
...***...
Di sebuah tempat.
Seseorang sedang mengamati jin yang baru saja kembali dari kerajaan Suka Damai. Sepertinya Jin itu tampak kesakitan, tentunya wanita muda itu terlihat sangat kebingungan.
"Kenapa kau kembali dalam keadaan seperti ini?. Apakah kau tidak bisa menjalani tugas mu dengan baik?!." Wanita muda itu terlihat sangat marah luar biasa. Sehingga terlihat jelas dari wajahnya yang terlihat anggun itu?. "Apakah kau tidak bisa bekerja lebih baik lagi?. Atau kekuatan yang kau banggakan itu hanyalah omong kosong saja?." Matanya menatap nyalang ke arah anak buahnya itu.
"Maafkan hamba gusti putri. Hamba tidak bisa masuk ke wilayah kerajaan suka damai." Ia bersujud memberi hormat. "Itu karena ada pelindung gaib yang membuat hamba tidak bisa masuk ke wilayah kerajaan suka damai. Sungguh ampuni hamba, tapi hamba akan berusaha untuk kembali lagi." Jin itu terlihat sedang meyakinkan tuannya, bahwa ia akan melakukannya lagi sampai berhasil masuk ke dalam wilayah kerajaan Suka Damai.
Wanita muda itu terlihat menghela nafasnya dengan lelah. "Kalau kau masih gagal lagi, maka aku akan membunuhmu!. Kau sama sekali tidak berguna sebagai jin!. Cepat lakukan tugasmu!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras, membuat Jin itu terkejut dan ketakutan.
"Hamba akan melakukannya dengan baik gusti putri!." Jin itu segera melarikan diri karena ia takut akan kemarahan yang ditunjukkan wanita muda itu.
"Huh!. Dasar tidak berguna!. Jin bodoh!." Ia sedang kesal karena belum juga bisa melakukan balas dendam pada orang yang telah membunuh kekasihnya?. "Aku tidak menyangka, jika orang yang telah membunuh kekasihku adalah seorang putri raja?." Ia mengingat kembali bagaimana usahanya untuk mencari identitas dari pendekar putih itu. "Sungguh kejam sekali seorang putri raja membunuh orang lain dengan menggunakan identitas nama palsu seperti itu." Hatinya memanas mengingat kejadian itu. "Aku tidak akan mengampuninya." Ia genggam kuat boneka santet yang ada di tangannya. "Jika jin itu tidak bisa membunuhmu, maka aku sendiri yang akan melakukannya. Akan buat kau menderita dengan perasaan mencintai seseorang dalam kerinduan yang mendalam." Hatinya yang dipenuhi kedengkian hanya membayangkan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menuntaskan dendamnya. Tapi akan ia bisa melakukannya?. Itulah pertanyaan yang ada di dalam pikirannya. Tidak!. Ia tidak boleh menyerah begitu saja, karena dendamnya lebih besar dari apapun. "Tunggu saja pembalasan dariku. Akan aku buat kau lebih menderita lagi dari apa yang aku rasakan. Kau tidak akan mudah lari begitu saja dariku." Dalam hatinya telah bertekad demikian.
...***...
...Di kerajaan Suka Damai....
Saat ini Raden Jatiya Dewa sedang gelisah, karena pikirannya yang masih memikirkan percakapan antara Putri Andhini Andita dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Bagaimana mungkin andhini andita memiliki perasaan cinta pada gusti prabu?." Ia terus bertanya apakah itu benar adanya?. Atau itu hanyalah permainan sandiwara antara Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Putri Andhini Andita untuk menolaknya secara halus?. "Aku harus bagaimana jika memang seperti ini?. Aku tidak akan menang jika berhadapan dengan gusti prabu. Sepertinya harapanku untuk mendapatkan andhini andita akan semakin hilang." Ingin rasanya Raden Jatiya Dewa merengek kuat, tapi ia tidak bisa melakukan itu sekarang. Jika ia melakukan itu, maka Putri Andhini Andita akan menganggapnya sebagai laki-laki yang sangat lemah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh jatiya dewa." Putri Andhini Andita entah kapan datangnya, namun ia mengucapkan salam pada Raden Jatiya Dewa.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Mendadak Raden Jatiya Dewa menjadi gugup, dan tidak menduga jika Putri Andhini Andita mendatanginya?.
