
...***...
Sukma Dewi Suarabumi masih melakukan semedi, ia berharap bisa memanggil Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. Hatinya sangat gelisah karena ia tidak berhasil membangunkan Sukma Putri Andhini Andita.
"Hamba mohon gusti prabu, hamba membutuhkan bantuan dari gusti prabu. Hamba mohon dengarkan hamba." Dalam semedinya ia berharap dapat memanggil Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Apa yang membuatmu gelisah nimas dewi?." Sepertinya keajaiban masih memihak pada Sukma Dewi Suarabumi. Dengan cepat ia membuka matanya karena ia masih ingat dengan suara itu. "Gusti prabu?." Jantungnya berdetak kencang ketika matanya menangkap sosok yang sudah sangat lama tidak ia lihat. "Hormat hamba gusti prabu." Sukma Dewi Suarabumi memberi hormat pada Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Bangunlah nimas dewi." Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta yang dilihat oleh Sukma Dewi Suarabumi sama seperti ketika pertma kali ia bertemu, sama sekali terlihat tua?. Atau karena bayangannya saja melihat Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta tampak sangat muda?. "Ah, bukan itu yang ingin aku ketahui." Dalam hatinya menepis pikirannya dengan cepat.
"Katakan padaku apa yang terjadi nimas dewi?. Kenapa kau memanggilku?. Pastinya ada alasan tertentu, katakan padaku alasannya." Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta tersenyum kecil, ia dapat melihat kegelisahan dari raut wajah Sukma Dewi Suarabumi.
"Tolong hamba gusti prabu. Tolong hamba, tolong andhini andita yang saat ini tidak bis hamba bangunkan gusti prabu." Ia berusaha untuk menahan tangisnya karena kegelisahan yang ia rasakan. Matanya melihat ke arah Putri Andhini Andita yang sedang terbaring, tidak sadarkan diri.
"Demi dewata yang agung." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta sangat terkejut melihat hawa yang keluar dari tubuh Putri Andhini Andita. "Apa yang terjadi padanya?." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta segera mendekati Putri Andhini Andita yang sedang terbaring di tempat Sukma Dewi Suarabumi biasanya bersantai.
"Hamba juga tidak mengerti gusti prabu. Hamba tidak bisa membangunkan kesadaran sukmanya. Sepertinya ada sesuatu yang menahannya." Sukma Dewi Suarabumi sangat takut, jika terjadi sesuatu pada Putri Andhini Andita. "Apakah gusti prabu bisa membangunkan sukmanya?. Apakah gusti prabu bisa membantunya?. Hamba mohon gusti prabu segera membantunya." Sukma Dewi Suarabumi semakin terdengar sangat panik.
"Tenanglah nimas dewi. Mari kita lakukan bersama untuk membantu ananda andhini andita agar segera kembali pada Sukma juga raganya." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta dapat merasakan perasaan yang sangat tidak enak..
Apakah Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta dan Sukma Dewi Suarabumi berhasil menyelamatkan Putri Andhini Andita?. Temukan jawabannya.
Sementara itu, Ratu Gendhis Cendrawati dan Ratu Dewi Suarabumi saat ini telah sampai di depan bilik Putri Andhini Andita. Keduanya mencoba memanggil Putri Andhini Andita, namun sama sekali tidak ada tanggapan sama sekali. Sehingga membuat keduanya semakin cemas.
"Ananda andhini andita?. Ananda andhini andita?. Apakah ananda ada di dalam nak?." Ratu Gendhis Cendrawati mencoba untuk memanggil anaknya.
"Ananda andhini andita?. Jawab ibunda nak?. Apakah ananda berada di dalam?." Ratu Dewi Anindyaswari bahkan mencoba memanggil, tapi tetap saja tidak ada tanggapan sama sekali.
"Oh, kenapa tidak ada jawaban dari dalam?." Ratu Gendhis Cendrawati terlihat sangat sedih.
"Bagaimana kalau kita masuk saja yunda. Entah kenapa aku merasa sangat cemas dengan keadaan ananda andhini andita." Ratu Dewi Anindyaswari merasakan firasat yang sangat buruk..
"Baiklah kalau begitu rayi dewi." Ratu Gendhis Cendrawati tidak tahan lagi, ia ingin segera melihat keadaan anaknya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ananda andhini andita?." Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati mengucapkan salam sebelum masuk.
Namun mata mereka tidak melihat keberadaan Putri Andhini Andita sama sekali?. Kemanakah ia pergi selama ini?. Akan tetapi, saat itu keduanya sangat terkejut melihat keadaan Putri Andhini Andita yang tergolek di lantai?.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati bergegas mendekati Putri Andhini Andita.
"Ananda putri!. Ananda Putri!"
Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati berusaha untuk membantu Putri Andhini Andita, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Sehingga keduanya semakin panik, takut, jik memang terjadi sesuatu pada Putri Andhini Andita.
