
"Uang saku kamu berapa olline?" tanya regine
"Dari papi 30 juta, dari mami 5 juta onty" jawab olline. regine dan avina terkejut
"Banyak sekali" gumam rere masih bisa didengar olline
"Ga banyak onty, malah sering kurang karena olline banyak kebutuhan" jawab olline . regine memijat pilipisnya
"itu banyak kak. uang saku avina ga sebanyak kak olline" ucap avina "kalau avina dapat uang saku sebanyak itu. pasti celengan avina sudah penuh semua"
"Bukannya penghasilan avina besar re?" tanya rara
" Memang aku menyediakan sebuah rekening untuk di pergunakan avina buat transaksi. ia masih di bawah umur belum bisa buka rekening kan. Menurut yang aku dengar dari daddy, semua transaksi dengan klien di jembatani daddy"
"selama ini avina hanya bekerja. ia tak tau berapa angka dalam tabungannya karena daddy yang menyimpankan bukunya dan mengelola internet bankingnya"
"target hidupnya dia mau membeli rv park dan dia bahkan tak tau angka rv park itu berapa. hanya terus menerus berusaha memperbanyak tabungannya. tabungan masa depan dan tabungan membeli rv park. kalau asumsiku dia tak begitu paham uang. uang saku hariannya pun sepenuhnya dia simpan di celengan" terang regine. rara mengangguk
"Daddy mami mendidik avina dengan baik. andai olline dulu tinggal bersama daddy mami mungkin dia tidak boros seperti sekarang" keluh rara . olline hanya mendengus
"Mami olline sudah besar, avina masih kecil. kebutuhannya tak sebesar olline. teman olline bahkan uang saku bulanannya seratus juta dari papanya ada juga seratus lima puluh juta belum lagi bonus dari mama mereka. papa mereka ga sepelit papi. bahkan mereka diberikan lamborghini untuk mobil pribadi mereka, ga seperti olline yang kemana mana diantar supir"
pelayan menghidangkan makanan di hadapan mereka. rara dan olline memesan dua porsi steak dan tiga macam makanan tambahan . sementara regine dan harlene masing masing hanya memesan seporsi steak.
rere memotongkan steak kecil kecil lalu meletakkan di hadapan harlene. benar harlene dididik keras oleh hansel dan ana. tapi walau bagaimanapun bocah usia 8 tahun itu adalah cucu perempuan semata wayang yang sangat disayangi. pakaian makanannya semua di layani oleh ana dan pelayan. jadi harlene belum bisa memotong steak sendiri. harlene menghabiskan makanannya dengan tenang. gayanya sangat elegan
"orangtua temanmu semua pengusaha ya nak?" tanya regine setelah selesai makan pada olline . olline mengangguk
"Mama teman teman olline teman arisanku re. mereka semua sudah terbiasa hidup mewah. kalau arisan semua yang di tunjukkan barang branded limired edition dan berlian. Bahkan mereka selalu menganggap sepele pada kakak karena tak mampu memiliki barang seperti yang mereka tunjukkan, tak jarang mereka menatap sinis pada kakak"
" Suami mereka pemilik perusahaan Elang Group. Rajawali sakti group, Artina Graha Group, Tunas Prakarsa Group. semua perusahaan pentolan di surabaya ini" rara menjelaskan dengan lesu
__ADS_1
rere mengambil ponsel dan mengirim pesan pada vellin "Tarik semua investasi dan saham kita dari Elang Group. Rajawali sakti group, Artina Graha Group, Tunas Prakarsa Group. sekarang!!"
"Siap nona muda" balas vellin
"sayang mau makan lagi?" tanya regine pada harlene "avina kenyang mama" jawabnya. regine mengangguk
DRTTT DRTTT
My Hubby Calling
rere mengangkat sambungan ponselnya
"Ya hubby?"
"......"
"Sudah keliling dua jam di mall bahkan avina tak niat beli apa apa, aku sudah menawarkannya, hanya minta steak dan es krim. kami sudah makan steak tinggal cari es krim nanti"
"....."
