
Naomi bangun dengan wajah pucat karena kelaparan dan kelelahan . gab memandanginya intens lalu mengangkat tubuh itu ke kamar mandi dan meletakkan di bath up untuk berendam air hangat
setelah 20 menit gab mengangkat tubuh itu dan mengeringkannya dengan handuk "wajahmu pucat sekali" ucap gab pelan
"Aku lapar" rengek naomi. gab hampir terbahak "bagaimana istri seorang millano bisa kelaparan" ucapnya . naomi mencebik
"Mau makan apa?" tanya gab "terserah " jawab naomi "kita ke sebelah mencari makanan"
"tapi aku memakai.." naomi melihat piyama lengan pendek dan celana panjang milik mertuanya
"biar saja, ayo" ajak gab meraih pinggang kecil itu keluar kamar
"Kalian akhirnya keluar juga hah?" tanya gerald tiba tiba . naomi merasa malu sekali pada dua mertuanya uang menatap tajam pada suaminya
"mana anak anak pa?" tanya gab tenang
"papa mengusir mereka ke cafe opa oma, suara kalian mengisi seisi rucon ini " ledek harlene
"papa mama seperti tidak pernah muda saja" ledek gab, gerald menatap putranya tajam
"papa mama muda juga tak membuat anak anak mendengar suara kami heh" omel gerald. gabriel hanya mengedikkan bahu
naomi? jangan tanya. sejak awal dia bersembunyi di punggung kekar suaminya karena sangat malu. ia yakin teriakannya didengar mertuanya tadi
"Sayang mama membawakan pakaian dari lemari gladys, pakailah dulu sebelum keluar" harlene menyerahkan sepasang pakaian milik gladys yang brand nya bahkan belum di lepas menandakan masih belum pernah di gunakan.
"Terima kasih ma" ucap naomi dan menerima pakaian itu lalu kembali ke kamar. alangkah malunya dia melihat bekas gigitan suaminya di sekujur leher, dada, perut, pahanya
"Dasar binatang buas" gumam naomi . ia tak tau bagaimana bertemu dengan mertuanya setelah ini. untung saja mertuanya menyerahkan baju turte neck grey dengan setelah blazer hitam
"Kenapa lama?" tanya gab , naomi menatap datar suaminya . gab menarik lengannya menuju keluar rumah container itu
"Mana papa mama? kita tak pamitan?" tanya naomi.
"Mereka sedang buat adik untukku, buat apa di ganggu. kamar yang kedap suara disini hanya kamar papa mama" kata gab sambil terus keluar rumah . wajah naomi merona
__ADS_1
setelah makan malam di G Park, keduanya membawa hanna dan anak anak pulang ke mansion setelah sebelumnya singgah ke apotik dan langsung masuk kekamarnya bersama istrinya
"Masih sakit?" tanya gab melirik kebagian reproduksi istrinya. wajah naomi merona "Sedikit"
"berendamlah, aku akan meneteskan aroma therapi untukmu agar lebih relax . lalu mengoles salep" ucap gab yang berjalan ke kamar mandi menampung air di bath up sambil meneteskan aroma therapy
setelah istrinya selesai mandi ia membaringkan istrinya di ranjang mewahnya lalu melepaskan segitiga istrinya untuk mengoles salep. sayangnya pemandangan di depannya membuat imannya goyah sehingga akhirnya keduanya berolah raga halal satu jam lebih.
