Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 37 - Masih koma


__ADS_3

Zerah, Keldson, Dave, Harisno, Rere segera menemui ana. Ana meminta pihak medis memeriksa kecocokan donor untuk regan. petugas medis segera bekerja cepat


Meskipun harisno marah. tapi sebagai senior dia lebih logic. dia mengutamakan hal penting.


setelah pemeriksaan hanya Zerah dan Keldson yang diijinkan donor , yang lain kesehatannya tak mendukung.


"Kami gunakan seadanya dulu, tolong persiapkan lagi. karena Tuan Keldson dan Nona Zerah sudah tidak bisa donor lagi" perintah dokter bedah


"Kami akan berusaha lagi" jawab harisno "mohon lakukan yang terbaik dokter" pinta harisno


setelah berbagai proses akhirnya regan di bawa ke ruang operasi saat waktu menunjukkan jam 3 pagi. korban lain pegawai toko hanya luka luar. preman ada yang tertikam tapi tak bahaya dan ditangani dokter. harisno mengabaikannya


mereka semua menunggu di depan ruang operasi dengan cemas. tak ada yang bersuara sama sekali.


hansen memantau keadaan regan melalui pesan chat pada rere dan harisno


"kalau regan tak selamat, aku akan meratakan rumah sakitmu" harisno mengirimkan pesan pada hansel


"hansen mengirim dua orang lagi ke rumah sakit, papa tolong proses, mereka akan menemui papa, hansel usahakan segera tiba, papa harus kuat disana papa pemimpinnya" balas hansel menenangkan papanya


tak lama dua orang berlari menemui harisno, harisno menemui pihak medis untuk melakukan pemeriksaan, mereka diijinkan mendonor dan langsung di proses


"Kami butuh darah tambahan" ucap seorang dokter yang keluar dari ruang operasi


"Sedang di proses dokter, segera tiba darahnya" jawab harisno. dokter mengangguk lalu masuk kembali . harisno mengusap wajahnya dan mengabarkan pada hansel keadaan di rumah sakit


"Dua jam lagi hansel tiba, kami bertiga RH Null pah" balas hansen


"Baik, hati hati ya" balas harisno


tak lama vinda dan vellin tiba membawakan makanan buat semua orang. dave diminta pulang duluan dengan di antar vinda .


" kalian semua wajib makan, jangan sampai Tuan Muda belum siuman kalian keburu sakit dan merepotkan banyak orang" ucap vellin menyampaikan kalimat hansel. semua segera menghabiskan makanan mereka meskipun tak bisa makan semua berusaha menelan makanan mereka


♡♡♡♡♡♡


Jam tujuh pagi


Hansel terry hansen berlari menuju Ruang tunggu kamar operasi . Harisno bangkit "Regan belum keluar, kalian temui pihak medis cek darah kalian apakah bisa jadi stock darah" perintah harisno tegas. ketiganya segera memeriksa diri. tak ada yang berani bicara sama sekali


hansel dan hansen diijinkan donor. tery tidak karena punya riwayat kesehatan jantungnya tidak maximal meskipun tidak ada masalah besar


"Kami butuh tambahan darah" pinta dokter saat keluar ruang operasi


"Segera tiba, sudah di proses" jawab harisno , dokter mengangguk dan masuk kembali


"Ambil semua darah saya gapapa dokter. selamatkan regan" pinta hansel setengah memohon


"Tidak bisa Tuan, Semua ada limitnya atau nyawa anda dalam bahaya"


"Tidak apa aku mati asal regan kalian selamatkan" perintah hansel marah


"Bro tenanglah, kalau kau mati siapa menjaga anakmu" tegur terry . hansel pun diam.


