KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
RENCANA JAHAT


__ADS_3

...****...


Telah larut malam, Putri Andhini Andita melaksanakan sholat tahajud, meminta petunjuk kepada Allah SWT supaya diberi jalan keluar dari masalah yang terjadi. Namun saat itu Sukma Dewi Suarabumi merasakan adanya bahaya yang mengancam Putri Andhini Andita.


"Maaf jika aku lancang mengganggumu andhini andita, tapi keadaannya sangat gawat sekali." Perasaannya sangat cemas dan tidak karuan.


Putri Andhini Andita baru saja selesai melaksanakan sholat. Ia melihat ada asap aneh yang masuk melalui celah jendela. "Sepertinya gusti putri benar. Ada seseorang yang diam-diam ingin mencelakai hamba." Putri Andhini Andita segera menutup hidungnya agar tidak menghirup asap aneh itu.


Tak lama kemudian ada seseorang yang masuk, ia berpakaian serba hitam, menggunakan kain penutup wajah?. Akan tetapi Putri Andhini Andita melihatnya, menyerang orang asing yang masuk itu dengan menggunakan tenaga dalamnya.


"Egkhakh!." Orang yang tidak dikenali itu terpental menjauh meninggalkan jendela yang berhasil ia bobol tadi. Karena serangan dari Putri Andhini Andita ia terbang entah kemana.


"Sebaiknya jangan dikejar." Sukma Dewi Suarabumi menghentikan Putri Andhini Andita. "Aku takut mereka memiliki komplotan, jangan sampai kau mengalami masalah yang berbahaya jika kau memaksa untuk menyerangnya." Sukma Dewi Suarabumi memperingatkan Putri Andhini Andita.


"Tapi gusti putri hamba-." Putri Andhini Andita ingin mengetahui siapa yang berani menyerangnya dengan cara tidak manusiawi?.


"Biarkan saja!. Dengarkan apa yang aku katakan andhini andita!. Jangan terlalu mengambil resiko yang tinggi!." Itu adalah peringatan yang sangat keras, bahkan ia sangat menekankan Putri Andhini Andita agar tidak membahayakan dirinya.


"Baiklah gusti putri. Hamba akan menuruti apa yang gusti putri katakan pada hamba." Putri Andhini Andita tidak lagi membantah. Ia juga tidak ingin membuat Sukma Dewi Suarabumi marah padanya.


"Aku telah berjanji akan melindungi siapa saja yang menggunakan kekuatanku. Aku bersumpah pada mendiang gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta, bahwa aku akan melakukannya dengan segenap hatiku." Dalam hati Sukma Dewi Suarabumi mencoba menekan perasaan yang ia rasakan saat itu. Sungguh, ia tidak akan melupakan sumpah yang telah ia ucapkan pada hari itu pada Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.


Putri Andhini Andita terpaksa menahan dirinya,jika dipikir-pikir lagi memang sangat berbahaya jika ia bertindak sembarangan. Tidak akan ada yang menolongnya jika ia terluka ataupun terjebak karena musuh. Apakah yang akan ia lakukan selanjutnya?. Simak terus jalan ceritanya.


...***...


Sementara itu Pendekar Paruh Tajam saat ini sedang bersama saudara laki-lakinya. Mereka masih terjaga, apalagi ketika anak buah yang ia utus datang mengadu.


"Maafkan hamba tuan. Sepertinya ia menyadari kedatangan hamba, sehingga hamba terkena hantaman tenaga dalamnya." Ia masih merasakan sakit setelah terkena serangan itu.


"Dasar tidak becus!. Bodoh!. Tidak berguna!." Pendekar Paruh Tajam menghardik anak buahnya yang telah gagal melakukan tugasnya. Emosinya semakin mendidih setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu. Sedangkan anak buahnya hanya diam tertunduk diam, ia tidak berani melawan sedikitpun.


"Ahaha!. Wanita itu sangat menarik sekali." Liku Sakti malah tertawa keras mendengarkan pengaduan dari anak buahnya itu.


"Kenapa kakang malah tertawa?. Aku sedang sakit hati atas apa yang ia lakukan padaku!. Apakah kakang tidak lihat tanganku ini?." Ia menunjukkan lengan tangannya yang diberi perban. "Tanganku hampir saja putus karena perbuatan wanita gila itu!." Ia masih ingat bagaimana wanita yang sama sekali tidak ia ketahui itu menyerang dirinya?.


