
...***...
Syekh Asmawan Mulia bergegas menuju padepokan putri. Sebab ia mendapatkan kabar bahwa Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa sedang terluka dan membutuhkan bantuannya untuk melakukan pengobatan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh nini." Ia mengucapkan salam pada istrinya yang saat ini terlihat sangat gelisah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh kakang." Nyi Ayudiyah Purwati menjawab salam sambil mencium tangan suaminya. "Mari masuk kakang." Ia mempersilahkan suaminya masuk, hatinya sangat cemas memikirkan bagaimana keadaan Raden Jatiya Dewa dan Putri Andhini Andita saat ini.
"Dimana gusti putri?. Bagaimana keadaannya nini?." Syekh Asmawan Mulia tidak sabaran.
"Ada di bilik saya kakang." Ia menuntut suaminya menuju biliknya. "Keadaannya tidak begitu baik kakang. Saya sangat cemas melihat keadaan gusti putri saat ini." Nyi Ayudiyah Purwati hampir saja menangis.
Syekh Asmawan Mulia segera memeriksa keadaan Putri Andhini Andita. Ia alirkan tenaga dalamnya ke tubuh Putri Andhini untuk memeriksanya. "Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
"Ada apa kakang?. Apa yang terjadi pada gusti putri kakang?." Nyi Ayudiyah Purwati semakin khawatir.
"Gusti putri andhini andita keracunan nini." Ia tidak menduga jika itu yang dialami oleh Putri Andhini Andita.
"Kakang harus segera menyembuhkan gusti putri. Apa yang akan kita katakan pada gusti ratu gendhis cendrawati jika kondisi putrinya tidak bisa tertolong kakang." Nyi Ayudiyah Purwati tidak bisa tenang lagi.
"Sabarlah nini. Kakang akan mencari cara untuk menyembuhkan kondisi gusti putri." Syekh Asmawan Mulia mencoba untuk tenang. "Selain itu kita juga harus segera menolong raden jatiya dewa. Ada kemungkinan beliau juga terkena racun nini." Ya, ada kemungkinan seperti itu. Mereka harus segera menyembuhkan Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa.
Apakah yang akan dilakukan oleh Syekh Asmawan Mulia untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh mereka berdua?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di alam bawah sadar Putri Andhini Andita.
Sukma Dewi Suarabumi saat ini sedang menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Putri Andhini Andita. Itu ia lakukan untuk mencegah racun menyebar ke dalam tubuh Putri Andhini Andita.
Setelah itu keduanya mengatur aliran tenaga dalam mereka agar tidak kacau. Putri Andhini Andita merasa sedikit baikan, meskipun ia belum berhasil mengambil kesadaran raganya. Putri Andhini Andita membalikkan tubuhnya, namun saat itu ia meminta Sukma Dewi Suarabumi kembali ke tempat ia duduk manja seperti biasanya mengawasinya.
"Terima kasih karena gusti putri telah membantu hamba." Ia memberi hormat. Tentunya ia sangat berterima kasih karena telah bersedia membantunya.
"Aku membantumu karena aku masih ingin hidup." Ia tersenyum kecil sambil menopang dagunya dengan anggun. "Sebelum ada calon berikutnya, aku tidak boleh dilupakan begitu saja. Hanya itu saja alasannya, tidak lebih atau tidak dilebih-lebihkan." Memang ia membantu Putri Andhini Andita, tapi bukan itu alasan sebenarnya. Ia hanya menutupi kebaikan yang ia berikan pada Putri Andhini Andita. "Itu semua karena kebaikan dari gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta. Kau adalah keturunannya. Tidak ada alasan lain untukku untuk membantumu." Dalam hatinya berkata seperti itu.
"Hamba mengerti gusti putri." Putri Andhini Andita juga tidak membantah atau bertanya banyak.
"Tapi kau telah melakukan hal yang berbahaya demi menyelamatkannya. Apakah kau benar-benar telah terpikat oleh kebaikan yang diberikan raden jatiya dewa?." Tiba-tiba saja Sukma Dewi Suarabumi memikirkan hal itu.
__ADS_1
Putri Andhini Andita hanya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari Sukma Dewi Suarabumi. Kadang ia ingin bertanya kenapa ia bisa melakukan itu?. Untuk apa ia melindungi Raden Jatiya Dewa jika ia tidak memiliki perasaan apa-apa pada Raden Jatiya Dewa?. Atau hanya karena alasan kemanusiaan?. Perasaan hati?. Atau apa?. Ia juga belum memahami perasaannya sepenuhnya.
