
...***...
Setelah Magrib berlalu, Putri Andhini Andita dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana saat ini sedang berada di ruang pribadi raja. Apakah benar mereka akan bertemu dengan Prabu Kawiswara Arya Ragnala malam ini?.
"Tenanglah yunda. Mungkin sebentar lagi ayahanda prabu akan melewati ruangan ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menyadari jika kakaknya itu sedang gelisah.
"Aku akan mencobanya rayi." Putri Andhini Andita tidak sabar ingin mendengarkan penjelasan dari ayahandanya. Saat itu juga mereka dapat melihat sukma Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masuk ke dalam ruangan pribadi raja.
"Sampurasun, ayahanda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Putri Andhini Andita memberi hormat pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
"Rampes." Balas Prabu Kawiswara Arya Ragnala tersenyum kecil. "Sepertinya ada yang ingin kalian sampaikan pada ayahanda prabu." Ia dapat melihat raut wajah putrinya yang ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Bagaimana kalau kita duduk terlebih dahulu ayahanda, yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mempersiapkan keduanya untuk duduk.
"Terima kasih putraku." Prabu Kawiswara Arya Ragnala duduk bersama putra dan Putrinya. "Rasanya ayahanda sangat senang melihat kalian akur seperti ini." Ya, tentunya sebagai seorang ayah, ia sangat senang melihat kedekatan kedua anaknya.
"Tentu saja ayahanda prabu." Putri Andhini Andita dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil.
__ADS_1
"Katakan saja, apa yang nanda berdua ingin sampaikan pada ayahanda. Semoga ayahanda bisa membantu ananda berdua." Entah itu nalurinya sebagai seorang ayah, namun firasatnya mengatakan, kedatangan anaknya pada malam ini untuk itu.
"Maafkan ananda, ayahanda prabu. Ananda ingin bertanya pada ayahanda prabu." Putri Andhini Andita memberi hormat pada ayahanda. "Ananda harap ayahanda prabu tidak marah nantinya dengan pertanyaan yang ananda katakan nantinya." Putri Andhini Andita hanya tidak ingin ayahandanya marah padanya.
"Apa yang ananda tanyakan?. Tanyakan saja pada ayahanda, jika masalah marah, mungkin akan ayahanda pertimbangkan." Prabu Kawiswara Arya Ragnala akan marah pada putrinya?. Mungkin itu tergantung pada apa yang akan ditanyakan Putri Andhini Andita padanya nantinya.
"Apakah almarhum bibi dianti cakrawati adalah pengguna pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi ayahanda prabu?. Tolong jawab pertanyaan ananda." Itu adalah pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh Putri Andhini Andita pada ayahandanya. "Sebab, saat itu ananda tidak sengaja bertemu dengan sukma bibi dianti cakrawati. Apakah benar jika bibi diantari cakrawati adalah pengguna dari pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi ayahanda prabu?." Raut wajah itu memang menyiratkan bahwa ia sangat ingin mengetahuinya.
Prabu Kawiswara Arya Ragnala sedang memikirkannya, mengingat apakah benar kakaknya Putri Dianti Cakrawati pernah menggunakan pedang Panggilan Jiwa Pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi?. Sedangkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya menyimak saja, mungkin ia bisa memberikan masukan, atau meminta pendapat ayahandanya nantinya.
"Memang benar, jika yunda dianti cakrawati adalah pengguna pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi." Prabu Kawiswara Arya Ragnala mengingatnya dengan jelas. "Ayahanda pernah melihatnya beberapa kali, saat itu dengan sangat mahir memainkan pedang panggilan jiwa. Bahkan beberapa kali yunda dianti cakrawati menolong ayahanda." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tidak akan lupa dengan kejadian pada hari itu.
"Tapi kenapa ananda bisa mengetahui. Tidak banyak yang mengetahui jika yunda dianti cakrawati bisa menggunakan pedang itu. Bahkan ayahanda prabu guindara arya jiwatrisna sekalipun tidak mengetahuinya." Prabu Kawiswara Arya Ragnala penasaran kenapa putrinya mengetahuinya?.
