KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
MUSUH YANG KUAT


__ADS_3

...***...


Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa telah meninggalkan kerajaan Buana Dewa. Mereka tidak ingin membuat Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencemaskan keadaan keduanya. Karena itulah mereka harus segera kembali ke Istana Kerajaan Suka Damai secepatnya.


Namun dari tadi mereka hanya diam saja, tidak ada yang mau berbicara sedikitpun diantara mereka. Apakah karena kejadian sebelumnya membuat mereka enggan untuk berbicara?. Entahlah, namun mereka masih belum mau berbicara. Hanya keheningan saja yang menghampiri mereka. Hingga pada saat itu, ada seseorang datang dengan cepat. Menggunakan ilmu meringankan tubuh, sehingga ia seperti terbang dari arah depan keduanya.


"Ahaha!. Akhirnya kita bertemu juga wanita laknat!." Sepertinya ada seorang pemuda yang sedang mengincar Putri Andhini Andita. Itu jelas terlihat ketika ia menjejakkan kakinya ke tanah. Tatapan matanya yang mengandung kebencian yang sangat dalam pada Putri Andhini Andita. "Setelah sekian lama akhirnya aku menemukan mu, wanita laknat!." Amarahnya berkobar begitu saja ketika ia mengingat dengan jelas wajah Putri Andhini Andita.


"Maaf tuan. Apakah tuan tidak bisa berbicara lebih sopan lagi pada pada seorang perempuan?." Raden Jatiya Dewa sangat heran dengan sikap kasar yang ditunjukkan oleh pemuda itu.


"Diam kau pendekar yang tidak dikenal!." Bentaknya dengan suara keras sambil menunjuk kasar ke arah Raden Jatiya Dewa. "Aku tidak ada urusannya denganmu!. Sebaiknya kau diam saja!." Amarahnya masih belum bisa ia kendalikan.


"Kua-." Ketika Raden Jatiya Dewa hendak menghadang pemuda itu, gerakannya ditahan oleh Putri Andhini Andita. Tentunya Raden Jatiya Dewa sedikit terkejut. "Untuk apa pemuda gila seperti kau menemui aku?. Apakah kau belum bisa menerima kematian adikmu yang lebih gila dari pada kau?." Putri Andhini Andita masih ingat dengan sosok pemuda yang kini sedang dikuasai kemarahan.


"Jadi kau masih mengingatku wanita laknat?!." Amarahnya semakin memuncak ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita. "Itu artinya kau belum lupa dengan apa yang terjadi pada waktu itu!. Kau harus membayar nyawa adikku yang telah kau bunuh!."


"Tidak semudah itu kau membunuhnya. Kau pikir kau pemuda hebat?. Hanya berani bermain-main dengan seorang wanita?." Raden Jatiya Dewa kesal, karena ia tidak mengerti apa yang terjadi diantara Putri Andhini dan pemuda yang baru saja datang itu?. 


"Siapa kau?. Berani sekali kau ikut campur urusanku?. Sudah bosan hidup kau rupanya?." Pemuda itu malah menantang Raden Jatiya Dewa.


"Kalau begitu kita bermain-main sebentar. Kau terlihat sangat jumawa sekali. Aku sangat tidak suka pada seorang laki-laki kurang ajar seperti kau!." Raden Jatiya malah terpancing amarah. Ia melompat ke arah pemuda itu, dan ia menyerang pemuda itu?.


Sedangkan Putri Andhini Andita hanya diam saja. Ia hanya melihat pertarungan antara Raden Jatiya Dewa dengan Pemuda yang berasal dari sungai alir Betung. Pemuda yang dulunya adalah dua orang kakak beradik yang sangat sadis. Kejahatan yang mereka lakukan sangat tidak manusiawi yang mereka lakukan pada wanita lemah.


Raden Jatiya Dewa saat ini sedang beradu ilmu kanuragan dengan pemuda itu. Mereka saling menyerang satu sama lain, menunjukkan kekuatan yang mereka miliki. Namun sepertinya mereka terlihat imbang, kekuatan yang mereka miliki sama-sama kuat. Namun Raden Jatiya Dewa mencoba beberapa serangan berupa pukulan menipu untuk mengelabui musuhnya, pukulan bertubi-tubi yang ia arahkan ke arah pemuda itu. Tapi sepertinya pemuda itu menyadari serangan Raden Jatiya Dewa, sehingga ia mengatasi semua pukulan yang datang padanya. Bukan hanya sampai disitu saja, Raden Jatiya Dewa bahkan menggunakan kakinya untuk menyerang pemuda itu, tapi lagi-lagi ia menyadari serangan itu, hingga pemuda itu berhasil melompat. Supaya ia tidak terkena sepakan keras dari Raden Jatiya Dewa.


