
...***...
Putri Andhini Andita saat ini sangat takut, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada Raden Jatiya Dewa. Ia menggunakan jurus telapak angin kehampaan. Jurus yang juga pernah diajarkan oleh Jaya Satria ketika terdesak, jurus itu ia gunakan untuk membuat Liku Sakti.
Wush!!!.
Angin kencang menerpa tubuh Liku Sakti yang tadinya sedang bersenang-senang karena melihat keduanya yang tidak berdaya setelah mendapatkan serangan darinya.
"Laknat busuk!. Kau pikir kau saja yang memiliki jurus berbahaya?!. Tidak akan aku biarkan kau bertindak sesuka hatimu!." Amarah Putri Andhini Andita sangat menggebu-gebu. Ia tidak ikhlas jika Raden Jatiya Dewa juga ikut terluka karena serangan itu.
Duakh!.
Liku Sakti terpental, menabrak pohon yang ada di belakang tubuhnya. Ia mengalami luka yang cukup parah karena serangan itu menyakiti tubuhnya. "Kurang ajar!. Ternyata ia masih memiliki jurus itu?. Wanita gila itu benar-benar sangat meresahkan. Uhuk!." Ia sangat kesal mengingat masa lalunya pernak terlibat di masa lalu dengan Putri Andhini Andita.
"Jatiya dewa!." Putri Andhini Andita tidak akan membuang waktu lagi. Ia menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam telapak tangannya.
"Andhini Andita." Nafasnya terasa sangat sesak, ternyata racun dari jurus itu sangat ganas. Wajahnya terlihat semakin pucat, hingga Putri Andhini Andita seperti hampir kehilangan kesabaran.
"Bertahanlah untuk sementara waktu. Aku akan mengeluarkan semua racun yang ada di dalam tubuhmu melalui muntahan." Putri Andhini Andita berusaha untuk menekan perasaanya saat ini agar tidak membunuh Liku Sakti yang telah melukai Raden Jatiya Dewa.
Putri Andhini Andita mulai melakukan beberapa totokan di beberapa titik syaraf di tubuh Raden Jatiya Dewa. Tentunya dengan menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, ia akan mengeluarkan semua racun yang ada di dalam tubuhnya.
"Huekh!." Raden Jatiya Dewa benar-benar telah memuntahkan racun itu. Tentunya bercampur dengan darah. Membuat Putri Andhini Andita semakin gelisah.
"Tenanglah jatiya dewa. Tenanglah!. Kau jangan panik." Suaranya bergetar aneh, ia harus menenangkan dirinya agar tidak panik?. Tapi malah membuat Raden Jatiya Dewa yang mengkhawatirkan dirinya yang terlihat panik.
"Harusnya kau yang jangan panik andhini andita." Suara Raden Jatiya belum keluar sepenuhnya karena pengaruh racun ganas itu.
"Diam!." Putri Andhini Andita bahkan membentak Raden Jatiya Dewa. Ia mengeluarkan beberapa barang yang ia simpan menggunakan tenaga dalamnya, termasuk ramuan air yang dapat menawar racun ganas sekalipun. "Minumlah ini dengan cepat. Supaya racun yang ada di dalam tubuhmu benar-benar keluar!." Ia bahkan memaksa Raden Jatiya Dewa untuk meminum ramuan itu.
"Heh!. Ternyata ia memiliki ramuan dari jurusku?. Hebat sekali kau wanita gila." Liku Sakti baru saja memulihkan tenaga dalamnya, ia segera mendekati Putri Andhini Andita yang sedang berusaha mengeluarkan racun di dalam tubuh Raden Jatiya Dewa. "Kau terlalu mencemaskan orang lain wanita gila. Sedangkan keselamatanmu sendiri saat ini sedang terancam bahaya." Liku Sakti menatap Putri Andhini Andita dengan seringaian lebar.
Setelah ia berhasil memberikan obat penawar itu pada Raden Jatiya Dewa, ia segera bangkit dan menghardik Liku Sakti. "Diam kau laknat!." Suasana hatinya benar-benar sangat memuncak. "Aku ini berbeda. Racun manapun tidak akan mudah masuk ke dalam tubuhku, bahkan ketika aku meminumnya sekalipun. Karena pedang sukma dewi suarabumi telah menyerap semua racun itu dan menjadikannya kekuatan untuk membunuhmu!." Karena perasaannya yang sedang dipenuhi oleh amarah yang membara, Putri Andhini Andita malah mengeluarkan Pedang Panggilan Jiwa Pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi. Terlihat sangat jelas, pedang itu sedang menetralkan racun yang sedang menyerang tubuhnya.
