Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 36 - Terungkapnya sesuatu dari masa lalu


__ADS_3

"Putramu sangat menyayangimu" puji yuri. ana hanya mengangguk dan tersenyum


"Regine dan ralline juga sangat menyayangi ana, tadi mereka menciumi ana sebelum pamitan ke mall" ucap pauline


"Kamu beruntung memiliki anak sehebat mereka" puji Yuri


"Yang penting mereka sehat dan bahagia aku sudah bahagia" jawab ana


acara arisan selesai, semua tamu segera kembali pulang ke rumah masing masing. ana naik kekamar membersihkan diri lalu mempersiapkan makan malam buat regan dan dua cucunya dan rara karena donny di jakarta


Saat makan malam selesai dimasak, regan turun dengan pakaian santai. ia tampak segar habis mandi. di luar bell pun berbunyi. tiga orang berlari masuk langsung duduk di meja makan


mereka berlima makan dengan tenang, sampai makan malam usai dua anak itu di bawa pulang perawatnya untuk tidur


"Mami mau kemana?" tanya rara melihat pakaian rapi ibunya "Ke RV Park menjemput uang setoran" jawab ana


"Regan saja yang ambil mih" ucap regan


"Kamu terima uangnya, buat tanda terima dan berikan pada kasir. lalu simpan uangnya di brankas kamarmu di ruko. jangan dibawa pulang. bahaya regan. senin pihak bank akan datang menjemput uangnya" regan mengangguk lalu segera keluar rumah. rara pun kembali ke rumahnya. ana segera naik ke kamarnya dan memejamkan mata


TRING TRING


bunyi pesan masuk


"Ana, farid tiba di surabaya besok pagi, ia baru ke stasiun KA. dia mendapat alamat donny, sementara kamu tinggallah di ruko dengan regan. aku akan minta pengawal wanita menjaga rara. aku masih transit di dubai bersama hansen dan terry besok pagi baru bisa tiba di surabaya" pesan masuk dari hansel


"Baik. Terima Kasih" balas ana


Ana langsung mengumpulkan barang barang, memasukkan ke koper. lalu ke kamar regan memasukkan barang ke koper. dengan di bantu dua maid. koper itu di simpan ke bagasi mobil. ana langsung menuju RV Park.

__ADS_1


Pelayan di Ruko segera menaikkan dua koper ke lantai tiga di depan kamar regan dan ana. Ana mencari regan tapi semua mengatakan belum tiba. Ana menelpon regan tapi tak ada yang mengangkat . Ana mulai cemas. ia segera mengemudi ke ruko regine . ia melihat mobil regan. ana segera turun karena suasana ramai sekali. ana menerobos kerumunan. dia melihat bercak darah di pavling block. ana berlari masuk ke supermarket


"Mana Tuan Muda?" tanya ana pada kasir


"Nyo-Nyonya tadi Tuan Muda berkelahi dengan belasan orang yang mau merampas uang. anggota kita juga membantunya. sebagian terluka. sekarang Tuan Muda di bawa ke rumah sakit karena tertusuk. kami menghubungi anda tapi tak ada jawaban"


Ana memeriksa ponselnya banyak panggilan tapi ponselnya silent "Dirumah sakit mana Tuan Muda?" tanya ana cemas


"Hw Hospital" jawab kasir, ana lari ke mobilnya dan mengemudi ke rumah sakit dengan kecepatan penuh. 7 menit ia sudah tiba. ia melempar kunci pada petugas keamanan " ini mobil nona muda regine, kamu parkir. ana lari ke IGD


"Dimana putra saya yang menjadi korban penusukan?" tanya ana


"silahkan nyonya ke IGD apakah ada anak nyonya disana" ana berlari akhirnya menemukan regan yang mengalami luka tusuk bagian perut . ana langsung lemas


"Nyonya. Pasien butuh transfusi darah cukup banyak. golongan darahnya RH Null, kami tak memiliki stock. Situasi emergency" ana terhuyung seketika. untuk dokter berhasil menangkapnya


