
"Kak.. Aku mau bicara" pinta harlene pada gerald. gerald mengangguk "kita ke taman belakang"
"Aku akan tetap di germany karena hanna bekerja disana. Dia CEO GHW Corp. maafkan aku. tapi aku berjanji tiap ada waktu senggang aku akan datang ke surabaya menjenguk anak anak"
"Kami akan pindah ke jerman" potong gerald "Sisanya jangan bahas lagi"
Harlene diam saja , ternyata suaminya tak berubah, selalu seperti ini membuatnya tak nyaman
"Vina.." panggil seseorang
"Harold, ada apa?" tanya harlene sambil tersenyum
"Hanna ada virtual meeting 90 menit lagi dengan CEO kingswell, vina. apa keadaan memungkinkan? apa hanna nyaman?"
"Bisa. aku akan bersiap siap. kita pakai ruang meeting mansion ini saja. apa laurent bersamamu?"
"Ada. dia masih bersama hanna di depan. aku minta dia bersiap siap ya"
"Baiklah. terima kasih harold" ucap harlene tersenyum tulus. harold segera berlalu
"Kak. aku temani hanna virtual meeting dulu ya" pamit harlene tapi gerald menahan tangannya
"Siapa pria tadi? dia menatapmu penuh cinta" tanya gerald dingin
"Dia asisten hanna. Aku duluan ya"
"Tunggu. aku akan menemani putriku meeting" harlene diam sesaat
"Kenapa? takut aku mengganggu moment kalian bertiga?"
"Inilah sikapmu yang membuat kita tak akan pernah bisa bersama. tak bisa membuat nyaman. aku harold hanna sebatas hubungan kerja" tegas harlene
"Kalau begitu apa ada larangan seorang gerald millano menemani putrinya virtual meeting?" sarkas gerald
"Ya ikutlah. ayo kak .. nanti tidak keburu, aku harus membuat mood hana baik dulu sebelum meeting" ujar harlene sambil melirik jam tangannya
"Wow jam tanganmu berpasangan dengan harold" sindir gerald
"Oh ini pemberian. aku hanya mengenakan pemberiannya" terang harlene "ayo kak, nanti tak keburu. ini proyek 15 juta euro"
harlene segera melangkah menemui hanna "Sudah mandi?" tanyanya "Sudah ma" jawab hanna dingin. lima orang itu segera ke ruangan meeting bersama.
di ruangan meeting, gerald menggendong hanna dan mendudukkannya dipangkuannya "Boleh papa ikutan sayang?" hanna berpikir sesaat
"Uncle Harold. Boleh papa saya mendampingi saya? beliau CEO Gerald Millano"
"Silahkan hanna" jawab harold menatap gerald datar. gerald menyeringai penuh kemenangan
Virtual meeting di mulai. harlene, harold, laurent, hanna dan gerald memasang headphone dan mendengarkan meeting itu. semua mematikan mic kecuali gerald sebagai pembicara hanna , sebab identitas hanna di tutupi oleh teamnya karena faktor usia
"Kontrak yang kami ajukan estimasi laba 40 Juta Euro dengan laba 40% buat SHW Corp, 60% buat kami" ucap lawan bicaranya
"Sebagai investor pendana dan pengelola, kami keberatan dengan pengajuan anda. mari kita batalkan kerjasama ini"
Harold, Laurent terkejut mendengar ucapan gerald pada lawan bicaranya . harlene mengingatkan mereka untuk diam.
