Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 5 - Minta uang lagi


__ADS_3

suasana penuh emosi yang mengharukan perlahan mulai tenang , mereka bicara dengan serius sekarang


"Sayang, pastikan mami tidak tau kita saling mengenal atau pernah bertemu, jangan sampai mami gau dad ada di kota ini" rere mengangguk


"Belajar dengan tekun, Selesaikan UAS dengan hasil terbaik, dad akan membuat drama beasiswa untukmu di fakultas kedokteran di london, agar mudah menghabiskan waktu denganmu di luar jakarta, nak. tapi ingat lolos ga lolos beasiswa kamu tetap berangkat ya sayang"


"Baik rere paham"


"Mansion andrew milik dad, dad hadiahkan untuknya sebagai imbalannya ia harus menjagamu dengan baik. jadi jangan merasa menumpang atau tak nyaman disana. bila mereka memberimu uang terima saja karena itu uang dad"


"Baik dad"


"Jangan sampai ada oranglain tau bahwa kamu sudah sadar, aku daddymu nak. biarkan semua berjalan seperti dulu" rere mengangguk


"Jangan berikan uang pada mami, nanti farid akan muncul kembali membuat masalah. Dad sudah cukup membantu mami dari belakang. kalau tidak gaji wanita seusianya di toko bangunan kecil sebagai tenaga adm tak mungkin 20 juta"


"apa 20 juta? kata mami 9 juta, kemana semua uangnya?"


"di porotin farid, jadi bersikap buta tulilah sementara ini sampai tiba waktunya kamu mendengar semua fakta masa lalu nak" rere mengangguk


"dad akan pergi lagi?"


"dad akan selalu berada disisimu dalam jarak aman, kapan kamu butuh dad, dad akan ada untukmu, sayang"


"RV cafe adalah namamu, cafe ini milikmu, bermainlah sepuasnya disini sampai waktunya berangkat nak" rere mengangguk "Terima kasih dad" mereka kembali berpelukan


"Pulanglah dengan motor , pengawal akan membuntutimu dari jarak aman. lain kali jangan naik motor malam malam. maaf dad tak bisa menyediakan mobil untukmu takut ada benalu kembali mengganggu , tapi dad sebisa mungkin menjagamu"


"Rere pulang dad" pamitnya "Tunggu"


"Jordan kemari ambilkan poto kami berdua dengan ponselku" perintah hansel , jordan segera melakukan perintah majikannya


"Rere juga uncle"


jordan mengambil banyak poto dengan dua ponsel itu sampai di perintah berhenti baru ia berhenti


"simpankan nomor kami di kedua ponsel itu" perintah hansel


"Sayang, poto nanti simpan di email. hapus galerymu nak"


"Dad berikan rere sedikit angpao, agar rere punya penjelasan pada om andrew bahwa pemilik cafe memberi tips atas kinerja rere" hansel mengangguk dan memberikan lima juta dalam angpao pada rere "rere akan transfer kembali uangnya dad"


"Apalah.. buat apa, lupakan saja tentang uang nak"


"rere paham dad.. rere pulang dulu ya" pamitnya setelah menyelesaikan perintah ayahnya.


hansel tersenyum puas "Terima kasih Tuhan, hari tuaku tampaknya tak kesepian" batin hansel

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡


Mansion Andrew


"Sudah pulang nak?" tanya andrew


"sudah om"


"Bagaimana hansel?"


"ia bos yang baik, tadi malah memberi tips lima juta pada rere, asyikk juga punya bos baik" kata rere sambil memcium angpaonya . andrew dan carissa tertawa


"Tidurlah, besok harus bangun pagi nak"


"rere naik dulu om tante, selamat malam" pamit rere "malam nak" ucap pasutri itu bersamaan


♡♡♡♡♡


dua bulan kemudian


ana datang ke sekolah menunggu rere di parkiran motornya . saat rere muncul dengan lesu , ana mengernyit


"Kamu kenapa sayang?" tanya ana


"Lapar mam, tapi gapapa sebentar lagi pulang ke rumah om andrew sudah bisa makan" jawab rere yang benar sedang lapar "kita makan bakso di depan ya, jangan sampai kamu pingsan nak"


"mami ada uang lima puluh ribu, bisa buat ojol pulang nanti. ayo sayang kita makan dulu"


"Mam naiklah, kita ke tukang bakso depan" reee segera melajukan motornya ke warung bakso seberang sekolahannya


mereka makan dengan tenang, hati ana tak tega putrinya pucat karena kelaparan. semua karena keegoisan ana selama ini ,habis makan ana memulai pembicaraannya.


"bulan ini hutangmu sudah lunas pada andrew, bisakah kamu meminjam lima juta lagi pada andrew membantu biaya hidup kami?"


