
Villa Thompson
"Sayang.. besok kita ke mall ya" ajak rara
"Ok Mam" jawab olline "Tapi uangnya minta papi" donny menatap keduanya datar
"Minta mamimu, papi tak ada uang" tolak donny . oriel tertawa
"Oh ya, kamu sudah punya kekasih?" tanya rara
"Urusan itu serahin pada opa saja, biar opa carikan jodoh olline. pilihan opa pasti baik. karena opa akan mengorek info mungkin sampai gen orangnya" jawab olline tertawa semua pun terbahak bahak mendengar ucapan olline tapi donny setuju pendapat rara
"Opa sudah habis banyak buat olline. pemgorbanannya mengurus olline sungguh luar biasa pih mih. olline hutang budi sama opa"
"dalam keluarga tidak ada hutang budi, yang penting harus berbakti dan jangan kecewakan opamu. selama kamu ikut opa. opa melarang papi mengirimkan sepeserpun uang untukmu. malah opa yang menghabiskan uang banyak untukmu olline"
olline terkejut. "loh jadi semua uang saku dari opa dulunya?" tanya olline. donny mengangguk . olline meneteskan airmata.
"Dulu olline sudah jahat sama opa tapi opa masih sayang sama olline"
"opamu selalu menyayangimu. perusahaanmu dan perusahaan oriel juga berasal dari opa" tegas donny "berbaktilah pada opamu" olline mengangguk
"Olline, semua temanmu dulu, sekarang ayahnya bekerja di kantor papa dan oriel" ucap rara pelan. olline terkejut
"Kok bisa pih mih?"
"Saat onty rere menarik uangnya dari empat perusahaan itu, mereka langsung collabs, kebetulan triplet pulang dan itu bagian harvey yang memegang wilayah indonesia di keluarga westin dan wijaya. perusahaan mereka di akuisisi dan menjadi milik harvey. harvey agak kejam di dunia bisnis. bahkan sangat kejam"
" tak ada yang berani membantu empat keluarga itu. bahkan tak berani menerima mereka bekerja. mereka memohon pada mami. mami sampaikan pada papi. setelah papi meeting dengan harvey, onty rere dan uncle hansen. mereka bisa menerima kalau papi memberi lapangan kerja buat empat keluarga itu" jelas rara
__ADS_1
"saat oriel menjabat, papi mengirim dua papa temanmu membantu oriel karena mereka tenaga handal. sayang mereka hancur karena kelakuan anak istrinya" ucap donny
"Untung saja kamu ikut opamu, kalau tidak nasib papi akan sama seperti orangtua temanmu. ibu mereka sekarang bekerja sebagai penjaga toko. yang namanya hera bekerja sebagai pelipat pakaian di laundry coin. itu yang menghina mamimu dan ontymu" dengus donny
"kita sudah melewati ujian karena opa keluarga kita bahagia dan sukses. kita harus sayang opa" potong oriel "bahas lain saja pih mih"
"Mau ke mall? ajak avina ya" tawar rara. olline tertawa dan mengangguk
"Jangan membulinya terus" pesan donny
"Dia lucu pih. pernah sekali kami opa oma masuk belanja ke supermarket. dan mendudukkan kami di kedai es krim tapi opa oma lupa memberi uang saku. saat es krim tiba olline tidak punya uang, jadi minta avina bayar duluan. dia sangat marah dan ngambek. untung gak nangis" kenang olline. oriel terbahak bahak "urusan uang dia sungguh menggemaskan"
"uang dia lebih banyak dari papi , olline" donny menjelaskan
"uang onty rere?" tanya olline memastikan
"bukan, uang avina lebih banyak dari papi" tegas donny . oriel dan olline cengo. "kok bisa?" tanya oriel polos
"perhatikan nilai kekayaan regine dan hansen berbeda sangat jauh tiap tahunnya. karena rekening avina masih menggunakan rekening ibunya jadi namanya tidak naik sebagai nominasi. opa sudah pernah memberitau papi berapa banyak uang yang di miliki avina sebelum membawamu ke jakarta , nak"
"pantas opa sayang padanya" gumam oriel
"salah oriel. opa tak pernah memberi apapun padanya apalagi memanjakannya. dari luar orang sangat iri pada statusnya putri tunggal sultan. tapi.. sesungguhnya dia sangat kasihan. diusia sekecil itu dia sudah bekerja keras dan begadang demi nama baik orangtuanya.. opa dan aku sayang padanya karena kasihan melihat cara kerja kerasnya di usia muda" olline menerangkan
"sudah ayo kita jemput avina dan rere" ajak rara. olline pun segera berpamitan pada donny menuju rumah rere yang sudah bersiap di jemput dengan avina
"papa avina pergi dulu ke mall ya" pamit avina mengecup pipi hansen "hati hati dijalan sayang" hansen menciuminya . avina menjulurkan tangan. hansen tertawa. segera meletakkan dua lembar uang merah ke tangan kecil itu.
