Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 76 - Kelahiran Twins


__ADS_3

"Kak avy, terima kasih" ucap harlene memeluk sang kakak


"Anything for you" jawab harvey mengecup kening adiknya "Putraku mau ikut even race, bantu daftarkan ya" harlene mengangguk


"Jangan banyak berpikir, ingat ada keponakanku didalam" harvey mengelus perut avina. hansen dan regine melihat interaksi keduanya dengan perasaan bahagia


"iya kak"


******


Tiga bulan kemudian


jam 18:00


"Kak cepat mandi lalu makan, ayo ke rumah sakit" ajak harlene pada gerald yang baru pulang kerja . gerald berlari membersihkan diri lalu meminta maid memindahkan koper harlene ke mobil


"Pah avina mau melahirkan, tolong bantu prepare rumah sakit ya" pinta gerald melalui ponselnya


"Pih avina mau melahirkan, kami akan ke rumah sakit, papi tolong bersiaplah ke rumah sakit, papa hansen sudah mengurus rumah sakit" ucap gerald melalui ponselnya


gerald mengangkat tubuh kecil itu ke ruang makan , ia segera menghabiskan makan malamnya dengan cepat karena malas berdebat dengan istrinya. setelah makan ia mengangkat tubuh istrinya ke mobil setelah berpesan pada maid memperhatikan 3G


tiba di rumah sakit, empat orangtua sudah menunggu. gerald menyerahkan kunci pada raymond dan mengangkat tubuh istrinya naik ke brankar yang telah disiapkan di lobby


harlene di bawa ke ruangan sherly untuk diperiksa "Kita lakukan tindakan sekarang" kata sherly.


"Lakukan yang terbaik dokter" pinta gerald


♡♡♡♡♡


tiga bulan berlalu


"papa gavi pipis mengenai gladys" galdys mengadu


"baik papa akan menghukumnya" jawab gerald


"iya pa, gelitik saja" pinta gladys , gerald tertawa


Drrrttt Drrrttt


ponsel gerald bergetar terus


harlene melihat nama reinald

__ADS_1


"Halo.. ya kak, gerald di bawah bersama anak anak"


"....."


"Baik kami kesana sekarang"


Harlene segera turun ke ruangan bermain anak anaknya .


"Pa.. kak yemi mau melahirkan, kak reinald baru menghubungi"


"Papa jaga anak anak, mama pergi bersama papi mami ya" jawab gerald . harlene menatapnya datar


"Papi di luar. siapa yang mengantar kami?" tanya harlene. gerald tertawa . "Mana ponsel papa?"


"Pah.. bisa tolong jaga anak anak sebentar? gerald mau mengantar avina dan mami ke rumah sakit, kak yemi mau melahirkan" gerald menghubungi hansen . sambungan ponsel di putuskan hansen . tak sampai lima menit ia tiba di rumah gerald


"pergilah, anak anak bersama papa disini" ucap hansen


"Ayo kita ke rumah sakit" ajak gerald saat melihat dua wanitanya menuruni tangga


tiba di rumah sakit ternyata putra reinald telah lahir. raymond sudah disana karena ia duluan di hubungi reinald


"selamat sudah jadi papa kak" ucap gerald dan harlene tulus , reinald mengangguk dan tersenyum bahagia


♡♡♡♡♡


"Gavi, gilbert jangan ganggu kak gladys" tegur gerald . keduanya tertunduk takut melihat tatapan papanya . gerald menggendong gladys yang menangis karena ulah adiknya


"namanya juga anak anak pah, makanya punya anak jangan maunya banyak banyak" ledek harlene


"papa bahkan ingin punya lima lagi. nanti malam kita buat lagi" jawab gerald sambil menyeka airmata gladys


"Sudah tutup pabrik" harlene mencebik . gerald tertawa "kita coba terus sampai jebol" bisiknya . harlene memcubit lengannya


"Sakit ma.."


