
harlene melihat putranya langsung melotot "Telat sarapan, istrimu sudah pergi dengan tuan muda caldwell, putramu sudah di culik onty hanna" gab hanya tersenyum masam mengecup pipi ibunya,hatinya tak enak istrinya keluar dengan pria lain
tak enak? wait.. kenapa harus tak enak? lima tahun gab di kejar kejar oleh istrinya tapi gab bersikap dingin. kenapa harus tak enak
"Bawa anakmu jalan jalan setelah sarapan" perintah gerald. "bisa bawa ke rucon atau makan es krim bersama jupiter dan mars "
"Baik pa" jawab gabriel. setelah sarapan gabriel bersiap siap membawa anaknya ke mall membeli es krim bersama hana dan keponakannya
saat makan es krim , hanna melihat naomi bersama nellson sedang tertawa. "kak, kakak ipar disana dengan CEO Caldwell" bisik hanna . gab hanya mengangguk tapi tak menoleh . setelah selesai makan es krim mereka segera kembali ke rucon
naomi melihat mereka , dan agak tak enak hati karena mereka tak menyapa bahkan tak menoleh bahkan tak menganggap keberadaannya
"Itu bukan suami anda, nona?" tanya nellson
"iya , gapapa sebentar lagi aku akan pulang menemui mereka. saya pamit dulu. senang bertemu anda. saya akan pikirkan kembali mengenai kerjasama ini"
"Baiklah, senang bertemu anda. bolehkah saya mengajak anda dinner besok malam. saya akan ajukan beberapa kerjasama proyek di millan"
"Boleh. nanti hubungan via pesan chat saja tuan muda" jawab naomi lalu bergegas kembali "Boleh saya antar?" tanya nellson "ayolah" akhirnya naomi bersedia
"Hanna kalian dimana?" tanya naomi melalui ponsel "Di rucon kalak ipar" jawab hanna "Baiklah , terima kasih" ucap naomi
"Ehmm saya akan kembali ke G Park ke rimah container suami saya" ucap naomi "saya akan mengantar anda nona muda" jawab nellson. naomi mengangguk "Terima kasih tuan muda"
"Jangan sungkan" nellson segera bergegas melajukan mobil menuju rucon di G Park milik gabriel
setelah tiba naomi segera pamit karena itu rumah pribadi suaminya. ia tak mau mengundang tamu ke sana "Terima kasih sudah mengantar , Tuan Muda"
"Sama sama" jawab nellson sambil tersenyum manis.
ia sangat terpesona pada naomi dan akan menawarkan berbagai kerjasama agar bisa dekat dengannya. karena ia bisa melihat hubungan naomi dengan gabriel tidak baik. terbukti tadi malam mereka berjauhan di pesta dan tadi tidak saling menyapa saat bertemu
naomi segera turun di luar pagar dan berjalan kaki cukup jauh dari pagar menuju rucon suaminya itu. naomi sangat takut cuaca panas dan terik, kepalanya akan pusink kadang mimisan
"mom" pekik derrick berjalan ke arah naomi, naomi memeluk dan menggendong putranya. gabriel menatapnya dengan datar lalu melanjutkan pekerjaannya
"hanna .. kalian sudah mau pulang?" tanya naomi "Belum kakak ipar. mungkin agak malam" jawab hanna
__ADS_1
"Kak, saya ijin jalan duluan dengan derrick dulu boleh kah?" tanya naomi pada gabriel. gabriel meliriknya datar
"cuaca panas, kalau keluar nanti kamu pingsan atau mimisan"
"maksudku aku membawanya kembali ke mansion, aku ingin mandi, cuaca sangat terik"
"Hanna ambilkan baju rumah mama sepasang untuk kakak ipar" perintah gab, hanna mengangguk
"kamu bisa duduk disini atau di kamar, pendingin sangat dingin sebelum kamu mimisan atau pingsan" ucap gab yang tau kebiasaan istrinya.
"Aku ke kamar" pamit naomi "hmmm" jawab gabriel . ponsel naomi berdering . naomi menerima panggilan sambil berjalan keluar ruangan kerja suaminya
"Ya halo tuan muda nellson?" jawab naomi
"....."