"Subhanallah." Raden Jatiya Dewa benar-benar kagum melihat itu.
"Kau benar-benar wanita gila!." Liku Sakti sangat terkejut melihat bagaimana Racun itu memberikan hawa yang berbeda dari yang sebelumnya.
"Aku tidak akan mengampunimu!. Kau telah berani melukai raden jatiya dewa!. Maka kematian yang akan kau dapatkan!." Putri Andhini Andita melompat ke arah Liku Sakti sambil mengarahkan ujung pedangnya.
"Andhini andita!." Raden Jatiya Dewa sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Putri Andhini Andita. Namun karena tenaga dalamnya belum pulih sepenuhnya, ia tidak bisa mencegah Putri Andhini Andita yang sedang dikuasai oleh amarahnya yang membara.
Putri Andhini Andita kembali bertarung dengan Liku Sakti. Tidak akan ia biarkan pemuda berbahaya itu melakukan hal yang lebih keji lagi. Kali ini pertarungan mereka agak berbeda, lebih cepat dari yang sebelumnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Raden Jatiya Dewa sangat khawatir melihat itu. Ia tidak bisa membiarkan Putri Andhini Andita dal keadaan marah seperti itu. "Aku harus segera memulihkan tenaga dalamku. Aku harus bisa menenangkan dirinya." Raden Jatiya Dewa tidak akan bisa tinggal diam begitu saja. Ia akan membantu Putri Andhini Andita, dan menenangkan kemarahan yang dirasakan Putri Andhini Andita.
Tapi apakah Raden Jatiya Dewa tidak menyadarinya?. Apakah ia tidak menyadari kenapa Putri Andhini Andita marah seperti itu setelah melihat ia terluka parah?.
"Kurang ajar!. Kenapa kau malah memiliki kecepatan yang tidak biasa?." Liku Sakti beberapa kali merasakan hawa pedang itu hampir saja memenggal kepalanya.
"Aku tidak akan mengampunimu!. Karena kau telah berani melukai raden jatiya dewa." Mata itu semakin menatap nyalang. Langkahnya yang semakin cepat, bahkan sesekali ia memberikan pukulan serta tendangan ke arah Liku Sakti.
"Kau benar-benar gila!. Masih saja gila sama seperti ketika terakhir kita bertemu!." Liku Sakti benar-benar kewalahan menghadapi Putri Andhini Andita. Apakah ia salah telah berurusan dengan Putri Andhini Andita?. Haruskah ia melarikan diri sekarang untuk menyelamatkan nyawanya dari ancaman Putri Andhini Andita?.
"Tidak usah kau berpikir untuk melarikan diri dariku." Putri Andhini Andita ternyata berhasil memojokkan Liku Sakti. Ia benar-benar terdesak, tubuhnya terpojok ke pohon.
"Terima lah kematian yang pantas kau dapatkan." Tangan Putri Andhini Andita melayangkan sebuah tebasan ke arah leher Liku Sakti.
Deg!. Deg!.
Jantungnya berdebar-debar dengan kencang, saat matanya menatap betapa tajamnya pedang panggilan jiwa. Kakinya terasa sangat berat untuk digerakkan, apakah kepalanya akan putus karena tebasan dari Putri Andhini Andita?.
"Gila!. Wanita ini sangat gila!." Dalam hatinya merasakan hadirnya malaikat maut yang akan menjemput nyawanya melalui pedang panggilan jiwa milik Putri Andhini Andita.
Akan tetapi pada saat itu Raden Jatiya Dewa berhasil menghalangi sabetan pedang itu dengan menggunakan pedangnya.
Duakh!.
"Aku masih hidup?." Dalam hatinya bertanya-tanya. Ia masih selamat dari malaikat maut?. Bagaimana itu bisa terjadi?. Kenapa Raden Jatiya Dewa malah melindungi orang yang hampir saja membunuhnya tadi?.
