Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 86 - Harlene pulang


__ADS_3

"Besok kita pulang ke Indonesia" ucap gerald di meja makan, 6G menatapnya datar "bersama mama" semua menghela nafas lega


"Papa akan mengurus pusat perusahaan hanna pindah ke surabaya, papa akan komunikasi dengan harold nantinya" 6G mengangguk senang


"Hanna, nanti kita jalan jalan beli es krim di surabaya" kata gladys "uangnya minta siapa?" tanya hanna datar "Disini hanna minta uncle harold"


"Papa.. papa yang akan membayar semua es krim hanna" jawab gerald cepat "papa kerja" jawab hanna datar


"papa akan memberikan uang mingguan untuk hanna membeli es krim" ucap gerald meyakinkan hanna . hanna hanya mengangguk


"kenapa wajahnya mirip papa tapi sifat pelitnya mirip mama?" tanya gavi asal dan mendapat tatapan tajam dari gerald


"Like mom like daughter" jawab hanna datar


"Biasa disini semua uncle harold yang traktir kalau hanna di ajak keluar" jawabnya


"kedepannya pakai uang papa saja" titah gerald


♡♡♡♡♡♡


Indonesia


Mansion Millano


"Mana kamarku?" tanya harlene , gerald menatapnya datar lalu menarik tangannya ke kamar


"Buat apa pindah kesini?" tanya harlene heran


"Villa sudah di beli kak reinald, tenanglah biasa mansion aku bayar dengan laba saham kingswell" jawab gerald


"Ini adalah kartu uang kamu tinggalkan dulu. dan uang penjualan villa ditambah biaya rental cafe dan butik dari kak reinald juha didalam" gerald menyerahkan kartu hitam yang di tinggalkan harlene dulu


"Dikartu ini, ada pengembalian modal gedung triple G dari gallen, G Park dari Gab tapi saham kita tetap berjalan didalam" gerald menyerahkan sebuah kartu hitam pada harlene "pasword tanggal pernikahan kita"


"Seluruh gajiku aku kirim bulat bulat tiap bulan ke rekeningmu, aku tak menyentuhnya sama sekali" terang gerald. harlene membuka dompetnya dan mengambil kartu hitam selembar "Uang gajimu masih untuh dikartu ini. kami tak pernah nenggunakannya. kami hidup dengan uang opa hansel di german"


"Berikan uang sakuku 8 tahun ini honey, aku mau memberikan pada hanna. selama ini aku memakai laba dari kingswell untuk biaya mansion, biaya anak sekolah, biaya hidup kami" pinta gerald


"Tak perlu, hanna sudah banyak uang" tolak harlene dan menyimpan kembali kartu gaji suaminya


"Honey, aku belum pernah memberi apapun buat hanna, berikanlah uang sakuku yang dirapel"


"Ambil saja kembali semua kartumu" harlene menyerahkan tiga kartu hitam dengan marah


"Tidak. baik baik tak usah berikan. simpanlah semua. aku akan berusaha sendiri mencari uang"


"besok siapkan laporan perusahaan kingswell selama tujuh tahun di mejaku" ucap harlene. gerald mengangguk pasrah

__ADS_1


"Darimana uang membeli jam tangan kemarin?" tanya harlene


"Ehmm.. itu.. itu.."


"wow menyembunyikan uang?" sindir harlene


"Bukan. saat kamu pergi aku mengakuisisi perusahaan orang dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. labanya aku simpan. aku menggunakannya hanya 5x, membeli mobil buat 2G, membeli jam tangan buat 5G, membeli saham kingswell dan beberapa saham perusahaan lain yang modalnya sudah kembali. sudah aku masukin ke kartu itu. membeli lahan untuk RV catering, modalnya sudah kembali di kartu yang kamu pegang. terakhir membeli jam tangan kemarin"


"Berikan laporan besok" ucap harlene "mobil apa yang di beli 2G?" tanya harlene "voiture noire" jawab gerald hati hati


"Apaaaa???" pekik harlene marah "Sungguh luar biasa kalian"


"Ayo jangan marah, usia mereka 21 tahun. mereka harus menemui relasi mereka" bujuk gerald .


