KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
KISAH YANG ANEH


__ADS_3

...***...


Jadi, hanya seorang raja yang bisa menggunakan pedang panggilan jiwa pedang Sukma Naga Pembelah Bumi?. Lalu bagaimana dengan pasang lainnya?.


"Kisah pedang Sukma naga yang diceritakan ayahanda prabu itu cukup mengejutkan bagiku saat itu. Karena sebelum menjadi Sukma naga, dulu ia adalah raja yang baik. Raja yang selalu melindungi rakyatnya dengan segenap jiwanya. Namun suatu hari ia dikhianati oleh saudaranya sendiri, ia ditikam oleh adiknya sendiri, sehingga ia bersumpah dengan janjinya sendiri. Bahwa ia akan menjadi naga, dan ia akan menelan siapa saja yang telah berkhianat padanya. Ia bersumpah akan membelah tubuh siapa saja yang telah berkhianat padanya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masih ingat dengan apa yang dikatakan ayahandanya pada saat itu.


"Apakah itu pernah terjadi pada raja-raja terdahulu?. Apakah kisah itu akan menjadi turun temurun bagi siapa saja yang menggunakan pedang itu?." Putri Andhini Andita merasa khawatir, jika kisah itu akan sama, atau akan dialami oleh adiknya.


"Aku tidak pernah mendengarkan kisah itu terjadi pada raja-raja sebelumnya. Karena yang menjadi raja adalah anak bungsu. Itu artinya kejadian itu tidak terjadi pada kami yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak salah denger dari cerita ayahandanya.


"Benar juga. Ayahanda anak bungsu, kakek prabu anak bungsu. Jadi tidak mungkin memiliki adik ya?." Putri Andhini Andita merasa lega, jika adiknya tidak akan mengalami apa yang dialami bagi siapa saja yang memegang pedang panggilan jiwa pedang sukma naga pembelah bumi.


"Memangnya ada apa yunda?. Apakah terjadi sesuatu pada yunda?. Bagaimana kisah pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi yang ada di dalam tubuh yunda?.* Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga penasaran dengan kakaknya itu.


"Sukma gusti putri dewi suarabumi memiliki kisah yang sangat kelam. Mulai dari kisahnya yang mencintai adik kandungnya sendiri. Hingga ia berakhir di tangan adiknya sendiri, mati sebagai seorang pengkhianat." Jawab Putri Andhini Andita. "Kemungkinan itu juga akan terjadi padaku. Karena aku juga pernah jatuh cinta pada adikku. Meskipun jauh sebelum aku menggunakan pedang panggilan jiwa. Bahkan cinta itu semkin membuncah, setelah aku menggunakan panggilan jiwa. Rasanya aku sangat tersiksa dengan perasaan yang aku miliki rayi prabu." Putri Andhini Andita menceritakan semuanya?. "Apakah aku akan berkahir sebagai pengkhianat sama seperti gusti putri dewi suarabumi?. Katakan padaku jika aku tidak akan berkahir seperti itu rayi." Sungguh, perasaannya sangat membuncah saat ini. Tidak mengerti apa yang akan ia lakukan setelah ini.


"Memangnya cerita apa yang yunda dengar?. Jika itu yang terjadi pada pengguna pedang pelebur raga sukma dewi suarabumi?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ingin mendengarkan penjelasan dari kakaknya.


"Barang siapa yang menggunakan pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi akan mengalami nasib yang sama. Yaitunya mencintai adiknya, bahkan menanggung rasa sakit yang membawa kematian pada dirinya." Putri Andhini Andita terlihat sangat sedih sekali.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat terkejut mendengarnya. "Kenapa yunda berkata seperti itu?. Jangan terlalu membebani pikiran yunda. Itu sangat tidak baik untuk kesehatan." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terdengar sangat mencemaskan keadaan kakaknya..


"Aku tidak menduga, jika bibi diantari cakrawati. Adik dari mendiang ayahanda prabu. Bibi juga pernah mencintai ayahanda prabu, sama halnya dengan apa yang aku alami. Bibi dianti cakrawati pernah mengatakan perasaan cintanya pada ayahanda prabu." Balas Putri Andhini sambil mengingat apa yang dikatakan oleh Sukma Dewi Suarabumi..


"Bibi dianti cakrawati?. Apakah benar ia jatuh cinta pada ayahanda prabu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat tidak percaya.


"Itulah yang ingin aku ketahui rayi prabu." Putri Andhini Andita masih penasaran tentunya.


"Kalau begitu kita bisa berkomunikasi dengan ayahanda prabu." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga penasaran dengan kisah itu.


"Tapi bagaimana caranya kita bertanya pada ayahanda prabu?." Putri Andhini Andita jadi penasaran bagaimana adiknya bisa bertanya pada ayahandanya?. Bukankah ayahandanya sudah lama meninggal?.


"Baiklah kalau begitu rayi prabu. Terima kasih karena kau telah bersedia mendengarkan apa ingin aku katakan padamu rayi prabu." Putri Andhini Andita sangat gelisah, sebelum ia mendengarkan langsung kisah itu dari ayahandanya.


"Sama-sama yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya tersenyum kecil.


"Jika terjadi sesuatu pada yunda, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya padaku yunda. Walau bagaimanapun juga yunda adalah tanggungjawab ku." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tentunya senang melihat kakaknya bahagia.


"Kalau begitu aku pamit dulu rayi prabu. Aku menantikan pertemuan dengan ayahanda prabu." Putri Andhini Andita sangat berharap ada kebaikan yang akan ia terima nantinya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Lanjutnya.

__ADS_1


"Sama-sama yunda." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Balas Raden Jatiya Dewa.


"Jadi bibi dianti cakrawati memang benar-benar mencintai ayahanda prabu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana teringat dengan kisah ayahandanya dalam pertemuan biasa. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sebenarnya juga penasaran dengan kisah itu. Apakah ia perlu menatap mata kakaknya agar ia bisa melihat apa yang terjadi dengan lebih jelas?. Apakah yang akan dilakukan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana untuk mengetahui semuanya?. Temukan jawabannya.


...***...


Sementara itu, Raden Jatiya Dewa bersama Putri Rara Saraswati. Saat ini ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Tapi setidaknya saat ini keadaan Putri Rara Saraswati agar sedikit kacau.


"Kau ini memang sangat memalukan sekali nimas." Raden Jatiya Dewa menatap Putri Rara Saraswati. "Kau pikir akan bisa menang dengan cara seperti itu?." Raden Jatiya Dewa terdengar sangat marah sekali. "Kau menggunakan jin untuk memikat siapa yang terkena mantram itu.?. Sungguh sangat tidak sopan sekali." Lanjutnya dengan perasaan kesal. "Besok aku akan mengantarmu ke kerajaan buana dewa. Rasanya aku sangat malu sekali pada gusti prabu atas sikap yang kau lakukan itu." Raden Jatiya Dewa benar-benar mengeluarkan isi di kepalanya.


"Jika aku tidak mau kembali?. Apakah kau benar-benar akan melakukannya?." Putri Rara Saraswati protes atas apa yang dikatakan oleh raden cakara casugraha. Ia tidak pernah merasakannya.


"Jangan uji kesabaran yang aku miliki. Selain itu jangan sembarangan kalau kau berbicara.” Raden Jatiya Dewa hampir saja kehilangan kesabarannya atas sikap yang ditunjukkan Putri Rara Saraswati. Sangat menguras emosi jika ia berbicara dengan wanita pemikat itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.

__ADS_1


...***...


__ADS_2