
...***...
Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta saat ini sedang memeriksa keadaan Putri Andhini Andita. Wajahnya terlihat sangat pucat, lebih pucat dari yang biasanya. Sungguh Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta tidak mengerti sama sekali dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi sebenarnya gusti prabu?. Apakah gusti prabu bisa membantu nimas andhini andita?. Apakah nimas andhini andita bisa diselamatkan?." Sukma Dewi Suarabumi terlihat sangat panik, ia sangat mencemaskan keadaan Putri Andhini Andita.
"Aku juga tidak mengerti kenapa nimas andhini andita bisa seperti ini. Tapi jawaban yang mungkin bisa kita temui, jika nanda prabu berada di sini." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta memperhatikan kondisi Putri Andhini Andita saat ini.
"Apa yang gusti prabu katakan?. Apakah gusti prabu asmalaraya arya ardhana?. Apakah benar gusti prabu asmalaraya arya ardhana bisa melihat apa yang terjadi pada yundanya?." Sukma Dewi Suarabumi bertanya, dan memastikan apakah benar Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang dimaksudkan oleh Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Ya, hanya nanda prabu asmalaraya arya ardhana yang bisa melihat keadaan nimas andhini andita saat ini." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta saat ini sedikit bergidik ngeri melihat hawa yang menyelimuti tubuh Putri Andhini Andita.
"Maafkan hamba gusti prabu. Sungguh maafkan hamba." Sukma Dewi Suarabumi terlihat sangat sedih.
"Kenapa nimas dewi meminta maaf?. Kesalahan apa yang telah nimas lakukan sehingga nimas meminta maaf?." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka bingung dengan apa yang dikatakan oleh Sukma Dewi Suarabumi.
"Ini semua salah hamba gusti prabu." Air matanya telah membasahi pipinya. Kesedihan yang ia rasakan, perasaan bersalah yang membuncah di dalam hatinya saat ini. "Seharusnya hamba tidak dimasukkan ke dalam pedang panggilan jiwa. Harusnya hamba tidak menjadi salah satu pilar kerajaan Suka Damai, jika pada akhirnya hamba hanya akan membawa kutukan atas apa yang telah menimpa keturunan gusti prabu. Sungguh maafkan hamba gusti prabu." Dalam isak tangisnya, Sukma Dewi Suarabumi menyampaikan alasan kenapa ia meminta maaf pada Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. "Nimas andhini andita saat ini sedang sakit, itu pasti akibat kutukan yang hamba bawa bersama kekuatan yang bersemayam di dalam pedang panggilan jiwa gusti prabu." Perasaan bersalah itu semakin besar ketika melihat keadaan Putri Andhini Andita saat ini. "Hamba mohon keluarkan hamba dari pedang panggilan jiwa. Hamba tidak kuasa melihat bagaimana penderitaan yang dialami oleh pengguna pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi. Hamba tidak kuat melihat akhir kisah cinta yang sama yang hamba alami gusti prabu. Hamba mohon keluarkan hamba dari pedang panggilan jiwa." Ratapan tangis penuh kesedihan yang ia rasakan saat ini sangat luar biasa. Ia tidak mau menjadi saksi kisah sedih yg lebih menyakitkan dari pada dirinya.
Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta masih mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sukma Dewi Suarabumi. "Apakah seberat itu beban yang ia simpan selama ini?. Sehingga perasaan itu selalu membayangi dirinya?." Dalam hati Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta dapat merasakan kesedihan yang ia rasakan saat ini. Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta ingat akan suatu hal di masa lalu. Apakah yang akan terjadi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.
...***...
Ratu Dewi Anindyaswari bergegas kembali ke taman Istana. Raut wajahnya semakin terlihat sangat gelisah, sehingga menjadi tanda tanda bagi Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
"Ada apa ibunda?. Kenapa ibunda semakin terlihat sangat gelisah?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana melihat ibundanya yang mendekatinya.
"Yunda mu nak, yunda mu ananda andhini andita saat ini tidak sadarkan diri di biliknya." Ratu Dewi Anindyaswari hampir saja menangis saat mengatakan itu.
"Benarkah itu ibunda?/ Benarkah itu gusti ratu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Raden Jatiya Dewa bersamaan bertanya?. Keduanya sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1
"Ibunda mohon periksalah keadaan ananda andhini andita. Ibunda takut terjadi sesuatu padanya." Ratu Dewi Anindyaswari mengajak anaknya untuk segera menuju bilik Putri Andhini Andita.