"Kenapa? bukankah proyek ini menguntungkan? bahkan kalian bisa mendapat laba 15 juta euro"
"Kemarin Triple G Corp sudah menawarkan tender serupa, bahkan memberikan kami 60% dan mereka 40%. kami bahkan masih mempertimbangkannya. karena kami mengira kingswell akan lebih berani dari mereka. sepertinya pembicaraan ini tak perlu di lanjutkan lagi. Bila anda tak percaya anda boleh menghubungi langsung CEO nya. Tuan Gerald Millano"
laurent berdiri dan mau bersuara. harlene menahannya dengan tangan dan memintanya duduk kembali. hanya hanna yang sangat tenang tak berkomentar. ada senyuman penuh seringai disudut bibirnya
__ADS_1
"Baiklah 35% untuk kami, 65% buat SHW" putus sang lawan bicara
gerald menatap hanna menanyakan keputusannya, hanna hanya mengangguk dingin. harold dan laurent hampir saja memekik sambil melompat
"Deal" jawab gerald "Minta Asisten anda menghubungi asisten kami Tuan Harold setelah ini" ucap gerald tegas
"Baiklah Tuan, senang bekerjasama dengan anda. semoga harimu menyenangkan"
"Terima kasih" jawab gerald datar dan memutuskan meeting
gerald mengusap kepala putrinya dan mengecup pipinya. "Sayang mau makan?" tanya gerald. hana mengangguk dengan wajah dinginnya
"Tuan Harold, Nona Laurent. saya akan membawa anak istri saya makan siang. anda bisa melanjutkan dengan kingswell. kami duluan" ucap gerald . harold menatap wajah harlene dengan sendu. harlene mengangguk.
"Ayo.. " gerald menggendong hanna dan menarik pinggang harlene ke luar ruangan
♡♡♡♡♡
"Pa ma.. Pih mih.. ayo makan malam" ajak gerald . gerald mengajak orangtuanya
"Kami mau kencan berempat. kalian pergilah" tolak hansen, raymond mengangguk
gerald membawa enam anaknya keluar mansion, gallen menggendong hanna dan memangkunya . gabriel mengemudi dan gladys disampingnya . gerald dan harlene di barisan tengah. gallen memangku hanna , gavi, gilbert di barisan belakang
gavi dan gillbert terus menggoda hanna dan menciuminya, hanna menatap dingin pada keduanya. "Sudah sudah" larangnya tapi mungkin adiknya merasa gemas pada hanna . akhirnya hanna menyembunyikan wajahnya di dada gallen
akhirnya mobil tiba di hw japanese resto. delapan orang itu turun dan langsung memasuki ruangan vip. gabriel mau mengambil gendongan hanna tapi ia menolak. gerald akhirnya menggendongnya
"Sayang mau makan apa?" tanya gallen "terserah" jawabnya datar.
"hanna suka makan udang dan salmon. benci jahe dan daun bawang" harlene memberi tau gallen
"papa banget kamu hanna" ucap gladys tertawa . hanna menatap gerald. gerald tersenyum dan mengangguk
Drrrtttt Drrrttt
ponsel hanna bergetar. ia melirik layar sesaat lalu melanjutkan makannya . setelah makan ia menghubungi harold kembali.
"Yes uncle?"
"....."
"Hanna sedang makan dengan keluarga. ada apa uncle. uncle sudah makan?" tanyanya riang
"....."
"iya nanti kalau sudah dimansion hanna akan menghubungi uncle. see u"
"...."
"kenapa hanna?" tanya harlene
"Uncle membelikan kaos terbaru disney buat mama dan hanna" jawab hanna datar . gerald mengetatkan rahangnya . wajahnya menjadi suram.
"Mama besok kita pulang ya. hanna ada pertemuan. uncle harold sudah menyiapkan jadwal" pintanya datar. harlene mengangguk
Gerald diam, ia berpikir sesaat. "Kita pulang dengan jet papa"
"Hanna punya jet, pakai jet hanna saja pa" jawabnya
"Tapi papa mau menemanimu"
__ADS_1
"Ada uncle harold menjaga hanna. papa tenanh saja. hanna sudah makan , kita pulang ya" pinta hanna
"Kita akan ke mall dulu" jawab gerald. hanna melirik jam tangannya . gerald makin kesal melihat jam tangan hanna.
