KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
INGIN MENGETAHUI KEBENARANNYA


__ADS_3

...***...


Sholat ashar telah selesai dilaksanakan. Saat ini Putri Andhini Andita tinggal bersama kedua ibundanya. Sedangkan Raden Jatiya Dewa langsung keluar bersama Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Ada apa raden?. Kenapa raden melihat ke arah sana?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana melihat ke arah yang dilihat Raden Jatiya Dewa.


"Maaf gusti prabu. Hamba belum mengatakan pada gusti prabu. Bahwa nimas rara saraswati saat ini berada di istana ini." Jawab Raden Jatiya Dewa.


"Nimas rara saraswati?. Memangnya siapa dia raden?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sedikit penasaran. Mereka menuju pendopo yang tak jauh dari mushola. Mungkin mereka akan sedikit bercerita mengenai siapa Putri Rara Saraswati.


"Dia adalah putri dari paman patih rangga prahaja. Patih dari kerajaan buana dewa, orang yang sangat dipercayai oleh ayahanda prabu untuk mengurus wilayah timur dari kerajaan buana." Raden Jatiya Dewa sedikit menjelaskan.


"Jadi apa tujuannya datang ke istana ini?. Apakah ia ingin bertemu dengan raden?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana atau Raden Cakara Casugraha bertanya lagi.


"Katanya ia ingin bertemu dengan hamba." Balasnya. "Tapi hamba mohon pada gusti prabu agar menyuruhnya kembali ke kerajaan buana dewa." Lanjut Raden Jatiya Dewa sambil celingak-celinguk. Mungkin saja ada Putri Andhini Andita atau Putri Rara Saraswati yang muncul nantinya ketika ia bercerita.


"Itu karena nimas rara saraswati adalah wanita penggoda. Nimas andhini andita sepertinya tidak suka dengan sikap nimas rara saraswati. Sehingga membuat tantangan pada nimas rara saraswati. Hamba takut, jika diteruskan akan menimbulkan perang antara kerajaan suka damai dengan kerajaan buana dewa karena ulah nimas rara saraswati nantinya. Itulah kenapa hamba meminta gusti prabu untuk memerintahkan nimas rara saraswati kembali ke kerajaan suka damai." Raden Jatiya Dewa terlihat sangat memohon pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Baiklah. Jika itu dapat memicu perang dengan paman prabu lingga dewa, maka aku akan menyuruhnya pulang." Tentunya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak menginginkan itu terjadi. Hubungannya dengan Kerajaan Buana Dewa harus tetap berjalan dengan baik. "Tidak mungkin aku membiarkan yunda bersedih lagi setelah kehilangan mendiang raden raksa wardhana." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa sangat simpati. "Tapi di mana ia saat ini raden?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak melihat sama sekali, bagaimana sosok Putri Rara Saraswati.


"Kalau begitu hamba akan keberadaannya gusti prabu." Raden Jatiya memberi hormat pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Jika kau berhasil bertemu dengannya, maka bawa lah ia menuju ruang pribadi raja. Aku ingin mengetahui kebenaran yang ia sembunyikan." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ingin mengetahui siapa Putri Rara Saraswati.

__ADS_1


"Sandika gusti prabu." Raden Jatiya Dewa memberi hormat. Setelah itu ia pergi meninggalkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana untuk mencari keberadaan Putri Rara Saraswati.


"Semoga saja kerajaan ini masih aman dari orang-orang yang ingin berniat jahat." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa sangat gelisah dengan keadaan saat ini. "Semoga saja raka prabu dapat mengatasinya dengan baik. Aku juga akan melindungi istana ini dengan segenap kekuatanku." Dalam hatinya mulai waspada kembali. Apakah itu memang firasatnya saja atau memang itu yang akan terjadi?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu, Putri Andhini Andita telah menjelaskan pada kedua ibunda mengenai siapa wanita yang terlihat di gerbang mushola.


