
Seminggu berlalu
Perang dingin masih berlanjut
"Avina, tolong antar anak anak ke sekolah, aku tak ke kantor hati ini" pesan gerald lirih . harlene tertegun. sejak mengenal gerald sampai hari ini. belum pernah ia menyerahkan tugas tentang anaknya pada siapapun
Harlene menyentuh kening gerald, sangat panas sekali. ia segera meminta aretha mengantarkan anak anak ke sekolah ,lalu meminta dokter segera datang, harlene mengambil handuk dan air panas untuk mengompres gerald
"Pergilah bekerja" ucap gerald sambil tersenyum , harlene hanya diam mengompres suaminya.
dokter datang memeriksa gerald "Radang tenggorokan, aku akan membukakan resep, perbanyak minum dan buang air kecil" dokter menyuntikkan obat di lengan gerald . tak lama gerald tampak pulih kembali.
ia langsung memeluk harlene, "aku mau mandi air hangat" pintanya, harlene langsung menampung air hangat buat gerald
usai mandi, harlene menyuapinya bubur dan memberikan obat pada gerald dan meminta gerald berbaring
"Temani aku, kepalaku berat sekali" pinta gerald. harlene pun berbaring tapi suami nakalnya memang nakal. malah berakhir olah raga halal meski dalam keadaan sakit
"dasar maniak, sakit masih mesum" omel harlene.
"Meremehkan kemampuanku?" tanya gerald "Mau tambah? berapa ronde? lima? sudah seminggu puasa lho"
*****
"Pa.. jam empat sore nanti ada acara reuni dengan teman sekolah saat di jakarta tapi penduduk jatim" lapor harlene pada gerald
"Laki laki atau perempuan?"
"Campur"
"Tak bisa kecuali papa ikut" jawab gerald
"Nanti malam jatahnya double kalo diijin, kalo ga diijin puasa sebulan. lagian reuni di cafe kak reinald ih" rengek harlene
"Papa gak mau. kecuali papa ikut atau bawa 3G" tegas gerald
"Fine, 3G mama bawa" jawab harlene akhirnya "papa yang antar" imbuh gerald
"Gerald millano!!! aku bahkan tak pernah bertanya tanya kemanapun dirimu pergi" omel harlene marah
"Karena cinta papa lebih besar kemama" jawabnya santai .
jadilah jam empat sore harlene membawa 3G ke Millano cafe milik reinald dan diantar oleh gerald.
"Hallo semua, saya gerald, suami harleve ravina, senang bertemu kalian semua" ucap gerald dengan wajah datar sambil memeluk pinggang istrinya posesive, karena ada lima laki laki duduk disana dan delapan wanita
"Salam kenal kak" jawab mereka serempak.
"Ma.. papa masuk dulu mau main dengan yorris sebentar baru papa pulang. kalau sudah selesai kabari papa, papa jemput ya" ucap gerald sambil mengecup kening harlene. harlene mengangguk
"Wow suami harlene sangat tampan, bule lagi" puji yang perempuan.
"Harlene juga sangat cantik sekali, idolaku sejak dulu" jawab yang laki laki. membuat gerald menatapnya tajam
"Tapi suaminya romantis sekali" puji yang perempuan "andai aku di perlakukan begitu, aku sangat beruntung"
"Kalau harlene mau denganku, pasti akan mendapat perlakuan sama, bahkan lebih dari itu akan kuberikan" jawab yang laki laki membuat rahang gerald mengetat
__ADS_1
"Sudah pa.. masuk lah.. main dengan yorris" harlene segera mendorong suaminya masuk
"Jangan macam macam" ancam gerald. harlene mengangguk . akhirnya gerald masuk ke dalam rucon reinald
"3G duduk disini. pesan menu yang kalian mau" titah harlene sambil membantu anak anaknya mengeluarkan laptop dimeja disamping temannya berkumpul
"Nana, tak berniat mengenalkan anakmu pada kami?" tanya seorang laki laki
"No jerry. mereka tak pernah interaksi dengan orang asing. jangan sentuh mereka" harlene mengingatkan setelah menyiapkan peralatan anaknya di bantu seorang perawat
"Kak yemi, tolong berikan 3G jus sunkist dan lemon tea buat susternya ya. bonnya tagih ke papanya. papanya di dalam" yemima mengangguk .
"Kenapa suamimu yang membayar?" tanya serena
"Karena itu anaknya, aku tak punya uang" jawab harlene santai.