sampai di mall mereka masuk ke toko jam ternama rolex. "berikan aku 5 jam lelaki 2 jam wanita 1 jam gadis kecilku dan semua seragam"
"Maaf tuan , kalau mau sebanyak itu tak ada kecuali anda bersedia memesannya dulu"
tujuh orang itu spontan menatap gerald dengan tatapan datar. "Samakan saja punyamu dengan hanna, aku tak usah kak" ucap harlene
"Kami juga tak usah pa, jam kami masih bagus sekali" tunjuk 5G dengan tatapan datar "papa beli buat mama dan hanna saja kalau papa cemburu" ledek gabriel
hanya hanna ya duduk tak peduli lagi pada sekelilingnya. ia hanya menatap orang didepannya yang baginya berisik
"Berikan couple plus untuk putriku itu" gerald menunjuk hanna , petugas toko segera masuk dan mengambil beberapa design
"Yang ini saja" gerald menunjukkan jam bertahta sedikit berlian, tampak sederhana tapi kesannya mewah sekali "ukurlah pergelangan tangan anak istriku" perintahnya menyerahkan black cardnya
akhirnya gerald melepaskan jam tangan milik hanna dan harlene lalu memasangkan jam baru uang sama modelnya dengan yang ia kenakan . 5G menahan tawa melihat kelakuan sang papa yang menghabiskan 6 Milliar dalam sekejab.
"Hanna Ayo ke toko disney" ajak gerald sambil menyambar tubuh mungil itu kedalam gendongan
sampai di toko disney enam orang itu sibuk memilih barang buat hanna, sampai 4 keranjang penuh. hanna hanya menatap mereka datar
"Hentikan, hanna sudah memiliki semuanya. dia memiliki koleksi barang disney. cukup belikan sepatu pink minny untuknya" tutur harlene , enam orang itu segera mencari yang dikatakan harlene tapi tak menemukannya , bahkan gavi sampai marah pada pramuniaga
"Papa hanna mau itu" tunjuk hanna pada sebuah handuk besar warna pink bergambar minny mouse "dan itu" tunjuknya pada kimono mandi warna pink
"Berikan pada putriku" perintah gerald pada pramuniaga , saat membayar hanna menyerahkan black card pada kasir. semua menoleh pada hanna
"papa akan membayar untukmu , sayang"
"pakai kartu hanna saja" ucapnya tegas
"Papa tak boleh membeli sesuatu buat hanna?" tanya gerald. hanna hanya diam. gallen menyerahkan uang tunai pada kasir. kasir langsung memprosesnya
akhirnya keluarga itu pulang ke mansion, harold sudah menunggu kepulangan hanna. "kamu masuk ke kamar, aku menemani hanna" tegas gerald pada harlene
gallen dan adiknya menarik ibunya naik ke lantai dua.menyisakan gerald dan hana nenemui harold. harold menatap punggung mungil itu sampai menghilang di balik tangga
"Sudah puas menatap istriku?" tanya gerald marah "Maaf Tua Millano"
"Hanna ini uncle belikan untukmu dan mama" harold meletakkan dua kaos di pangkuan hanna dan menyimpan satu kaos
"Bagus sekali uncle, hanna menyukainya" puji hanna riang .
"Bisa saya melihat kaos itu?" tanya gerald menunjuk satu kaos yang disisihkan oleh harold
"Bisakah menjualnya pada saya, sangat cocok saya, istri saya dan putri saya mengenakannya di bandingkan orang lain" sarkas gerald "tak mungkin anda mau memasangkan diri dengan anak istri orang kan?"
"Ehmm.. Tidak tentu tidak Tuan Millano. Anda bisa memilikinya" jawab harold
"Berapa harganya?" tanya gerald "tidak perlu Tuan, anda bisa membawanya"
"Baiklah aku terima niat baikmu, aku anggap hadiah darimu dalam merayakan bersatunya aku dengan anak istriku. terima kasih asisten harold" sindir gerald pedas
"Sa-sama sama Tuan Millano"
"Hari sudah malam, waktunya aku menghabiskan malam dengan istriku, juga waktunya putriku istirahat. sebaiknya anda juga beristirahat mengumpulkan tenaga agar segar saat kita kembali ke german besok" ucap gerald. harold menunduk menyembunyikan perasaannya
"Baiklah Tuan Millano, saya kembali dulu. selamat istirahat.. Hanna Uncle pulang ya. mimpi indah" pamit harold . hanna mengangguk lalu menjulurkan tangan. harold berjongkok. hanna mengecup pipinya
__ADS_1