"Kau ini kenapa jatiya dewa?. Apa yang sedang kau pikirkan?. Sehingga wajahmu terlihat sangat menyeramkan. Apakah terjadi sesuatu padamu jatiya dewa?. Kenapa kau terlihat aneh seperti itu?." Putri Andhini Andita bingung dengan raut wajah Raden Jatiya Dewa. Kerutan keningnya terlihat sangat aneh, tidak seperti biasanya ia seperti itu. "Apakah ada beban berat yang sedang kau pikirkan jatiya dewa?." Ia kembali bertanya pada Raden Jatiya Dewa.
"Oh, tidak terlalu berat. Hanya saja menjadi pikiran saja. Tapi jangan terlalu dipikirkan." Raden Jatiya Dewa berusaha untuk tidak terlihat gugup, meskipun perasaannya sangat cemas dengan pertanyaan Putri Andhini Andita.
"Baiklah. Kalau begitu, apakah kau tidak bisa berjalan biasa saja?. Dari tadi banyak prajurit yang terlihat ketakutan karena raut wajahmu itu." Putri Andhini Andita menunjuk ke arah beberapa prajurit yang lewat karena bertiga menjaga keamanan istana kerajaan Suka Damai.
"Oh benar juga." Raden Jatiya Dewa baru menyadarinya. Jika ia memang terlihat menakutkan bagi Prajurit jaga di lingkungan istana Kerajaan Suka Damai.
__ADS_1
"Oh, aku lupa." Tiba-tiba saja Putri Andhini Andita teringat sesuatu.
"Lupa apa andhini andita?." Raden Jatiya Dewa tidak ingat?. Memangnya mereka melupakan apa?.
"Bukankah sebentar lagi raka mu raden antajaya dewa akan menikah dengan putri hapsari iswara?. Bukankah ayahandamu menyuruh kita untuk menyampaikan pesan undangan itu kepada rayi prabu?. Apakah kau melupakan itu jatiya dewa?." Putri Andhini Andita baru ingat sekarang. Karena pikirannya yang ingin tahu mengenai kutukan dari pengguna pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi.
"Kalau begitu mari kita sampaikan pada gusti prabu sekarang. Maaf karena aku hampir saja melupakan pesan dari ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa juga baru ingat, itu karena suasana hatinya yang sedang gelisah mengenai perasaan putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kembali pada wanita muda yang sedang memikirkan cara untuk mengalahkan, lebih tepatnya membunuh pendekar putih itu. Ia harus melakukannya dengan cepat. Ia tidak bisa lagi menahan perasaannya yang sangat berat itu.
"Cara yang bagus adalah dengan boneka ini." Dalam hatinya mencoba untuk menguatkan dirinya untuk melakukan itu dengan benar.
Kembali ke masa itu. Ingatannya bersama orang yang paling ia cintai. Ketika itu ia melihat seseorang yang sedang terluka parah, ia segera membantu pemuda yang terluka itu dengan sekuat tenaga. "Lukanya sangat parah. Tapi sebagai ahli obat aku tidak akan membiarkan dia mati begitu saja." Wanita itu memeriksakan keadaan pemuda yang ia temui. Ia mencoba untuk membawa pemuda itu ke dalam pondoknya. Dengan kemampuan yang ia miliki, ia rawat pemuda itu. Ia beri obat yang mungkin bisa menyembuhkan semua lupa yang ada di tubuh pemuda itu dengan hati-hati. Luka sayatan pedang sangat banyak di tubuh pemuda itu. Jika ia tidak berhati-hati mengobati pemuda itu, bisa jadi darah akan terus mengalir. Bisa jadi pemuda itu akan banyak kehilangan darah. Sebagai ahli obat, ia harus menutupi darah itu, mengeringkan darah itu dengan cepat supaya ia tidak menyakitinya. Apakah ia bisa melakukan itu dengan baik?. Bagaimana kisah selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan pernah tertawa di saat sepi, itu sangat menyakitkan hati yang lara, berduka.
...***...
Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta. Semoga suka dengan ceritanya ya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
Someone is watching the genie who has just returned from the Kingdom of Peace. Looks like the genie looks in pain, of course the young woman looks very confused.
"Why are you back in a situation like this? Can you not live your job well?!" The young woman looked very angry wild ordinary. So it is clear from his face that looks elegant?
"Forgive my servant Gusti Putri. Servant cannot enter the Kingdom of Suka Peace." He prostrates to salute. "That's because there is a supernatural protector that makes me unable to enter the territory of the kingdom of peace. Really forgive me, but I will try to come back again." The genie was seen convincing his master, that he would do it again until he made it into the territory of the Kingdom of Suka Peace.
