Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 44 - Hw Jewellry


__ADS_3

"Mba tolong keluarkan anting salib ini" tunjuk rere ke sebuah anting salib bertahta berlian, ada ukuran dewasa dan anak anak. petugas toko yang mungkin petugas baru segera mengeluarkan salib itu


"Sayang anting ini bagus, kita beli terus pake sama sama biar kembaran ya" ajak rere semangat . harlene meraba kertas di anting. ia langsung menggeleng lesu


"Ngga ma"


"Lhoo kenapa? ini bagus sayang"


"Iya ini keluaran terbaru nona kecil. bentuknya sangat mewah dan elegant" petugas menjelaskan "pasti bagus sekali kalau dipakai ibu anak" petugas semangat mempromosikan produknya . Hera melirik ke arah anting itu dan melirik sinis pada rere dan harlene


"iya mama , tapi mahal sekali. nanti uang mama habis mama ga punya uang lagi. kita ga usah beli ya ma" pinta harlene.


"benar kata anak anda , itu sangat mahal, jangan sampai kalian ga makan gara gara anting" sindir hera pedas "lagian ga seharusnya kalian berada di tempat seperti ini" ibu anak itu hanya menatap hera datar


beda dengan rara yang pias, olline malah semangat sekali masuk ke toko perhiasan itu. ia melihat sebuah gelang bertahtakan berlian , olline langsung menunjuk gelang itu pada petugas , petugas segera mengeluarkan gelang yang di tunjuk olline


"wah bagus sekali olline.. ayo kita beli empat pieces supaya seragam" kata leona putri hera. olline mengangguk


"Mami olline mau gelang ini" pinta olline pada rara, rara menatap gelang itu dan melirik harganya 248 juta.


"Kita tidak beli gelang ini sampai tabungan kamu cukup membelinya" tegas rara. biasanya ia tak tega dan selalu menuruti putrinya. tapi kali ini yang diminta terlalu mahal . pasti suaminya akan marah kalau diijinkan


olline langsung menarik lengan rara kepinggir "mami apa maksud mami? mami mau buat malu olline? temen olline disana semua. pokoknya olline mau beli" tegas olline marah


"kalau begitu silahkan beli, mami tak akan membayarnya. kalau kamu memaksa silahkan hubungi papi. asal papi katakan boleh maka mami akan membayarnya" tegas rara . olline menghentakkan sepatunya lalu keluar toko menelpon donny.


"kewajiban papi adalah menyekolahkan kamu sampai tamat, perhiasan dan berlian bukan tanggung jawab papi. kamu bisa memilikinya dengan dua cara, pertama menabung uang sakumu, kedua kelak setelah kamu bekerja kamu bisa membelinya sendiri. sudah papi sedang mengajari oriel laporan perusahaan" donny memutuskan sambungan tanpa memberi olline kesempatan bicara. olline marah sekali bercampur malu


"mami.. tolong jangan buat olline malu, tolong mami belikan , olline rela uang jajan olline dipotong setengah selama dua tahun. tapi mami bayarin dulu"


"uang jajan apalagi. setelah ini kamu kuliah sambil kerja jadi tak ada lagi uang jajan. untuk kali ini kita tak akan membelinya. mami ga mau jadi sasaran amukan papimu. kecuali papi menghubungi mami dan mengijinkan, maka mami akan membayarkan untukmu" tutup rara lalu berjalan ke etalase lain


"aduh jangan marah marah ralline. belikan sajalah. anak muda butuh motivasi juga. buat apa uang disimpan banyak? kan untuk membahagiakan anak .. kami juga membelikan gelang itu masing masing satu buat putri kami" ucap lusi dan di benarkan chery temannya .

__ADS_1


rara hanya diam menatap olline yang tampak sedih. akhirnya ia memutuskan membelinya dan menyerahkan ATM pribadinya pada petugas. olline senang bukan main


"makasih mih" olline menciumi pipi rara saat petugas mengembalikan ATM rara dan menyerahkan nota sementara gelang sedang di proses.. rere yang melirik mereka sekilas hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan


"Mau ya sayang. sekali ini saja" bujuk rere pada harlene, tapi putrinya tetap dengan tegas menolak. muka tegasnya menggemaskan akhirnya rere menciuminya bertubi tubi


"Hei kenapa menciumi pipi anakku seperti itu? nanti kempes. kalau mau cium seperti ini" hansen menciumi harlene bertubi tubi. harlene kegelian malah terbahak bahak.


