
"Avina.. Ayo kita ketemu papi mami dan opa" ajak gerald menggandeng harlene yang duduk berempat dengan clement, suster rasmi dan suster nana
"Ijin opa atau papa dulu ya kak" pinta harlene. Gerald mengangguk. mereka menghampiri hansen yang tengah bicara dengan relasinya.
"papa" sapa gerald sambil menunduk sesaat. hansen mengangguk sambil tersenyum "ada apa sayang?" tanya hansen mengecup pipi avina
"papa avina ijin bergabung dengan keluarga kak gerald ya" hansen mengangguk "kamu belum makan sejak siang. makan dulu ya sayang"
"iya pah. avina pergi duluan" pamit harlene, gerald menggandengnya dengan wajah dingin "kenapa tidak makan sejak siang?" tanyanya dingin dengan intonasi agak tinggi sambil menatap tajam pada harlene. harlene menunduk ketakutan, tangannya gemetar. gerald bisa merasakannya .
"Maafkan kakak kalau menakutimu, kakak hanya tak mau kamu sakit" ucap gerald dengan perasaan bersalah. avina melepaskan tangan gerald dan berjalan menuju ke mejanya. "Sayang.. maafkan kakak" bujuk gerald berusaha menahan tangan harlene. "Kak, avina mau dengan suster nana" jawab harlene berusaha melepaskan tangan gerald. ia merasa takut dengan gerald.
"sayang sungguh maafkan kakak, kakak janji tak akan marah lagi. papi mami sudah menunggu. kasihan mereka. kita temui dulu demi kesopanan ya" bujuk gerald. avina mengangguk dan berjalan ke arah calon mertuanya tapi ia menepis tangan gerald dan berjalan di belakang gerald
"opa, papi, mami" sapa harlene sambil membungkukkan badannya tanda hormat. ketiganya langsung memeluk tubuh kecil itu. aretha menciumi pipi harlene bertubi tubi karena gemas
"Anak baik. sudah makan?" tanya aretha
"Sejak siang avina belum makan mih" gerald yang menjawab dari belakang harlene "gerald ambilkan makanan avina dan mami dulu" pamitnya . tak lama ia membawa dua piring makanan untuk dua wanitanya.
"opa dan papi mau makan juga?" tanya gerald "kami sudah makan. kamu makanlah nak" ucap raymond. gerald segera mengambil makanannya dan duduk disamping avina yang sedang makan dengan tenang.
"papi mami opa. avina permisi kembali dulu ya, clement tak ada yang menemani" pamit harlene. "kenapa cepat sekali, mami baru saja bertemu denganmu, sayang" jawab aretha sedih "bener" sambung raymond
"temani mami sebentar lagi ya sayang" bisik gerald. harlene mengangguk . ia lebih banyak diam dan menjawab sopan pertanyaan aretha
"Besok temani mami ke mall ya, mami ingin belanja nak. di rumah semua laki laki ini, sungguh membosankan" ajak aretha sendu.
"Iya mih, besok avina akan ijin dulu sama opa. kalau diijinkan avina temani mami. cuma janji dulu, jangan beli apa apa buat avina ya" aretha mengangguk sambil tertawa
__ADS_1
selanjutnya harlene lebih banyak diam dan hanya menjawab kalau di tanya. satu jam berlalu harlene permisi kembali ke meja clement berada. gerald menggandeng tangannya dan mengantarnya tapi avina menepis tangannya
" masih marah humm" bisik gerald , harlene hanya diam saja "kakak minta maaf ya, mau bagaimana baru avina maafin kakak" tanya gerald "avina sudah maafin kakak. avina hanya mau ke tempat clement" jawabnya . akhirnya gerald menemaninya menjaga clement
"nona muda kecil tadi nyonya simpsons kesini tapi sudah di usir pengawal" lapor nana, harlene mengangguk paham lalu duduk di samping clement
"clement mau makan apa?" tanyanya "clement sudah makan kak" jawabnya. harlene tersenyum memgangguk dan mengecup pipi gembul clement
"kakak kembalilah, temui para relasi. avina akan disini" pinta harlene akhirnya gerald terpaksa pergi
akhirnya sampai acara selesai, harlene pamitan pada keluarga millano dan pulang bersama hansel, ana, clement. setelah keluarga millano minta ijin menjemput harlene besok pagi dan di setujui hansel
para pengantin hansen, regine, donny, rara, george, olline. menginap di hotel selama dua malam
menggunakan jet pribadi wijaya. akhirnya malam itu mereka tiba di mansion hansel, harlene langsung membersihkan diri mengganti piyamanya lalu mengambil ipad , memeriksa email dan membalasnya. ia mendengar deringan ponselnya. setelah melihat nama gerald ia malah mematikan suara ponselnya dan membiarkan ponselnya begitu saja
tak lama pesan dari aplikasi hijau masuk ke ponsel harlene. harlene membacanya. dari gerald
harlene hanya membaca saja lalu melanjutkan pekerjaannya sampai matanya lelah. terlihat banyak pesan dari gerald . akhirnya ia membalas
"maaf tadi avina sibuk mengurus kerjaan dan baru selesai. avina sudah mengantuk. selamat tidur kak"
"Selamat tidur bidadari kecil kak gerald. besok kakak jemput jam sepuluh ya. love you"
harlene mengecharge semua device nya lalu memejamkan matanya. ia sangat lelah hari ini
♡♡♡♡♡
Ruang makan
__ADS_1
Mansion Hansel
Jam 06:00
Seperti biasa empat orang mengisi meja makan itu . mereka sarapan dengan tenang. usai sarapan hansel membuka percakapan
"Avina.. Setelah ini, clement akan ikut uncle regan dan mommy-nya. Mansion ini akan di tempati oleh kak harvey. Kamu akan melanjutkan study di philadeplphia. jadi bulan depan kita berangkat, kita akan tinggal di mansion opa di philadelphia bersama oma ya"
"Avina ikut apa kata opa" jawabnya tenang , hansel mengangguk puas
"Kamu bertengkar dengan gerald ya sayang?" tanya ana hati hati. hansel mengangkat sebelah alisnya
"Tidak ada oma, avina tak pandai bertengkar" jawabnya tenang
"Ada, kak gerald tadi malam minta maaf terus sama kak avina tapi kak avina cuekin kak gerald" clement mengadu. avina langsung menciuminya bertubu tubi sambil menggelitikinya "Ampun kak ampun"
"Kecil kecil bicara sembarangan" omel avina . clement dan nana tertawa
"Tadi malam gerald telepon oma, mencari kamu dan menanyakan kenapa ponselmu tak terhubung" imbuh ana
"Katakan ada apa avina?" tanya hansel tegas
avina menceritakan kejadian tadi malam "Sayang, itu namanya gerald menyayangimu. kamu sudah tak sopan pada gerald dan orangtuanya. kamu tidak boleh mengulanginya lagi ya" pesan ana. "lihat gerald seperti kalang kabut gara gara kamu , sayang"
"iya oma" jawab avina tanpa bantahan meski ia sangat kesal pada gerald yang menghubungi omanya
"terapkan. jangan kecewakan opa. hidup diluar tidak boleh manja seperti di rumah, seorang harlene adalah wanita penuh kasih, pemaaf dan mandiri juga terdidik baik" perintah hansel
"iya opa, avina paham" jawabnya cepat. avina menyadari dia terlalu kekanakan. ia menyesal atas sikapnya tadi malam . pasti gerald tak tidur semalaman gara gara sikapnya. ia mulai merasa tak pantas bersama gerald karena faktor usia yang membuatnya labil
__ADS_1