Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 71 - kesepakatan gerald dan harlene


__ADS_3

Setelah dari perusahaan triple G, gerald membawa harlene melihat mansion baru mereka yang hampir selesai di renovasi lahan luas arena bermain di sampingnya


harlene tetap diam saja saat gerald membawanya masuk ke mansion, ia memilih duduk di sofa


"Ayo berkeliling" ajak gerald , menggandengnya ke halaman belakang yang sangat luas, ada kolam renang, taman, paviliun di bagian belakang . harlene hanya diam saja.


"Ayo ke atas" ajak gerald. harlene menahan lengannya. "Aku lelah kak, kita kembali ya"


"Kamu tak menyukai mansion ini?" tanya gerald


"well mansion yang bagus" jawabnya datar


"Mansion ini milikmu dan anak anak" ucap gerald putus asa. harlene hanya diam dan melangkah keluar


"Kita akan segera pindah setelah taman bermain selesai" ucap gerald di mobil


"Aku sudah nyaman di ruko kak" jawabnya singkat


"Avina.. bisakah mundurkan sedikit egomu demi anak anak?"


"Aku tak keberatan kakak tinggal disana bersama anak anak. lagipula ada papi mami mengawasi mereka, akan lebih terjamin"


"Aku ingin bersamamu" potong gerald cepat. harlene hanya tersenyum getir


"Aku kira kakak kembali dengan sikap dewasa, ternyata kakak sama sekali tak pernah berubah" jawab harlene


"Kita perlu bicara avina" harlene mengangguk "Baik mari bicara di kantorku di ruko" gerald segera mengemudikan mobilnya menuju RV Park


harlene membawa gerald ke ruangannya dan mempersilahkannya duduk. ruangan ukuran 8x15, dengan satu meja direktur ukuran besar . ada tiga meja staff ukuran kecil disana sepertinya milik anak anaknya . dan ada satu set sofa yang nyaman . gerald duduk disana


"Duduklah kak" harlene mengambil minuman dingin di kulkas dan meletakkan di depan gerald


"Katakan apa yang kamu inginkan avina? selain perceraian , aku usahakan mengabulkannya"


"Tiga tahun terakhir ini, hidupku sangat damai, aku sudah terbiasa disini. bagiku penghasilanku disini cukup besar, meski tak sebesar penghasilanku dulu, tapi lebih dari cukup untuk diriku dan anak anakku"


"Anak anak juga cukup nyaman bersama papa mama, meski tak kupungkiri mereka sering mendapat masalah saat mereka sekolah. berakhir dengan home schooling. usai sekolah mereka punya kegiatan sendiri. papa mama mendidik mereka bisnis dan IT. sabtu minggu aku mengajari mereka sistem disini"


"Aku puas dengan hidupku yang telah damai, sampai kakak muncul lagi, kakak sudah merusak kedamaianku. memaksakan kehendak kakak. kakak tak memikirkan apa yang aku mau, apa yang aku inginkan"


"Aku tak melarang kakak berinteraksi dengan anak anak atau tinggal dengan mereka, tapi kumohon biarkan aku hidup damai sendirian kak"


Gerald memikirkan sesaat dan ia membuka suara


"Avina.. dulu kamu mengeluarkan aku dari duniamu dan anak anak, sekarang kamu mengeluarkan dirimu dari duniaku dan anak anak. itulah yang terjadi"


"Aku hargai kemauanmu, tapi tidak bisa sepenuhnya aku mengikutimu, kamu istriku, kamu ibu dari anak anak kita. kamu harus memikirkan kami juga, bukan keluar dari hidup kami"

__ADS_1


"Dulu anak anakku dihujat dan mengalami tekanan mental disekolah, kita harus bekerjasama menyembuhkan trauma mereka. aku akan kembali menyekolahkan mereka karena mereka anak anak yang cerdas, butuh sosialisasi dengan orang lain juga"


"Pagi aku akan mengantar anak anak kesekolah bersamamu, agar mereka tak di hujat lagi. setelah itu aku akan mengantarmu kesini. jam tiga sore kamu harus menjemput anak anak. mengerjakan laporan keuangan perusahaanku dan mengajari anak anak dunia tehnologi"


"Kamu harus sudah di rumah sebelum aku pulang, menjalani kewajibanmu sebagai istri dan seorang ibu. termasuk menemani perjalanan bisnisku kemanapun aku pergi"


"Aku coba.. sabtu minggu aku akan bersama anak anak disini"


"Baiklah, tapi aku akan disini bersama kalian. kamu tak bisa mengeluarkan aku dari duniamu dan anak anak. week end adalah family day. hidup anak anak harus diisi kasih sayang kedua orangtuanya"


"Aku usahakan"


"Sarapan kita bersama papa mama, makan malam bersama papi mami" tutup gerald


♡♡♡♡♡


Esok harinya


"3G duduk dan makan dengan benar, mama akan menjewer kalian kalau belum makan juga" omel regine


"Ada opa ,oma. mama takkan menjewer kami, opa akan membela kami" jawab gladys . regine menatapnya datar


"Kenapa opa, kenapa bukan papa?" protes gerald datar


"Karena kalau opa marah , mama akan diam. tapi kalau papa yang marah, mama akan menangis lalu papa bilang turuti mama kalian" gladys meniru gaya gerald. gerald langsung mencebik. hansen dan regine terbahak bahak


