawab galdys datar
"kamu mau anakku menggunakan barang bekas?" tanya nathan dingin
"Barang bekas anakmu juga, bukan barang orang lain" jawab gladys dingin
"Lebih baik kamu pergi bekerja daripada membuat penuh mansion ini. bayi ini baik boy or girl tak akan kekurangan apapun. nanti saat ia berusia tujuh bulan. cukup membelikannya diapers, botol susu dan susu saja"
"Kalau begitu kita beli sekarang, apakah satu colt diesel cukup?" tanya nathan lugu .
"Kamu hanya perlu membeli satu dus saja, karena seiring bertumbuhnya anak . akan ada perubahan merk dan ukuran diapers dan susu" jawab christine tertawa .
"kenapa sedikit sekali, bagaimana kalau kurang?" tanya nathan sewot
"Kalau kurang tinggal beli" jawab christine
"Sudahlah ayo kita pergi dulu" ajak nathan
♡♡♡♡♡♡
HW Mall
"Kenapa hanya melihat lihat? ayo ke toko peralatan bayi, kita beli yang banyak" ajak nathan
"Aku lapar" ucap gladys datar.
__ADS_1
"Ayo kita makan" ajak nathan semangat
mereka memasuki sebuah restoran seafood, gladys memesan lima macam makanan. nathan menatapnya datar
"Apa bisa menghabiskannya?" tanya nathan
"Wanita hamil, makannya dia porsi karena yang makan dua orang nathan, karena bayinya ikut makan" christine menjelaskan . nathan mengangguk paham
"kalau begitu biar bayinya makan dua porsi, mamanya dua porsi" sambung nathan. gladys tak mau repot repot meladeninya
Saat makanan keluar, gladys makan dengan lahap. nathan mengupaskan kulit udang dan mengeluarkan duri ikan buat gladys .
"Aku mau tambah udang dua porsi" pinta gladys "Tiga saja. biar anakku makan yang banyak" pinta nathan. "cukup dua" jawab gladys malas. akhirnya nathan memesan lagi
selesai makan mereka segera pulang karena gladys mengantuk
"kita tak jadi belanja?" tanya nathan. "aku mau tidur. belanjanya kapan kapan saja"
sampai mobil gladys tidur dengan pulas dalam pelukan nathan. christine yang mengemudi demi kenyamanan menantunya yang sedang hamil bisa tidur di pelukan putranya
setelah menyelimuti istrinya ia turun menemui christine "Mami tadi kita belum belanja. padahal nathan ingin membeli mainan bayi"
"Sayang, seluruh dunia tau, wanita di keluarga istrimu sangat pelit sekali. kamu tak bisa sembarang belanja kalau tak mau istrimu mengambek nak. biarlah ia yang menentukan karena apapun ceritanya dia lebih tau apa yang bayi kalian butuhkan" bujuk christine
"Tapi itu bayi bersama, bayi nathan juga mih"
akhirnya christine menghabiskan banyak waktu menjelaskan perlahan pada putranya tentang wanita terutama istrinya. christine paham ini pertama kali putranya mengalami perasaan mau menjadi ayah. dia ingin menjadi ayah siaga. tapi akhirnya nathan paham setelah mendengar penjelasan ibunya .
"lebih baik fokus pada ngidam istrimu, perhatikan apa yang ingin dimakan dan diminta bayi dalam kandungannya" nathan mengangguk
♡♡♡♡♡
Millan
"Kenapa pulang terlambat?" tanya naomi dengan intonasi agak tinggi saat gabriel memasuki pintu utama
Gabriel menatapnya dingin lalu melewatinya begitu saja naik ke lantai dua masuk ke kamarnya membersihkan diri lalu menemui putranya derrick
__ADS_1
"Kamu belum menjawab pertanyaanku" ternyata naomi menyusul gabriel ke kamar derrick
"Apa yang kamu inginkan? aku lembur dan sepanjang hari di kantor. bahkan aku sudah membiarkan kamu meretas cctv kantorku. membiarkanmu memasang GPS di ponsel dan mobilku" tanya gab dingin "Kuharap jangan memancing pertengkaran di depan putraku"
"Kau yang memancing pertengkaran" pekik naomi. gab menyerahkan putranya pada perawat lalu bergegas keluar kamar dan masuk ke ruang kerjanya sambil berusaha mengendalikan emosinya
naomi segera menghubungi orangtuanya dan meminta mereka datang ke mansion, tak lama orangtuanya yang tinggal berdampingan dengan naomi segera tiba. naomi mengadu pada orangtuanya bahwa gab telat pulang dan ada indikasi mendua.
kedua orangtua naomi menemui gabriel dan menanyakan kebenaran ucapan naomi, gab hanya diam dan menatap dingin kedua orangtua istrinya
"Pah mah.. saya memutuskan akan kembali ke Indonesia. Untuk derrick, keputusan saya serahkan pada Naomi apakah mau mengambil hak asuh atau menyerahkan hak asuh kepada saya. jika naomi mau mengambil hak asuh, saya akan tetap menanggung jawabi derrick sampai ia dewasa" tegas gab
ucapan derrick membuat matthew maupun xiena terkejut, apalagi naomi. dia langsung histeris dan meraung.
"Gabriel, jangan gegabah mengambil keputusan, pikirkan masa depan anakmu"
"Gab sudah berusaha, keputusan ini gab ambil untuk kebaikan derrick . sejak bayi mendengar teriakan ibunya bukanlah suatu hal baik bagi pertumbuhan mentalnya"
"Tidak, kau tak bisa meninggalkan aku kak, aku tak mau" teriak naomi
"Maaf keputusan saya sudah bulat" jawab gabriel membuat naomi berteriak semakin histeris
"Naomi, saya sudah memberimu kesempatan lima tahun dan saya selalu mengalah. terutama sejak ada derrick saya berusaha sebaik mungkin menghindari pertengkaran, sayangnya kamu tak pernah menganggap ucapanku ada"
"pah mah.. naomi saya kembalikan pada papa mama. kalau ada kesalagan saya minta maaf" ucap gab membungkukkan tubuh
"Mengenai derrick keputusan saya serahkan pada naomi. apakah derrick ikut saya atau ikut naomi.. apapun keputusannya saya tetap akan bertanggung jawab pada derrick"
gab sudah tiba di titik dimana ia lelah pada naomi yang keras kepala, egois, sombong, arogan, cemburu membabi buta . puncaknya ia selalu memicu keributan didepan anaknya
"Baiklah kalau itu keputusanmu, hak asuh derrick aku ambil" ucap naomi yang sudah berhenti menangis
"Ok.. saya akan mengirim biaya hidupnya. Terima kasih buat semuanya. pengacara akan mengurus perceraian kita. perusahaan aku akan mengembalikan pada uncle harion. mansion, mobil dan semua yang ada di millan aku pindahkan menjadi nama derrick. derrick akan menerima semua saat berusia 18 tahun nanti. aku tak membawa apapun dari millan" gabr bergegas pergi dan menyusun pakaiannya seadanya lalu berangkat ke bandara
naomi yang pingsan tak sadarkan diri pun tidak di pedulikannya lagi matthew dan xiena hanya bisa menatap iba pada naomi. mereka lelah menasehati naomi selama lima tahun ini
__ADS_1