"Ahaha!. Sudahlah adi. Nanti kita bahas lagi." Balasnya dengan santainya. "Kau istirahat saja terlebih dahulu. Sembuhkan tanganmu dengan baik, setelah itu kita bereskan wanita itu besok." Lanjutnya lagi. Ia tahu saat ini adiknya itu sedang dikuasai oleh kemarahan, karena itulah adiknya bertindak tanpa memikirkan rencana yang baik untuk membunuh wanita yang telah membuatnya hampir saja kehilangan sebelah tangannya.


"Huh!." Pendekar Paruh Tajam mendengus kecil, ia sangat kesal karena belum bisa membayar apa yang telah dilakukan oleh wanita asing itu padanya.


"Kau, pergilah." Perintahnya pada anak buahnya itu.


"Siap tuan." Ia memberi hormat pada Liku Sakti.


"Tapi besok pagi kumpulkan semua teman-temanmu. Karena aku ingin menyerang wanita itu dengan jumlah yang sangat besar." Lanjutnya lagi sebelum anak buah ya pergi meninggalkan gubuk itu.


"Akan saya kerjakan tuan." Dengan patuhnya ia mengerjakan apa yang dikatakan oleh Liku Sakti. Setelah itu ia benar-benar pergi dari sana, karena ia mendapatkan kode dari Liku Sakti agar segera bergerak.

__ADS_1


"Kau juga istirahatlah adi." Ia menatap adiknya yang masih terlihat sangat kesal. "Pulihkan tenaga dalammu dengan baik, supaya kau bisa membalas perbuatan wanita itu dengan kekuatan penuh." Ia menyarankan adiknya supaya segera beristirahat.


"Baiklah. Sepertinya itu bukan saran yang buruk." Akhirnya Pendekar Paruh Tajam mengalah. Ia masuk ke dalam sebuah bilik, ia akan memulihkan tenaga dalamnya supaya besok bisa bergerak dengan bebas sambil membalas perbuatan wanita yang hampir saja membunuhnya?.


"Sepertinya besok akan menjadi menarik." Dalam hatinya merasa penasaran dengan sosok wanita yang telah melukai adiknya itu. "Seberapa besar tenaga dalam yang dimiliki wanita itu sehingga adikku sampai terluka seperti itu?. Sungguh, hebat sekali wanita itu. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya." Ia menyeringai kecil, ia membayangkan jika wanita itu bisa ia jadikan tumbal untuk menambah kekuatan yang ia miliki sekarang.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak jalan ceritanya.


Kembali ke masa ini.


Raden Jatiya Dewa telah berhasil membawa Putri Andhini Andita ke padepokan putri. Namun sepertinya tenaganya semakin berkurang. Rasanya ia tidak sanggup lagi untuk berjalan, pandangannya sudah kabur karena kantuk yang ia rasakan tidak bisa ia tahan lagi. Begitu ia memasuki gerbang itu, tubuhnya ambruk, namun beruntung tubuh Putri Andhini tidak terhempas ke tanah. Tubuh Putri Andhini Andita masih mendarat dengan aman meskipun sama-sama tidak sadarkan diri di sampingnya.


Saat itu sayup-sayup ia mendengarkan ada beberapa orang yang khawatir?.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Mereka semua terkejut saat melihat ada dua orang yang tidak sadarkan diri di depan gerbang padepokan putri. Saat itu nyi Ayudiyah Purwati bergegas melihat siapa yang pingsan itu?.


"Astaghfirullah hal'azim, gusti putri andhini andita." Ia sangat terkejut melihat siapa yang tidak sadarkan diri itu.


"Guru!." Ayu kebetulan baru datang, dan ia juga mengenali siapa yang pingsan itu. "Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Bukankah wanita ini adalah gusti putri andhini andita?. Apa yang terjadi padanya guru?." Ia tidak menyangka akan melihat keadaan Putri Andhini Andita seperti ini.


Apakah yang terjadi selanjutnya?. Apakah mereka akan membantu Putri Andhini Andita yang pingsan?. Temukan jawabannya.


...***...


...****...


"Sorry if I am presumptuous to bother you Andhini Andita, but the situation is very bad." His feelings were very anxious and abysmally.


Princess Andhini Andita has just finished praying. He saw a strange smoke coming in through the window gap. "Looks like Gusti Putri is right. There is someone who secretly wants to harm my servant." Princess Andhini Andita immediately closed her nose so as not to inhale the strange smoke.


Shortly thereafter someone entered, he dressed in black, using a face covering cloth?. However, Princess Andhini Andita saw it, attacking the stranger who entered using his inner energy.


"Egkhakh!" The person who was not recognized was bounced away from the window he had managed to break earlier. Because of the attack from Princess Andhini Andita she flew somewhere.