The young woman was seen sighing tired. "If you still fail again, then I will kill you! You are completely useless as Jin!" He snapped in a very loud voice, making the genie surprised and scared.
"I will do it well Gusti Putri!" The genie immediately fled because he was afraid of the anger that the young woman showed.
"Huh! He was upset because he could not yet take revenge on the person who had killed his girlfriend? "I didn't expect, if the person who killed my lover was a princess king?" He recalled how his efforts to find the identity of the white warrior. "It's really cruel a king's daughter kills someone else by using a false name identity like that." His heart was heating up remembering the incident. "I will not forgive him." He held a strong witchcraft doll in his hand. "If the genie can't kill you, then I will do it myself. It will make you suffer with a feeling of love in a deep longing." His heart filled with malice only imagined what he could do to complete his grudge. But will he do it? That's the question that is in his mind. Not!. He must not give up so easily, because his grudge is bigger than anything. "Just wait for me to retaliate. I'll make you suffer even more than what I feel. You won't just run away from me." In his heart has been determined that.
__ADS_1
...***...
In the Kingdom of Peace.
Currently Raden Jatiya Dewa is restless, because his mind is still thinking about conversations between Princess Andhini Andita and Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "How could Andhini Andita have a feeling of love for Gusti Prabu?" He kept asking whether it was true? Or is it just a play between King Asmalaraya Arya Ardhana and Princess Andhini Andita to reject it subtly? "What should I do if it's like this? I want to feel Raden Jatiya Dewa whining strong, but he can't do that now. If he does that, then Andhini Andita's daughter will consider him a very weak man.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Jatiya Dewa." Princess Andhini Andita who knows when he came, but he greetings to Raden Jatiya Dewa.
"a'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Suddenly Raden Jatiya Dewa became nervous, and did not expect that Princess Andhini Andita came to her?.
"Wy are you why Jatiya Dewa? What are you thinking about? Princess Andhini Andita was confused by the face of Raden Jatiya Dewa's face. His forehead wrinkles looked very strange, not as usual he was like that. "Is there a heavy burden that you are thinking about Jatiya Dewa?" He again asked Raden Jatiya Dewa.
Oh, not too heavy. It's just a mind. But don't think too much." Raden Jatiya Dewa tried not to look nervous, even though his feelings were very anxious about Princess Andhini Andita's question.
Alright. Then, have you been able to walk ordinary? Princess Andhini Andita pointed at several soldiers who passed by because the three of them maintain the security of the Royal Palace Suka Peace.
Oh right too." Raden Jatiya Dewa just realized it. If he does look scary for soldiers in duty in the Palace of the Royal Palace Suka Peace.
"Olh, I forgot." Suddenly Andhini Princess Andita remembered something.
"Florgot what Andhini Andita?" Raden Jatiya Dewa doesn't remember?. What do they forget?.
"Aren't Raka Mu Raden Antajaya Dewa will be married to Princess Hapsari Iswara? Didn't your father tell us to convey the invitation message to Rayi Prabu? Princess Andhini Andita just remembered now. Because of his curious mind about the curse of the user of the Sukma Dewi Suarabumi Sword Sword.
"Ten let's tell Gusti Prabu now. Sorry because I almost forgot the message from Prabu's father." Raden Jatiya Dewa also just remembered, it was because of his restless mood about the feelings of Princess Andhini Andita. Whats next?. Listen to the story.
...***...
Returning to a young woman who was thinking of ways to defeat, more precisely kill the white warrior. He must do it quickly. He could no longer hold his very heavy feelings.
"A good way is with this doll." In his heart trying to strengthen himself to do that correctly.
Back to that time. His memory with the person he loved the most. At that time he saw someone who was seriously injured, he immediately helped the injured young man with all his strength. "The wound is very severe. But as a medicine expert I will not let him die just like that." The woman checked the situation of the young man she met. He tried to bring the young man into his hut. With the ability he has, he cared for the young man. He gave a medicine that might cure all forgotten in the young man's body carefully. The sword wound is very much on the young man's body. If he is not careful to treat the young man, it could be that blood will continue to flow. It could be that the young man will lose a lot of blood. As a medication expert, he must cover the blood, dry the blood quickly so that he does not hurt him. Can he do that well?. What is the next story?. Only time will answer everything. Never laugh when it's quiet, it hurts so much that lara, grieving.
__ADS_1
...***...
.