Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 4 - terungkap


__ADS_3

lima bulan sekolah


Mami ana menunggu rere di gerbang sekolah. tapi ia melihat rere berjalan ke parkiran dan menaiki motor. ana langsung menghampirinya


"rere.. " panggil ana. rere terkejut


"iya mih, ada apa"


"sudah lima bulan, mana gaji kamu. kamu dikasih motor berarti gaji kamu utuh donk"


"mami naiklah, ayo rere jelasin di warung bakso depan" ana segera naik ke kursi belakang boncengan rere. rere membawa mami ke warung bakso seberang sekolahan dan memesan dua mangkuk bakso


"Mami.. kalau naik ojol 13 ribu, pulang pergi sekolah 26 ribu. sebulan 780 ribu. jadi om andrew menyarankan kredit motor ini. supaya lunas nanti, motor jadi punya rere. om andrew bayarin uang mukanya dua juta"


"tiap bulan rere harus bayar ke om andrew 150 ribu mencicil uang muka, sama bayar ke leasing 750 ribu. uang minyak 100 ribu. totalnya sejuta. gaji rere sisa sejuta"


"gaji kan terima di akhir bukan di awal. mulai bulan depan , akhir bulan. utang rere yang enam juta sudah lunas ke om andrew. jadi dua bulan lagi, di akhir bulan mami bisa rere kirimin sejuta tiap bulannya" terang rere panjang lebar . ana menghela nafas berat


"Tapi mami lagi butuh uang untuk makan dan ongkos regan dan kak rara , re" ucap ana gusar sambil mengusap wajahnya "kamu bisa pinjam lima juta lagi sama andrew re?"


"akan rere coba tanya om andrew, tapi akhir bulan depan baru bisa rere tanya karena wajib lunasin hutang lama dulu. kalau akhir bulan depan dikasih, rere akan kabari mami"


"Tapi mami butuh sekarang re, biaya hidup terus berjalan"


"rere ga berani mih , kalau rere dipecat bisa bisa kembali ke rumah dan jadi beban mami lagi" rere berniat menakuti ana


"jangan sampai kamu dipecat re. kamu harus rajin dan giat ya" pesan ana. rere mengangguk


"gaji mami kan besar mi, sembilan juta kan sebulan" tanya rere bingung


"iya kemarin kak rara kan banyak kebutuhannya, jadi kemarin minjem sama bos mami, sekarang mulai mencicil jadi tiap bulan di potong dua juta. jajan rara sehari sudah 120 ribu re. belum lagi makan kami"


"kalo bisa kak rara bontot aja mih, kaya rere jadi hanya butuh uang minyak"


"ya ga mungkin lah rara bontot, secara sekolahannya sekolah elite. apa kata temennya nanti?"


"keadaan kita ga mendukung mih, ekonomi kita sudah ga seperti dulu. kak rara pasti paham. ia orang yang pengertian" rere mencoba memberi pengertian pada ana "Ya terserah mami, cuma kita sesuaikan keadaan ekonomi kita saja. rere juga bontot bawa bekal dari rumah supaya ga ada pengeluaran dan sisa uang bisa rere kirim ke mami"


"Pak mamat, berapa baksonya?"


"Dua puluh ribu non" rere segera mengeluarkan uang dua ribu yang kumal dan lusuh dari tasnya dan menyusunnya rapi. hanya sembilan lembar akhirnya rere bertanya "mami ada dua ribu?"


"pakai ini saja pak" ana menyerahkan selembar uang dua puluh ribu pada penjual bakso, ia tak tega melihat uang anaknya


"mami simpan saja uang ini" kata rere sambil tersenyum "jangan, nanti motormu kehabisan minyak kamu ga ada uang" jawab ana "mami pulang dulu" dia segera berlalu . rere pun segera ke cafe

__ADS_1


♡♡♡♡♡


Jam sepuluh malam


Rere yang baru selesai belajar untuk bahan ujian besok. karena merasa haus dan stock minuman habis, dia turun ke dapur. biasanya habis makan malam rere tak pernah keluar kamar lagi.


saat rere melewati ruang kerja yang pintunya tak tertutup rapat, ia mendengar suara laki laki dan perempuan yang sangat ia kenali


"Keterlaluan ana. dasar wanita gila, anak pungut di sayang sayang, anak kandung di sia siakan di jadikan sapi perah" umpat suara laki laki


"Ya dia sudah keterlaluan, kasihan rere dad, andai wijaya yang mengambil hak asuh rere, mungkin rere ga akan tersiksa seperti ini"


"hansel selalu melindungi rere dari jarak aman, kalau ia muncul ana dan farid akan menghabiskan harta hansel lagi seperti selama ini, korban disini adalah rara, korban perasaan adalah hansel, kasihan ayah anak ini"


"Dad jadi bagaimana? mom kasihan sekali pada hansel dan rere, tak adil bagi hansel diperlakukan seperti ini" umpat carissa "hansel sudah sangat bertanggung jawab dad. sejak tau rere anaknya, ia memberi mansion, perusahaan, dan modal pada ana. akhirnya di habiskan oleh farid. berulang kali begitu. kasihan hansel, bahkan hak mengakui rere sebagai anaknya pun tak di berikan oleh ana. kejamnya ana"


