
Kantor polisi
Hansel, Hansen, Rere, Triplet membawa Avina dan seorang dokter ke kantor polisi untuk menemui Farid dan empat preman yang dia bawa kemarin
Rere memangku avina di sudut ruangan, avina memeluk erat rere sampai gemetaran melihat kemunculan lima orang yang diantar petugas ke ruangan itu
"Sayang tenanglah, ada opa, papa, kakak disini" bujuk rere. avina masih gemetaran memicu emosi triplet
"Siapa yang kemarin membuat adikku melihat kalian membawa pisau?" tanya haekal dingin. empat preman itu saling menunjuk
BRAKKKKK
Harion membanting meja "Katakan yang jelas atau aku akan melumpuhkan kalian semua sekaligus" bentaknya . mereka masih saling menunjuk karena mereka semua membawa pisau saat itu .
hansel berjalan ke arah avina "Sayang.. siapa saja yang membawa pisau ?" tanya hansel sambil meraih tubuh kecil itu dan menggendongnya. avina menunjuk farid sambil memeluk leher hansel
"Dia .. Dia yang menghina opa. Dia yang meletakkan pisau di pinggang mama"
"Yang ini?" tanya haekal yang sudah berdiri di belakang farid bersama, harvey dan harion. avina mengangguk.
Hansel menyerahkan avina pada hansen, lalu menyusul ke arah farid
BRAKKK BRAKKKK KRAKKKK KRAKKKK
raungan kesakitan farid terdengar ke seluruh ruangan yang kedap suara itu. ia terguling di lantai empat preman sampai menutup mata mereka sambil meringis. dokter yang mereka bawa sampai merinding melihat yang dialami farid
"Berikan dia suntikan anti sakit agar tidak berisik" perintah hansel. dokter yang wajahnya sudah pias segera mengangguk dan melaksanakan perintah hansel. tak lama farid berhenti meraung
"Sayang dia tak akan bisa melukai mama dan avina lagi, kakak H dan papa sudah meremukkan tangan dan kakinya" ucap hansel. avina mengintip keadaan farid lalu tersenyum mengangguk
"Tuan , avina sudah menepati ucapan avina kan? kalau anda menghina opa, opa akan memukulmu. beraninya anda meletakkab pisau pada mama. Kamu lain kali tak bisa nakal lagi. Jadilah orang baik" Ucap avina masih dalam gendongan hansen
__ADS_1
"Opa, papa, mama, Kakak kita pulang" rengek avina. ia menjulurkan tangan pada hansel. hansel menggendongnya. lalu mereka keluar ruangan. empat preman itu menghembuskan nafas lega tapi tetap bergidik melihat keadaan farid sampai petugas menjemput mereka ke sel
♡♡♡♡♡
"Adik kak avy yang cantik ini mau makan apa?" tanya harvey
"Es Krim" jawab avina riang
"Kamu sudah makan es krim tadi, sayang" tegur rere . wajah avina langsung murung
"Mama ijinkan kami membelikan es krim buat avina sekali saja" pinta harion sambil merangkul bahu rere. rere akhirnya mengangguk "Yess" pekik avina
"Kita pulang duluan dengan daddy, biarlah triplet membawa avina jalan jalan" ajak hansen, hansel mengangguk . mereka berpisah di depan kantor polisi
Haekal mengemudikan Bugatti La Voiture Noire itu membawa tiga adiknya ke HW Mall mencari toko bernama kedai es krim lalu memesan es krim buat avina
"Pelanlah.. tak ada yang merebut es krimmu, ucao harion sambil menyeka bibir avina dengan tisue lalu mengecup pipi gembul itu.
"Enak sekali, kakak mau?" tawar avina. ketiganya menggeleng . avina tertawa
"mentahnya saja kak" jawab avina tertawa . tiga pemuda tampan itu terbahak bahak mendengar ucapan avina . ketiganya masing masing mengeluarkan selembar black card dari dompetnya dan memberi buat avina. avina merasa bahagia sekali, ia langsung mengambil dan mencium black card itu
"Terima kasih kak" pekiknya, triplet tertawa lalu membisikkan paswordnya ke telinga avina. avina mengangguk
"Kak ayo pulang" ajak avina membuat triplet menatapnya datar
"Avina mau pindahin uangnya ke rekening masa depan avina. ayo kak" rengeknya. harion langsung menggendongnya. mereka pun bergegas pulang
****
"Loh kalian sudah pulang?" tanya ana pada empat cucunya yang memasuki ruang makan. pertanyaan ana mewakili pertanyaan hansel, hansen, rere, rara, donny, olline, oriel yang menatap mereka dari meja makan
__ADS_1
biasanya kalau ke mall , avina pasti memesan es krim, lalu mengajak makan atau minta buah buahan. kali ini cepat pulang mengundang tanya seisi rumah
"Oma cantik.. Avina sudah dapat ini, jadi mau pulang ketemu opa" lapor avina memamerkan tiga black cardnya. ana terbahak bahak melihat wajah datar triplet
avina menjulurkan tangan ke arah hansel. hansel langsung mengambil alih avina dari gendongan harion "anak pintar" puji hansel mengecup pipi gembul itu.
avina langsung menyerahkan tiga black card itu pada hansel "Opa masukin ke rekening masa depan avina ya" hansel mengangguk dan menyimpan kartu dari avina itu ke dompetnya
"Uda ga nangis?" goda olline, rara langsung mencubit lengan olline. olline meringis "Nanti avina ingat lagi" omel rara
"Ngga akan onty. tuan nakal itu ngga akan bisa buat jahat lagi sama avina, mama, kak olline dan onty rara. Tadi dia sudah di pukul opa dan kakak H" ucap avina riang sambil mengecup pipi hansel . Olline dan rara mengangguk sambil tersenyum
"Kalian belum makan, makanlah dulu" Perintah ana pada empat cucunya
"dua puluh menit kami turun makan oma. kami mandi sebentar" pamit haekal. ana mengangguk
suster nana mengambil avina dan membawanya ke kamar membersihkan diri
"untung saja traumanya selesai" ucap hansen sambil mengusap dadanya . haekal mengangguk setuju
"sejak kecil dia selalu di lindungi daddy kalian, jadi melihat rere diposisi terancam mungkin dia merasa shock" imbuh ana .
"Ngomong ngomong olline kapan nikah dad?" tanya rara . haekal mengangkat alisnya
"yang mau nikah olline kenapa daddy yang di tanya? daddy ga minat nambah istri" jawab haekal. semua tertawa "Kapan daddy cari jodohnya, maksud rara" sambung donny
"Lhoo daddy kira donny atau papanya yang carikan" jawab hansel bingung "Olline serahkan jodohnya ke tangan daddy, katanya dad" terang rara
"Olline lebih betah di paris atau new york?" tanya hansel "apa hubungannya dad?" tanya rara
"Jelas ada, kalau di paris tentu daddy harus carikan pria keluarga baik baik untuk olline yang berasal dari paris, sekalian bisa menguatkan sayap olline disana. donny juga bisa melebarkan sayap sampai paris" jawab hansel "hidup harus realistis. selain nyaman, cinta, kepribadian baik. semua harus saling melengkapi"
__ADS_1
"New york opa" jawab olline "Kalau new york malah mudah. disana banyak Relasi opa karena itu kota asal opa" olline mengangguk "opa akan mengabarimu setelah memeriksa semua latar belakang para Tuan Muda itu" tutup hansel. donny mengangguk