"Mami.. rere sekolah tersisa dua bulan lagi, sekarang rere ikut ujian beasiswa di beberapa negara, german, paris, amerika. doakan lolos beasiswa karena kalau lolos, rere bisa kuliah sambil kerja parttime. gaji diluar lebih lumayan daripada disini, semoga bisa bantu mami dan keluarga kita. kalau bisa rere cari modal buat mami jualan kecil kecilan dan mengubah taraf hidup keluarga kita"


"mengenai pinjaman, rere ga mau nama rere rusak setelah meminjam malah ga mampu bayar dengan pergi begitu saja. ga enak sama om andrew, kelak dia tak akan mau bantu kak rara atau regan disaat kesulitan hanya gara gara perbuatan buruk rere sekarang. sisa masa sekolah rere dua bulan lagi , kalau mami mau , rere coba pinjam dua juta sama om andrew. mudah mudahan diberi"


ana menghela nafas berat, ucapan rere ada benarnya juga. harus memikirkan efek di kemudian hari. kalau kalau keluarganya di black list oleh keluarga andrew


ana pun bukannya tidak merasa terbantu sejak rere tinggal di rumah andrew, dia sudah tak menanggung makan rere, bahkan ia melihat sepatu rere lebih layak daripada saat bersamanya meski ia tau sepatu rere harga 200 ribu. setidaknya ga sobek sobek seperti saat bersamanya


"Baiklah mami doakan kamu lolos beasiswa nak, cobalah ajukan pinjaman pada om andrew dua juta"


"Lusa rere kabarin mih, lusa akhir pekan om andrew biasa di rumah sama keluarganya" ana mengangguk lalu mengeluarkan uang dua puluh ribu dari sakunya membayar bakso yang mereka makan


*****

__ADS_1


Minggu pagi


"kak sherly boleh rere minta tolong?" tanya rere sambil menghampiri sherly


"apaan? mintol transferin uang ke mami kamu yang durhaka itu?" rere mengangguk dengan tersenyum kecut


rere menyerahkan uang tunai dua juta pada sherly. itu adalah hasil kumpulan uang jajan yang tiap pagi diberikan carissa padanya. sherly segera mengirim dua juta ke rekening ana


"makasih kak, kakak baik banget" ucap rere memeluk sherly . akhirnya mereka berpelukan. sherly merasa sangat iba pada rere tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa hanya bisa memandang punggung kecil itu hendak berangkat kerja


TRINGGG TRINGGG


Ponsel rere berbunyi tanda pesan masuk


"di cafe"


"ok"


pesan singkat dari hansel, dijawab singkat rere. itu kebiasaan mereka buat jaga jaga dari ana takutnya kebetulan disamping rere


****


tiba di cafe, rere langsung masuk ke kantornya. hansel sudah disana. rere langsung memeluk sang ayah, hansel pun memeluknya erat . rere selalu merasa aman dan nyaman dalam pelukan ayahnya


"bagaimana? sudah sampaikan pada mami mengenai beasiswa?" tanya hansel , rere mengeluarkan ponsel dan memutar rekaman pembicaraannya dengan ana empat hari lalu


ada rasa sedih dan marah di hati hansel, tapi dia meredam semua dan bersikap tenang. rere memiliki sifat yang sama dengan hansel. pintar meredam emosi


"bersiaplah, setelah ijazah keluar, kamu bisa ke london sayang"


"baik dad"


"apa tabunganmu masih ada nak?"


rere mengeluarkan ponsel dan menunjukkan mutasi rekeningnya pada hansel. uangnya sama sekali tak pernah digunakan selama ini. delapan juta yang ia kirim ke ana juga sudah dia kembalikan dengan uang jajan pemberian carissa tiap paginya yang ia kumpulkan


"Sayabg, dua bulan lagi kamu akan berangkat ke london, dad akan kirim uang ke rekeningmu 300 juta, kamu pergi berbelanja pakaian secukupnya untuk di bawa ke london. belilah yang agak bagus agar layak mendampingi dad bertemu rekan dad disana nanti supaya dad tak di anggap menelantarkanmu"


"baik. terima kasih dad"


"ini surat kelolosan beasiswa di amerika yang bisa kamu tunjukkan pada mami kalau ditanya" hansel menyerahkan sebuah amplop, rere membacanya dan mengangguk


"Dad pergi dulu. makan sepuasnya disini, makanlah apa yang kamu suka. asal jangan bawa orang lain makan disini secara gratis supaya tak membongkar sesuatu" pesan hansel sambil memeluk putri satu satunya itu, ia mengecup kening putrinya lalu segera berlalu


rere segera menghapus riwayat chat dan aplikasi bankingnya dari ponselnya. ia kembali bekerja dengan giat karena cafe sangat ramai di hari libur


__ADS_1


__ADS_2