jawaban ambigu harlene mengundang pro kontra, ada beberapa mata menatapnya sinis dan merendahkan, ada yang merasa kasihan . ada yang biasa saja
"Suamimu tak memberimu uang nana?" tanya jerry , harlene hanya tersenyum
"Mama gimmy french fries" pinta gabriel
"Kak yemima tolong berikan kentang goreng satu porsi buat anak anak ya" pinta harlene "sip , nota tagih pada papanya kan" jawab yemima , harlene mengangguk
"Andai dulu kau memilih jerry, kau pasti bahagia, dia sudah menjabat CEO diperusahaan papanya Graham corp" sarkas Farida "padahal dulu hidupmu paling bahagia diantara semua temen temen"
"Mama, i want sausage" pinta gallen
"Tidak, kita akan makan malam di rumah" jawab harlene
"Jangan Tuan Muda Graham.. biar papa mereka yang membayar" jawab yemima
"Kamu sudah susah masih gengsi Harlene" umpat farida
"Mari kita bahas yang lain, tujuan kita kesini adalah untuk nostalgia" potong henny yang tak mau banyak masalah
"Oh ya bagaimana kalian tau tempat ini?" tanya harlene
"Anak anak kami ikut latihan di sirkuit ini, mereka member VIP disini" jawab jerry
"Awesome, ada ikut pelatihan?" tanya harlene
"Ada, tiap kamis jumat akan latihan dengan pelatih, pelatih disini berasal dari german dan london" jawab jerry "Dua putraku dan teman temannya lebih suka menghabiskan waktu modifikasi mobil balap mereka disini"
"Kudengar pemilik tempat ini adalah orang terkaya dunia, namanya mirip denganmu hanya beda nama keluarga Harlene Ravina Millano" ucap clarrissa
"Mana mungkin harlene yang ini sama dengan harlene pemilik tempat ini, mimpi pun tak mungkin kesampaian" jawab farida
"Pemiliknya tinggal di ujung, di lahan yang di pagar itu, rumah containernya sangat indah. temanku pernah melihat pemiliknya memiliki bugatti la voiture noire dan roll royce boat tail" kata henny "suamiku kamis sampai minggu selalu disini dengan temannya tapi belum pernah melihat pemiliknya"
yemima menatap harlene datar dan agak kesal pada farida yang terus menyindir harlene. harlene hanya menggeleng pada yemima
"Anakku latihan disini tiap selasa rabu untuk pelatihan produk, sabtu minggu ikut pelatihan race. aku juga belum pernah bertemu pemiliknya" richard menimpali "Coba tanya nyonya pemilik cafe, mungkin dia tau"
"Nyonya apa anda pernah bertemu dengan pemilik G Park?" tanya farida
"pemiliknya adik suamiku" jawab yemima datar "suami istri itu sangat kaya tapi rendah hati. apalagi istrinya tak pernah bicara sombong, selalu santun dan rendah hati padahal ia orang terkaya dunia.. bahkan anak anak mereka semua sangat hebat, dididik dengan rendah hati juga"
__ADS_1
"Wow awesome, andai aku bisa berkenalan dengannya, aku akan mengajaknya masuk team sosialitaku" kata farida antusias
"Tidak mungkin adik iparku mau, dia selalu bilang tak punya uang jika di ajak shopping, bagaimana mungkin dia mau masuk sosialita" jawab yemi "Pemilik G Park, Rv Park, Triple G adalah satu owner"
"Triple G adalah investor terbesar di perusahaan suamiku Stanley corp" kata farida "Sama.. di perusahaanku juga, triple G investor terbesar di graham corp" imbuh jerry "Di perusahaan suamiku juga, Atmajaya group" kata serena tak mau kalah
"Nama pemiliknya sama dengan nama nona yang duduk di depan kalian" jawab yemi datar
"Nama bisa sama, nasib yang tak sama, ibarat itik dan angsa" kata serena mengejek harlene
bersamaan gerald keluar dari rucon dan menemui yemima "kakak ipar berapa tagihan anakku dan istriku? " tanya gerald
"321 ribu gerald" yemi memberikan struk pada gerald
"kakak ipar? astaga.. jadi?" ucap henny
"Kenapa? ada masalah?" tanya yemi
"Ini adik suamiku, adik iparku. pemilik G company. itu istrinya juga adik iparku" yemi menunjuk harlene dengan menyeringai
"Papa.. sejak papa masuk, onty yang memakai baju hijau muda dan baju kuning itu terus menyindir mama, tapi mama mengalah dan diam saja. dia merendahkan mama. dia istri Atmajaya group, Stanley Group. perusahaan kecil saja berani menghina mama" lapor gladys yang mulutnya lemes
"Benar gerald, mereka sangat keterlaluan, adik ipar sejak tadi diam di buli dua orang itu" lapor yemima
"Gallen, Gabriel papa serahkan pada kalian stanley corp dan atmajaya group" jawab gerald santai
Farida dan serena langsung pias, yang lain sampai tak berani bicara. hanya henny yang bersikap santai sebab ia sejak tadi tidak mengganggu harlene
"Hi semua, saya perkenalkan ulang. Saya Gerald Millano, ini istri saya Harlene Ravina Millano. Dia adalah keluarga wijaya, westin" ucap gerald sambil tersenyum
"Papa tadi onty baju hijau bilang sayang sekali dulu menolak uncle itu, kalau tidak mama sudah jadi nyonya graham dan sudah hidup bahagia tak perlu susah menjadi istri papa" gladys mengadu lagi.
pelayan cafe, henny, yemi dan perawat menahan tawanya mendengar mulut lemes gladys yang bicara seenaknya
"Sayang" tegur harlene mendelik pada gladys
"Kenapa ma? gladys bicara fakta, kan mama yang bilang gladys tak boleh berdusta. jadi gladys bicara jujur pada papa"
"Bener, gladys bener. anak papa pintar. tak boleh berdusta seperti kata mama" gerald membela gladys langsung menggendong dan menciumi putrinya dengan gemas
" siapa sih ini pinter banget"
"Cicit hansel wijaya dan terry westin, Cucu hansen westin, regine westin , raymond millano, aretha millano, anak gerald millano, harlene ravina millano" jawabnya bangga . harlene menatapnya datar
yemima, pelayan, suster, gerald, henny dan beberapa orang tertawa mendengar ucapan gadis kecil itu
"Harlene pandanglah pertemanan kita selama belasan tahun, maafkan kami berdua" pinta farida dan serena dengan memohon
harlene berdiri dan mengelus dada gerald "Pa.. maafkan ya.. please" gerald tertawa dan mengecup keningnya
"Dimaafkan gak ya?" goda gerald
"papa lemah" sindir gladys membuat beberapa orang tertawa "pa.." pinta harlene
"Gabriel, gallen, lepaskan mereka sayang" titah gerald, 2G menatap harlene datar
__ADS_1