"......"
Sambungan ponsel pun segera di putuskan regine.
"Papa ya ma?" tanya harlene, regine mengangguk "Papa menyuruhmu belanja" jawab regine datar. harlene tertawa
setelah pelayan membawakan bill, regine dan rara segera membayar pesanan mereka. regine membayar 500 ribu, rara membayar hampir tiga juta
"Aku ingin membelikan pita rambut buat avina , kita cari toko penjual pita ya kak. supaya dirumah mami bisa mengikat rambutnya nanti" rara mengangguk
regine membeli seplastik pita rambut dan meminta harlene memoto dan mengirimkan pada papanya . harlene tertawa. setelah menyerahkan dua lembar uang merah . mereka meninggalkan toko pita itu
__ADS_1
"ma papa bilang jangan pelit , kenapa beli hanya seplastik bukan sekardus" harlene tertawa menatap ponselnya, regine melirik ponsel avina datar
"ma.. kata oma pitanya bagus sekali, oma bilang jangan beli banyak banyak, cape beresinnya" rere terbahak bahak mendengar ucapan terakhir harlene
BUGHHH
Seseorang menabrak harlene sampai harlene terhuyung. rere langsung menangkap tubuh kecil putrinya itu dengan tubuh kecilnya
"Hei bocah kecil, jalan pakai mata" bentak wanita yang menabrak harlene . regine dan harlene menatap dingin pada wanita cantik berusia paruh baya di depan mereka tanpa berkata kata
pengawal bayangan langsung muncul mendekati mereka. rere menggelengkan kepala. pengawal pun berhenti di posisi masing masing lalu mundur teratur
"Loh Ralline, Carolline, kalian disini juga?" sapa wanita itu berubah ramah palsu pada rara. "Hera perkenalkan dulu. Ini re..." regine menahan lengan rara menghentikan ucapannya
"Hi nyonya .. saya rere" sapa rere
"Hi.. saya hera" jawab wanita itu angkuh
Hera angkuh karena melirik belanjaan ditangan rere adalah sekantung plastik tanpa merk. tapi ia menjadi ramah palsu pada rara setelah melirik bungkusan paper bag di tangan olline dan rara semua dari brand terkenal meski bukan brand dunia. tiba tiba ia menyeringai tipis. tak ada yang menyadari , tapi rere melihat seringaian itu
"Ralline aku habis dari toilet , teman kita dan anak anak semua disana, ayo kita susul" hera menarik paksa lengan rara ke sebuah toko perhiasan sebelum Rara sempat memjawab. rara terseret seret ikut masuk ke toko itu.
toko HW JEWELRY, toko perhiasan termahal di surabaya. cukup membuat rara pias seketika. pasalnya rara tadi baru saja menggesek kartu kredit donny buat belanjaan olline. kalau gesek belanja berlian lagi bisa bisa dia diomelin donny. tapi mau bagaimana lagi posisinya dia sudah didalam toko itu
melihat rara di tarik. olline, rere, harlene mengikuti dari belakang. melihat wajah rere petugas dan manager langsung menghampiri. rere menggeleng pelan memberi kode mengibas kecil jarinya agar tak disadari orang lain. petugas dan manager langsung bubar melayani pelanggan lain
olline mengikuti disamping rara, mereka saling tegur sapa dengan teman mereka. sementara rere mengajak harlene melihat lihat . harlene memegang ponselnya sambil tersenyum . regine melirik ponselnya
"Papa bilang apa?" tanya regine, avina menunjukkan layar ponselnya
"Papa nanya kita dimana, jadi avina bilang kita disini. papa bilang pilih semua yang avina mau sebentar lagi papa tiba. opa bucin mau beli beli perhiasan buat oma cantik" rere dan harlene terbahak bahak menatap ponsel harlene. beberapa orang menatap mereka. keduanya langsung diam
__ADS_1
"Ayo kita lihat lihat sayang" ajak rere