Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 2 - pindah kerumah andrew


__ADS_3

sore jam empat


rere belum sempat masuk sepenuhnya kedalam rumah. suara bentakan sudah menyambutnya


"Mana uang saku pemberian andrew?" rere langsung meletakkan kardus berisi buku dan membuka tas selempangnya dan menyerahkan 250 ribu pada ibunya


"biasa tiga ratus ribu, mana sisanya?" sang mami langsung merogoh tas dan saku rere


"hanya itu yang diberi mam" jawab rere lemas "itu uang untuk beli buku tulis nanti saat masuk sekolah kata om andrew mam. sebagian buku sudah diberikan. makanya mungkin dikurangi"


rere menunjukkan tumpukan buku tulis yang masih baru dari dalam kardus pada maminya


"Tahun ini mami ga ada uang, mami sedang memikirkan uang untuk membayar spp tahunan kak rara, belum lagi spp regan. kamu minta bantuan pada sahabatmu dulu" perintah mami. rere langsung lemas


"Mi.. rere boleh bicara?" tanya rere "katakan"


"Tadi om andrew nanya mengenai uang spp dan uang buku rere tahun ajaran baru. rere sudah bilang spp gratis karena beasiswa. lalu sisa uang buku yang belum ada dana. om andrew memberi lowongan maid di rumahnya dengan gaji dua juta sebulan. nanti untuk bolak balik ke sekolah bisa langganan ojol sebulan enam ratus ribu. makan di tanggung tiga kali sehari"


"lhoo kenapa kamu ga terima langsung? kan lumayan 2 juta bisa bantu nambahin spp kak rara?" tanya mami. "kamu sekarang telepon andrew dan setujui saja tapi ambil gaji di awap setahun kedepan"


"Masalahnya tadi om andrew juga bilang, tak bisa sistem pinjam uang mih. dia sudah berusaha bantu rere jadi tak diijinkan meminjam uang" mendengar jawaban rere, mami mengusap wajahnya kasar


"Mih.. sudahlah jangan paksa rere lagi. rara gapapa bayar spp bulanan mih. jangan memaksa diri lagi. rara mohon mih" ucap rara yang baru keluar dari kamar . wajahnya memancarkan kesedihan menatap adiknya


"tapi sayang, masuk tahun ajaran baru harus membeli buku cetak, buku tulis, seragam olahraga dan spp sebulan punya kamu dan regan, totalnya 25 juta. uang mami baru terkumpul 15 juta, hasil minjam gaji dari bos mami"


"nanti rara minta buku kakak kelas. kemarin rara sudah bicara dengan kak airin, dia masuk kuliah tahun ini. dia bilang boleh pinjam bukunya mih"


"kalau begitu uang mami kurang 6 juta lagi nak.. rere kamu coba minta bantuan andrew pinjam gaji kamu di awal enam juta"


"mih.. tadi om andrew sudah tegasin begitu. tapi gimana kalau rere pinjam saat mendekati masuk sekolah nanti. mana tau di beri. kalau tidak diberi , rere coba pinjam sama onty farah atau onty kumala"


"Baiklah" putus mami akhirnya . rere pun segera masuk kekamarnya dengan sendu. ia merasa seperti anak pungut saja


♡♡♡♡♡

__ADS_1


Tiga minggu kemudian


rere susah memasukkan barangnya ke kardus


"Om mami ijinkan rere tinggal di rumah om menjadi maid" rere mengirim pesan pada andrew


"baiklah minta uang 50 ribu pada mamimu naik ojol mobil membawa barangmu ke rumah om ya nak. semangat bekerja"


"Baik om, terima kasih" balas rere


rere menemui maminya segera "mami, ini pesan om andrew" rere menunjukkan ponselnya


"nyusahin aja , pakai ojol motor saja" protes mami


"tapi ga muat mih, barang rere dua dus besar"


"bagaimana enam juta itu? kenapa tidak tanya pada andrew?"