"manja" omek harlene "mau donk dimanja mama"


"Gerald Millano" pekik harlene kesal


"Sudah.. letakkan anak anak, ada meeting dengan sponsor race setelah ini" omel harlene , gerald terbahak bahak


keduanya bergegas menuju G Park dan menemui rekan mereka yang akan mensponsori race yang di adakan gerald dua bulan mendatang di cafe milik reinald

__ADS_1


setelah bicara satu jam, akhirnya mereka menandatangani kontrak kerjasama. gerald adalah pebisnis san negosiator yang handal


"Ge. coba jual busana dan accesories anak anak untuk latihan dan race dengan logo sendiri" saran reinald saat tamu mereka sudah pulang.


"Asistenku akan tiba disini mencatat ide kakak, aku akan membuka butik container untuk kakak, kakak bisa mengelola sesuai ide kakak, kalau ada yang bisa kutambahkan idenya , aku akan memberitau kakak" reinald mengangguk senang karena aspirasinya direspon baik oleh gerald . tak lama gerald dan harlene berpamitan.


"Heh gara gara hobby papa, malah jadi sirkuit" ucap harlene "Boleh jujur?" tanya gerald. harlene mengangguk


"Awalnya saat papa mau pulang, papa bingung mau beli mainan apa buat anak anak. tapi anak sekarang kan menyukai motor dan mobil mainan, jadi papa beli motor trail buat gallen gabriel dan mobil jeep buat gladys . ternyata anak anak sangat menyukainya jadi papa melatih mereka"


"Lama lama hobby mereka makin mahal, sementara papa ga punya uang. laba perusahaan di pegang mama, gaji papa di pegang mama. uang saku ga seberapa. mau minta tambahan uang saku takut di usir mama keluar kamar" harlene tertawa


"Tak lama mama hamil, papa makin pusink dengan uang saku. tiga anak saja hobbynya bikin dompet papa kelabakan, ini mau lima bagaimana memenuhi hobby mereka. keadaan memaksa papa berpikir menjual mobil motor mini pada anak sultan jatim. dan ide itu berkembang kemana mana, untung saja mama mau keluar modal. terwujudlah G park saat ini. judulnya hobby tersendat dompet" harlene terbahak bahak


"Tau tau masuk 1000 mobil ludes semua dalam sehari ya?" ledek harlene.


"Benar puji Tuhan banget. Mobil itu produksi kak harvey di jepang dan kak rion di german. sehari ludes malah sangkut di cargo. pusing bener, tapi semua memang rezeki twins, semua masalah teratasi. tapi tak ada tambahan uang saku dari istri papa yang cantik ini" harlene mencebik


"anak sudah lima loh ma" rayu gerald "tambah 25 persen" jawab harlene "50 persen ma"


"dikasih hati minta jantung" omel harlene , gerald tertawa "makasih ma sudah di tambahin"


"anak kita sudah lima, tambahin satu box lagi rucon untuk kamar lima anak anak pah" gerald mengangguk "iya papa tambah asal jatah ditambah juga ya ma"


"Mesum" gerald tertawa


Drrrtttt Drrrtttt


Harlene menerima panggilan ponselnya


"Pa.. kita ke sekolah" pinta harlene


"kenapa?" tanya gerald sambil memutar arah menuju ke sekolah anaknya


"dua putramu memukuli belasan temannya sampai babak belur, orangtuanya protes kesekolah" terang harlene sambil memijat pelipisnya


"humm.. belasan orang dihajar gallen dan gabriel? berarti mereka keroyokan. mereka pantas di hajar" ucap gerald


saat tiba di sekolah, ternyata hansen dan raymond sudah lebih dulu tiba memeluk cucu mereka "mana saja yang luka?" dua opa itu memutar tubuh cucunya


"Heh yang luka dan babak belur itu anak kami Tuan Besar Westin Dan Tuan Besar Millano yang terhormat"


"pah pih" sapa harlene dan gerald

__ADS_1


"Sayang. kalian tak apa apa?" harlene memeriksa tubuh anaknya



__ADS_2