KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
KEADAAN MEREKA


__ADS_3

...***...


Putri Andhini Andita benar-benar kesal mendengarkan suara tawa mereka. Itu seperti mengejek dirinya sebagai seorang perempuan pemalas?. Karena itulah ia langsung menyerang mereka tanpa banyak bicara, hanya tangannya saja yang langsung berbicara. Membuat mereka berteriak kesakitan, dan tidak menyadari serangan itu.


Ctak!. Ctak!.


Putri Andhini Andita menyentil dahi mereka yang tertawa dengan kerikil kecil yang ada di dekatnya, sehingga mereka merintih kesakitan. Kecuali Pendekar Paruh Tajam dan Liku Sakti yang menyadari serangan itu. Sepertinya keduanya bukan pendekar amatir yang saat mudah untuk di serang begitu saja.


"Heh!. Berani sekali kalian menertawakan aku. Tawa kalian itu sama sekali tidak enak untuk didengar." Putri Andhini Andita mendengus kesal. "Jika kalian berani, majulah!." Putri Andhini Andita menantang mereka semua.


"Kakang, sepertinya dia cukup tangguh. Apa yang harus kita lakukan padanya?."


"Apa yang harus kita lakukan kakang?. Wanita itu tidak bisa dianggap enteng."


"Serangan seperti itu saja cukup menyakitkan."


"Bunuh saja dia jika perlu!. Dia itu adalah wanita gila!. Aku hampir saja mati gara-gara dia!." Sepertinya Pendekar Paruh Tajam masih dendam pada Putri Andhini Andita, sehingga ia menunjuk dengan kasar.


"Oh, jadi kau ya?. Wanita yang telah berani melukai adi paruh tajam?. Sungguh berani sekali kau nini." Liku Sakti bertanya karena penasaran. Apakah benar wanita cantik itu yang telah melukai adiknya?. "Kepandaian apa yang kau miliki sehingga kau berani di kawasan ini?." Ada perasaan tidak suka yang ia tunjukkan saat itu.


"Tidak usah basa-basi lagi. Aku tidak suka dengan apa yang kalian lakukan, aku tidak suka dengan laki-laki yang telah membuat kerusuhan yang merugikan." Putri Andhini Andita marah karena mereka telah melukai orang lain, membuat mereka menderita, bahkan mereka telah membunuh orang-orang yang tidak bersalah?. Sungguh tidak bisa dimaafkan begitu saja. "Kalian tidak perlu tahu, kepandaian apa yang aku miliki." Balasanya dengan kesal.


"Jadi kau memang ingin bermusuhan dengan kami nini."


"Kalau itu yang kau inginkan, maka kami tidak akan segan-segan lagi." Liku Sakti memberi kode pada mereka semua untuk menyerang Putri Andhini Andita.


Pagi itu Putri Andhini Andita sepertinya tidak bisa bersantai, karena ia berhadapan dengan mereka yang telah berbuat jahat di desa sungai Betung. "Aku pasti akan menghukum kalian semua." Putri Andhini Andita mengeluarkan pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi untuk mengalahkan mereka semua.


"Heh!. Dasar pengecut!. Hanya bisa main keroyokan." Putri Andhini Andita menghindari semua serangan mereka yang datang padanya. Mereka menyerang Putri Andhini Andita tanpa ragu, mereka tidak peduli jika Putri Andhini Andita adalah seorang wanita.


Mereka terus menyerang Putri Andhini Andita, entah itu dengan menggunakan kekutan fisik, kekuatan tenaga dalam. Mereka semua benar-benar berambisi untuk mengalahkan Putri Andhini Andita. Sedangkan Pendekar Paruh Tajam dan Liku Sakti saat ini sedang mengamati kekuatan Putri Andhini Andita melalui anak buah mereka.


"Sepertinya dia memang sangat kuat sekali kakang. Kita tidak boleh membunuhnya, kita jadikan dia istri, supaya dia melahirkan anak yang lebih kuat untuk kita." Sepertinya Pendekar Paruh Tajam memiliki pandangan yang berbeda, ia mencoba berpikir ke arah sisi yang lain jika ia menjadikan Putri Andhini Andita sebagai istrinya.


"Kau jangan berpikiran seperti itu adi." Liku Sakti sama sekali tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh adiknya.


Duakh!. Duakh!. Duakh!.


Putri Andhini Andita tanpa ampun menghajar mereka semua. Hingga mereka terluka parah, sedangkan Pendekar Paruh Tajam dan Liku Sakti sangat terkejut melihat apa yang dilakukan Putri Andhini Andita.


"Kau benar-benar wanita gila!." Teriak Pendekar Paruh Tajam dengan suara sangat keras, ia tidak percaya jika Putri Andhini Andita dapat mengalahkan anak buahnya dengan mudahnya?.


"Kau tidak usah berteriak tidak sopan padaku!. Berani sekali kau membayangkan jika aku menjadi istrimu?. Akan aku cabik-cabik mulutmu yang kurang ajar itu!." Ternyata Putri Andhini Andita mendengarkan apa yang mereka bicarakan tadi?.