"sekarang rere ga berani mengingat ultimatum om andrew tak bisa pinjam uang. nanti saat rere tiba akan rere tanyakan ya mih, cuma nanti kalau om andrew tanya kapan mami kembalikan, rere jawab apa?" tanya rere


"apaaaa?? kenapa tanya mami?? kamu kerja kan buat bantu pendidikan rara . ya kamu potong dari gajimu donk"


"itu urusan kamu, kamu ga perlu jajan supaya dalam lima bulan sudah lunas , jadi kamu masih bisa bantu kirim ke mami setelah lima bulan" tegas mami. rere memijat pelipisnya


"Akan rere coba ya mih" sang mami mengangguk dan memberi lima puluh ribu pada rere , rere memesan driver online melalui aplikasi ponselnya lalu bersiap berangkat dengan hati yang hancur


"ini nomor rekening mami, minta andrew kirimkan uangnya ke rekening mami nanti" rere menerima kertas itu dan memotonya lalu menyimpan kertas dalam tasnya


***


rumah sherly


jam 09:00


tiba di rumah kak sherly, carissa dan sherly menyambut rere dengan gembira

__ADS_1


"shalom tante, kak sherly"


"shalom" jawab mereka bersamaan


"akhirnya keluar juga kamu dari neraka" ucap carissa penuh iba. "sity bawa naik barang rere dan susun rapi di kamarnya, kamarnya di ujung depan kamar sherly" perintah carissa


"biar rere aja tante"


"no kamu berikan kunci kamarmu saja" tolak carissa . rere terpaksa memberikan kunci kamar agar maid bisa membawa barangnya


"duduk dulu. ceritakan bagaimana kamu diijin kesini?" tanya carissa.


"mami minta rere kerja disini dan harus meminjam enam juta pada om andrew untuk biaya sekolah kak rara dan regan, rere sudah bilang dilarang minjam uang oleh om andrew tapi mami mendesak" rere menceritakan selengkapnya masalah pinjaman


"dasar tak punya hati, dia memperlakukanmu seperti anak pungut" umpat carissa


"mungkin rere memang anak pungut tante" jawab rere sedih


"anak pungut apaan, wong kamu lahir, tante sama om andrew yang temani mamimu ke rumah sakit sampai kamu brojol oek oek" jawab carissa


"jadi bagaimana enam jutanya?" tanya carissa


"inilah rere mau minta tolong kak sherly bantu kirim ke mami dengan rekening kak sherly. jadi mami ga ganggu rere selama lima bulan kedepan" jawab rere "boleh" jawab sherly


"berapa rekening kak sherly, biar rere transfer dulu ke kak sherly, nanti kak sherly tolong transfer ke mami" sherly menuliskan rekeningnya di kertas untuk rere. rere pun mengirim 6,5 juta pada sherly lalu memberikab kertas dari maminya yang berisi nomor rekening sang mami


diam diam sherly merekam pembicaraan itu lalu mengirimkan pada daddynya


"kak bantu kirim enam juta ke mami ya, trus kalau kakak ada keluar tolong ambilin 500 ribu buat ongkos ojol selama rere sekolah, maaf repotin dan makasih ya kak"


sherly mematikan rekaman dan berucap "jangan sekarang, nanti saja pas mau masuk sekolah, biar mamimu ga mudah menjadikanmu sapi perah re" kata sherly disetujui carissa "ini lima ratus ribunya, kebetulan kakak ada bawa duit" sherly menyerahkan uang lima ratus ribu pada rere "makasih kak"


"sudah sana kalian jalan jalan beli sepatu sekolah dan kuliah ke mall atau kemana" kata carissa . ia menyerahkan uang tiga juta pada sherly dan tiga juta pada rere


"jangan tante, sepatu rere masih ada" tolak rere tak enak hati "sudah sana beli, awas kalau ga beli, awas kalau ga habis uangnya" omel carissa. akhirnya rere menerima uang itu

__ADS_1


"Naik motor aja ya re, aku bonceng kamu" rere mengangguk . mereka pun segera berangkat setelah pamitan pada carissa "hati hati dijalan" pesan carissa diangguki keduanya



__ADS_2