"Aku sudah menemukan empat anak sepupuku yang di jepang untuk datang, dua jam lagi mereka tiba. kau diamlah. urus keluargamu baik baik" imbuh terry


"Terima kasih bro" jawab hansel tulus, terry merangkulnya "tenangkan dirimu, keluargamu butuh kamu. minta papa harisno istirahat dulu, kasihan beliau. ana dan rere juga"


"Papa akan membunuhku kalau aku menyuruhnya pulang sementara keadaan regan belum jelas" jawab hansel sambil mendengus


"Hansen bawa regine pulang" perintah terry "ia baru melahirkan , badannya belum kuat"

__ADS_1


"Regine akan membunuh hansen kalau keadaan regan belum jelas sudah hansen suruh pulang" jawab hansen datar "dia keturunan HW. kepala batu"


jam 12 siang


Pintu OK dibuka


"Darah sudah tersedia dokter" lapor harisno tegang


"Bukan Tuan, Saya memberitau Tuan Muda Regan sudah melewati masa kritisnya, nyawanya sudah tidak dalam bahaya lagi. tapi masih koma karena kehabisan banyak darah, operasi sukses" ucap dokter tersenyum


"Puji Tuhan" Jawab semua orang serempak


"Terima kasih dokter" ucap harisno dan hansel tulus


♡♡♡♡♡


"Pengawal..." panggil hansel tegas


"Antar Nyonya ana pulang ke ruko. pastikan dia hanya bisa kembali ke sini setelah jam lima"


"Baik Tuan Besar"


"Hansen, bawa opa harisno, rere, papi terry pulang istirahat. opa harisno hanya bisa kesini setelah jam lima. sisanya tak bisa kesini lagi" perintah hansel


"Baik dad" hansen langsung menjalankan tugas mertuanya. empat orang itu langsung berlalu


"Hansel" panggil ana sedih


"Pulanglah istirahat di ruko, jangan kemana mana. cukup dikamar sampai pengawal mengantarmu kesini" ucap hansel sambil mengusap kepala ana . ana mengangguk


DRTTT DRTTT


Ana menerima panggilan


"Kenapa?" tanya hansel pelan.


ana menyerahkan ponselnya. ada nama rara. hansel ingat farid. gara gara masalah regan ia lupa segalanya


"Halo hansel disini" ucap hansel di ponsel ana


"Uncle papi membuat kerusuhan, dia melempari rumah rara, anak anak ketakutan" teriak rara sambil menangis


"Jangan buka pintu apapun yang terjadi sebelum vinda tiba, bawa anak anak ke kamar buka film kartun dengan kencang. bantuan segera tiba"


"Baik uncle" rara memutuskan sambungan


"Vinda bawa pengawal, tangkap farid ke mabes kita. jangan bunuh dia kalau tidak terpaksa. jangan lukai dia agar aku mudah menghajarnya di BUI" perintah hansel "bawa pemborong perbaiki kerusakan rumah rara sebelum donny tiba"


"Baik Tuan Besar" Vinda membawa delapan pengawal ke rumah rara


"Pulanglah, percayakan semua padaku. tidur yang cukup supaya kamu bisa menjaga regan malam ini" ana mengangguk lalu segera berlalu dengan empat pengawal


"Ben.. selidiki siapa yang menyentuh regan tadi malam, bawa semua ke mabes. jangan sampai ada yang lepas" perintah hansel dingin


"Baik Tuan"


♡♡♡♡♡♡


Jam lima sore


Pengawal membawa harisno dan ana keruangan icu.

__ADS_1


"haekal bagaimana regan?" tanya harisno


"regan stabil hanya belum siuman, masih koma. bersabarlah" jawab hansel. harisno mengangguk


"Haekal, bunuh semua orang yang mencelakai regan" perintah harisno "pasti pah. ingat papa harus kuat, haekal titip regan ya" harisno mengangguk


"pulang istirahat, jam 11 kau jaga disini papa akan pulang sebelum mama rewel. kau belum tidur sejak kemarin" perintah harisno. haekal mengangguk


"Makan lah dulu" ucap ana menyerahkan bungkusan makanan. haekal mengangguk dan menerima makanan itu "istirahat, aku akan jaga regan disini" haekal mengangguk lagi dan segera berlalu


haekal segera ke markas dan menemui beberapa orang preman . setelah bertanya, motiv mereka adalah uang tapi regan melakukan perlawanan.


