KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
SANGAT TIDAK SOPAN


__ADS_3

...***...


Mereka semua tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh teman mereka. Tapi tidak dengan Putri Andhini Andita, ia sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh mereka.


"Laknat!. Sungguh kurang ajar sekali!." Putri Andhini Andita telah kehilangan kesabarannya. Amarahnya memuncak begitu saja, dan ia tidak bisa mengendalikan amarahnya. "Lancang sekali kau berkata seperti itu. Meskipun aku seorang wanita, aku tidak akan melakukan apa yang telah kau katakan tadi!." Ia memasang kuda-kuda, tidak lupa kedua pasang golok yang ada di tangannya saat ini.


"Tenanglah nimas, aku akan membantu nimas menghajar laki-laki biadab seperti mereka." Pemuda yang ada di belakang Putri Andhini Andita juga tidak terima. "Tidak semua laki-laki itu biadab!. Namun kalian telah menodai harga diriku, harga diri laki-laki baik di muka bumi ini. Maka atas nama gusti prabu candana Kumara, aku akan menangkap kalian, supaya menerima hukuman yang berat dari gusti prabu." Pemuda itu juga sangat marah, ia merasa terhina dengan apa yang telah mereka katakan.


"Tidak usah banyak bicara!. Kami masih mau bermain-main dengan kalian." Ketuanya memberi tanda untuk menyerang kedua orang yang telah berniat untuk menghalangi mereka berbuat apa yang mereka inginkan.


Pada hari itu terjadilah pertarungan yang mempertahankan hak, dan keinginan masing-masing yang mereka anggap itu adalah sebuah kebenaran dari diri mereka masing-masing. Putri Andhini Andita berhadapan dengan dua orang, dan pemuda itu berhadapan dengan tiga orang. Pertarungan yang sangat cepat, karena ilmu kanuragan yang mereka miliki tidak bisa diremehkan begitu saja.


Putri Andhini Andita menggunakan golok kembar yang ia terima dari sahabatnya, ia gunakan untuk menghadang mereka yang mencoba menyerangnya. Ia salurkan tenaga dalamnya ke golok kembar itu, sehingga ayunannya lebih cepat, kuat dan bertenaga. Beberapa kali hampir saja mencium tubuh musuhnya. Sehingga mereka sedikit kewalahan, tapi masih bisa mereka atasi dengan baik.


Keduanya melompat, dan terus melompat jika tidak ingin terkena serangan itu. Karena mereka tidak menduga sebelumnya, jika wanita yang telah mereka remehkan ternyata memiliki keterampilan ilmu kadigjayaan yang lumayan hebat. Jurus pukulan angin di ruang hampa memang sangatlah sulit untuk ditebak. Bahkan ayunan golok kembar itu seperti tarian yang menipu gerakan mereka. Hingga akhirnya lengan mereka menjadi sasaran yang sangat empuk.


Srakh!. Srakh!.


"Keghakh!."


Keduanya spontan langsung melompat ke belakang untuk menghindari serangan Putri Andhini Andita yang sangat tidak bisa terkendali lagi.

__ADS_1


"Kurang ajar! Ternyata dia tangguh juga."


"Kau akan membayar apa yang telah kau lakukan!."


Keduanya mengumpat, sungguh sakit sekali bekas luka yang mereka dapatkan. Tidak menduga sama sekali, jika musuh yang mereka remehkan ternyata memiliki jurus yang sangat aneh.


"Tidak usah banyak bicara. Akan aku buat kalian menjerit pilu dengan golok kembar ku ini. Mulut lancang serta sikap kurang tidak sopan itu, akan aku hapus selamanya. Tidak ada gunanya kalian hidup, jika hanya berbuat keji." Putri Andhini Andita kembali memasang kuda-kuda untuk menyerang mereka.