"Sebenarnya ananda bisa berkomunikasi dengan sukma gusti putri dewi suarabumi." Jawab Putri Andhini Andita.
"Bisa berkomunikasi dengan sukma dewi suarabumi?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Prabu Kawiswara Arya Ragnala tidak terkejut saat Putri Andhini Andita berkata seperti itu.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin ananda bisa berkomunikasi dengan sukma dewi suarabumi?. Coba ceritakan pada ayahanda." Prabu Kawiswara Arya Ardhana ingin mengetahuinya.
"Benar yunda. Bagaimana caranya yunda bisa berkomunikasi dengan sukma dewi suarabumi?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga penasaran. Meskipun tidak aneh bisa berkomunikasi dengan sosok yang ada di dalam sebuah pedang, namun ada beberapa orang yang tidak bisa melakukannya begitu saja.
Putri Andhini Andita terdiam sejenak, apakah ia akan mengatakannya?. Tapi sepertinya ia tidak punya pilihan, sebelum ia bertanya kenapa bibinya bisa memiliki perasaan suka pada ayahandanya. "Mohon ampun ayahanda prabu. Sebenarnya ananda memiliki perasaan cinta pada rayi prabu. Mohon ampuni ananda ayahanda prabu. Karena ananda telah jatuh cinta pada rayi cakara casugraha." Putri Andhini Andita memberi hormat pada ayahandanya.
Deg!!!.
Prabu Kawiswara Arya Ragnala tidak menyangka jika anaknya memiliki perasaan cinta pada adiknya sendiri?. "Jadi kutukan yang dibawa oleh pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi telah sampai pada putriku andhini andita?." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tidak menyangka akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh anaknya.
"Sungguh, ampuni ananda ayahanda prabu. Ananda tidak kuasa menahan perasaan itu, hingga ananda benar-benar tersiksa dengan perasaan itu." Putri Andhini Andita berusaha untuk menekan perasaannya. Ia benar-benar berkata jujur pada ayahandanya.
"Apakah karena itu, ananda melakukan semuanya dengan sekuat tenaga demi menekan perasaan itu?." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tidak mungkin marah pada putrinya yang saat ini sedang bimbang. "Ananda telah berubah dan menjadi putri ayahanda yang lebih kuat." Prabu Kawiswara Arya Ragnala mengusap lembut kepala anaknya dengan sayang.
"Ayahanda prabu." Putri Andhini Andita berusaha menahan air matanya. "Ayahanda prabu tidak marah pada ananda?." Putri Andhini Andita hanya ingin memastikannya.
"Sama seperti yunda dianti cakrawati. Sepertinya memang benar apa yang dikatakan oleh ayahanda prabu guindara arya jiwatrisna, bahwa siapa saja yang menggunakan pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi, maka ia akan memiliki perasaan cinta pada adiknya. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh yunda dianti cakrawati." Prabu Kawiswara Arya Ragnala masih ingat dengan kejadian itu.
__ADS_1
"Jadi benar?. Jika bibi dianti cakrawati juga memiliki perasaan pada ayahanda prabu?." Putri Andhini Andita tidak menduga jika apa yang dikatakan oleh Sukma Dewi Suarabumi itu benar. "Apakah itu benar ayahanda prabu?. Sukma gusti putri dewi suarabumi yang mengatakan itu pada ananda."
"Apakah itu benar ayahanda prabu?. Apakah benar?. Bibi dianti cakrawati memiliki perasaan pada ayahanda prabu?. Tolong ceritakan pada kami ayahanda prabu." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga ingin mengetahuinya. Ia begitu penasaran, apakah benar?. Siapa saja yang menggunakan pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi akan mengalami hal yang sama?. Bagaimana jawaban Prabu Kawiswara Arya Ragnala tentang itu?. Apakah benar itu terjadi?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.