"Dulu mamamu juga suka mengadu pada opanya, buyut kalian. persis kamu. cuma dulu mamamu pendiam sekali" imbuh regine


"Nanti supir akan mengantarmu menjemput anak anak pulang sekolah" ucap gerald , harlene mengangguk


"Temen gladys maminya bisa mengemudi sendiri, pulang sekolah mereka di jemput mamanya lalu jalan jalan ke mall. kenapa mama tidak mengemudi sendiri?" tanya gladys


"Besok mama akan belajar mengemudi sayang" jawab harlene


"No.. tidak!!" tegas gerald


"Papa terlalu menyayangi mama sampai tak menyukai mama mengemudi karena berbahaya, papa ingin mama dan kalian aman jadi biarlah om supir yang mengantarkan mama kemana mana bersama kalian" tegas gerald.


"mengenai ke mall, mama paling tidak suka mall, kalian harus kerjasama membuat mama bahagia, carilah tempat lain. papa mama akan menemani kalian saat week end"


"papa protective" dengus gladys . harlene mrnahan tawanya. "gapapa protective yang penting sayang sama mama kalian" jawab gerald cuek


"Kalian jangan memukul orang duluan kalau di sekolah. kecuali kalian dipukul baru boleh memukul kembali ya" pesan gerald. "Iya pa" jawab 3G serempak


Gerald dan Harlene mengantar anak anak sampai ke pintu kelas, menyerahkan anak anak pada guru, perawat menunggu di luar kelas. setelah mengecup 3G , gerald dan harlene kembali ke mobil


gerald menurunkan harlene di pintu rumah makan , sebelum harlene turun ia mengecup keningnya sesaat baru mengizinkan istrinya turun "Aku mencintaimu, jangan lupa makan atau aku akan melarangmu bekerja" harlene mengangguk

__ADS_1


jam setengah tiga, supir datang menjemput harlene di rv park lalu mengantarnya ke sekolah menjemput 3G yang sudah menunggu bersama perawatnya


Supir mengantar mereka ke villa, ketiganya bergegas mandi dan keruang kerja di triplet mini cafe. Setelah memberi pelajaran dasar pada anak anaknya tentang perusahaan gerald , mereka mulai berlatih. harlene mulai memeriksa laporan keuangan perusahaan gerald. keningnya berkerut . tangannya bergerak secepat kilat memeriksa laporan demi laporan , banyak kejanggalan didalam


"Mama, kenapa tidak pas semua. kepala gladys pusink" protes gladys "pecat saja direktur keuangannya"


harlene terkejut, cepat sekali putrinya mendeteksi hal tak wajar di laporan keuangan "minta saja papa pecat" jawab harlene asal. ia membuka file baru perusahaan pusat gerald sebelumnya untuk di periksa gladys duluan


"Mama sistem ini mudah di hack. tak bisa di pakai" ucap gabriel tanpa menoleh "pecat saja direktur digitalnya"


"Mama kenapa payment salarry ada yang manual?" tanya gallen "pecat saja direktur internalnya"


"masalah pecat lapor papa, itu bukan bagian mama" jawabnya asal. mereka bertiga direkturnya kalau dipecat , mereka langsung pengangguran donk


"Papa. gladys pusink" protesnya saat wajah gerald muncul di layar ponselnya . ia mengadu pada gerald banyak hal , gallen dan gabriel juga mengadu.


"Mana mama?" tanya gerald . mereka mengarahkan kamera ke harlene


"Sayang, mereka bertiga minta di pecat, gimana donk" goda gerald. harlene tertawa "bukan kami tapi pelaku kecurangan" teriak gladys


"Tapi kalian direkturnya"


"pecat wadirnya" tegas gallen , gerald tertawa


"Masalah ini cukup serius kak" ucap harlene tanpa menatap kamera. ia terus menarikan jarinya di keyboard . gerald menatapnya lama sekali. ia ingat saat ia melamar gadis kecil itu. posisi dan prilakunya sama dengan istrinya saat ini


"Papa kerja dulu supaya cepat pulang" pamit gerald


Jam enam sore gerald pulang kerumah, ia naik kekamarnya membersihkan diri. secangkir teh , air hangat di bath up dan pakaiannya sudah tersedia seperti dulu


setelah mandi gerald langsung turun ke meja makan bergabung dengan keluarganya


"Bagaimana pekerjaan kalian hari ini?" tanya gerald waktu harlene mengambilkan makanannya


"Kata opa oma mama , tak boleh bahas kerjaan di rumah pah" tegas gabriel. gerald mengangguk


"Bagaimana sekolah kalian?" gerald meralat pertanyaannya


"Gladys bahagia pah. semua menyenangkan. kata temen temen, papa tampan sekali" puji gladys bangga


"kalian bagaimana?" tanya gerald pada putranya "Orangtua temen temen bilang mama sangat cantik" jawab gallen datar


"Hah orangtua?" tanya gerald


"Iya.. papi temen gallen semua bilang mama cantik sekali"


"besok besok mama tak boleh ke sekolah lagi" tegas gerald "Nanti dikira temen temen, gladys ga punya mama donk" protes gladys

__ADS_1


raymond, aretha, yemima, reinald menahan tawa mereka



__ADS_2