
Ana mengantar regan dan rara ke jakarta menggunakan kereta api. dari terminal mereka langsung naik taxi online menuju HW Hotel. Hansel mengijinkan ana menginap gratis selama seminggu di sebuah kamar hotel tersebut.
setelah melepaskan pakaiannya dan menukar dengan pakaian bekas yang dibeli ana . regan dan rara meninggalkan dompet dan ponsel mereka di kamar ana.
ana mengantar keduanya ke lobby dan memesankan taxi online buat keduanya. keduanya masing masing dibekali 100 ribu oleh ana sebagai pegangan.
taxi online menurunkan regan dan rara beserta dua koper kecil berisi pakaian lusuh mereka tepat didepan kontrakan farid dan orangtuanya. ketiganya sedang duduk di ruang tamu
"Shalom.. opa oma papi" ucap rara dan regan serempak
"Shalom.. loh regan rara. masuklah nak" sambut ketiganya ramah.
setelah kelimanya duduk di sofa regan membuka pembicaraan "Pih opa oma. regan ijin tinggal disini sementara waktu sampai regan dapat kerjaan ya" ijin regan
"Loh kamu bukan habis kuliah di amerika?"
"Tak benar pih, sebelumnya regan katakan begitu supaya tak kalah malu. regan jadi TKI di malaysia selama 5,5 tahun. tapi minggu lalu uang regan di tipu orang semuanya. untung ada orang baik membantu memulangkan regan ke indonesia tadi malam. makanya regan langsung kesini. regan harap papi opa oma ijinin regan disini sampe dapat kerjaan" farid langsung diam. wajahnya berubah warna seketika
"Kamu kenapa ra?"
"Delapan tahun lalu saat terakhir kali papih memeras donny dan orangtuanya 200 juta. kan sudah kita semua tanda tangani perjanjian. bila papih masih meminta uang atau mengganggu donny dan keluarganya maka rara akan diceraikan tanpa kompensasi. kemarin papih membuat keributan di rumah orangtua donny, rara langsung di usir tanpa kompensasi. surat cerai sedang di proses"
"Sudah gapapa pih. rara mau mulai hidup baru. sementara ijinkan rara tinggal disini dulu ya. kalau rara sudah dapat kerjaan , rara akan mengontrak rumah dengan regan" wajah farid bener bener masam
"Tak bisa. aku tak sudi punya anak sebagai beban. harusnya kalian mencari uang untukku"
__ADS_1
"kami berdua akan cari uang untuk papih. tumggu kami dapat kerja dulu pih" ucap regan meyakinkam farid
"No.. Get out. kalian bukan anakku"
"Baiklah.. " regan mengambil dua map dari ranselnya "kalau papi tak akui regan dan usor regan. tandatanganilah surat pemutusan hubungan ini" farid membaca isi surat dan mengembalikan pada regan
ia ingat kejadian serupa yang dilakukan rere. ia tak mau terjebak kedua kali dalam kesalahan yang sama
"Baiklah kalian bisa tinggal. simpan surat ini. Rara tinggal dengan oma di kamar depan. papi dengan opa di kar belakang. regan di sofa depan" titah farid
"makasih pih" ucap keduanya serempak
selama tiga hari kerjaan rara regan makan tidur makan tidur tanpa mau melakukan apapun. membuat farid dan orangtuanya jengah. sang opa yang memulung. sang oma yang bekerja sebagai tukang masak di warung nasi merasa emosi dengan dua cucu pengangguran yang menjadi beban mereka
subuh jam lima farid membongkar koper anaknya dan melihat isinya hanya pakaian lusuh. karena emosi farid langsung mengambil dan menandatangani surat pemutusan hubungan yang ada poin penting
farid melemparkan surat ke wajah regan yang disofa usang di ruang tamu . regan terkejut. koper rara dan regan di lemparnya keluar teras dan di usirnya kedua anaknya
rara dan regan memohon selama satu jam tapi farid bertahan mengusir mereka. akhirnya rara regan menyusun pakaian mereka yang berceceran kembali ke koper. dan berjalan kaki ke HW hotel yang jaraknya cukup jauh.
bagaimana tak jalan kaki. mereka tak bawa ponsel , dompet dan uang. bahkan 100 ribu uang mereka di koper juga diambil farid. dua jam berjalan akhirnya mereka tiba di HW hotel dengan kelelahan.
"Kalian mandi lah dulu, mami memesan makanan dulu. setelah makan kalian tidur. kit pulang sore ini dengan kereta api. kasian anak rara lama di tinggal. nanti cerita sama mami di kereta api saja diperjalanan pulang"
setelah mandi dan makan regan rara tidur sangat nyenyak. sorenya jam tiga mereka bangun dan mandi lalu menyimpan barang mereka dalam koper.
__ADS_1
"Kita ke terminal lebih awal, cari rumah makan yang dekat terminal. setelah makan kita langsung naik kereta" ucap ana. dua anaknya mengangguk . mereka pun segera check out dan naik ke taxi online menuju kawasan stasiun kereta api
setelah makan mereka naik ke kereta api lalu regan menceritakan semua kejadian. ana terbahak bahak.
"dasar ayah durhaka. uda ngusir anak bukannya di ongkosin. sampe mau patah kaki kami jalan ke hotel" umpat rara , akhirnya mereka pun memilih tidur karena kelelahan
♡♡♡♡♡
Selama belum kembali ke kantor bekerja. regan fokus pada bisnis online dan bisnis ana.
regan menghubungi hansel membahas tentang bisnis ibunya
"Regan lahan di sebelah RV Park itu dulu milik perusahaan yang uncle akuisisi karena collabs, lahan itu seharusnya di sita bank, uncle tebus dan jual murah pada ibumu dengan pertimbangan bisa di wariskan untuk anak ibumu"
"Menurut uncle lokasi usaha ibumu sudah sangat cukup memadai sekali lagipula itu hanya pekerjaan beberapa jam saja sampai siang sudah selesai. tidak perlu menggunakan lahan di samping karena lahan itu lebih cocok di gunakan untuk hal besar seperti membangun gedung atau rumah sakit karena lokasinya yang mahal"
"Tapi bila kamu masih ingin memperbesar catering. carilah lahan yang agak murah , tidak di inti jalan. satu hektar sudah cukup , untuk dapur dan parkiran mobil box" saran hansel. regan merasa semua ucapan hansel benar
"Terima kasih uncle" ucap regan sampai hansel memutuskan sambungan
Regan segera berkeliling survey lahan baik melalui iklan atau yang pernah ia lewati. akhirnya tak jauh dari perumahan tempat tinggalnya ia melihat pamplet tanah dijual cepat butuh uang seluas 5 hektar . setelah menawar dengan harga sangat murah regan mengajak pemilik tanah ke notaris dan memberi panjar sembari menunggu notaris memeriksa sertifikat ke BPN yang membutuhkan waktu dua hari.
dan dua hari kemudian regan melunasi pembayaran tanah itu di notaris, regan meminta notaris membalikkan surat itu menjadi namanya setelah menyelesaikan administrasi dengan notaris regan bergegas membawa ibunya ke lahan tersebut
ana senang putranya membeli tanah 250 meter x 200 meter tersebut. "luas sekali regan, mau dijadikan apa?"
__ADS_1
"Ga ada mih, mau regan minta pemborong membuat batas pagar dan memisahkan menjadi lima bagian. kelak mungkin bisa regan bangun perumahan kalau regan sudah ada uang" ana mengangguk tersenyum