Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 74 - showroom kemalingan


__ADS_3

"Honey. maaf suasana tadi membuatmu tak enak hati. jangan pikirkan.. kasihan bayi kita" ucap gerald sambil mengusap perut harlene. harlene mengangguk


esok paginya, dikantor saat gerald meeting. harlene menghubungi hansel dan menjelaskan semua cerita tentang reinald. mulai dari kejadian masa lalu sampai kejadian tadi malam . tak lupa harlene menceritakan saat gerald menjual perusahaan dan perusahaan warisan. semua uang dia serahkan pada harlene secara seluruhnya dan semua aset gerald atas nama harlene saat ini.


"Opa akan minta kak harvey mengurus masalah ini, opa berpikir tak lama lagi dia akan melakukan kecurangan dan kriminal. misalnya mencuri stock. kamu tetaplah diam disana seperti orang bodoh , sayang"


"Baik opa. terima kasih" hansel memutuskan sambungan ponselnya . ia langsung menghubungi harvey dan hansen melakukan conference call membahas reinald dan meminta beraksi secara diam dan merahasiakan dari harlene mengingat ia sedang hamil ditambah posisi gerald akan serba salah nantinya


*****


enam bulan usia kehamilan harlene


Raymond, Hansen, Regine, Aretha, Gerald mengantar Harlene memeriksa kandungan. dokter mengatakan kedua janinnya laki laki.


Gerald tentu bahagia memiliki banyak penerus yang handal nantinya.


"Kalau cewe lagi kaya gladys mulutnya, mami bisa bisa ketergantungan internet" ucap aretha. membuat semua tertawa


"kita pindah ke mansion ya honey?" ajak gerald


"Aku ingin tinggal di G park kak" gerald mengangguk


"Aku akan menambah container agar anak anak nyaman" harlene mengangguk


"Papa senang perubahanmu" puji hansen "Sejak menikah papa belum pernah bertengkar dengan mama, karena papa selalu mengalah. mengalah untuk istri tak ada ruginya karena yang menang anak anak. kamu taukan sepelit dan sekeras kepala apa mama , sama dengan avina"


reinald yang mendengar berita gerald akan segera pindah ke G Park, mempercepat langkahnya. Tengah malam ia menyusup ke showroom yang sudah dia pantau tiga bulan. reinald tak sadar alarm sudah berbunyi saat ia menyusup. pengawal langsung siaga . begitu ia melancarkan aksinya para pengawal langsung meremukkan kedua kakinya sampai hancur baru menyeretnya


Keributan ini membuat para petugas keamanan di showroom menghubungi gerald, gerald bangun dan berpapasan dengan raymond yang memiliki perasaan tak enak sehingga duduk menikmati kopi di meja bar


"Mau kemana gerald?" tanya raymond

__ADS_1


"Showroom kemalingan pih. malingnya tertangkap, sekarang gerald mau kesana"


"Papi ikut nak" raymond masuk kekamar mengganti pakaiannya


"Mau kemana pih?" tanya aretha


"Daritadi papi ga bisa tidur, perasaan papi ga enak rupanya showroom kemalingan, papi mau temani gerald sekarang. mami jangan terlalu lelap. awasi avina ya, dia hamil besar"


"iya papi hati hati sama gerald" raymond mengangguk lalu bergegas masuk ke mobil setelah mengunci pintu utama


hansen menyeringai melihat kepergian mereka dari jendela kamarnya di lantai dua karena alarm di ponselnya sudah menunjukkan warning showroom kemalingan. ia langsung memeriksa cctv showroom


saat gerald dan raymond tiba, suasana sangat ricuh. para petugas keamanan hampir saja membakar reinald. wajahnya sulit dikenali karena babak belur , kedua kakinya berdarah


"hentikan" teriak gerald. alangkah terkejutnya raymond dan gerald melihat siapa maling itu . petugas kepolisian pun tiba


"Hanya salah paham, tak ada masalah" kata raymond menyerahkan sedikit uang pada petugas kepolisian. "putra saya di kira maling"


"benar saya Gerald Millano pemilik G park, ini kakak saya Reinald Millano. kami akan selesaikan kekeluargaan" imbuh gerald . akhirnya petugas kepolisian pergi


"Kita bawa ke rumah sakit. aku panggil ambulance dulu" ucap gerald sambil menghubungi hansen minta percepat ambulance ke showroom . tak lama ambulance tiba membawa reinald yang tak sadarkan diri ke rumah sakit


raymond , gerald, yemima ikut menggiring ambulance . dokter melakukan pemeriksaan. tak lama hansen dan regine tiba di rumah sakit


