Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 51 - Farid comeback


__ADS_3

Avina merasa sangat ketakutan sekali. ia menurunkan tangan ke bawah meja. menekan angka 1 di ponselnya dan menahannya lama sampai tersambung ia membiarkannya


"Kalian anak durhaka. beraninya kalian mengabaikan papi dan membiarkan hansel sialan itu memenjarakan papi"


"Tuan Farid jaga ucapan anda. itu ayah saya" ucap rere dingin "Jadi kenapa? memang ayahmu sebrengsek itu merebut istri orang" empat preman jalanan yang berdiri di belakang farid bersiaga


"Sejak awal dan sejak dari London, Mamiku adalah milik daddyku.. Tuan sendiri yang masuk dalam dunia mereka dengan cara yang salah. Jangan memutar balik fakta seolah anda"


farid menodongkan pisau ke pinggang rere yang sempat di lihat oleh avina. ia segera menggigil , rere memeluknya dan mengecup keningnya tanpa menghiraukan belati di pinggangnya. beberapa saat avina mencoba menenangkan diri agar opanya segera tiba di lokasi. ia memancing percakapan meski ia ketakutan


"Kak olline makanan di hw steak house ini sejak dulu sangat enak ya" kata avina tiba tiba, olline menatapnya datar


"Gadis kecil wajahmu mirip sekali dengan hansel sialan itu. kau pasti cucunya. kalau aku menculikmu pasti opamu akan membayar mahal padaku"


"jangan bicara buruk tentang opaku. atau aku akan melaporkanmu pada opaku" pekik avina marah "kalau opaku ada disini ia pasti memukulmu.. kalian lima orang dewasa kenapa membawa pisau di depan umum"


"Sayang jangan bicara kasar pada orangtua" tegur rere , mencoba mengendalikan keadaan agar farid tak melakukan hal buruk. rere bisa melawan mereka tapi ia khawatir keselamatan avina


"mama avina bukan kasar tapi tuan ini bicara jahat tentang opa, nanti kalau sudah pulang avina akan melapor pada opa"


rere menyadari tamu di steakhouse itu mulai kosong. sisa meja mereka yang terisi, sepasang pasutri lewat dan duduk pas di meja belakang punggung farid. dan memesan makanan


tak lama dua wanita duduk di belakang rara dan memesan makanan. dan ada tamu memesan makanan di belakang punggung rara . tapi rere menunduk tanpa mau menatap situasi . dia merasakan beberapa meja mulai terisi . tapi saat menunduk ia melirik ke bawah meja. ponsel putrinya masih terhubung dengan sambungan . ia membiarkan farid berdebat dengan rara sambil mengumpati hansel dan ana


BRAKKKK BUGHH BRAKKK BUGHHHH KRAKKKK KREKKKKK


rere menutup mata avina sambil memeluknya erat. avina gemetaran dalam pelukan rere.


"jangan takut, ada mama. siapapun tak bisa melukaimu sayang" bisik rere


"Farid halim, beraninya kau mengganggu anak cucuku" ucap seseorang yang baru tiba. avina langsung menepis tangan rere.


"Opaaaa" teriaknya. hansel langsung menggendong dan memeluk tubuh kecil itu, avina memeluk leher hansel dan menangis kencang "kamu tak apa sayang? ada luka?" hansel memeriksa wajah dan tubuh avina


"avina ga luka. tapi tuan itu jahat sekali opa. opa pukul saja dia" pekik avina sambil meraung. harvey langsung mengambil alih menggendong tubuh mungil itu.


donny memeluk rara dan olline, hansen memeluk rere "kalian baik baik saja? ada luka?" tanya donny dan hansen


"kami baik baik saja. hanya avina yang agak kaget karena preman itu membawa pisau " lapor rere pada tiga HW didepannya "kenapa kalian bisa disini?"

__ADS_1


"avina menelpon daddy dan memberi tau lokasi, jumlah orang, senjata yang di bawa mereka. makanya kami langsung mengetahui keadaan disini tanpa membuang waktu memeriksa" jawab hansen


"Avy bawa mamamu dan adikmu pulang" perintah hansel tegas "Baik opa" harvey membawa rere dan avina dalam gendongannya pulang kerumahnya


"bawa mereka ke kantor polisi erland, pastikan dia lumpuh total agar tidak keluar membuat kerusuhan lagi, beraninya menakuti cucuku" perintah hansel marah


pengawal menyeret lima orang itu ke luar restoran dan mall itu.


