
Villa Millano
"Kalian sudah pulang? cepat mandi dan makan malam dulu. mama kalian mana" ajak aretha pada gerald dan kelima cucunya .
"Mama belum tiba?" tanya mereka
"Belum" jawab aretha
"Gab akan hub mama" semua mengangguk dan naik kekamarnya
Gerald naik kekamarnya, ia tak menemukan istrinya. ia menemukan sebuah memo.
"Kode brangkas tanggal dimana anda menampar saya, pasword kartu anda tanggal lamaran anda dulu. Jangan pernah hubungi saya lagi selamanya. Tolong jaga anak anak baik baik agar setelah gagal menjadi suami, kamu tidak gagal menjadi ayah. dan kelak tiada muda dihadapanku. Terima kasih untuk segalanya. Harlene"
Gerald mendadak lemas, ia memeriksa walk in closet , tak ada perubahan tapi satu koper kecil hilang. ia membuka brangkas, semua harta miliknya dan penghasilannya di tinggalkan harlene tanpa membawa sepeserpun. cincin pernikahan, kalung lamaran semua ada di brangkas. harlene hanya membawa asetnya sendiri
"Cari dimana istriku sekarang" gerald menelpon seseorang
"Ponsel nyonya muda mati, terakhir di bandara Tuan Muda" jawab orang diseberang
gerald duduk dilantai menjambak rambutnya sendiri. ia ingat bagaimana wajah istrinya saat ia menamparnya
"Tuan Muda anda masih disana?" tanya orang diseberang
"Tetap periksa sinyal dimana istriku dan segera kabari aku" perintah gerald langsung memutuskan sambungan ponselnya. rasa takut mulai merasuki hatinya . tubuhnya bergetar hebat
dulu saat berpisah ia selalu tau akan ada kesempatan untuk pulang, tapi kali ini ia merasa ia sudah kehilangan istrinya. penyesalan yang sangat besar merasuki relung hatinya .
Teringat tadi saat dia menampar istrinya, sudut bibir istrinya mengeluarkan darah, ia bukan meminta maaf malah pergi begitu saja. menyesal tiada guna, istrinya sudah pergi. ia menangis di kamarnya
*****
Seminggu kepergian Harlene
"Gerald, buka pintu nak" raymond dan aretha menggedor pintu cukup lama sampai akhirnya gerald membuka pintu dengan penampilan acak acakan. kumis, janggut, brewoknya tumbuh mengotori wajah tampannya
"Kamu kenapa nak?" tanya raymond. gerald hanya menangis dan menangis membuat orangtuanya khawatir sekali. mereka menghubungi hansen dan regine
Hansen, Regine tiba, melihat keadaan gerald yang kacau balau mereka cukup terkejut tapi berusaha mengendalikan perasaan mereka
"Gerald dengar baik baik.. Avina tak akan pergi kalau kamu tidak melakukan kesalahan fatal. kali ini avina pergi bahkan tak meninggalkan pesan, tak berpamitan, tak membawa anak anak. papa tak akan bertanya apa kesalahanmu agar hubungan kita tetap baik baik saja sampai kelak avina sendiri yang bersedia memberitau kami" hansen angkat suara
"jadi sebelum avina kembali. jalankan tanggung jawabmu sebagai seorang ayah sekaligus ibu bagi anak anakmu karena kau yang membuat ibu mereka pergi. pastikan kau layak dipertahankan avina saat dia kembali daripada dia memilih pria lain karena kau tak layak lagi menjadi ayah anak anakmu" tutup hansen
__ADS_1
"Benar kata papa mertuamu, jangan sampai kau terpuruk , anak anakmu hancur, istrimu mencari suami baru dan membawa anakmu. saat itu kau sudah kehilangan segalanya gerald" kata raymond
Gerald tertegun mendengar ucapan dua ayahnya. ia sadar sekali bahwa ucapan ayahnya ada benarnya . Bisa jadi karena ia gila, istrinya akan kawin lagi dan mengambil anaknya
"Baik pah pih, gerald akan mendidik anak anak menjadi anak yang hebat" jawabnya tegas.
Empat orangtua itu mengangguk puas "Kami menunggumu di meja makan" ucap hansen lalu berlalu
setengah jam kemudian gerald turun dengan keadaan sangat rapi, tak ada lagi kumis jenggot dan brewok di wajah tampannya
"Setelah makan, gerald akan ke kantor pah pih" dua ayah mengangguk
♡♡♡♡♡
Tepat sebulan kepergian Harlene
Howekkkk Howeekkkk
sudah tiga hari gerald diserang mual muntah tak karuan sampai tubuhnya lemas.