"Baik baik. besok jam enam malam saya tiba"
gabriel hanya menatap datar pada punggung mungil yang menghilang di balik pintu "Kakak ipar didekati ceo caldwell" gumam hanna . gab mengangguk
"kakak diam saja?" tanya hanna, gab mengangguk "naomi berhak bahagia" hanna menghela nafas berat
sejam lebih naomi tidur, ia terbangun. ia merasa ada tangan besar memeluk perutnya. ia perlahan menyingkirkan lengan itu "Mau kemana? tidurlah, kamu masih lemas, diluar masih panas"
"Aku akan melihat derrick"
"Derrick di bawa opanya jalan jalan" ucap gab, naomi terdiam, ia kembali berbaring, gab memeluk perutnya kembali . naomi merasa tak enak , ia menyingkirkan lengan besar itu
"Kak , berat" ucap naomi pelan. gab menarik tubuh itu dan memeluknya "sudah tak berat lagi" bisiknya
"kak jangan seperti ini" ucap naomi mendorong dada kekar yang tak mengenakan atasan itu "tidurlah sebelum kamu aku tiduri"
naomi dengan cepat bangkit menuju kamar mandi, membasuh wajahnya dan keluar dengan segar, gabriel duduk di sofa menatapnya intens.
"mau kemana?" tanya gab
"Lihat suasana rucon" jawab naomi, gabriel bangkit dan menariknya duduk di sofa
__ADS_1
"Duduklah.. " akhirnya naomi duduk dengan tenang "Kamu menjalin hubungan dengan nellson?" tanya gabriel tenang
"Saat ini belum, mungkin tiga bulan lagi" jawab naomi tak nyambung dengan pertanyaan gabriel "Baiklah, bolehkah aku memiliki hak asuh derrick?" naomi tertegun dan memegang kening gab
"Kamu salah makan obat?" tanya naomi "kenapa tiba tiba mau hak asuh derrick?"
"Kamu akan memiliki kehidupan baru dengan nellson , sementara aku disini sendiri, aku bisa merawat derrick supaya lembaran baru kalian tidak terganggu"
"Kehidupan baru? apa maksudmu?" tanya naomi. ia tiba tiba memikirkan jawabannya tadi "aku akan menjalin hubungan kerjasama dengan tuan muda caldwell tiga bulan lagi mengenai pembangunan mall di surabaya bukan menikah dengannya" ucapnya datar, gab menatapnya intens.
"Maaf aku kira kamu akan menikah"
"Saat ini aku tak memprioritaskan apapun selain perusahaanku dan derrick kak. aku sudah berdamai dengan masa lalu dan kembali fokus pada tujuan hidupku. memperbesar perusahaanku. tak ada percintaan dalam hidupku saat ini. tapi bila kakak mau menikah , aku tak masalah. proses saja surat cerai, aku akan menandatanganinya"
"Aku tak akan menceraikanmu kecuali kamu memintanya" jawab gab
"sama denganku. aku tak memikirkan hal lain saat ini"
"nellson menyukaimu"
"kamu terlalu banyak berpikir, lagipula meski benar itu bukan urusanku. itu urusan dia" jawab naomi. gab mengangguk paham .
ia menarik istrinya dan mel -umat bibirnya lembut. naomi terkejut tapi perlakuan gab membuatnya terbuai. meski ia tak tau harus melakukan apa . ia hanya memejamkan matanya dan memegang lengan berotot itu sampai gab melepasnya
"Manis" ucap gab serak. naomi merasa malu, wajahnya merona dan menunduk tapi gab kembali mel -umat bibir istrinya yang hanya diam "balas ciumanku" bisik gab
"A,aku tak tau harus bagaimana" jawab naomi gugup. gab melepaskan bibirnya dan tersenyum
"ini juga pertama bagiku, aku mengikuti naluriku saja. kamu ikuti gerakanku perlahan. kita sama sama belajar" ucap gabriel lalu melanjutkan kasinya. naomi mulai membalas dengan kaku. tapi perlahan mulai paham. gab mengabsen isi mulut istrinya penuh tuntutan. tangannya menyelinap masuk ke dalam baju istrinya dan bermain main dengan kedua gunung besar istrinya
suara desa ,han pun lolos dari mulut naomi. entah bagaimana ceritanya mereka sudah kehilangan seluruh pakaian yang melekat. gab menggendong istrinya ke ranjang king size itu lalu mengurung tubuh mungil itu di bawahnya
ia menatap intens pada istrinya, lalu melanjutkan olah raga halalnya sampai istrinya menjerit sakit dan meneteskan air mata
"maaf kalau menyakitimu, tapi setelah ini akan hilang rasa sakitnya" naomi hanya mengangguk
satu jam lebih mereka berolahraga, sampai keduanya mendapat pelepasan mereka. gab ambruk seketika. "Terima kasih sudah menyerahkan mahkotamu padaku" bisiknya. naomi hanya mengangguk lemas
__ADS_1