KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
SANGAT ANEH?.


__ADS_3

...***...


Dengan sabarnya Putri Dewi Anjarwati dan Putri Hapsari Iswara menunggu Putri Andhini Andita selesai semedi. Mereka sangat senang, karena keadaan Putri Andhini Andita benar-benar telah sembuh.


"Alhamdulilah hirabbli'alamin ya Allah." Dalam hati Putri Andhini Andita merasa bersyukur atas kesembuhan yang ia rasakan. Ia kembali mengatur tenaga dalamnya, karena ia merasa lebih baik lagi. Namun saat ia membuka matanya, ia melihat Putri Dewi Anjarwati dan seseorang yang sama sekali belum pernah ia temui?.


"Oh, nimas dewi-."


"Nimas andhini andita."


Belum sempat Putri Andhini Andita menyebut nama Putri Dewi Anjarwati, ia malah diterjang oleh pelukan kuat dari Putri Dewi Anjarwati. Tentunya itu membuatnya sangat terkejut, dan merasa sangat sesak karena pelukan Putri Dewi Anjarwati sangat erat sekali.


"Sykurlah. Sykurlah nimas telah bangun. Aku sangat cemas sekali." Putri Dewi Anjarwati sampai menangis tertahan karena tidak kuasa menahan dirinya. Perasaan cemas yang berlebihan yang ia rasakan membuatnya kehilangan kesabaran.


"Sa-sa-saya baik-baik saja nimas. Jangan khawatir kan keadaan saya." Suaranya terdengar pelan, nafasnya sangat sesak akibat pelukan yang terlalu kuat itu.


Putri Dewi Anjarwati melepaskan pelukannya. Ia menatap tajam ke arah Putri Andhini Andita, serta hawa yang ditunjukkan Putri Dewi Anjarwati sangat tidak enak untuk dirasakan. "Itu karena kau terlalu ceroboh andhini andita. Sehingga kau bisa terkena serangan itu!." Putri Dewi Anjarwati dengan gemasnya mencubit kedua pipi Putri Andhini Andita, hingga ia merintih kesakitan.


"Lepaskan. Sakit." Putri Andhini Andita mencoba untuk berontak, namun tidak bisa. Sepertinya Putri Dewi Anjarwati sedang melepaskan kelegaan yang ia rasakan saat ini.


"Itu salahmu sendiri andhini andita. Jika terjadi sesuatu padamu, apa yang akan aku katakan pada gusti prabu asmalaraya arya ardhana nantinya?. Pikirkan juga keselamatan kami dong!. Jangan sampai kami kehilangan nyawa juga karena kemarahan dari gusti prabu asmalaraya arya ardhana pada kami. Karena kami tidak bisa menjaga yundanya ini." Entah bagaimana caranya ia menjelaskan perasaan hatinya yang lega setelah melihat Putri Andhini Andita baik-baik saja. Mungkin dengan memberikan sedikit hukuman pada Putri Andhini Andita, itu akan membuatnya baikan juga?.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Ini cemas, atau ingin membuat seseorang tewas." Dalam hati Putri Hapsari Iswara mencemaskan keadaan Putri Andhini Andita yang tidak bisa melawan Putri Dewi Anjarwati saat ini. Apakah ia akan turun tangan untuk melerai keduanya?. Atau hanya akan menonton saja apa yang mereka lakukan?. Temukan jawabannya.


...***...


Di halaman istana Kerajaan Buana Dewa. Prabu Maheswara Jumanta telah sampai di kerajaan Buana Dewa. Tentunya kedatangannya telah disambut baik oleh Prabu Lingga Dewa bersama keluarganya.


Sebenarnya telah diadakan acara lamaran, dan hanya menunggu acara pernikahan. Tentunya mereka merundingkan, bagaimana acara pernikahan mereka. Meskipun sebenarnya acara pernikahan itu diadakan di kerajaan Teluk Mutiara, namun ini hanyalah kunjungan dari pihak keluarga wanita yang ingin mengenal keluarga kerajaan Buana Dewa.


"Selamat datang di kerajaan buana dewa kanda prabu." Prabu Lingga Dewa menyambut dengan baik kedatangan Prabu Maheswara Jumanta.