Empat orangtua itu sangat cemas karena gerald tak mau di periksa dokter
"Sepertinya couvade syndrome . tapi coba panggil sherly, dia lebih paham" ucap regine
"Onty jangan sembarangan, gerald sejak lahir sampai sekarang hanya pernah meniduri satu wanita. yaitu istri gerald"
dirumah mereka memang tak memanggil formal. karena regine dan sherly seperti kakak adik kandung sejak kecil
"Onty buka resep mualmu, mungkin tak begitu membantu. kalau ada yang mau kamu makan maka makanlah sesuai seleramu. kalau dituruti akan mengurangi mualmu dan anakmu tak ileran" ucap sherly dengan wajah dingin
"Sungguh tak habis pikir. selalu membuat masalah berulang kali sampai istrimu memutuskan berpisah terus tapi kau tak jera jera. rere.. sebaiknya minta uncle hansel nikahkan avina dengan pria baik lain daripada menderita jadi istrinya"
"Kurang bersyukur apa kamu hah? istrimu cantik dan orang terkaya di dunia. anakmu semua dididik dengan hebat. istrimu tak pernah keluyuran, keluar, foya foya atau menghamburkan uang. selalu bisa mendukung dan menopangmu!! suatu hari nanti kau akan bener bener kehilangan istrimu baru kau menyesal sampai gila"
sherly langsung keluar villa tanpa pamit setelah marah marah . empat orangtua itu menatap tajam pada gerald.
"Pa dimana avina pa? dia hamil anak gerald. pasti kesusahan sendirian" tanya gerald memohon
"Kamu yang buat istrimu kabur, malah tanya papa" umpat hansen
"papa sudah katakan sejak menikah papa selalu mengalah pada mama dan belum pernah bertengkar. itu karena papa takut kalau papa masih tak bersyukur bisa bisa Tuhan mengambil wanita terbaik dalam hidup papa tapi kau bodoh tak paham istrimu sifatnya sama dengan mama" marah hansen langsung keluar rumah gerald
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Tujuh Bulan Kemudian
Germany
Mansion Harlene
"Anak nakal, malah bersembunyi disini, kamu mau membunuh opa hah? apa kamu masih menganggap opamu ada?" ucap hansel marah begitu memasuki rumah harlene
Tubuh yang sudah renta itu selalu mencintai avina dengan tulus. ana pun langsung menjewernya membuat harlene merengek dan menciumi opa omanya
"Sana.. tak usah merayu" ucap hansel kesal tapi harlene terus menciuminya
"Kapan lahiran sayang?" tanya ana
"Besok pagi"
"Apa?? kau berencana melahirkan sendirian hah? apa kau terlalu pintar sampai syarafmu rusak?" marah hansel tapi harlene terus memeluk dada opanya yang sudah duduk di sofa
"Sana.. jangan dekat dekat" usir hansel. harlene tertawa "kau mau membuat opa mati hah?" omel pria yang hampir berusia 80 tahun tapi masih tersisa ketampanannya
"kenapa ngumpet disini?" tanya hansel sambil memeluk cucu kesayangannya
"Opa.. avina tak mau membahas kenapa avina kabur dan kesini. avina sudah dewasa dan mampu menyelesaikan masalah avina tanpa membuat perselisihan keluarga. jadi kita tak bahas lagi ya" hansel berpikir sesaat lalu mengangguk
"Jangan beritau keberadaan avina pada siapapun ya opa. avina ingin hidup tenang sementara waktu. nanti kalo avina sudah siap. avina akan kembali"
"baik kita tak bahas lagi. siapa nama bayimu" tanya hansel lembut
"geela hanna wijaya.. geela artinya kebahagiaan abadi. hanna hansel ana" hansel tertawa "kau paling pintar membuat opa senang" harlene terbahak bahak menciumi opanya
selama tujuh bulan di german. ini pertama dia bisa tertawa lepas. biasa dia selalu bersikap dingin.
"Tidurlah, besok kita ke rumah sakit" perintah ana . harlene mengangguk . mereka segera beristirahat
"Daddy bingung apakah membiarkannya menikah dengan gerald dulu adalah keputusan yang salah" ucap hansel sedih
"Tak ada yang salah. mami tau harlene keras kepala dan manja tapi waktu akan membentuknya menjadi dewasa" ucap ana
"Semoga avina tak membenci bayinya" guman hansel.
akhirnya keduanya memilih untuk tidur dan menghilangkan pikiran yang tak menyenangkan
__ADS_1