"opa oma" pekik harlene memeluk opanya. hansel langsung memeluknya . ana mengusap kepalanya


"opa oma, uncle" panggil olline


"daddy mami, hansen" sapa rara


"haloo kalian sibuk ya" sapa hansel


"mami membelikan olline gelang yang bagus sekali opa. harganya 285 juta. mami baik opa" pamer olline . hansel ana menatap tajam pada rara "ini caramu mendidik anak?" tanya hansel. rar hanya menunduk


"Opa bucin katanya mau cari perhiasan buat oma cantik. ayo kita cari jangan marah lagi. nanti opa cepet tua oma cantik masih cantik aja" ledek harlene melihat opanya marah. hansel mencebik mendengar ucapan harlene


"papamu takkan bisa menghalangi opa menggelitikimu" ancam hansel. hansen hanya tertawa


pemandangan itu asli membuat hera cs langsung pias melihat ada hansel dan hansen disana.bahkan hansel memeluk wanita bernama rere dan avina yang tadi disindir hera


"sudahlah, daddy bucin silahkan cari perhiasan buat mami" rere menengahi sambil menggoda hansel. hansel.mendengus sambil menarik ana berkeliling etalase


"Hubby ayo kesini" ajak rere, hansen mengikutinya


"Hubby tadi aku mau membeli anting ini, supaya couple dengan avina tapi dia menolak tegas. takut uang mama habis katanya . padahal ini bagus sekali" lapor rere


"oh ya..?? hum.. kenapa sayang? takut uang mama habis gara gara anting ini?" tanya hansen langsung menggendong dan mengecup pipi harlene. harlene mengangguk sendu


"Mall ini dan toko ini milik mamamu, bahkan mama tak perlu mengeluarkan uang meskipun mama membawa pulang isi toko ini" bisik hansen takut didengar orang lain

__ADS_1


"Kenapa ga bilang daritadi?" tanya harlene datar . hansen mengedikkan bahunya


"Sayang suka anting salibnya?" tanya hansen , harlene mengangguk yakin


"Berikan anting itu satu untuk putriku, dua untuk istri dan ibuku" perintah hansen dengan wajah dingin


"Baik Tuan Muda.. apa perlu di ukir nama?" tanya petugas , hansen menatap rere, rere mengangguk


"Punya putriku dan istriku perlu, berikan kertas pada istriku ia akan menuliskan initial nama yang diinginkan. sekalian coba tanya bagaimana mau ibuku yang gaun putih itu" tunjuk hansen pada ana .


petugas segera menemui ana dan menanyakan. ana mau mengukir namanya dan menuliskan initial nama


kasir mengeprint nota dengan harga nol. meminta hansen atau regine menandatangani tanda terima barang . lalu membawa masuk anting itu dan mengukir nama didalamnya


"Maaf .. ternyata anda Nona Muda Regine Vallencia Wijaya ya. maaf tadi saya tak mengenal anda" tanya hera mencoba menjilat


"Papa.. onty itu jahat. tadi dia menabrak avina , selain tidak minta maaf dia malah marah marah. lalu tadi menyindir mama nanti tak bisa makan kalau membeli anting itu buat avina" harlene mengadu pada hansen sambil menunjuk hera. wajah hera pias seketika saat hansen menatapnya tajam


"Tidak Tuan Muda Westin. ini salah paham" jawab hera ketakutan


"Sudahlah hubby. biarkan saja. dia salah satu pelanggan toko kita ini. hubby mau marah dan mengagetkan avina?" pinta rere membuat hera makin pias mendengar rere pemilik toko ini. hansen mengangguk


hansel membelikan ana berlian set lalu menyerahkan black card pada kasir


"Jangan daddy, ambil saja" ucap hansen


"kalau kamu yang bayar, berarti kamu yang belikan mami. bukan daddy" ucap hansel "cepat gesek" perintah hansel pada kasir


"278 Milliar sudah berhasil saya gesek Tuan Besar Wijaya" kasir mengembalikan black card dan menyerahkan nota pembayaran


"Sering sering dad" ledek hansen, rere, harlene dan ana terbahak bahak. mereka duduk di sofa sembari menanti anting di ukir nama


"Sayang mau beli apalagi? ayo pilih" bujuk hansen. harlene menggeleng

__ADS_1


"nanti avina di rampok orang kalau banyak banyak papa" hansen menatapnya datar



__ADS_2