"Lempar mereka ke kandang singa kita. sisa mayatnya lempar ke kandang buaya. lakukan dengan bersih" perintah haekal dingin "baik Tuan Besar"


"Ampuni kami Tuan" pekik preman itu


haekal mengabaikan dan berjalan ke ruangan farid. sebelum masuk ia bertanya pada vania "rumah rara sudah rapi? sudah ada pengawal?"


"Semua beres Tuan Besar, sebelum dirapikan aku sudah melapor ke polisi dan menyerahkan bukti cctv baru memperbaikinya. cctv di rumah nona rara susah saya hapus juga rekamannya" jawab vinda sopan , haekal mengangguk


"Mana Rara?"


"Sebentar lagi tiba Tuan Besar"


"Mana dokumen putus hubungan farid dengan rara dan regan?" tanya hansel. vinda menyerahkan sebuah map pada hansel. hansel membaca sesaat lalu menyeringai dan masuk ke ruangan


"Dua Puluh Sembilan Tahun aku memaafkanmu, bagaimana aku mengurusmu sekarang?" tanya haekal sambil tersenyum miring


"Apa salahku? kenapa kau menculikku?" tanya farid


"Ada apa kau mengganggu rara" tanya haekal dingin


"Aku Ayahnya. kenapa tak bisa menemui putriku?" tanya farid


KREKKKKK


Pintu terbuka, rara masuk ke ruangan, ia menatap farid tajam


"Apa tujuanmu menemuinya?" tanya hansel


"Dia anakku , wajar aku sudah tua dia membiayaiku" jawab farid


"kewajaran seperti apa? sejak dia kecil sampai dewasa bahkan sampai sekarang dia hidup dengan uangku. kau tak pernah menghidupinya sepeserpun. dasar apa kau meminta uang darinya?"


"Harusnya kau malu, sebagai ayah selain mencetak anak kau tak pernah melakukan apa apa untuknya , hanya berulang kali memanfaatkannya, mempermalukannya bahkan hampir menghancurkan keluarganya"


"Walau bagaimanapun, anak ada kewajiban membiayai orangtuanya" bentaj farid


"Rara maaf kalau uncle harus mengambil tindakan kali ini. kalau tidak rumah tanggamu dan masa depan anakmu akan hancur. kasus pemerasan dan pengrusakan yang dia lakukan dengan orangnya cukup membuat dia tinggal di prodeo 15 tahun tanpa jaminan dan tanpa pengurangan hukuman. apa kamu ikhlas"


"rara ikut apa kata uncle" jawab rara


"anak durhaka kau, kau bekerjasama dengan orang lain memenjarakan ayahmu hah" maki farid


plakk plakk plakkk


"Aku sungguh malu menjadi anakmu farid. kita sudah putus hubungan kalau kau lupa. kau yang memutuskan hubungan denganku saat aku menumpang di rumahmu tiga hari dengan adikku. jadi dasar apa aku harus berkorban untukmu dan mempertaruhkan rumah tanggaku untukmu?"


"aku malu lahir dari bibit pria memalukan sepertimu. membusuklah kau dipenjara" bentak rara . farid masih mengumpat . rara mengambil lakban dan menempel mulutnya


"Rara pulang, uncle terima kasih atas segalanya. andai uncle papaku, aku sangat beruntung, sayang aku tak bisa memilih siapa papaku. aku bisa serahkan hewan itu pada uncle, mohon bantuan" rara membungkukkan tubuhnya, hansel mengusap kepala rara. rara meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


"Vinda panggil pengacara, busukkan dia dipenjara, kumpulkan semua kasusnya" perintah haekal lalu keluar ruangan "Siap Tuan" jawab vinda



__ADS_2