"You should not be pursued." Sukma Dewi Suarabumi stopped Princess Andhini Andita. "I'm afraid they have a plot, don't let you experience dangerous problems if you force to attack him." Sukma Dewi Suarabumi warned the daughter of Andhini Andita.


"But Gusti daughter servant-." Princess Andhini Andita wants to find out who dares to attack her in an inhumane way?


"Just leave it! Listen to what I say Andhini Andita! It was a very loud warning, even she emphasized Princess Andhini Andita not to endanger her.


"Alright Gusti Putri. I will obey what Gusti Putri said to my servant." Princess Andhini Andita no longer denied. He also did not want to make Sukma Dewi SuaraBumi angry with him.


"I have promised to protect anyone who uses my strength. I swear to the late Gusti Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta, that I will do it with all my heart." In the heart of Sukma Dewi Suarabumi tried to suppress the feelings she felt at that time. Really, he would not forget the oath he had said on that day to King Bahuwirya Jayantaka Byakta.


Princess Andhini Andita was forced to hold back her, if you think about it again it was very dangerous if she acted carelessly. Nobody will help him if he is injured or trapped because of the enemy. What will he do next? Listen to the storyline.


...***...

__ADS_1


Meanwhile the sharp half warriors are currently with his brother. They are still awake, especially when the subordinates he came came to complain.


"Forgive my servant. Looks like he is aware of the arrival of my servant, so I was hit by the impact of his inner energy." He still felt pain after being hit by the attack.


"You incompetent! The sharp beak warriors rebuked his men who had failed to do their job. His emotions increasingly boil after listening to what his men said. While his men just silently bowed silently, he did not dare to fight at all.


"Ahaha! Liku Sakti instead laughed loudly listening to the complaint from his men.


"Why did Kakang laugh? I was hurt by what he did to me! Is Kakang not seeing my hand?" He showed the arms of his hand that was given a bandage. "My hand almost broke up because of the actions of that crazy woman!" He still remembers how the woman he did not know at all attacked him?


"Ahaha! Never mind Adi. Later we will discuss again." He replied casually. "You just rest first. Cure your hands well, after that we clean the woman tomorrow." He continued. He knew that at this time his younger brother was being controlled by anger, because that was his sister acting without thinking about a good plan to kill the woman who had made him almost lost his hand.


"Huh!" The sharp half warrior snorted a small, he was very upset because he could not pay what the foreign woman had done to him.


"You, go." His command to his men.


"Ready Sir." He saluted Liku Sakti.


"But tomorrow morning to gather all your friends. Because I want to attack the woman with a very large amount." He continued before the men left the hut.


"I'll do it, sir." With obedience he did what Liku Sakti said. After that he really left there, because he got the code from Liku Sakti to move immediately.


"You're also resting Adi." He looked at his sister who still looked very annoyed. "Restore your inner energy well, so you can repay the woman's actions with full strength." He suggested his sister to immediately rest.


"Alright. Looks like it's not a bad advice." Finally a sharp beak warrior relented. He entered into a booth, he would restore his inner energy so that tomorrow he could move freely while replying to the actions of the woman who almost killed him?


"Looks like tomorrow will be interesting." In his heart was curious about the figure of the woman who had hurt her sister. "How big is the inner energy that the woman has so my sister is hurt like that? He grinned a little, he imagined that the woman he could make a sacrifice to increase the strength he had now.


Whats next?. Check out the storyline.


Back to this time.


Raden Jatiya Dewa has succeeded in bringing Princess Andhini Andita to Padepokan Putri. But it seems that his strength is decreasing. It felt like he could not be able to walk anymore, his gaze had blurred because of the sleepiness he felt he could not stand anymore. As soon as he entered the gate, his body collapsed, but fortunately Princess Andhini's body was not crashing into the ground. Princess Andhini Andita's body still landed safely even though he was unconscious beside her.


At that time he faintly listened to some people who were worried?


"Astaghfirullah Hal'azim O Allah." They were all surprised when they saw two people who were unconscious in front of the Padepokan Putri gate. At that time Nyi Ayudiyah Purwati rushed to see who fainted it?


"Astaghfirullah Hal'azim, Gusti Putri Andhini Andita." He was very surprised to see who was unconscious.


"Teacher!." Ayu happened to have just arrived, and she also recognized who fainted it. "Astaghfirullah Hal'azim O Allah. Isn't this woman Gusti Princess Andhini Andita? What happened to her teacher?" He did not expect to see the situation of Princess Andhini Andita like this.


What happened next?. Will they help Princess Andhini Andita who fainted?. Find the answer.


Next halaman


...***...

__ADS_1


__ADS_2