"Terima kasih atas sambutan yang rayi prabu berikan pada saya. Rasanya sangat senang sekali mendapatkan sambutan hangat ini." Prabu Maheswara Jumanta dapat merasakannya.


"Semoga kanda prabu betah berada di istana kami yang tidak seberapa dibandingkan dengan istana kerajaan teluk mutiara." Prabu Lingga Dewa mengiringi Prabu Maheswara Jumanta.


"Ahaha!. Kanda prabu benar juga." Prabu Lingga Dewa juga ikut tertawa.


Mereka menuju ruang tamu kerajaan. Karena di sana lah mereka akan berbincang-bincang mengenai apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Kanda prabu pasti lelah setelah melakukan perjalanan. Mungkin kanda prabu ingin beristirahat sejenak sambil mendengarkan atau menyaksikan hiburan yang telah saya siapkan." Prabu Lingga Dewa memberi kode pada dayang-dayang istana agar melakukan apa yang telah ia siapkan.


"Terima kasih banyak rayi prabu. Kau memang raja yang sangat pengertian sekali." Prabu Maheswara Jumanta tidak menduganya. Jika ia akan disambut dengan baik oleh Prabu Lingga Dewa. Tidak salah ia menerima perjodohan anak semata wayangnya dengan putra tertua dari kerajaan Buana Dewa. Apakah ini suatu keberkahan baginya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

__ADS_1


...***...


Kembali ke bilik wisma.


Putri Dewi Anjarwati, Putri Andhini Andita dan Putri Hapsari Iswara saat ini masih berada di sana. Mereka hanya saling memperkenalkan diri.


"Saya adalah bahuwirya andhini andita." Putri Andhini Andita menyebutkan nama lengkapnya.


"Saya hapsari iswara. Senang bertemu dengan mu." Putri Hapsari Iswara juga memperkenalkan namanya.


"Owalah. Aku tidak akan menduganya sama sekali." Dalam hati Putri Dewi Anjarwati merasakan perasaan berdebar-debar. Namun bukan karena perasaan jatuh cinta pada seseorang. Akan tetapi karena takdir yang akan mengikat mereka nantinya?. Lah?. Memangnya mereka jodoh?. Ya, mereka jodoh bukan dalam artian ikatan pernikahan. Akan tetapi tali persaudaraan dalam ikatan yang terhubung karena suatu hal.


"Ada apa nimas dewi?." Putri Andhini Andita merasa dengan raut wajah Putri Dewi Anjarwati saat ini.


"Putri hapsari iswara akan menjadi calon kakak ipar ku. Sedangkan kau nimas andhini andita." Putri Dewi Anjarwati menggenggam tangan Putri Andhini Andita dengan eratnya. "Jika memang kau jadian dengan rayi jatiya dewa. Maka kau akan menjadi rayiku." Dengan perasaan haru Putri Dewi Anjarwati berkata seperti itu. Ia hampir saja menangis karena takdir baik yang akan mengikat mereka nantinya.


Sementara itu Putri Andhini Andita dan Putri Hapsari Iswara yang menyadari arti dari ucapan Putri Dewi Anjarwati hanya terdiam saja. Memang takdir aneh telah mengingat mereka bertiga dalam takdir saudara?.


"Rasanya aku hampir saja ingin menangis. Aku tidak sabar ingin bersama kalian bermain sepanjang waktu." Entah karena ia pandai bersandiwara atau itu adalah sikap alaminya. Putri Dewi Anjarwati benar-benar mengungkapkan apa yang sedang ia rasakan saat ini.


"Ya Allah. Ternyata seperti ini sifat dari seorang putri dewi anjarwati?." Dalam hati Putri Andhini Andita tidak menduganya sama sekali. "Jatiya dewa. Kau pernah mengatakan, jika yundamu sangat galak. Tapi apa yang aku lihat?." Ia mengingat apa yang dikatakan Raden Jatiya Dewa tentang kakaknya yang selalu galak padanya?. Atau hanya memang padanya saja?. Putri Andhini Andita hanya menghela nafasnya terasa lelah. Ia juga tidak mau membahasnya. Karena takdir yang akan mereka lalui sangat aneh, dan seperti telah ditulis dengan baik oleh sang pencipta. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka bisa akur. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2