
"Bedebah tante ana bilang? jangan lupa bedebah ini yang memberi tante ana modal meskipun di larikan dia dan selingkuhannya" tunjuk rere pada farid
"Bedebah ini yang memberi tante perusahaan, mobil mewah, rumah mewah, modal usaha"
"bedebah ini yang memberikan mansion dan isinya, mobil mewah, maid, pengasuh, uang, biaya hidup saat rere lahir, dia yang menghidupi tante dan anak suami tante"
"bedebah ini yang memberikan atap bernaung dan menyekolahkan serta memberikan biaya hidup tante dan anak tante saat tante dibangkrutkan dia sampai terusir" rere menunjuk farid
"bedebah ini yang hadir menemani rere saat mengambil piagam dan penghargaan, selalu mendampingi rere diwaktu yang tepat"
"bedebah ini yang mengajari rere menjadi manusia, dia memberikan cinta dan kasih sayang pada rere"
"sejak rere lahir, kapan tante menyentuh rere selain saat memukul dan menampar rere hah? tapi bedebah ini selalu memberi pelukan hangat saat rere lemah dan rapuh"
"Bila dia memang bedebah, meskipun rere mati 10x dan bangkit lagi, rere tetap ingin bedebah ini menjadi daddy rere"
"Tante lihatlah dia" rere menunjuk farid sambil berteriak dan menangis "sampah ini sejak dulu hanya menyusahkan tante dan anak tante, selain menipu dan menghancurkan dia bisa apa? malah harus orang yang tante sebut bedebah ini mengemban tanggung jawabnya membiayai anak anaknya. sampah seperti ini yang benar benar bedebah"
"anak pembawa sial jaga mulutmu" farid maju mau menampar rere
BUGHHH BLAMM BRAKKKK
farid terkapar di lantai memuntahkan darah . ana, regan, semua asisten dan pengawal langsung menutup mata melihat nasib farid . mereka lebih bergidik melihat kecepatan gerakan hansel menghajar farid.
"Jangan coba coba menyentuh anakku, atau aku akan menguburmu hidup hidup sekarang juga. sampah sepertimu tak pantas menyentuh anakku" bentak hansel marah . ia mau menghajar farid lagi tapi rere memeluknya
rara shock melihat tindakan hansel, dia sampai pucat "kamu gapapa nak?" tanya hansel cemas "maafin daddy sayang"
"yang babak belur dia bos, bukan nona muda. malah nona muda yang ditanya" ledek jhon membuat pengawal, asisten dan rere menahan tawa. hansel mendengus
"Lagian go -blok sih, mau mukul pewaris tunggal HW didepan ayahnya. untung ga mati kamu" ledek andrew "setuju" kata jhon
"Kosongkan kios ini sekarang juga, masih ingat perjanjian saat aku menyerahkan kios ini untukmu melalui jhon?" tanya hansel pada ana dengan tatapan tajam. ana langsung terduduk lemas
"Ana kamu jangan pura pura pingsan, aku tak akan sungkan menyirammu dengan seember air got agar kau siuman" ledek vallen
ana ingat ada perjanjian tertulis, kios ini diserahkan pada ana untuk menghidupi kedua anak dengan syarat
● Tidak boleh meminta uang pada regine lagi
__ADS_1
● Hanya ana , rara, regan yang bisa tinggal disini
● Spp regan sampai tamat s1 di biayai oleh Hw
● Bila Farid kembali , maka farid berkewajiban menanggung kembali kewajiban membiayai anak istrinya, dan ana beserta anaknya wajib meninggalkan kios. spp regan di cabut dan ditanggung jawabi oleh farid
● Bila Farid kembali dan ana keberatan, ana bisa menghubungi nomor kepala polisi yang diberikan jhon untuk mengusir farid. jhon telah berpesan pada kepala polisi atas hal ini. bila ana tidak mengusirnya berarti ana setuju kewajiban mengurus ana, regan, rara di tanggung kembali oleh farid dan wajib segera meninggalkan kios serta modal awal HW sebesar 200 juta
"Regan karena kamu bersikap baik pada rere dan menganggapnya kakakmu serta tidak menyudutkan rere tadi. uncle memberimu fasilitas" ucap hansel "jhon mana kunci rumah kontrakan"
"Spp dan biaya pendidikanmu sampai tamat S1 tidak akan uncle cabut. kamu bisa tetap sekolah dan tinggallah di rumah kontrakan lama, disana sudah ada motor CBR yang boleh kamu gunakan. ingat kamu hanya bisa tinggal sendirian, kalau ada yang tinggal bersamamu seluruh fasilitasmu akan di cabut" hansel menyerahkan kunci rumah, regan menerimanya
"Terima kasih uncle" ucap regan tulus
"Regan, tiap bulan kakak akan memberimu uang saku, buat bbm dan makan kamu. tidak banyak, asal kamu berhemat maka cukup buat hidupmu. jangan beri apapun pada mereka. kalau ketahuan maka kakak akan berhenti mengirimimu uang" ancam rere. regan mengangguk "Terima kasih kak"
"Kalau kau mau anakmu sekolah dan hidup baik sebaiknya jauhi regan, jangan sampai gara gara kalian dia malah celaka" ucap andrew
"pergilah nak" ucap hansel. regan berpamitan pada semuanya lalu keluar kios "pengawal antar regan" perintah hansel