"Kau tidak usah jumawa dulu. Akan aku habisi kau!. Wanita itu memang pantas berada di bawah! Dan kau harus terima takdir itu, dan jadilah wanita yang baik yang dapat menghibur kami dengan erangan penuh kenikmatan."


"Kau akan ketagihan setelah mendapatkannya. Aku jamin itu."


Setelah berkata seperti itu mereka kembali tertawa. Mereka berdua sama sekali tidak takut dengan ancaman Putri Andhini Andita yang telah mendidih terbakar mendengarkan apa yang mereka katakan.


Sementara itu pemuda yang ditolong oleh Putri Andhini Andita sedang berhadapan dengan tiga orang yang tersisa dari lima. Pertarungan mereka cukup seimbang, meskipun beberapa kali pemuda itu merasa kewalahan dengan serangan bertubi-tubi yang datang padanya. Namun pada saat itu ia lengah, hingga ia mendapatkan sebuah tendangan tepat di dadanya. Serangan yang cukup kuat, membuatnya terjajar ke belakang. Ia mengerang sakit karena tendangan itu sangat bertenaga.


"Uhuk!. Uhuk!. Uhuk!." Ia sedikit terbatuk, rongga dadanya seperti tidak memiliki oksigen lagi.


"Seharusnya kau menyerah saja senopati malakal. Percuma saja kau mau menyeret kami ke tiang gantungan. Sementara kau bahkan tidak mampu menangkap kami semua."


"Jika kau ingin ikut dengan apa yang kami lakukan, kau akan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kami masih menerima anggota baru, dan itu akan sangat menguntungkan bagimu."

__ADS_1


"Ya, kau akan merasakan madu dunia, dan aku yakin kau akan ketagihan. Ahahaha!. Jadi kau tidak usah susah-susah payah lagi berurusan dengan kami."


Mereka tertawa semakin keras, sungguh tidak masuk akal sekali atas apa yang telah mereka katakan. Hanya memancing emosi yang ada di dalam diri pemuda yang dipanggil Senopati Malakala oleh mereka.


"Kalian tidak usah mengajakku ke arah yang sesat!." Amarah Senopati Malakala telah mencapai batasnya. "Aku tidak akan mengampuni kalian!. Akan aku pastikan!. Jika kalian sampai ke tiang gantungan!." Sungguh ia tidak tahan lagi dengan apa yang ia dengar.


Pertarungan kembali terjadi, dan mereka masih mempertahankan apa yang mereka anggap itu adalah kebenaran dari diri mereka masing-masing. Sungguh pertarungan yang sangat berat, namun pada akhirnya Putri Andhini Andita dan Senopati Malakala mampu mengatasi mereka semua. Pertarungan yang tidak mudah, membutuhkan waktu untuk mengatasinya.


"Kegh!." Mereka semua meringis kesakitan.


"Kalian bukan manusia."


"Jika kalian manusia, maka kalian tidak akan seganas ini."


Duakh!.


Putri Andhini Andita menggebuk kepala pemuda yang telah berkata seperti itu.


"Aku akan menjadi malaikat maut untuk kalian yang sangat kurang ajar pada wanita." Mata Putri Andhini melotot lebar, menatap mereka yang telah tidak berdaya lagi. Hanya terduduk di pasir pantai dengan keadaan yang tidak baik-baik saja. "Kalian telah berani menghina dan merendahkan harga diri wanita. Kalian ini lahir dari wanita bukan?. Lancang sekali mulut, serta sikap kalian!." Putri Andhini Andita hanya menyimak dari apa yang mereka katakan, meskipun ia tidak mengerti apa akar dari permasalahan yang terjadi sebenarnya.


"Mereka sangat kurang ajar sekali nimas. Beberapa kali mereka melakukan hal yang sangat keji." Senopati Malakala telah bosan dengan laporan yang masuk ke istana kerajaan Melarang. Seperti tidak ada laporan lain selain kasus pemerkosaan terhadap wanita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam semangat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2