"Baiklah ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ingin melihat keadaan yundanya.
"Mohon maaf gusti prabu. Apakah hamba boleh ikut?." Raden Jatiya Dewa tampak memohon.
"Baiklah, mari kita sama-sama ke sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memperbolehkan Raden Jatiya Dewa untuk ikut. Apakah Prabu Asmalaraya Arya Ardhana bisa memastikan apakah yang terjadi pada Putri Andhini Andita?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu di alam bawah sadar Putri Andhini Andita. Setelah berdebat panjang dengan Raden Jatiya Dewa, perasaanya sangat tidak enak. Saat ini ia berada di halaman istana sambil menatap para dayang yang kadang lalu lalang masuk ke dalam istana. Namun bukan itu yang menjadi beban pikirannya, saat itu ia memikirkan sikap Raden Jatiya Dewa. "Kenapa tiba-tiba saja sikapnya berubah seperti itu?. Kenapa raden jatiya dewa bisa bersama cahya candrakanti?. Apa yang terjadi sebenarnya?." Dalam hatinya bertanya-tanya hubungan keduanya?. Ia mencoba menggeser sedikit posisi duduknya agar terlihat lebih santai. "Tapi mereka mengatakan jika aku ini adalah orang yang jahat?. Apa maksudnya itu?. Berani sekali mereka berkata seperti itu padaku?." Ada perasaan tidak suka di dalam hatinya. "Kenapa mereka berpikiran jika aku ini orang jahat?. Dan sejak kapan kehidupanku di penuhi oleh para dayang yang selalu mengawasinya?." Putri Andhini Andita merasa heran dengan apa yang terjadi padanya. Kapan ia melakukan semua itu?. "Tapi aku ingin melihat, seberapa jauh hubungan yang terjalin antara jatiya dewa dengan tuan putri dari kerajaan tapak dewa?. Sejak kapan aku terlibat dalam kisah cinta aneh ini?." Dalam hatinya benar-benar tidak terima dengan apa yang terjadi. Apakah dalam kisah cinta ini ada perbedaan?. Perasaan apa sebenarnya yang dimiliki Putri Andhini Andita?. "Tapi sepertinya ada perasaan cinta yang aneh sedang berkecamuk di dalam diriku." Perasaan sakit aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Sebaiknya aku menangkan diri terlebih dahulu, aku tidak mau menyakiti diriku sendiri dengan pikiran aneh-aneh." Dalam hatinya mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang ia rasakan saat ini. Sepertinya Putri Andhini Andita benar-benar bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini. Entah kenapa hatinya begitu gelisah, kehidupannya yang sekarang sangat berbeda dari apa yang ia jalani sebelumnya. Perasaannya yang tidak menentu, juga tidak karuan. "Sebenarnya aku melakukan apa?. Kenapa kau dicap sebagai orang jahat?. Bahkan jatiya terasa sangat berbeda dari yang aku kenal selama ini." Dalam hatinya merasakan perasaan aneh. Apakah yang terjadi sebenarnya?. Kenapa ia bisa mengalami hal yang aneh seperti ini?. Apa yang telah ia lewatkan?. Temukan semuanya jawabannya dalam kisah ini.
...***...
...***...
Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta is currently examining the situation of Princess Andhini Andita. His face looks very pale, paler than usual. Really Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta did not understand at all with what happened.
"What happened really Gusti Prabu? Can Gusti Prabu help Nimas Andhini Andita? Can Nimas Andhini Andita be saved?" Sukma Dewi Suarabumi looked very panicked, she was very worried about the situation of Princess Andhini Andita.
"I also don't understand why Nimas Andhini Andita can be like this. But the answers we might find, if Nanda Prabu is here." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta pays attention to the current condition of Princess Andhini Andita.
"What did Gusti Prabu say? Is Gusti Prabu Asmalaraya Arya Ardhana? Is it true that Gusti Prabu Asmalaraya Arya Ardhana can see what happens to the yundnya?" Sukma Dewi Suarabumi asked, and confirmed whether Prabu Asmalaraya Arya Ardhana intended by Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Yes, only Nanda Prabu Asmalaraya Arya Ardhana can see the current state of Nimas Andhini Andita." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta is currently a little shuddering to see the air that enveloped the body of Princess Andhini Andita.
"I'm sorry Gusti Prabu. Really forgive me." Sukma Dewi SuaraBumi looks very sad.