"Jangan terlalu memaksakan diri andhini andita. Jika kau masih ragu maka lakukan saja hal yang sewajarnya. Anggap saja itu adalah bagian dari takdir yang harus kau terima. Jika ia bukan jodohmu, maka ia akan pergi dengan sendirinya." Sukma Dewi Suarabumi tersenyum lembut. "Tidak ada manusia yang benar-benar menderita, dan tidak ada juga manusia yang benar-benar berbahagia dalam hidupnya. Namun pasti ada saatnya kau merasakan keduanya. Jalani saja yang sedang tuhan berikan padamu. Jangan kau pikirkan hal terlalu rumit. Aku yakin kau bisa mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan suatu hari nanti." Sukma Dewi Suarabumi benar-benar mengeluarkan kata-kata yang membuat Putri Andhini Andita seperti merasakan kehidupan yang berbeda.
"Ya. Tentu saja hamba akan melakukannya." Putri Andhini Andita tersenyum manis. Ada perasaan yang membuatnya ingin kembali merasakan perasaan cinta yang berbeda pada seseorang. "Terima kasih karena gusti putri memperhatikan hamba dengan baik." Ya, tentu saja ia bersyukur bisa berkomunikasi dengan Sukma Dewi Suarabumi.
"Sepertinya raden jatiya dewa tidak lah buruk. Apalagi dia memiliki sikap yang tegas, setia juga tidak ragu lagi dengan keputusannya. Tapi itu tergantung padamu saja. Mau menerimanya atau tidak, karena kau yang akan menjalani itu semua di kehidupan fana ini." Sukma Dewi Suarabumi juga tidak mau terlalu ikut campur, tapi ia juga tidak mau melihat Putri Andhini Andita larut dalam kesedihan yang ia rasakan ketika kehilangan Raden Raksa Wardhana. Ia telah berjanji akan melindungi siapa saja yang menggunakan kekuatannya selagi itu adalah keturunan dari Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. Tapi bukan berarti ia mencampuri urusan pribadi mereka, hanya saja tidak bisa melihat mereka larut dalam kesedihan yang mendalam.
Lalu bagaimana dengan tanggapan Putri Andhini Andita ketika Sukma Dewi Suarabumi berkata seperti itu?. Apakah ia akan menurutinya?. Atau hanya mendengarkan sebagai masukan saja?. Entahlah, Putri Andhini Andita juga belum bisa menjawabnya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kembali ke masa itu.
Putri Andhini Andita baru saja keluar dari rumah lurah desa sungai Betung. Sebenarnya ia hanya ingin keluar sebentar, akan tetapi sepertinya ada beberapa orang pendekar yang mendatanginya dengan cara yang tidak biasa. Mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh, sehingga mereka tampak melayang di udara?. Sepertinya Putri Andhini Andita sepertinya agak mengenali salah satu dari mereka. Jika ia tidak lupa, pendekar yang ia hadapi kemarin itu juga ikut bersama mereka.
"Heh!. Aku kira kau masih terlelap dalam tidurmu. Ternyata tuan putri telah bangun."
Mereka malah tertawa mendengarkan ucapan salah satu dari teman mereka, termasuk pendekar Paruh Tajam. Sepertinya pendekar itu tidak akan melepaskan Putri Andhini Andita begitu saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka akan bertarung di sana?. Apakah Putri Andhini Andita mampu mengatasi masalah itu sendirian?. Bagaimana kisahnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta, semoga suka dengan kisah cinta tuan putri. Jangan lupa dukungannya ya.
...***...
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh nini." He greetings to his wife who currently looks very nervous.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh kakang." Nyi Ayudiyah Purwati answered greetings while kissing her husband's hand. "Let's go in Kakang." She invited her husband in, her heart was very worried about how Raden Jatiya Dewa and Princess Andhini Andita at this time.
"Where is Gusti Putri? How is Nini?" Sheikh Asmawan Mulia is impatient.
"It's in my booth. She demanded her husband towards her booth. "The situation is not so good. Nyi Ayudiyah Purwati almost cried.
Sheikh Asmawan Mulia immediately examined the condition of Princess Andhini Andita. He flowed his inner strength to Princess Andhini's body to examine him. "Astaghfirullah Hal'azim O Allah." He was very surprised by what happened.
"What's wrong Kakang? What happened to Gusti Putri Kakang?" Nyi Ayudiyah Purwati is increasingly worried.
"Gusti Putri Andhini Andita poisoned Nini." He did not expect that that was experienced by Princess Andhini Andita.
