
TOK TOK TOK
"Masuk" perintah gerald
"Ehmm.. Tuan besar.. saya mengantarkan laporan team divisi pemasaran" ucap seorang wanita berpakaian minim , lima orang itu menatap datar pada wanita itu
"Siapa nama anda? mana kartu pekerja anda?" tanya hanna dingin
"Saya jenifer adik manis, senang bertemu anda" jawab wanita itu sambil mengerling
hanna memeriksa sesuatu di ipadnya sesaat lalu menatap wanita di depannya
"Jeniffer Arrista, 26 Tahun. wakil manager divisi keamanan, lama bekerja 3 tahun" ucap hanna
"Anda bisa ke bagian HRD menyerahkan surat pengunduran diri anda sekarang juga" perintah hanna dingin
"adik kecil, kamu selain manis sungguh pintar bercanda . kakak sangat menyukai kamu" kata jeniffer cekikikan
"Jaga panggilan anda nona jennifer, beliau adalah Geela hanna wijaya, CEO perusahaan GHW, Sekaligus nona muda kecil , putri bungsu keluarga millano. anda tak punya kelayakan menyapanya dengan panggilan anda" titah gladys dingin
jeniffer pias seketika melihat bocil berwajah dingin itu "Ta tapi saya salah apa nona muda kecil?"
"Apakah pakaian anda memenuhi SOP perusahaan? Lalu anda sudah bekerja tiga tahun disini seharusnya anda tau tata tertib management disini. dengan jabatan sekecil jabatan anda seharusnya anda tidak disini, atasan anda yang harusnya menyerahkan laporan anda pada asisten CEO Millano. Kalau tak punya aturan seperti anda di biarkan di perusahaan ini, berarti merusak reputasi perusahaan millano"
"Sombong sekali anda bocil, saya berada disini untuk CEO Millano, anda tau saya siapa? beraninya anda sesombong ini"
gallen dan gerald hendak berdiri tapi hanna menghentikan mereka dengan kode tangannya
"tentu saja saya tau, anda putri bungsu keluarga arrista dari arrista corp yang manja dan hanya bisa foya foya dan mencoba menggoda papa atau kakak saya, nona perusahaan arrista tak ada apa apanya tanpa saya . saya bisa meratakan perusahaan anda saat ini juga. oh ya, saya biasa di panggil CEO HANNA" jawab hanna sambil menyeringai
jeniffer kalap dan bergegas melangkah ke arah hanna "Saya ingatkan jangan maju lagi sebelum saya membuat anda tak bisa maju maupun mundur lagi"
Gerald, gallen langsung berdiri "duduklah kalian berdua" perintah harlene, mereka duduk kembali
"Nona jeniffer. kalau kamu memukul anakku. kupastikan anda tidak baik baik saja nantinya" ucap harlene santai tapi jeniffer kalap segera menampar hanna, hanna membiarkan dirinya di tampar oleh jeniffer
PLAKKKKK
gerald dan gallen langsung berdiri "Hei apa kau gila?" teriak mereka menggelegar
BUGHHH DUGHHH BUGHHH KRAKKK KREKKKK
__ADS_1
Raungan jeniffer terdengar menyayat hati
keduanya menatap tanpa berkedip kejadian selanjutnya "Nona aku sudah mengingatkanmu tadi, tapi kamu masih memukulku, kau kira kau siapa hah?"
PLAKKK PLAKKKK PLAKKK PLAKKKK
"itu balasan tamparanmu tadi, ingat kau memukul anak di bawah umur dan di ruangan orang yang kau pukul. hukumanmu akan cukup berat setelah ini" hanna menyeringai
Gerald langsung meraih tubuh kecil itu dan memeriksa lukanya, hatinya sakit sekali. gallen, gladys dan harlene juga memeriksa luka hanna .