"Kalau begitu lawan aku!. Jika kau kalah, maka kau akan menjadi istriku!." Pendekar Paruh Tajam menantang Putri Andhini Andita.


"Kau pikir aku sudi menjadi istri dari orang biadab seperti kau?. Lebih baik aku bunuh saja kau untuk menerima hukuman atas apa yang telah kau lakukan selama ini!." Putri Andhini Andita sangat marah, ia langsung menyerang Pendekar Paruh Tajam. Hingga terjadi pertarungan antara keduanya. "Aku tidak akan mengampunimu!. Kau harus membayar semua perbuatan bejad yang telah kau lakukan." Putri Andhini Andita terus mengayunkan pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi ke arah Pendekar Paruh Tajam. Akan tetapi Pendekar Paruh Tajam menghindari serangan itu, ia tidak akan membiarkan Putri Andhini Andita melukainya begitu saja.


Lalu bagaimana dengan Liku Sakti?. Saat ini ia sedang memperhatikan apa yang mereka lakukan. Apakah ia akan membantu adiknya itu untuk mengatasi Putri Andhini Andita yang saat ini dalam keadaan marah?. "Sebaiknya aku lihat dulu apa yang akan mereka lakukan. Aku ingin melihat seberapa kuat wanita itu menghadapi adi paruh tajam. Sepertinya ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik." Itulah alasannya kenapa ia tidak mau ikut campur dengan urusan mereka.


Sementara itu Putri Andhini Andita dan Pendekar Paruh Tajam sedang bertarung dalam kemarahan. Keduanya mengeluarkan tenaga dalam yang mereka miliki. Ada gejolak yang tidak biasa ia rasakan saat ini, sehingga pertarungan itu terlihat lebih serius dari yang sebelumnya.

__ADS_1


Kembali ke masa ini.


"Uhuk!. Uhukh!." Putri Andhini Andita telah memuntahkan racun yang ada di dalam tubuhnya, begitu juga dengan Raden Jatiya Dewa. Ternyata keduanya telah mendapatkan pengobatan dari Syekh Asmawan Mulia.


"Uhukh!."


Kali ini mereka terbatuk agak keras, perut mereka terasa sangat sakit. Hingga yang mereka muntahkan adalah darah yang sangat kental.


"Minumlah gusti putri." Nyi Ayudiyah Purwati memberikan segelas obat yang dapat menekan racun yang ada di dalam tubuh seseorang.


"Minumlah raden." Syekh Asmawan Mulia juga memberikan segelas obat yang sama dengan yang diminum oleh Putri Andhini Andita.


"Terima kasih nyi." Sepertinya Putri Andhini Andita sudah baikan. Jika dilihat dari warna kulitnya yang tidak pucat seperti tadi.


"Kalau begitu istirahatlah terlebih dahulu gusti putri. Sepertinya kondisi gusti putri masih harus beristirahat dengan baik." Nyi Ayudiyah Purwati sedikit lega melihat keadaan Putri Andhini Andita saat ini.


"Sekali lagi aku ucapakan terima kasih nyi." Putri Andhini Andita tersenyum lembut.


"Alhamdulillah hirobbil'alamin, sepertinya keadaan raden telah baikan." Syekh Asmawan Mulia sangat senang melihat keadaan Raden Jatiya Dewa juga baikan.


"Terima kasih syekh guru. Terima kasih karena telah membantu saya." Raden Jatiya Dewa sedikit merasakan tubuhnya dari yang sebelumnya.


"Sama-sama raden. Alhamdulillah hirobbil'alamin, raden juga gusti putri masih bisa diselamatkan. Kami sangat khawatir jika racun itu memang membunuh raden juga gusti putri masih dipengaruhi racun ganas itu." Syekh Asmawan Mulia hampir saja putus asa saat meramu obat yang cocok untuk melawan racun yang ada di dalam tubuh keduanya.


Apakah yang akan terjadi pada keduanya?. Apakah perasaan cinta yang mereka rasakan masih berlanjut?. Apakah mereka akan melanjutkan kisah itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam penuh cinta luar biasa.


...***...


Salam cinta untuk pembaca tercinta. Semoga menikmati kisah ini dengan baik. Terima kasih atas dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga pembaca tercinta sehat selalu, penuh semangat.


...***...


Ctak!. Ctak!.


Princess Andhini Andita flicked their foreheads who laughed with a small gravel that was near her, so they whimpered in pain. Except the sharp beak warriors and the Sakti Liku who realized the attack. Looks like both are not amateur warriors who are easy to attack just like that.


"Heh! How dare you laugh at me. Your laughter is not good at all to hear." Princess Andhini Andita snorted in annoyance. "If you are brave, advance!" Princess Andhini Andita challenged them all.


"Kakang, it looks like he's quite tough. What should we do to him?"


"What should we do Kakang?


"Attack like that alone is quite painful."


"Just kill him if necessary! She is a crazy woman! I almost died because of her!" It seems like a sharp half warrior is still revenge on Princess Andhini Andita, so he pointed harshly.