gab menggendong istrinya membersihkan diri lalu mengoleskan salep pada istrinya dan membiarkan istrinya tidur pulas dalam pelukannya
◇◇◇◇
Paginya keluarga millano sarapan bersama dengan tenang
"Papa mama akan bulan madu ke paris tiga hari, kalian jaga rumah dan jaga anak anak" perintah gerald pada seluruh anak dan menantunya
"Yang nikah siapa, yang bulan madu siapa" omel gladys membuat seisi meja makan tertawa "lagian bulan madu apaan tiga hari, perjalanan saja sudah dua hari buat pulang pergi
"Papa hanya bilang bulan madu tiga hari, belum tambah meeting dan perjalanan" ledek gerald . gladys mencebik
"Dasar orang tua tak mengaku tua, pakai acara honeymoon segala" omel gladys memicu tawa semua orang
◇◇◇◇◇
Naomi membersihkan diri lalu mengenakan pakaian dengan rapi "Mau kemana?" tanya gabriel
"Aku ada janji makan malam dengan Tuan Muda Caldwell , kak" jawab naomi sambil memoleskan lipbalm di bibirnya yang berwarna pink. gab menatapnya datar
"Menemui pria lain tanpa ijin suami?" tanya gab dingin
"Ayo kakak ikut, kami bukan berdua tapi dengan beberapa orang yang di recomend melakukan kerjasama tuan muda caldwell dengan perusahaanku" ajak naomi "Mau ya" ajak naomi. gab akhirnya mengangguk dan bersiap siap
◇◇◇◇◇
NC Restaurant
__ADS_1
Nellson sudah duduk di rooftop yang didesign indah olehnya demi menunggu ketibaan naomi.
saat lift terbuka, nellson menyambutnya dengan senyum cerah, sayangnya senyum itu berangsur hilang melihat naomi datang bersama sang suami
"Tuan Muda Caldwell, maaf terlambat, aku sengaja mengajak suamiku. siapa tau ada yang bisa di sarankan suamiku dalam bidang kerjasama yang anda ajukan" ucap naomi. membuat wajah nellson pias dan gab menyeringai
"Hallo Tuan Muda Caldwell senang bertemu anda" ucap gabriel dingin
"Ehmm Tuan Muda Millano, silahkan duduk" ajak nellson . mereka pun duduk
"Hemm mana beberapa teman yang mau mengadakan kerjasama dengan istriku?" tanya gabriel dingin dengan tatapan mengejek
"Oh aku lupa memberitau, mereka minta di undur, aku akan menginformasikan pada nona muda luciano setelah mereka menyusun ulang jadwal pertemuan" jawab nellson dengan malu
"Baiklah, oh ya.. katanya tuan muda mau mengajak kerjasama pembangunan mall. istri saya minta pendapat saya. saya rasa ini prospek yang bagus. saya tertarik bekerjasama dengan anda" serang gabriel bertubi tubi.
"Bener , prospeknya menjanjikan. saya akan menunjukkan proposal dan konsep mall tersebut melalui asisten saya pada asisten anda nanti Tuan Muda Millano"
"Loh kenapa via asisten. bukankah anda di hadapan saya, lagipula kemarin siang anda juga menjelaskan langsung prospeknya pada istri saya. apa salahnya kalau anda menjelaskan pada saya?"
nellson mati kutu di buat gabriel "malam ini saya tidak membawa berkasnya tuan muda millano"
"oh baiklah. lalu berkas penawaran kerjasama apa yang akan anda tawarkan pada istri saya malam ini sampai mengundang istri saya makan malam? boleh saya lihat berkasnya?" gabriel tetap menginjak gas
"Maaf tadi saya terburu buru dari pertemuan , lupa membawa berkasnya?" jawab nellson semakin malu
"Anda tidak membawa berkas dan tidak jadi mengajak teman anda, dan semua tanpa konfirmasi. jadi kenapa anda tidak menghubungi istri saya untuk membuat janji di lain hari saat dokumen anda sudah lengkap?" tanya gabriel tajam . ia segera berdiri dan menggandeng lengan istrinya
"Saya harap Tuan Muda bukan mau mengajak romance dinner di rooftop yang di sulap begitu romantis malam ini. karena untuk mengajak istri saya dinner pastinya anda juga harus mengajak saya sebagai suaminya"
"tentu tidak. tadi saya hanya buru buru sampai lupa mengkonfirmasi pembatalan pertemuan pada nona muda luciano"
"Anda salah menyebut istri saya, harusnya nyonya muda millano" tegas gabriel.
"Ehmm ya nyonya muda millano" ucap nellson dengan luar biasa malu
__ADS_1
"Kalau tak ada lagi yang mau di bahas, ijinkan saya membawa istri saya pergi. karena malam ini harusnya menjadi jadwal kami bermesraan" pamit gabriel menarik pinggang kecil istrinya meninggalkan rooftop dan nellson yang tak kuasa menahan malu