"Apa yang terjadi?" tanya regine "Katanya showroom kemalingan , gerald"


"Iya mah.. tadi ada maling mau mencuri stock mobil sport mini , barang sudah dipindah ke cold diesel sebagian ternyata ketangkap petugas keamanan. mereka langsung bertindak duluan. karena suasana gelap mereka tak mengenali pelakunya. bahkan saat kami tiba, wajah pelaku sudah tak bisa dikenali. ternyata kak reinald" lapor gerald


"Ya ampun. kenapa dia bisa mencuri, dia tau jelas itu showroom kak harvey, kalau kak harvey tau apa yang terjadi , gerald? bagaimana ini pa" tanya regine khawatir "apalagi kalau daddy tau, habislah sudah"


Yemima, gerald, raymond langsung pias mendengar nama hansel. hansel adalah bekas kepala mafia MS. Menggantikan harisno yang sekarang sudah di gantikan haekal. menyinggung hansel dan keluarganya bukanlah hal mudah. reinald tak akan lepas kali ini

__ADS_1


"Kita semua di posisi serba salah , sayang. Disatu sisi anak kita di rugikan, di sisi lain yang merugikan anak kita adalah kakak gerald dan putra raymond besan kita. salah bicara akan menyinggung banyak orang bahkan merusak kekeluargaan. sebaiknya kita diam" jawab hansen setelah berpikir beberapa saat


jawaban hansen membuat yemima, raymond, gerald makin pias dan shock.


"kenapa reinald sebodoh itu maling di showroom anakku. harus bagaimana sekarang? harlene sedang hamil. bagaimana kalau harlene tau dan tertekan pah" regine mulai menangis . hansen memeluk tubuh kecil itu dengan wajah kecut.


"Tenanglah sayang. papa banyak pikiran sekarang" ucap hansen sambil menyeka airmata istrinya.


dokter keluar dari ruangan IGD "keluarga Tuan Reinald" panggil dokter


"Saya istrinya dokter" jawab yemima


"Hasil rontgen dan city scan menyatakan tulang tengkoraknya juga ada keretakan dan ada gumpalan darah beku. tulang rusuknya patah tiga. dua kaki dan tangan kanan pasien remuk dan seluruh tulangnya hancur"


"dua kaki dan tangan kanan pasien harus segera di amputasi. bila bersedia harap urus prosedurnya" terang sang dokter


Yemima langsung terhuyung. raymond sempat menahan tubuh yemima sementara gerald meminta perawat membantu yemima.


istrinya sedang hamil besar, rumah sakit ini full cctv , ada kedua mertuanya pula didepannya. gerald tak mau ambil resiko memapah yemima, bisa bisa rumah tangganya di pertaruhkan lagi. satu masalah reinald belum selesai muncul pula masalah lain nantinya


"Kamu istrinya, kamu yang memutuskan" ucap raymond tak mau di salahkan saat reinald siuman nanti


"saran gerald, biar dokter memberi suntikan anti sakit dulu pada kak reinald. nanti kak reinald yang memutuskan. kita semua tau sifat kak reinald. bisa bisa dia menyalahkan kak yemima seumur hidup atas keputusan yang memang hanya satu pilihan saja" potong gerald. raymond mengangguk


"Berikan suntikan anti sakit dulu ya dokter, biar pasien yang memutuskan" perintah hansen mantan pemilik rumah sakit. dokter mengangguk dan masuk ke IGD


setengah jam kemudian reinald mulai siuman. yemima memanggil dokter agar bicara langsung pada reinald. mendengar penjelasan dokter reinald langsung mengamuk tapi tubuhnya tak dapat di gerakkan


"Reinald ini rumah sakit, bersikap baiklah atau siapapun tak mampu membantumu selain dirimu. katakan sendiri pada dokter apa kamu mau di amputasi atau tidak. jika tidak kami hanya bisa menyerah. jika mau kami akan membayar biayanya" tegas raymond menatap tajam pada reinald


"Ma-mau pi" jawab reinald pasrah sambil menangis.

__ADS_1


"ambil surat persetujuan operasi kakak ipar, minta kak reinald cap jempol baru kakak ipar tanda tangani agar kelak kak reinald tidak menyalahkan siapapun" perintah gerald. yemima menjalankan perintah gerald. akhirnya raymond membayar deposite agar reinald bisa segera operasi



__ADS_2