"Bangun nak!. Bangun!. Apa yang terjadi padamu?." Ratu Gendhis Cendrawati kembali mencoba membangunkan anaknya, tapi tetap saja tidak bisa.
"Yunda, mari kita tidurkan ananda putri di dipan nya." Ratu Dewi Anindyaswari membantu Ratu Gendhis Cendrawati membawa anaknya menuju tempat tidurnya.
__ADS_1
"Oh putriku." Hati Ratu Gendhis Cendrawati sangat sedih melihat keadaan anaknya yang seperti ini.
"Yunda. Tunggulah sebentar di sini. Aku akan memanggil nanda prabu. Mungkin nanda prabu bisa mengetahui apa yang terjadi pada ananda andhini andita." Ratu Dewi Anindyaswari bergegas meninggalkan tempat itu.
"Baiklah rayi. Tapi cepatlah kembali." Ratu Gendhis Cendrawati tidak menyangka jika anaknya akan mengalami hal yang sama sekali tidak diduga sebelumnya. "Ibunda mohon bangunlah nak. Ibunda tidak mau terjadi sesuatu pada ananda." Hatinya sangat iba melihat keadaan anaknya yang seperti ini. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada anaknya.
Apakah Putri Andhini Andita berhasil di selamatkan?. Ikuti terus ceritanya.
...***...
Di alam bawah sadar Putri Andhini Andita.
Batinnya sangat tertekan karena kondisi fisiknya tidak mau menuruti apa yang ia lakukan saat ini. Hati dan raganya saling bertentangan satu sama lain. Sedikit saja kesalahan yang dilakukan oleh emban istana, ia akan segera memaki mereka dengan kata-kata yang sangat kasar. Apalagi saat itu matanya menangkap Raden Jatiya Dewa yang sedang berjalan bersama seorang putri raja?. Karena penasaran dengan apa yang dilakukan Raden Jatiya Dewa, Putri Andhini Andita bergegas melihat itu. Matanya menangkap sosok tangan ia kenali.
"Jatiya dewa?." Kepalanya terasa sangat sakit saat melihat Raden Jatiya Dewa bersama seorang wanita yang sama sekali tidak ia ketahui. "Apa yang kau lakukan jatiya dewa?!. Kenapa kau bisa bersama cahya candrakanti?. Apakah kau tidak memiliki perasaan apapun padaku?." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Membuat mereka semua melihat ke arahnya?.
"Aku sudah muak berada di dekatmu andhini andita!. Jadi jangan salahkan aku, karena sikapmu itu telah mengubah segalanya!." Raden Jatiya Dewa terlihat sangat marah sekali. "Aku juga sudah bosan dengan kejadian yang disini!." Lanjutnya lagi. "Kau pikir kau bisa mengaturku sesuka hatimu andhini andita?!." Raden Jatiya Dewa terlihat sangat marah. "Kau ini benar-benar wanita yang sangat tamak sekali andhini andita!." Raden Jatiya Dewa tidak mau bersama lagi?. Tapi kenap itu bisa terjadi?.
Apakah yang terjadi sebenarnya?. Apa yang tejadi pada raga dan Sukma Putri Andhini Andita?. Bagaimana kisah ini akan berakhir?. Kenapa dengan sukma Putri Andhini Andita?. Temukan jawabannya dalam kisah ini, semoga bermanfaat.
...***...
Terjemahan.
Halaman ini juga berisikan terjemahan dari kisah di atas. Mohon maaf atas ketidaknyamanan. Tapi hanya ini yang bisa dilakukan, jika tidak merasa nyaman dan bingung dengan lanjutan kisahnya, langsung saja tulis di kolom komentar.
...***...
"I ask Gusti Prabu, I need help from Gusti Prabu. I beg you to listen to my servant." In his severity he hoped to call Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"What makes you nervous Nimas Dewi?" It seems that the miracle is still in favor of the Sukma Dewi SuaraBumi. He quickly opened his eyes because he still remembered the voice. "Gusti Prabu?" His heart beat fast when his eyes caught a figure that he had not seen a long time. "Sincerely, Servant Gusti Prabu." Sukma Dewi Suarabumi saluted King Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Wake up Nimas Dewi." Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta who was seen by Sukma Dewi SuaraBumi was the same as when the first time he met, at all looks old? Or because of his shadow seeing King Bahuwirya Jayantaka Byakta looks very young? "Ah, that's not what I want to know." In his heart brushed his mind quickly.
"Tell me what happened Nimas Dewi? Why did you call me? Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta smiled a little, he could see the anxiety from the face of the Sukma Dewi Suarabumi.
"Please my servant Gusti Prabu. Please, I please, please Andhini Andita, who is currently not a bus, I wake up Gusti Prabu." He tried to hold back his tears because of the anxiety he felt. His eyes looked at Princess Andhini Andita who was lying, unconscious.
