
Mendengar ucapan avina , olline sungguh malu sekali. dia sudah dewasa malah memikirkan diri sendiri sementara avina yang masih kecil sungguh memikirkan orangtuanya bahkan ia sangat takut posisi orangtuanya bergeser
"Kakak boleh belajar kerja sama avina?" tanya olline akhirnya ia memutuskan menjadi orang berguna
avina mengangguk "belajar sama opa. opa pinter kak" olline mengangguk . ana senang melihat perubahan olline
Senin pagi olline sudah berpakaian rapi. kemeja putih lengan panjang dan celana bahan warna hitam saat sarapan usai. olline langsung melapor pada hansel
"Opa, ijinkan olline belajar bekerja" hansel mengangguk. "kamu akan di training selama sebulan untuk di cari bakatmu di bidang apa. tahap awal adalah menggali siapa dirimu" jawab hansel dingin
"Baik opa. Mohon bimbingan. Terima kasih" jawab olline sopan
sebulan berlalu, setelah melewati masa training , olline menunjukkan perubahan sikapnya. bahkan saat hansel mau menyerahkan sisa uang sakunya 2,9 juta rupiah, olline menolaknya
"Opa pegang saja. sabtu minggu baru olline minta, takut kepake uang avina lagi" jawab olline. sepertinya ia trauma pada kejadian sebelumnya. hansel mengangguk
Tiap sabtu hansel memberi 50 ribu pada avina & olline, ana juga memberi 50 ribu pada olline & avina.
lewat satu bulan, hansel belum berhasil menemukan bakat olline. memang tiap orang berbeda beda. saat masa sekolah bahkan nilai akademiknya sangat rendah kalau tidak di bantu money power donny pastinya ia tak akan lulus. bukan karena dia bodoh tapi karena pikirannya hanya bersenang senang dan belanja
hansel memanggil olline ke ruangannya di kantor "Nona Carolline, Anda belum lolos training tahap satu. anda masih harus berjuang di tahap kedua training yang masa waktunya dua bulan. cuma anda sudah digaji seperti perjanjian awal. tiap harinya 100 ribu. sakit atau libur tidak digaji. jangan patah semangat, malu dengan avina kalau putus asa. tunjukkan kemampuanmu. fokus dan konsentrasilah"
"Ini uang kiriman ayah anda. anda bisa menandatangani tanda terimanya" ucap hansel
"Tidak Tuan Besar, Saya tak membutuhkan uang ini. Jika bisa simpankan saja titipan Tuan Donny. kedepannya saya sudah ada gaji sendiri" jawab Olline "Saya akan berusaha lebih keras lagi, saya tak akan kalah pada Nona Muda Harlene"
"Bagus, saya tunggu hasil kinerja anda" ucap hansel. "Saya permisi Tuan Besar"
dikantor mereka memang harus memanggil dengan sebutan formal. itu adalah didikan dan aturan hansel.
__ADS_1
Training tahap kedua yang berlangsung dia bulan, olline masih saja gagal. tapi saat hansel memasuki ruangan olline, ia melirik tumpukan meja kerjanya. ia melihat orat oret sketsa busana. ada banyak sekali sketsa busana. hansel tersenyum.
hansel mengirim pesan pada dua orang , orang tersebut berjanji akan tiba dalam 48 jam. tapi bertepatan minggu maka mereka menghadap hari senin. hansel menyimpan ponselnya
"Kita akan liburan ke puncak sore ini sepulang kerja. kita kembali senin pagi buta, bersiaplah" perintah hansel saat sarapan
"opa sekalian ajak harvey?" tanya ana. dihadapan cucunya ia memang mengikuti panggilan cucunya
"Tidak, harvey sibuk. diajak pun dia hanya pacaran dengan laptopnya" tolak hansel. avina langsung terkikik
****
puncak
mereka menempati salah satu villa milik regine, bekas milik hansel tapi sudah di renovasi ulang karena sering di rentalkan
mereka bener bener murni liburan, menikmati kuliner dan pemandangan alam. "opa, avina mau beli kaos couple dengan kak olline. opa traktir donk" pinta avina
"Ini uangnya avina. jangan pakai uang oma" ucap hansel sambil menyerahkan dua lembar uang merah pada avina "makasih opa" avina dengan cepat menyambar uang itu. ana dan olline tertawa . akhirnya keduanya membelu kaos seharga 35 ribu per piece sebanyak dua piece.