"Maafin papa nak, maafin papa" gerald memeluknya erat
TOK TOK TOK
sekelompok orang memasuki ruangan
"Astaga jeni apa yang terjadi, kenapa bisa sampai begini?" seorang pria paruh baya menghampiri jeni yang meraung kesakitan
"menyingkir supaya dokter bisa memberi suntikan anti sakit" perintah gladys dingin . dokter langsung memberi injeksi anti sakit di lengan jeniffer
sebelum semua terjadi, hanna yang mengirim pesan pada gladys untuk memanggil tuan besar arrista dan dokter untuk memberi suntikan anti sakit
"astaga anak sekecil ini di pukul sampai begini, tega sekali, siapa yang melakukannya?" tanya dokter itu meringis melihat lebam di wajah hanna , lima keluarga millano menunjuk ke arah jeni. membuat tuan arrista dan dokter terkejut
dokter menuliskan resep "tebus obat ini dan segera bawa kesini"
"CEO HANNA, kumohon maafkan anakku. jangan penjarakan anakku CEO HANNA" tuan arrista berlutut di kaki hanna
"Jangan menakuti adikku, pergilah"
"Nyonya besar Millano, kumohon maafkan anakku"
"Persiapkan pengacara terbaik , kalau kau tak mampu membayar pengacara , negara akan menyiapkan untukmu" jawab harlene dingin
"Kupastikan putrimu akan membusuk dipenjara. bahkan memarahi hanna pun aku tak tega, bisanya dia melukai anakku"
"Nona muda kecil hanna, kumohon"
"Pulanglah, siapkan perusahaanmu, besok aku dan kakakku gavi millano akan datang mengambilnya" jawab hanna dengan wajah dingin. Tuan arrista langsung pingsan . pengawal memapahnya dan mendudukkannya di kursi roda seperti jeniffer yang tangannya remuk
"Keluar" teriak gallen, pengawal mereka membawa majikannya keluar ruangan
__ADS_1
"Kau puas sekarang hah? demi perusahaan kau membiarkan anakku dipukuli orang?" teriak gerald pada harlene . harlene hanya menunduk
"bukan salah mama pah, kalau hanna tak mengijinkan , dia bahkan tak mampu menyentuh hanna. tapi bayaran perbuatannya sudah mahal pah" terang hanna
"Arghhh jeniffer kau akan mati" teriak gerald meraung marah
perawat kembali membawa salep dan obat untuk hanna . dokter mengoleskan salep perlahan, hanna hanya mengerutkan kening. ia tak bersuara sama sekali menahan sakitnya
dokter menjelaskan pada gladys fungsi obat itu lalu berpamitan dan meninggalkan ruangan
"Kita lanjutkan meeting" ajak hanna
"Meeting sudah selesai, besok papa akan mengurus gideon. sekarang waktunya ke rumah sakit" tegas gerald masih marah pada harlene
TOK TOK TOK
"Maaf lama tadi macet" ucap gavi
"Masuklah kak" ajak hanna, gavi terkejut melihat pipi adiknya yang dalam gendongan gerald
"Hei.. kenapa pipimu hanna" tanya gavi memeriksa pipi adiknya, rahangnya mengetat "Siapa yang melakukan ini hah?" tanya gavi marah
"Nona muda keluarga arrista" jawab gladys datar "dan kalian diam saja?" teriak gavi
"Sudah kak, hanna yang sengaja membiarkan dia memukul hanna" ucap hanna "pa kita meeting ya" rengek hanna . gerald yang masih marah hanya diam dan mendudukkan putrinya di kursi
"Saham hana 50 persen di perusahaan itu atas nama hanna sendiri, lalu 20 persen hanna beli atas nama orang hanna. total 70% . besok mama ambil jabatan CEO buat kak gavi dan tendang arrista dari perusahaan" pinta hanna
"papa yang urus saja" ucap gerald, hanna mengangguk "Sudah selesai kan? kita ke rumah sakit hanna" gerald langsung menggendong hanna keluar ruangan diikuti gladys dan harlene
Gerald membawa hanna divisum dan di rontgen lalu membawanya pulang setelah menyerahkan hasilnya pada asistennya
tiba di mansion gerald masuk ke kamarnya masih menyimpan amarah yang sangat besar pada istrinya, harlene mengikutinya .
"kak" harlene memegang lengan suaminya. gerald menepisnya. tak sadar tepisannya terlalu kuat sehingga tubuh kecil itu terhempas. punggungnya kena gagang pintu dengan keras. harlene mengernyitkan alisnya menahan sakit. gerald terkejut
"Aku.." ucap gerald
harlene segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri dan menumpahkan airmatanya karena kekasaran gerald. saat ia keluar suaminya sudah tak ada disana.
__ADS_1