"Jadi begitu?. Lalu bagaimana dengan raden jatiya dewa?. Apakah di masa lalu mereka memiliki hubungan yang khusus?." Ratu Gendhis Cendrawati sangat khawatir. Ia takut anaknya dicap sebagai wanita yang tidak sopan karena telah merebut kekasih orang lain.


"Raden jatiya dewa mengatakan tidak ada hubungan apa-apa. Raden jatiya dewa mengatakan jika wanita itu adalah seorang penipu. Wanita yang akan melakukan apapun demi menaklukkan hati seorang laki-laki." Jawab Putri Andhini Andita dengan sedikit berat.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Gendhis Cendrawati dan Ratu Dewi Anindyaswari sangat terkejut mendengarnya.


"Itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik. Kenapa ia melakukan perbuatan tidak baik itu?." Ratu Dewi Anindyaswari merasa heran dengan tindakan itu.


Putri Andhini Andita tersenyum kecil. "Ibunda tenang saja. Raden jatiya dewa pasti bisa mengatasinya dengan baik. Ananda sangat percaya dengan kesetiaan dan keteguhan hati raden jatiya dewa." Putri Andhini Andita meyakinkan kedua ibundanya.


"Baiklah kalau begitu. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada raden jatiya dewa." Ratu Gendhis Cendrawati hanya berharap kebaikan untuk calon menantunya itu.


"Semoga saja yunda." Ratu Dewi Anindyaswari juga berharap seperti itu.


"Tapi ibunda. Ada satu hal yang ingin ananda tanyakan pada ibunda." Putri Andhini Andita ingin melupakan sejenak tentang Putri Rara Saraswati, dan ia masih penasaran dengan apa terjadi.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau tanyakan nak?. Tanyakan saja." Ratu Gendhis Cendrawati menangkap raut wajah serius di wajah anaknya.


"Semoga saja ibunda bisa menjawabnya nak." Begitu juga dengan Ratu Dewi Anindyaswari.


"Apakah ibunda pernah mendengar kisah cinta antara ayahanda prabu dengan bibi dianti cakrawati?. Apakah sebelum ibunda berdua di lamar oleh ayahanda prabu, ibunda berdua telah mengetahui kisah itu?." Ada beberapa pertanyaan yang ia tanyakan dalam satu kalimat panjang jika ditulis ke sebuah coretan dialog untuk seseorang yang tidak sabaran dalam bertanya.


Ratu Gendhis Cendrawati dan Ratu Dewi Anindyaswari saling bertatapan satu sama lain. Merasa heran dengan apa yang ditanyakan oleh anaknya.


"Sebelum ibunda menjawab, apakah ibunda boleh bertanya?." Ratu Gendhis Cendrawati terlihat kebingungan.


"Apa yang ingin ibunda tanyakan pada ananda?." Putri Andhini Andita hanya tersenyum kecil saja.


"Dari mana ananda mendapatkan kabar itu?." Pertanyaan itu dari Ratu Gendhis Cendrawati.


"Kenapa memangnya ibunda?." Putri Andhini Andita balik bertanya. Ia sangat penasaran sekali saat melihat raut wajah kedua ibundanya.


"Karena sebelum kami masuk ke istana ini. Saat itu kanda prabu tidak menceritakan apapun tenang kisah cintanya ataupun menyinggung tentang masalah keluarganya." Ratu Gendhis Cendrawati yang menjawab.


"Itu benar sekali nak. Ibunda bahkan tidak mengetahui bagaimana dengan kisah keluarga kanda prabu." Ratu Dewi Anindyaswari juga tidak mengingatnya.


"Tapi kenapa nanda sangat ingin mengetahui kisah itu?."


"Benar nak. Mungkin saja itu hanya kabar saja." Gendhis Cendrawati hanya tidak ingin anaknya kenapa-kenapa. "Jangan terlalu diambil hati. Tenangkan saja pikiranmu, tetaplah fokus pada raden jatiya dewa."

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ananda duluan ibunda." Putri Andhini Andita pamit pada kedua ibundanya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Kenapa perasaan seseorang bisa berubah dengan cepat?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya.


...***...


__ADS_2