"Why did Nimas Dewi apologize? What mistakes have Nimas made so Nimas apologizes?" Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka was confused by what Sukma Dewi Suarabumi said.
__ADS_1
"This is all my fault Gusti Prabu." Tears had soaked his cheeks. The sadness he felt, the guilt that swelled in his heart right now. "I should not be included in the sword of the soul's calling. The servant should not be one of the pillars of the Kingdom of Peace, if in the end I will only bring a curse for what has befallen descendants of Gusti Prabu. Really forgive servant Gusti Prabu." In his sobs, Sukma Dewi Suarabumi conveyed the reason why he apologized to Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. "Nimas Andhini Andita is currently sick, it must be due to the curse that I brought together with the power that resides in the sword calling the soul of Gusti Prabu." Feelings of guilt are getting bigger when they see the condition of Princess Andhini Andita at this time. "I begged to remove the servant from the sword calling the soul. The servant could not see how the suffering experienced by the sword user of the Soul Sword Sword of the Sukma Dewi Suarabumi Sword Sword. The servant was not strong enough to see the end of the same love story that the servant experienced Gusti Prabu. sword calling soul. " The lament of crying full of sadness that he felt right now was extraordinary. He did not want to be a witness to a sad story that was more painful than himself.
Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta is still listening to what Sukma Dewi Suarabumi said. "Is that heavy the burden he saved so far? So that feeling always overshadowing him?" In the heart of Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta could feel the sadness he felt at this time. Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta remembers something in the past. What will happen?. Only time will answer everything. Listen to the story.
...***...
Ratu Dewi Anindyaswari rushed back to the Palace Park. The look on his face increasingly looked very nervous, so it became a sign for King Asmalaraya Arya Ardhana.
"What's the mother? Prabu Asmalaraya Arya Ardhana saw her mother approaching her.
"Yunda Mu Son, Yunda Mu Ananda Andhini Andita is currently unconscious in her booth." Ratu Dewi Anindyaswari almost cried when he said that.
"Is that really a mother?/ Is that really Gusti Ratu?" Prabu Asmalaraya Arya Ardhana and Raden Jatiya Dewa together asking?. Both of them were very surprised by what they heard.
"Mother, please check the situation of Ananda Andhini Andita. Mother is afraid that something will happen to her." Ratu Dewi Anindyaswari invited her child to immediately go to the booth of Princess Andhini Andita.
"Alright mother." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana wants to see his yunda.
"Sorry, Gusti Prabu. Can I join?" Raden Jatiya Dewa seemed to beg.
"Alright, let's go there together." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana allowed Raden Jatiya Dewa to participate. Is Prabu Asmalaraya Arya Ardhana be sure what happened to Andhini Andita's daughter? Listen to the story.
...***...
Meanwhile in the subconscious of Princess Andhini Andita. After a long debate with Raden Jatiya Dewa, his feelings were very uncomfortable. Currently he is in the courtyard of the palace while staring at the ladies who sometimes pass into the palace. But that was not the burden of his mind, at that time he thought of Raden Jatiya Dewa's attitude. "Why did his attitude suddenly change like that? Why did Raden Jatiya Dewa be with Cahya Candrakanti? What happened really?" In his heart wondered the relationship between the two? He tried to shift his sitting position a little to make it look more relaxed. "But they say if I am an evil person? What does that mean? How dare they say that to me?" There is a feeling of dislike in his heart. "Why do they think if I am a bad person? Princess Andhini Andita was surprised by what happened to him. When did he do all that?. "But I want to see how far the relationship between Jatiya Dewa and the daughter of the Tapak Dewa kingdom? Since when did I have been involved in this strange love story?" In his heart really did not accept what happened. Is there a difference in this love story? What feeling exactly does Princess Andhini Andita have?. "But there seems to be a feeling of strange love being raging inside me." A strange pain that he had never felt before. "I better win myself first, I don't want to hurt myself with strange thoughts." In his heart trying not to care about what he feels right now. Looks like Princess Andhini Andita was really confused by what she felt right now. Somehow his heart was so nervous, his life which is now very different from what he lived before. His feelings are uncertain, also abysmally. "Actually, what am I doing? Why are you labeled as a bad person? Even Jatiya feels so different from what I know so far." In his heart felt a strange feeling. What happened really?. Why can he experience strange things like this? What did he miss? Find all the answers in this story.
Next halaman.
...***...
__ADS_1