"Besok sediakan laporan keuangan seluruhnya termasuk laporan anak anak" tegas harlene . gerald mengangguk pasrah


"Siapkanlah pakaianku, aku mau mandi" titah gerald. harlene mengangguk


gerald membuat Family Group di aplikasi hijau dan menarik anak istrinya ke dalam. termasuk hanna lalu menuliskan pesan


"Gladys besok mama mau minta laporan keuangan 7 tahun"


^^^"baik pah, semua laporan perusahaan sudah tersedia , tinggal serahkan saja. kecuali laporan keuangan papa di luaran"^^^


"Terima kasih gladys"


♡♡♡♡♡


Mansion Millano


lima laki laki bertubuh tegap dan kekar dengan setelan jas hitam dan kemeja putih tiga wanita dengan setelah blazer hitam dan kemeja putih sarapan di ruang makan


"Hanna kamu belum bekerja, bantu mama di kantor" perintah harlene "iya ma"


"laporan perusahaan dan rekening kami sudah lengkap di gladys tiap tahunnya mah" terang gallen


"Laporan punya papa yang diperusahaan juga sudah tersedia, sisa yang di luaran tak pernah melapor mah" terang gladys . gerald menatapnya tajam . 4G langsung menahan tawa


"Papa main rahasia uang?" tanya hanna menatap ayahnya datar "seperti CEO Gideo?"


"Hush tidak benar. papa akan menyerahkan semua laporan tanpa rahasia pada mama. selama ini mama dan kak gladys juga papa sibuk. tapi papa akan beri data akurat" bantah gerald


"Oh asal jangan rahasia uang dan istrinya dimana mana kaya Gideon" ucap hanna datar


"Istri papa hanya satu yaitu mama kalian. selamanya sama, tetap mama" tegas gerald


"Papa mana berani macam macam. nanti mama cari papa baru si papa langsung pingsan" ledek gladys. yang lain tertawa

__ADS_1


"Tuan Besar gideon mau menjodohkan anaknya dengan hanna dulunya" terang harlene


"APAAA??? KAMI TAK SETUJU!!!" Teriak semua orang kecuali hanna


"Beraninya gideon? gallen akan meratakan perusahaannya" seru gallen marah


"Tak perlu di ratakan, nanti akan rata sendiri kak" celutuk hanna datar "Lagipula kalau rata, nanti hanna, mama, papa rugi"


"Akuisisi saja" omel gallen


"Malas, kalau akuisisi sekarang mahal. tunggu saja dia obral" jawab hanna. gladys menahan tawanya


"Collabskan dan beli murah hanna"


"Kalau di collabskan, uang hanna di telan bumi kak, kakak gallen saja sana jadi CEO, saham kita ada 75%.. kakak Depak mereka semua. Hanna jadi direktur keuangan kakak sampai mereka keluar, mumpung papa masih mengurus perpindahan perusahaan hanna kak"


"Boleh juga"


"ini meja makan, bahas kerjaan dikantor" tegur gerald


"maaf pa" ucap hanna dan gallen bersamaan


"Hanna kita bahas di kantor" putus gallen, hanna mengangguk


♡♡♡♡♡♡


Jam 7 pagi


lima keluarga millano yang berwajah selalu dingin memasuki ruangan CEO. melihat hadirnya harlene dalam pelukan gerald ke kantor cukup membuat banyak wanita patah hati karena selama ini mereka berpikir gerald adalah hot duda



Lima orang itu memasuki ruangan meeting di ruangan wakil direktur yaitu ruangan Gallen


"Bagaimana Gideon?" tanya gallen


"Perusahaan itu sebenernya perusahaan bagus, produksi, pemasaran, sdm , managemen semua bagus sekali" terang hana menunjukkan laporan di laptopnya "Tapi istri Tuan Besar Gideon dan Kekasih Tuan Muda Gideon selalu hedon sehingga lebih besar pasak daripada tiang. itu yang membuat mereka membutuhkan investor dan jalan di tempat"


"Saham hanna 55 persen, mama 10 persen, papa 10 persen, total 75 persen. papa bisa mewakilkan millano menunjuk kak gallen sebagai CEO baru, kak gladys sebagai direktue tehnologi, hanna sebagai direktur keuangan. setelah kita audit dan ambil jabatannya mereka akan macet dan kacau. disanalah kita bisa beri dua pilihan. menarik saham atau mengakuisisi. kalau milano wijaya westin menarik saham. tak ada investor yang berani berinvestasi lagi" jelas hanna "ini laporan keuangan, grafiknya bagus sekali tapi semua hancur gara gara wanita mereka"


semua fokus pada ucapan hanna yang dingin, tegas, dewasa. semua ucapannya sangat akurat dilampirkan data dan bukti


"Masalah ini kami serahkan pada papa, data pemegang saham ada di mama, papa atur sendiri saja" tutup hanna. gerald mengangguk.


"Baik papa bereskan, kalian bersiaplah lusa" putus gerald . semua mengangguk


__ADS_1


__ADS_2