kalau dulunya olline tak sudi memakai kaos murah. sekarang ia merasa sangat bahagia mengenakannya bersama adik sepupunya yang lucu itu. bahkan tak ada beban sama sekali di hatinya. keduanya langsung memakai kaos kembaran warna putih model slimfit bertuliskan puncak dan mengambil selfie selfie diarea sekitar
avina keasyikan main poto poto, tiba tiba sudah hilang dari pandangan mata ana. ana berlari keliling mencari avina dan olline. tapi tak kelihatan. hatinya semakin kacau. dia berlari kesetanan. akhirnya ia melihat dua cucunya sedang berpoto poto di area wisata yang penuh keramaian
"Hei jangan terlalu jauh kalau berpoto, disini saja sayang" teriak ana , olline langsung menggandeng avina agar tidak semakin jauh.
"Anak nakal. nanti kalau kamu hilang bagaimana sayang? bisa bisa oma di gantung opa" omel ana mengelus dadanya . avina tertawa
"tenang oma, olline akan jaga avina" ucap olline serius, ia terus menggandeng tangan mungil itu . ana mengangguk
__ADS_1
"sepintar apapun dia hanya anak kecil. kalau sudah asyik pasti lupa diri. itu makanya opa sangat takut melepasnya dari pandangan mata. avina belum paham mawas diri" keluh oma .
"kita pulang saja sebelum avina makin asyik sendiri. kalau mau keluar kita jalan dengan opa. oma takut dia hilang" ajak ana sambil memegang lengan kiri avina. sementara olline memegang lengan kanan avina
"sudah pulang?" tanya hansel melihat keduanya menggunakan kaos kembaran.
"sudah opa, bagus kan kaosnya kembar dengan kak olline" hansel mengangguk
"Setelah beli kaos, dia asyik selfie selfie" lapor ana
"Lalu hilang?" tebak hansel "bener, jantungku mau lepas" ucap ana mengusap dadanya
"Ada olline disisinya, olline pasti menjaganya. olline dan avina bukan anak lemah. sejak kecil mereka memiliki dasar bela diri yang kuat" ucap hansel
"tapi dia tetaplah anak anak. kalau sudah asyik main pergi saja tanpa sadar"
"yakinlah, olline sangat menyayanginya. olline tak akan melepasnya" tutup hansel. ana mengangguk , olline merasa terharu melihat nilai percaya hansel padanya . diam diam ia berjanji pada diri sendiri tak akan mengecewakan hansel.
Selama tiga bulan ini, olline banyak belajar tentang hansel , ana, avina . sungguh jauh dari bayangannya dulu yang menganggap avina di istimewakan atau di perlakukan seperti ratu. sebaliknya sesungguhnya ia yang menjalani kehidupan seperti ratu
ana adalah seorang wanita lemah lembut dan baik hati. ia adalah istri yang patuh dan nenek yang penuh kasih sayang. pekerjaannya hanya mengurusi suami dan dua cucunya baik makan atau kesehatan mereka. ia juga tak pernah bersitegang dan berkeras hati pada hansel
Dulu olline berpikir hansel memanjakan avina dan pilih kasih pada avina. Ternyata semua tidak bener, hansel bahkan tak pernah memberikan kemewahan apapun pada avina. Tak memberi uang, materi apalagi harta. hanya saja mungkin karena avina masih kecil. sedikit lebih mengawasi avina agar tidak celaka, cedera atau luka sama seperti olline sekarang. khawatir dia hilamg atau cedera
Dari pengalaman tiga bulan ini, avina sama sekali tak mendapat hak istimewa apapun. hanya papanya sering menelponnya di akhir pekan. bahkan hati olline kadang perih saat avina banyak kerjaan. tengah malam ia sudah mengantuk masih melanjutkan pekerjaannya dengan tanggung jawab agar selesai sesuai deadline tuntutan kliennya. sungguh anak kecil yang tangguh
kalau saja avina mau, ia bisa memilih menjalani kehidupan seperti seorang ratu di sisi orangtuanya. siapa avina? putri tunggal orang terkaya dunia. tapi dia tak begitu. dia menjalani semua kerasnya kehidupan dengan penuh rasa syukur di usia sekecil itu.
terlepas dari itu semua avina tetaplah anak kecil biasa menggemaskan, yang tak pandai menjaga diri, yang belum tau bahaya, yang tak tau rasa waspada. menimbulkan rasa iba, rasa sayang, rasa takut keluarganya kalau kalau ia akan mengalami hal buruk sehingga semua orang langsung ingin melindunginya
__ADS_1
olline banyak belajar cara menjadi manusia yang benar sejak berada di mansion opanya ini