melihat harvey menatapnya datar. avina langsung mengecup pipi kakaknya dan menjulurkan tangan. harvey menatapnya datar lalu memberikan lima lembar uang merah. avina mengambilnya
__ADS_1
"Terima kasih kak avy. avina duluan" ucapnya sambil tertawa. ia menyerahkan semua uang itu pada rere. rere terbahak bahak di tatap datar oleh hansen dan avy
"avina ini tadi opa menitip uang untukmu kalau mau ke mall" ana menyerahkan selembar uang merah "ini dari oma" katanya sambil menyerahkan selembar uang merah lagi
"terima kasih oma cantik" avina mengecup pipi ana lalu mmeberikan uang itu pada rere. rere kembali tertawa lalu berpamitan pada suaminya
"Belikan apapun yang dia mau sayang, kalau dia tak mau paksa dia" bisik hansen. rere mengangguk
mereka pun menaiki mobil rara. "lama sekali" omel olline pada avina "dia baru meminta uang pada seisi rumah" rere yang menjawab sambil tertawa . rara ikut tertawa
"Dapat berapa?" tanya olline datar "sembilan ratus ribu. opa seratus, oma seratus, papa dua ratus, kak avy lima ratus" jawabnya jujur
"uangmu banyak sekali, nanti kamu yang traktir" ledek olline. ia mencebik mengundang tawa semua penghuni mobil
Dua jam mereka berputar putar tapi tak ada yang belanja. akhirnya mereka masuk ke sebuah toko penjual pita. ketiganya memilih pita untuk avina. tapi saat mau membayar di kasir mereka bertemu dengan lusy. lusy menundukkan kepala. mereka segera melakukan pembayaran. olline dan rara tak melihat lagi keberadaan lusi
empat wanita itupun segera menuju steakhouse. masing masing memesan seporsi steak .
"personal bill" ucap rere. pelayan mengangguk lalu berlalu
saat steak tiba , olline memotong kecil kecil steak itu dan memindahkan ke hadapan harlene. harlene makan dengan tenang sampai habis
setelah selesai makan mereka meminta bill. rere dan rara membayar bill. sampai pelayan membawa kembaliannya.
"uangmu masih ada sayang, mau beli sesuatu?" harlene menggeleng pada ibunya "sudah mi, tak ada yang mau dibeli lagi" rere mengangguk
"kita beli kalung ya" ajak rere. "ini masih ada dari oma waktu bayi dulu. kalau dibuka nanti oma ngambek" tutur avina.
"kakak belikan gelang ya sayang" ajak olline. "mentahnya saja kak, avina sudah punya gelang di kasih kak harvey" olline langsung menciuminya karena gemas
__ADS_1
"Bagaimana kalau gelangnya buat opa saja" tanya seseorang dengan menyeringai langsung duduk di kursi antara rere dan rara . wajah keduanya langsung dingin