"Dad akan membantu hansel, walau bagaimanapun dia dewa penolong kita, kalau tidak kita sudah menjadi gembel sejak lama" putus andrew


Hati rere seperti di tikam belati mendengar percakapan itu , ia segera kembali kekamarnya. ia sedang ujian , dan sedang menumpang di rumah andrew. ia tak mau keadaan menjadi kacau meskipun banyak pertanyaan di hatinya. ia ingat nama di rekening pengirim dana padanya adalah hansel wijaya


*****


10 hari berlalu


ujian tengah semester telah selesai


"Puji Tuhan lancar, mengenai cafe masih terus belajar om" andrew mengangguk


"ada yang kamu butuhkan nak?"


"Ada om, tolong temukan om hansel wijaya dengan rere bisa? rere mau berterima kasih, beliau mulai mengirim uang bertahap sebagai biaya kuliah rere. sebagai manusia rere harus tau balas budi pada penolong rere om"


"Om akan menanyakan pada beliau kapan ia bisa tiba. duduklah dulu re" andrew menelpon hansel, dan menanyakan kapan bisa datang karena rere mau berterima kasih pada penolongnya. tak lama ia memutuskan sambungan ponselnya


"Jumat jam makan malam dia akan ke cafe mengecek laporan keuangan cafe re" jawab andrew


"Baik jumat malam rere akan berterima kasih pada beliau"


"apa ana masih meminta uang padamu re?" tanya andrew "dua minggu lalu pulang sekolah mami datang meminta uang lima juta. rere bilang ga ada uang dan ga bisa meminjam karena hutang lama belum lunas, biaya motor sebulan satu juta.. bulan depan kalau hutang rere lunas, rere akan coba minjam pada om lagi" andrew mengangguk


"pinter kamu re. orang seperti ana kalau di turuti ga ada habisnya, sudah terlalu banyak pengorbanan ..." andrew berhenti bicara "tidurlah nak" rere pun berpamitan


*****


Jumat jam 18:00

__ADS_1


RV Cafe


seorang laki laki sangat tampan, dan tinggi memasuki cafe. di belakangnya ada 10 pengawal, disamping kanan kirinya ada sepasang laki laki dan perempuan.


pria itu langsung naik ke lift menuju ruangan vip. pengawalnya menunggu di luar pintu tapi sepasang pemuda pemudi duduk tak jauh dari pria itu


"panggilkan regina valencia halim ke ruangan ini" ucapnya dingin


tak lama rere mengetuk pintu dan langsung diijinkan masuk "Regina Pesankan makanan kesukaanmu di cafe ini lima menu terbaik" perintah pria itu lembut , rere langsung mengorder pada maid


mereka hanya duduk diam tanpa bersuara, saat makanan di hidangkan mereka makan dengan tenang sampai makanan habis semua


"Ada apa mau menemui saya regina?"


"Hanya mau bertanya, apakah kalau saya bertanya tuan akan menjawab dengan jujur?" tanya regina "tergantung" jawabnya, rere mengangkat sebelah alisnya


"Kalau bertanya berapa isi harta saya, tentu saya tak akan menjawab.. tapi kalau kamu tanya kenapa wanita itu berpakaian minim, jawabannya abaikan dia, dia tak tertarik pada pria" rere menatap intens pada wajah hansel, ia segera sadar wajahnya adalah wajah hansel versi perempuan


"Apakah Tuan adalah daddy saya?" tanya rere, hansel diam sesaat , lalu tersenyum dan mengangguk. rere tau hansel orang hebat, dia sangat mudah mengendalikan hatinya dan expresinya


"Ya kamu anak saya" jawabnya


"Apakah Tuan mencintai saya?"


"ya saya mencintai kamu melebihi nyawa saya"


"apakah tuan mencintai mami saya?"


"ya saya sangat mencintai ana"


"apakah setelah ini anda mau menceritakan kisah hidup kita?"


"Ya tapi bukan sekarang waktu menceritakan secara detail karena butuh waktu panjang dan tenang"


"Apakah anda akan meninggalkan saya lagi?"


"Lagi bukan kalimat tepat, karena itu tak pernah terjadi, saya selalu berada disisimu"


"Maukah tuan memeluk saya?" tanya rere tenang, hansel bangkit dan merentangkan tangannya, rere langsung menangis memeluk hansel "Dad, maafin rere telat mengenal dad, jangan tinggalin rere lagi dad" tangisannya semakin pecah dalam pelukab hangat sang ayah, ia mendapatkan kedamaian dan kenyamanan sesungguhnya di dada ayahnya


"Dad yang minta maaf, sudah gagal menjadi ayah yang baik. tak mampu menghindarkanmu dari luka " ucap hansel dengan sedih . ia mengecup kening rere yang masih dalam pelukannya secara bertubi tubi


"Dad ga salah, waktu yang salah dad" jawab rere dengan terisak


"jangan nangis, dad tak mampu melihatmu menangis"

__ADS_1



__ADS_2