"Nyonya jangan pingsan , anda harus kuat. kalau anda pingsan putra anda akan meregang nyawa. panggilkan ayahnya atau keluarganya nyonya"


"Ana.. ada apa? aku segera take off. untung saja aku belum mematikan ponselku"


"Hansel, regan putra kita, membutuhkan darahmu, darahnya RH Null, disini tak ada stock darah. Regan tertusuk oleh preman perampok. ia akan meninggal kalau tak mendapat darah segera" tangisan ana segera pecah


"Ana jangan becanda, aku akan segera terbang"


"hansel tolong anak kita hansel. dia putramu. apakah kamu akan membiarkannya mati?" tanya ana meraung . hansel diam sesaat


"jangan terbang dulu" perintah hansel pada seseorang


"Hansel. kumohon hansel" teriak ana lagi

__ADS_1


"Hansel sudah tak keburu hansel, situasi mendesak"


"Kau diamlah, aku akan mengurusnya. tetap activ kan ponselmu. aku minta rere kesana sekarang dengan papa. aku akan mencari anak buahku yang golongan darah RH Null juga" perintah hansel lalu memutuskan sambungan


"rere regan kena musibah, dia koma butuh donor rh null. kamu ke rumah sakit lihat apa yang bisa di bantu, segera ya. sambil cari golongan darah serupa" perintah hansel tegas


"Baik dad"


"pah.. Putra hansel yang batu ku ketahui sebagai putra hansel malam ini, sedang membutuhkan darah rh null karena kena tikam preman. bisa papa bantu ke rumah sakit hw untuk melihat apa yang bisa dibantu? dia koma dan hampir mati pah. mohon papa kuat dan menjadi kekuatan putra hansel disana. ia cucu papa. jangan pingsan ya pah. dan jangan beritau siapapun supaya tidak tambah musibah di rumah. namanya regan. papa kenal dia. bawa rere juga tapi jangan katakan apapun. hansel tiba secepat mungkin. sekarang sedang di dubai menuju surabaya"


"papa ke rumah sakit sekarang" harisno memutuskan sambungan ponsel, meski terkejut ia segera menggunakan logika karena penerusnya hampir kehilangan nyawa . ia berganti pakaian dan keluar bersama rere ke rumah sakit setelah mengatakan adik tiri rere ada masalah


"Papi dave rh null, aku dan hansen rh null. papi bisa bantu sebelum kita tiba bro" ucap terry yang mendengar semua


"Minta bantu regan, jangan cerita apapun. katakan adik tiri rere butuh bantuan. permohonan hansel. jangan libatkan para ibu" ucap hansel. terry mengangguk dan menghubungi ayahnya


"Zerah dan Keldson Rh Null. mereka pernah persiapan donor saat rere mau melahirkan dulu buat jaga jaga dad" lapor hansen


"Puji Tuhan, minta mereka ke rumah sakit bantu regan sekarang ya hansen. jangan katakan apapun" hansen mengangguk lalu menghubungi dua asisten itu


hansen menghubungi ana "ana, kau harus kuat, rere, papa, papi dave, zerah, keldson menuju ke rumah sakit. mereka semua rh null. jaga komunikasi dengan mereka. jaga regan baik baik aku akan take off . kuusahakan secepatnya tiba. kirim potomu saat ini agar asisten bisa tau kamu yang mana dan menemuimu" perintah hansel "ponselku akan segera mati tapi setengah jam akan hidup kembali, saat sudah diatas"


"Baik terima kasih hansel"


"done" jawab terry dan hansen bersamaan. hansel mengangguk


"Kita berangkat" perintah hansel pada pramugara. "Baik Tuan Besar"


sepanjang perjalanan hansel sangat cemas karena belum bisa menghidupkan ponselnya. terry dan hansen juga mencemaskan regan tapi lebih cemas rere karena ia baru melahirkan bagaimana bisa donor . suasana tegang sepanjang penerbangan . masing masing diam dengan pikiran masing masing

__ADS_1


"kejamnya kau ana" batin hansel



__ADS_2