__ADS_1
"Kakang must immediately heal Gusti Putri. What will we say to Gusti Ratu Gendhis Cendrawati if her daughter's condition cannot be helped by Kakang." Nyi Ayudiyah Purwati can't calm down anymore.
"Be patient Nini. Kakang will look for ways to cure Gusti Putri's condition." Sheikh Asmawan Mulia tried to calm down. "In addition, we must also immediately help Raden Jatiya Dewa. There is a possibility that he will also be exposed to Nini poison." Yes, there is a possibility like that. They must immediately cure Princess Andhini Andita and Raden Jatiya Dewa.
What will Sheikh Asmawan Mulia do to remove toxins in their bodies? Listen to the story.
...***...
In the subconscious Princess Andhini Andita.
Sukma Dewi Suarabumi is currently channeling his inner energy into the body of Princess Andhini Andita. That he did to prevent poison from spreading into the body of Princess Andhini Andita.
After that both of them regulate the flow of energy in them so as not to be chaotic. Princess Andhini Andita felt a little better, even though she had not succeeded in taking her body awareness. Andhini's daughter Andita turned around, but at that time she asked Sukma Dewi Suarabumi to return to where she sat spoiled as usual watching her.
"Thank you because Gusti Putri has helped my servant." He saluted. Surely he was very grateful for being willing to help him.
"I help you because I still want to live." He smiled a little while supporting his chin gracefully. "Before there was a next candidate, I shouldn't be forgotten. That's all the reason, no more or not exaggerated." Indeed he helped Princess Andhini Andita, but that was not the real reason. He only covered the kindness he gave to Princess Andhini Andita. "It's all because of the kindness of Gusti Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. You are his descendants. There is no other reason for me to help you." In his heart said that.
"I understand Gusti Putri." Princess Andhini Andita also did not argue or ask a lot.
"But you have done something dangerous to save him. Are you really captivated by the kindness given by Raden Jatiya Dewa?" Suddenly Sukma Dewi Suarabumi thought about it.
Princess Andhini Andita was silent and could not answer questions from Sukma Dewi Suarabumi. Sometimes he wants to ask why he can do that? For what he protected Raden Jatiya Dewa if he had no feelings for Raden Jatiya Dewa?. Or just for humanitarian reasons? Feelings?. Or what?. He also does not understand his feelings fully.
"Don't force yourself Andhini Andita. If you are still in doubt then just do the natural things. Let's just say it is part of the destiny you have to accept. If he is not your soul mate, then he will go by itself." Sukma Dewi SuaraBumi smiled softly. "There is no human who really suffers, and there is no human who is truly happy in his life. But there must be times when you feel both. Just live what God is giving to you. Don't think about things too complicated. I'm sure you can Get the happiness you want one day. " Sukma Dewi Suarabumi really issued words that made Princess Andhini Andita feel like feeling a different life.
"Yes. Of course I will do it." Princess Andhini Andita smiled sweetly. There is a feeling that makes him want to feel a different feeling of love for someone. "Thank you because Gusti Putri watched my servant well." Yes, of course he is grateful to be able to communicate with the Sukma Dewi SuaraBumi.
"It seems that Raden Jatiya Dewa is not bad. Moreover, he has a firm attitude, loyal also does not hesitate with his decision. But it depends on you. Want to accept it or not, because you will live it all in this mortal life." Sukma Dewi Suarabumi also did not want to interfere too much, but she also did not want to see Andhini's daughter Andita dissolved in the sadness she felt when he lost Raden Raksa Wardhana. He has promised to protect anyone who uses his strength while it is a descendant of King Bahuwirya Jayantaka Byakta. But that does not mean he interferes with their personal affairs, it's just that they cannot see them dissolve in deep sadness.
Then what about Princess Andhini Andita's response when the Sukma Dewi SuaraBumi said that? Will he obey? Or just listen as input?. I don't know, Princess Andhini Andita also could not answer it either. Whats next?. Listen to the story.
...***...
Back to that time.
Princess Andhini Andita has just left the house of the village head of Sungai Betung Village. Actually he just wanted to come out for a while, but it seems that there are some warriors who come to him in an unusual way. They use the science of lightening the body, so they look floating in the air?. It seems like Andhini's daughter Andita seems to have recognized one of them. If he did not forget, the warriors he faced yesterday also joined with them.
"Heh!
__ADS_1
They even laughed listening to the words of one of their friends, including a sharp beak warrior. Looks like the warrior will not let go of Andhini's daughter Andita just like that. Whats next?. Will they fight there? Is Princess Andhini Andita able to overcome the problem alone? How is the story?. Find the answer.
...***...