"For the sake of the great gods." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta was very surprised to see the air coming out of the body of Princess Andhini Andita. "What happened to him?" Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta immediately approached the daughter of Andhini Andita who was lying in the soul where the Suara Suarabumi usually relaxed.
"I also did not understand Gusti Prabu. I could not wake up his soul's awareness. It seems that something is holding him back." Sukma Dewi Suarabumi is very scared, if something happens to Princess Andhini Andita. "Can Gusti Prabu wake up his soul? Can Gusti Prabu help him? I ask Gusti Prabu to help him immediately." Sukma Dewi SuaraBumi increasingly sounded very panicked.
"Calm down Nimas Dewi. Let's do it together to help Ananda Andhini Andita to immediately return to the soul as well as her body." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta can feel a very bad feeling ..
Is Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta and Sukma Dewi SuaraBumi managed to save Andhini's daughter Andita?. Find the answer.
Meanwhile, Ratu Gendhis Cendrawati and Ratu Dewi SuaraBumi have now arrived in front of the Princess Andhini Andita's booth. Both of them tried to call Princess Andhini Andita, but there was absolutely no response at all. So that makes both of them more anxious.
__ADS_1
"Ananda Andhini Andita? Queen Gendhis Cendrawati tries to call her child.
"Ananda Andhini Andita? Ratu Dewi Anindyaswari even tried to call, but still there was no response at all.
"Oh, why is there no answer from inside?" Queen Gendhis Cendrawati looks very sad.
"What if we just enter Yunda. Somehow I feel very anxious about Ananda Andhini Andita's condition." Ratu Dewi Anindyaswari felt a very bad feeling.
"Alright then Rayi Dewi." Queen Gendhis Cendrawati could not stand anymore, she wanted to immediately see the condition of her child.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Ananda Andhini Andita?" Ratu Dewi Anindyaswari and Ratu Gendhis Cendrawati said hello before entering.
But their eyes did not see the whereabouts of Princess Andhini Andita at all? Where did he go all this time?. However, at that time the two were very surprised to see the state of Princess Andhini Andita who was lying on the floor?
"Astaghfirullah Hal'azim O Allah." Ratu Dewi Anindyaswari and Queen Gendhis Cendrawati rushed to the daughter of Andhini Andita.
"Ananda Putri! Ananda Putri!"
Ratu Dewi Anindyaswari and Queen Gendhis Cendrawati tried to help Princess Andhini Andita, but there was no response at all. So that both of them are more panicked, afraid, if something happens to Princess Andhini Andita.
"Wake up son! Wake up! What happened to you?" Queen Gendhis Cendrawati again tried to wake her child, but still could not.
"Yunda, let's not take Ananda Putri in the couch." Ratu Dewi Anindyaswari helped Queen Gendhis Cendrawati bring her child to her bed.
"Oh my daughter." The heart of Queen Gendhis Cendrawati was very sad to see the condition of her child like this.
"Yunda. Wait a minute here. I will call Nanda Prabu. Maybe Nanda Prabu can find out what happened to Ananda Andhini Andita." Ratu Dewi Anindyaswari rushed to leave the place.
"Alright Rayi. But hurry back." Queen Gendhis Cendrawati did not expect that her child would experience something that was completely unexpected before. "Mother, please wake up, son. Mother doesn't want anything to happen to Ananda." His heart was very sorry to see the condition of his son like this. He did not know what happened to his child.
Did Andhini Princess Andita successfully saved? Continue to follow the story.
...***...
In the subconscious Princess Andhini Andita.
His mind was very depressed because his physical condition did not want to obey what he was doing right now. His heart and body conflict with each other. Just a little mistake made by the Palace Dew, he will immediately curse them with very rude words. Especially at that time his eyes caught Raden Jatiya Dewa who was walking with a princess king? Out of curiosity about what Raden Jatiya Dewa did, Princess Andhini Andita rushed to see that. His eyes caught the figure of his hand he recognized.
"Jatiya Dewa?" His head felt very painful when he saw Raden Jatiya Dewa with a woman he did not know at all. "What are you doing Jatiya Dewa?! Why can you be with Cahya Candrakanti? He snapped in a very loud voice. Make them all look at him?.
"I'm sick of being near you Andhini Andita! So don't blame me, because your attitude has changed everything!" Raden Jatiya Dewa looks very angry. "I'm also bored with what happened here!" He continued. "You think you can manage me as you wish Andhini Andita?!" Raden Jatiya Dewa looks very angry. "You are really a very greedy woman Andhini Andita!" Raden Jatiya Dewa doesn't want to be together anymore?. But why can that happen?
What happened really?. What happened to Princess Andhini Andita's soul and soul?. How will this story end? What's with the soul of Princess Andhini Andita?. Find the answers in this story, hopefully useful.
Selamat membaca. Next halaman.
***
__ADS_1