"Hop!." Pemuda itu melompat naik ke atas pohon yang tak jauh dari tempat ia menghindari serangan Raden Jatiya Dewa.


"Hei!. Kemari kau!. Tidak usah menjadi seperti seekor monyet yang bergelantungan di atas pohon seperti itu!." Raden Jatiya Dewa sangat kesal, karena serangannya berhasil dihindari oleh pemuda itu dengan mudahnya.


"Ahaha!. Kau tidak sabaran sekali, tapi aku suka. Ahaha!." Ia kembali menertawakan Raden Jatiya Dewa. "Hop!." Setelah itu ia kembali turun ke bawah. Akan tetapi ketika kakinya hendak menjejak ke tanah, ternyata putri Andhini Andita telah menunggunya dengan sebuah pukulan yang telah ia lambari dengan tenaga dalam.

__ADS_1


Duakh!!!


Terdengar suara pukulan yang sangat kuat, namun pemuda itu masih sempat memblok pukulan itu. Hingga hanya tangannya saja yang menerima pukulan keras dari Putri Andhini Andita.


"Andhini andita!." Raden Jatiya Dewa sangat terkejut melihat Putri Andhini Andita tiba-tiba saja muncul di hadapannya, menjadi tamengnya?. Kemudian memberikan pukulan kuat?. Hingga terlihat hembusan angin menerpa dirinya?.


"Heh!. Meskipun hanyalah serangan telapak tangan, sepertinya kau melihat serangan yang akan aku lakukan padanya." Pemuda itu sepertinya menyadari sesuatu. Ia benar-benar kagum akan kepintaran serta kemampuan yang dimiliki oleh Putri Andhini Andita. "Tapi meskipun begitu, tanganku sakit juga." Ia merasakan tangannya berdenyut sakit setelah menerima pukulan keras itu.


"Diam kau!." Putri Andhini Andita terlihat sangat marah. "Tidak akan aku biarkan kau bermain curang!. Apalagi kau berani melukainya dengan cara kotor seperti itu!. Akan aku bunuh kau bedebah!." Putri Andhini terlihat sangat marah, ia bahkan menghardik pemuda itu dengan ucapan kasar.


"Heh!. Sepertinya kau melindungi pemuda itu." Ia menyeringai lebar sambil menatap Raden Jatiya Dewa yang sedang tercengang mendengar Putri Andhini Andita berkata kasar.


"Diam kau!." Putri Andhini Andita kembali menyalurkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya. "Tidak akan aku biarkan kau menggunakan jurus itu untuk melukainya!." Putri Andhini Andita mendorong kuat tenaga dalamnya memalui telapak tangannya itu, hingga pemuda terdorong ke belakang. Akan tetapi Putri Andhini Andita tidak akan membiarkan pemuda itu pergi begitu saja. Ia menghadapi pemuda itu, hingga benar-benar pergi dari sana?.


"Sepertinya andhini andita mengenali jurus pemuda itu?." Raden Jatiya Dewa tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi. "Apa yang hendak dilakukan pemuda itu sebenarnya?. Jurus apa yang hendak ia keluarkan tadi?. Tapi kenapa andhini andita menyadari serangan itu?. Sehingga ia tadi menghalanginya?." Raden Jatiya Dewa penasaran dengan jurus apa yang akan digunakan pemuda itu. Apakah itu jurus yang sangat berbahaya?. Sehingga Putri Andhini Andita terlihat sangat cemas?. Matanya menangkap Putri Andhini Andita yang sedang bertarung dengan pemuda itu. Apakah ia akan berdiam diri saja melihat Putri Andhini Andita yang sedang bertarung dengan pemuda aneh itu?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Jurus aneh apa yang digunakan pemuda itu?. Temukan jawabannya.


...***...


Di bawah ini Translate. Maaf atas ketidaknyamanan jika halaman ini diisi oleh terjemahan.


...***...


But from earlier they were just silent, no one wanted to talk at all between them. Is it because the previous incident made them reluctant to talk? I don't know, but they still don't want to speak. Only silence approached them. Until at that time, someone came quickly. Using the science of lightening the body, so it seems to fly from the front of both.


"Ahaha! It seems like there is a young man who is targeting Andhini Andita's daughter. It was clearly seen when he set foot on the ground. His eyes that contain very deep hatred in Princess Andhini Andita. "After all this time I finally found you, a woman!" His anger just blazed when he remembered the face of Princess Andhini Andita clearly.