"Sebaiknya kita pulang melihat keadaan avina" ajak donny. hansel pun bergerak cepat untuk segera pulang


"Opa akan segera pulang, jangan menangis lagi sayang" bujuk hansen melihat avina terus menangis


tak lama hansel tiba, gadis mungil itu langsung menjulurkan tangan ke arah hansel. hansel menggendong dan memeluknya sambil mengusap punggungnya


"Opa disini, avina tak takut apapun. ada opa sayang" hansel mencoba menenangkan cucu kesayangannya ini. beberapa saat akhirnya ia mulai tenang . dan tidur di pelukan hansel . hansel membawanya kekamar dan merebahkan tubuh kecil itu di ranjang lalu bergabung dengan keluarganya. ana menjaga avina disampingnya


"Bagaimana dia bisa berada disamping kalian?" tanya hansel dingin pada rere dan rara


"Kami belanja, lalu makan. usai makan dia sudah bersama empat preman di meja kami dad" jawab rere.


"tadinya kami mau menghajar mereka berlima, tapi takut tak ada yang menjaga avina atau malah avina ketakutan melihat perkelahian. jadi hanya bisa diam mengalah..."


"aku akan menghabisinya setelah ini" umpat hansel. semua hanya mengangguk


Kantor polisi


Ruangan khusus


"Bawa dia" teriak petugas sambil membuka pintu dan melemparkan farid dengan kasar


"Untuk apa kau mengganggu anak cucuku?" tanya hansel dingin


"Rara anakku kalau kau lupa" ledek farid. erland meletakkan secarik kertas hasil test DNA. "Rara, Rere, Regan bukan anakmu, semua anakku"


"Hahaha kau gila? aku yang menyaksikannya lahir"


"Kau yang gila. rere regan pun kau yang menyaksikan lahir. apa mereka anakmu? ketiganya anakku bodoh" umpat hansel


rara, rere, donny, hansen, harvey menatap farid datar.

__ADS_1


"Kali ini kau sudah menakuti cucuku yang masih kecil. aku tak akan melepaskanmu. kau akan lumpuh total setelah ini"


"apa kau gila hah? kau tak bisa melakukan ini padaku"


"apa yang tak bisa kulakukan? kau lupa aku siapa? aku hansel wijaya sekaligus putra harisno wijaya. aku bahkan bisa menghilangkanmu dari dunia ini dengan mudah" ledek hansel sinis


"erland, remukkan dua kaki dan tangannya lalu lepaskan dia , agar jadi beban orangtuanya" perintah hansel lalu berlalu


"Membusuklah kau, cuih" harvey meludah "itu pantas kau dapatkan karena menakuti adikku. masih beruntung opa melumpuhkan tangan kakimu, kalau aku akan ku kebiri kau"


hansel langsung merangkul bahu putranya yang lebih tinggi darinya dengan tangan kanan, dan meraih pinggang kecil istrinya dengan tangan kiri menggiring mereka keluar


farid ternyata mau menyerang punggung hansel dengan kursi


BRAKKKKK BRAKKKKKK


Farid muntah darah seketika karena harvey merebut kursi dan menendang kepalanya beberapa kali kaki harvey langsung menginjak dadanya "beraninya kau menyerang opaku" bentaknya. semua langsung berbalik menatap farid


"Harvey lepaskan" pekik rere menarik lengan kekar putra bungsunya yang tak bergeming


"Avy lepaskan dia, sayang kakimu kau kotori dengan sampah seperti dia" perintah hansel. tapi harvey tak bergeming, hansel langsung merangkul cucunya itu agar keluar ruangan. petugas polisi hanya membeku menatap harvey yang sangat kejam serangannya


"Sampah kau, cuih!!!" harvey meludahi wajah farid lalu berlalu dalam rangkulan hansel


"Astaga harvey" rere mengusap dadanya


"Biarkan saja. dia pantas mendapatkannya. dia sudah menakuti avina dan mau menyerang daddy" ucap hansen membawa istrinya keluar ruangan


"Kita ke RV Park ya, opa lapar" ajak hansel. harvey hanya mendengus karena masih kesal tapi tetap mengikuti opanya


"Mami di rumah dad" ucap rara


"Mami tadi masih membawa avina jalan jalan beli es krim supaya tidak menangis terus di rumah, daddy sudah minta mami ke rv park"


"kasihan avina" keluh olline


"kalau bisa ingin ku bunuh saja dia kak. anak selucu itu jado trauma. kalau ada kak rion dan kak haekal pasti dia sudah langsung bertemu neraka" umpat avy masih kesal. mereka segera masuk ke Alphard hansen


hansen mengemudi dengan hansel disampingnya. baris kedua berisi donny dan harvey. sementara rara rere olline duduk di baris belakang.

__ADS_1


"jangan marah lagi avy, sebentar lagi ketemu avina kalau kamu marah marah, nanti dia makin takut" tegur rere. harvey langsung diam



__ADS_2