"Oh, so you are? Liku Sakti asked out of curiosity. Is it true that the beautiful woman who hurt her sister? "What intelligence do you have so you dare in this area?" There was a feeling of dislike he showed at that time.


"No need to make small talk anymore. I don't like what you are doing, I don't like the man who has made a harmful riot." Princess Andhini Andita was angry because they had hurt others, making them suffer, even they killed innocent people? Really can't be forgiven. "You don't need to know what intelligence I have." The bald with annoyance.


"So you really want to be hostile to us Nini."

__ADS_1


"If that's what you want, then we will not hesitate anymore." Liku Sakti gave the code to all of them to attack Princess Andhini Andita.


That morning Princess Andhini Andita seemed unable to relax, because she was dealing with those who had done evil in the village of Sungai Betung. "I will definitely punish all of you." Princess Andhini Andita took out the sword of the Sukma Dewi Suarabumi Raga Sword to defeat them all.


"Heh! Princess Andhini Andita avoided all their attacks that came to her. They attacked Princess Andhini Andita without hesitation, they did not care if Princess Andhini Andita was a woman.


They continued to attack Princess Andhini Andita, whether it was using physical power, the power of internal energy. They are all really ambitious to defeat Andhini Andita's daughter. While the sharp beak warriors and the magic twists are currently observing the strength of Princess Andhini Andita through their men.


"Looks like he is very strong, sis. We must not kill him, we make him a wife, so that he gives birth to a child who is stronger for us." It seems like a sharp half warrior has a different view, he tries to think towards the other side if he makes Princess Andhini Andita as his wife.


"You don't think like that Adi." Liku Sakti did not agree with what his sister said.


Duakh!. Duakh!. Duakh!.


Princess Andhini Andita without mercy beat them all. Until they were seriously injured, while the sharp beak warriors and sacrifices were very surprised to see what Princess Andhini was doing.


"You're really a crazy woman!" Shouted a sharp beak warrior in a very loud voice, he could not believe that Princess Andhini Andita could easily defeat her men?


"You don't have to shout disrespectfully to me! How dare you imagine if I became your wife? It turned out that Princess Andhini Andita listened to what they were talking about earlier?


"Then your opponent! If you lose, then you will be my wife!" The sharp half warrior challenged Princess Andhini Andita.


"You think I was willing to be the wife of a savage person like you? Princess Andhini Andita was very angry, she immediately attacked a sharp half warrior. Until there was a battle between the two. "I will not forgive you! You have to pay for all the actions of the bejad that you have done." Princess Andhini Andita continues to swing the sword of the Sukma Dewi Suarabumi Raga Grounded in the direction of a sharp half warrior. However, a sharp half -half warriors avoided the attack, he would not let Andhini Princess Andita hurt him just like that.


Then what about Liku Sakti?. Right now he is paying attention to what they are doing. Will he help his sister to overcome Princess Andhini Andita who is currently in an angry state? "I better see what they will do first. I want to see how strong the woman faces Adi a sharp beak. It seems like this will be a very interesting spectacle." That is the reason why he doesn't want to interfere with their business.


Meanwhile Princess Andhini Andita and the sharp beak warriors were fighting in anger. Both of them issued the inner energy they had. There is an unusual turmoil he feels right now, so the battle looks more serious than before.


Back to this time.


"Cough! Uhukh!" Princess Andhini Andita has vomited the poison in her body, as well as Raden Jatiya Dewa. It turns out that both of them have received treatment from Sheikh Asmawan Mulia.


"Uhukh!"


This time they coughed rather hard, their stomachs were very painful. Until what they vomit is very thick blood.


"Drink Gusti Putri." Nyi Ayudiyah Purwati gives a glass of drugs that can suppress the poisons in a person's body.


"Drink Raden." Sheikh Asmawan Mulia also gave a glass of the same medicine as taken by Princess Andhini Andita.


"Thank you Nyi." Looks like Princess Andhini Andita is getting better. When viewed from the color of the skin that is not pale like that.


"Then take a break first Gusti Putri. Looks like Gusti Putri's condition still has to rest well." Nyi Ayudiyah Purwati was a little relieved to see the current state of Princess Andhini Andita.


"Once again I say thank you." Princess Andhini Andita smiled softly.


"Alhamdulillah Hirobbil'alamin, it seems like Raden's condition has been better." Sheikh Asmawan Mulia was very happy to see the situation of Raden Jatiya Dewa also better.


"Thank you Sheikh Teacher. Thank you for helping me." Raden Jatiya Dewa a little felt his body from the previous one.


"Together with Raden. Alhamdulillah Hirobbil'alamin, Raden also Gusti Putri can still be saved. We are very worried that the poison does kill Raden and Gusti Putri is still influenced by the malignant poison." Sheikh Asmawan Mulia almost desperate when concocting a suitable medicine to fight the poisons in both bodies.

__ADS_1


What will happen to both? Does the feeling of love they feel still continue?. Will they continue the story? Only time will answer everything. Find the answers, don't forget the support of your beloved reader. Greetings full of extraordinary love.


...***...


__ADS_2