"kalian sudah bisa kosongkan kios ini, dalam satu jam aku akan melemparkam kalian ke jalan kalau belum keluar" ancam jhon
"Tidak bisa, sebelumnya farid sering mengganggu rara meminta uang dan menipu keluarga rara. rara sudah di beri peringatan terakhir oleh suami dan mertuanya. kalau masih berhubungan dengan kami makan rara akan diceraikan dan diusir tanpa membawa apa apa termasuk anak" jawab ana lesu
"ternyata kau bener bener sampah. harusnya kau yang membiayai anakmu malah memeras dan menipu anakmu" hina andrew
"carilah pekerjaan yang ada mess dan makan, anakmu regan sudah aman"
"Jaga diri baik baik ana, aku tak akan membantumu lagi. kau menyakiti anakku terlalu dalam. terima kasih sudah mengajarkan anakku kejamnya ibu kandung" ucap hansel dingin "kalian berdua keluarlah" usir hansel. ana dan farid segera keluar kios
"Ayo pulang" hansel memeluk rere mengajaknya keluar kios "Tunggu" panggil rere
"Aku hanya mau bilang pada tante aku adalaj CEO HW Hospital dan CEO RVW Corp. RVW itu Regine Valencia Wijaya. tadinya aku datang mau menguji kasih sayang kalian padaku. kalau kalian bersikap layaknya orangtuaku. aku mau memberi kalian satu cabang perusahaanku, ternyata kalian malah mengusir dan memutuskan hubungan denganku. Terima kasih membuatku hemat"
ana dan farid sangat terkejut mendengar RVW adalah milik rere. perusahaan nomor satu amerika itu . penyesalan muncul dihati keduanya
"Yuk dad" ajak rere memeluk lengan hansel keluar kios dan masuk ke mobil , vinda mengemudi dan vallen duduk disampingnya
"Berputar satu putaran dan kembali ke sini" perintah hansel "mau ngapain dad?" tanya rere
__ADS_1
"Nonton drama" jawab hansel, benar saja terlihat farid bertengjar dengan ana
"Gara gara kamu semua hancur, untung saja regan selamat dan bisa tetap sekolah. aku sudah mengingatkanmu kau tak bisa tinggal dikios itu. kau bilang kalau diusir kau akan membiayai aku dan regan. sekarang kau penuhi janjimu"
"kau kira aku bodoh dan gila? kalau harus kuhidupi pasti aku akan memilih menghidupi gadis muda bukan wanita setua kau. sudah aku pergi dulu" farid pergi dan ditarik oleh ana , mereka pun berkelahi
"Vallen, patahkan dua tangan dan satu kaki sampah itu" perintah hansel. vallen langsung turun dan melaksanakan perintah hansel. sepuluh menit ia kembali ke mobil.
"Dad bisakah ijinkan mami tinggal sekali lagi dikios? supaya kita bisa pergi kerja dengan tenang?" hansel mengangguk
"Panggil wanita itu vallen" perintah hansel, mereka segera kembali ke kios tanpa vallen , tak lama vallen kembali bersama ana ke kios
"Minta regan kesini, sayang" pinta hansel , rere segera mengangguk dan memghubungi regan. tak sampai 10 menit regan tiba dengan motor CBR milik hansel
"Regan, bagaimana pikiranmu kedepannya?" tanya hansel . regan menunduk dan berpikir sesaat
"Apa kata uncle saja"
"Kamu mau disini atau tetap di kontrakan?" tanya hansel
regan menatap ibunya sendu "apa yang mami mau? mami sudah menghancurkan keluarga ini. kenapa mami begitu kejam sama kak rere sejak dulu? padahal uncle sudah membiayai keluarga kita termasuk papi yang terus menghancurkan kita?"
"maafin mami nak. maafin mami re"
"saya tak peduli sama tante, saya hanya peduli pada regan karena meski saya diperlakukan buruk sejak lahir sampai dewasa oleh tante. tapi saya pernah numpang rahim sembilan bulan sama tante ditambah regan memperlakukan saya dengan baik" jawab rere
"regan uncle beri kesempatan terakhir. kalau kamu mau di kontrakan jangan pikirkan biaya hidupmu sampai s1 kamu selesai. tapi kalau kamu mau di kios ini kamu bisa membawa ibumu bersamamu"
"sebaiknya regan di kontrakan saja. kalau di kios ini mami belum tentu berubah. selalu jahat dan membuat kecewa. biarlah mami memulai hidupnya dari awal lagi karena sudah tak ada tanggungan lagi" jawab regan
"re jangan usir mami, biarlah mami dan regan tetap disini, tiap bulan mami akan membayar sewa asal mami jangan di usir"
"sebulan tante harus membayar 10 juta, apa tante siap? uang itu harus disetor tiap tanggal 1" tanya rere. "baik mami bersedia"
"jangan ada sampah penipu itu, jangan pernah hubungi rere untuk apapun kecuali mau membayar sewa, tante paham?" tanya rere "jika sampah penipu itu masih menginjakkan kaki disini, maka tidak ada ampun lagi"
"Baik re. terima kasih"
"vinda sediakan surat perjanjian sewanya , langsung selesaikan hari ini. ambil 10 jutanya langsung dan kedepannya berikan rekening saya pada wanita itu" tunjuk rere pada ana. ana meneteskan air mata penuh penyesalan
__ADS_1