"Sorry sir. Can you not talk more politely to a woman?" Raden Jatiya Dewa was very surprised by the rough attitude shown by the young man.


"Silence you are unknown!" He snapped in a loud voice while pointing roughly at Raden Jatiya Dewa. "I have nothing to do with you! He still could not control his anger.


"KUA-." When Raden Jatiya Dewa was about to block the young man, his movements were held by Princess Andhini Andita. Surely Raden Jatiya Dewa was a little surprised. "What is a crazy young man like you met me? Can you not accept your sister's death that is crazier than you?" Princess Andhini Andita still remembers the figure of a young man who is now being controlled by anger.

__ADS_1


"So you still remember me a woman?!" His anger even peaked when listening to what Princess Andhini said. "That means you haven't forgotten what happened at that time! You have to pay my sister's life that you have killed!"


"It's not that easy for you to kill him. You think you're a great young man? Just dare to play with a woman?" Raden Jatiya Dewa was upset, because he did not understand what happened between the Princess Andhini and the young man who had just arrived?


"Who are you? How dare you interfere with my business? The young man even challenged Raden Jatiya Dewa.


"Then we play around for a while. You look very troubled. I really don't like a brash man like you!" Raden Jatiya was even provoked anger. He jumped at the young man, and he attacked the young man?


While Princess Andhini Andita just kept quiet. He only saw the battle between Raden Jatiya Dewa and a young man from the Alir Betung River. The young man who was once two siblings who were very sadistic. Their crime is very inhuman that they committed to weak women.


Raden Jatiya Dewa is currently colliding with Kanuragan with the young man. They attack each other, showing the strength they have. But it seems they look draw, the strength they have is equally strong. But Raden Jatiya Dewa tried several attacks in the form of deceptive blows to trick his enemies, a barrage of punch he directed towards the young man. But it seemed that the young man was aware of Raden Jatiya Dewa's attack, so he overcome all the blows that came to him. Not only that, Raden Jatiya Dewa even used his feet to attack the young man, but again he realized the attack, until the young man managed to jump. So that he is not hit by a hard kick from Raden Jatiya Dewa.


"Hop!" The young man jumped up the tree not far from where he avoided the Raden Jatiya Dewa attack.


"Hey! Come here! No need to be like a monkey hanging on a tree like that!" Raden Jatiya Dewa was very upset, because his attack was successfully avoided by the young man.


"Ahaha! He again laughed at Raden Jatiya Dewa. "Hop!" After that he returned down. However, when his feet were about to step on the ground, it turns out that Princess Andhini Andita had been waiting for him with a blow that he had slowed with his internal energy.


Duakh!!!


The sound of a very strong blow, but the young man still had time to block the punch. Until only his hand received a hard blow from Princess Andhini Andita.


"Andhini Andita!" Raden Jatiya Dewa was very surprised to see Andhini's daughter Andita suddenly appeared before her, her shield? Then give a strong blow?. Until seen the gust of wind hit him?


"Heh! Even though it's just a palm attack, it seems you see the attack I will do on him." The young man seemed to realize something. He was truly amazed by the intelligence and abilities possessed by Princess Andhini Andita. "But even so, my hands hurt too." He felt his hand throbbing in pain after receiving the hard blow.


"Shut up!." Princess Andhini Andita looks very angry. "I won't let you play cheating! Moreover, you dare to hurt it in a dirty way like that! Princess Andhini looked very angry, she even rebuked the young man with harsh words.


"Heh! Looks like you protect the young man." He grinned broadly while staring at Raden Jatiya Dewa who was astonished at the Princess of Andhini Andita said harshly.


"Shut up!." Princess Andhini Andita returned to channel his inner energy into his palm. "I won't let you use the stance to hurt him!" Princess Andhini Andita pushed strong energy through his palms, until the young man was pushed back. But Andhini Andita's daughter would not let the young man go. He faced the young man, until he really left there?

__ADS_1


"Looks like Andhini Andita recognizes the young man's move?" Raden Jatiya Dewa did not understand what happened at all. "What did the young man really do? Raden Jatiya Dewa was curious about what stance would be used by the young man. Is that a very dangerous move? So Andhini's daughter Andita looks very anxious? His eyes caught the daughter of Andhini Andita who was fighting with the young man. Will he just be silent to see the daughter of Andhini Andita who was fighting with the strange young man? Whats next?. What strange stance did the young man use?. Find the answer.


...***...


__ADS_2