...***...
Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta. Terima kasih atas dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga pembaca tercinta suka dengan lanjutan ceritanya.
...***...
Princess Andhini Andita is currently very scared, she is worried if something happens to Raden Jatiya Dewa. He uses the stance of the Wind Wind Candiness. The stance that was also taught by Jaya Satria when pressed, he used the move to make Liku Sakti.
Wush !!!.
Strong winds hit the body of Liku Sakti which had been having fun because he saw the two who were helpless after getting an attack from him.
"Deep! You think you have a dangerous move?! The anger of Princess Andhini Andita was very passionate. He was not sincere if Raden Jatiya Dewa was also injured because of the attack.
Duakh!.
Liku Sakti bounced, crashed into a tree behind his body. He suffered quite severe injuries because the attack hurt his body. "Insolent! Turns out he still has that style? He was very upset remembering his past was involved in the past with Andhini Andita's daughter.
__ADS_1
"Jatiya Dewa!" Princess Andhini Andita will not waste any more time. He channeled his inner energy into his palm.
"Andhini Andita." His breathing felt very tight, it turned out that the poison from the stance was very fierce. His face looked pale, until Princess Andhini Andita seemed to almost lose his patience.
"Hold on for a while. I will issue all the poisons in your body through vomit." Princess Andhini Andita tried to suppress her current feelings so as not to kill Liku Sakti who had injured Raden Jatiya Dewa.
"Subhan Allah." Raden Jatiya Dewa was really amazed to see that.
"You're really a crazy woman!" Liku Sakti was very surprised to see how the poison gave a different air from the previous one.
"I will not forgive you! You have dared to hurt Raden Jatiya Dewa! Then the death you will get!" Princess Andhini Andita jumped at Liku Sakti while pointing the tip of her sword.
"Andhini Andita!" Raden Jatiya Dewa was very surprised by what was done by Princess Andhini Andita. However, because his internal energy had not fully recovered, he could not prevent Princess Andhini Andita who was being controlled by her burning anger.
Princess Andhini Andita returned to fight with Liku Sakti. He would not let the dangerous young man do something even more heinous. This time their battle was somewhat different, faster than before.
"Astaghfirullah Hal'azim O Allah." Raden Jatiya Dewa is very worried to see that. He could not let Princess Andhini Andita in an angry state like that. "I have to restore my energy immediately. I have to be able to calm him down." Raden Jatiya Dewa will not be able to remain silent. He will help Princess Andhini Andita, and calm the anger felt by Princess Andhini Andita.
But is Raden Jatiya Dewa not aware of it? Did he not realize why Andhini's daughter Andita was angry like that after seeing she was seriously injured?
"Insolent! Why do you have an unusual speed?" Liku Sakti felt several times the sword almost beheaded.
"I will not forgive you! Because you have dared to hurt Raden Jatiya Dewa." Those eyes are increasingly staring at a gum. His steps were getting faster, even occasionally he gave a punch and kick towards the Sakti Liku.
"You're really crazy! Still crazy as when we last met!" Liku Sakti was truly overwhelmed by Andhini Andita's daughter. Has him wrong to deal with Princess Andhini Andita?. Should he run away now to save his life from the threat of Andhini Andita's daughter?
"You don't need to think of running away from me." Princess Andhini Andita apparently succeeded in cornering Liku Sakti. He was completely pressed, his body was cornered into a tree.
"Accept the death that you deserve to get." Princess Andhini Andita's hand sent a slash towards Liku Sakti's neck.
Deg!. Deg!.
His heart was pounding fast, when his eyes looked at how sharp the sword calls the soul. His feet were very heavy to move, would his head break up because of the slash of Andhini's daughter Andita?.
"Crazy! This woman is very crazy!" In his heart felt the presence of the Angel of Death who would pick up his life through the soul sword of the soul of Princess Andhini Andita.
However, at that time Raden Jatiya Dewa managed to block the sword of the sword using his sword.
Duakh!.
Princess Andhini Andita was very surprised when she saw Raden Jatiya Dewa who was blocking her.
"I'm still alive?." In his heart wondered. He still survived the Angel of Death? How did it happen?. Why did Raden Jatiya Dewa even protect the person who almost killed him earlier?
__ADS_1
...***...