KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
PERASAAN HATI PUTRI DIANTI CAKRAWATI


__ADS_3

...***...


Perasaan Putri Andhini Andita saat ini sedang gelisah, karena Sukma Dewi Suarabumi mengatakan jika ia lebih mengetahuinya dari pada ayahandanya?.


"Kalau begitu, hamba mohon perlihatkan semuanya pada hamba, supaya hamba bisa membandingkan dengan kehidupan hamba yang sekarang. Hamba mohon perlihatkan pada hamba gusti putri." Putri Andhini Andita berusaha untuk menahan suasana hatinya yang sedang gelisah dan sangat tidak menentu.


"Baiklah. Akan aku perlihatkan semuanya padamu, jik kau memang ingin mengetahui kebenarannya." Sukma Dewi Suarabumi tersenyum lembut. Ia mendekati Putri Andhini Andita, dan menyentuh pundaknya dengan lembut.


Mereka berdua seakan-akan ditarik oleh waktu yang sangat panjang. Waktu yang akan menunjukkan apa yang terjadi pada Putri Dianti Cakrawati, putri dari Prabu Guindara Arya Jiwatrisna, yunda dari Prabu Kawiswara Arya Ragnala.


Saat itu mereka melihat Putri Dianti Cakrawati ketika masih remaja?. Tapi saat itu ia selalu bersama adiknya Bahuwirya Dihyan Darya atau yang mereka kenal sebagai Prabu Kawiswara Arya Ragnala. Selain itu, mereka juga melihat mata Putri Dianti Cakrawati selalu menatap dengan pandangan mengagumi adiknya. Selalu bersama adiknya, bahkan selalu membela Raden Dihyan Darya.


Ketika itu ada pertemuan di istana, mereka hanya berkumpul saja untuk membangun kedekatan antara mereka. Namun saat itu ada beberapa pangeran yang meremehkan kemampuan Raden Dihyan Darya.


"Heh!. Ternyata benar, jika putra bungsu dari prabu guindara arya jiwatrisna sama sekali tidak memiliki kemampuan apa-apa yang patut dibanggakan."


"Ya, sangat memalukan sekali. Pasti akan menjadi aib bagi gusti prabu guindara arya jiwatrisna."


"Apalagi kabar yang aku dengar, kau selalu berlindung dibalik punggung yundamu Dihyan darya."

__ADS_1


Mereka malah menertawakan Raden Dihyan Darya dengan suara yang sangat keras, sehingga menarik perhatian sekitarnya. Namun mereka masih memakluminya, dan menganggap itu hanyalah sebagai pembicaraan anak-anak.


"Kau ini sangat lemah ya dihyan darya, sehingga kau selalu bersama yundamu."


"Lihatlah, yundamu malah melotot ke arah kami karena menghinamu."


Mereka benar-benar tertawa dengan puasnya setelah menghina Raden Dihyan Darya. Akan tetapi saat itu kejadian yang sangat tidak terduga sama sekali. Putri Dianti Cakrawati memukul mereka satu persatu. Mereka yang telah membina adiknya di depan banyak orang di halaman istana kerajaan Suka Damai. Mereka yang hadir di sana sangat terkejut, dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bahkan Putri Andhini Andita yang menyaksikan itu juga tidak percaya jika Putri Dianti Cakrawati melakukan itu?.


"Bibi dianti sungguh sangat berani memukul mereka semua?. Sangat pemberani sekali." Dalam Putri Andhini Andita merasa kagum dengan apa yang dilakukan dengan bibinya itu.


"Ya, aku melihat tatapan kasih sayang yang berubah menjadi perasaan cinta pada adiknya sendiri. Tapi malah berakhir dengan sangat tragis sekali. Sungguh sangat disayangkan sekali. Aku malah menjadi saksi apa saja yang ia lakukan." Dalam hati Sukma Dewi Suarabumi merasa sedikit heran. Apakah benar?. Barang siapa yang menggunakan kekuatannya yang berada di dalam pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi akan bernasib sama sepertinya?. Namun jika dipikir-pikir lagi, memang itu adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa terbantahkan. Bahkan pertama kali seseorang telah berhasil menggunakan pedang Panggilan Jiwa Pedang Pembangkit Raga Sukma Dewi Suarabumi malah berakhir menyedihkan seperti dirinya. Lalu apa yang akan ia lakukan?. Jika Putri Andhini Andita yang akan meneruskan garis takdir itu?. Mereka kembali menyimak apa yang mereka katakan pada saat itu.


"Putriku dianti cakrawati?. Apa yang sedang kau lakukan?. Kenapa kau memukul mereka semua?." Prabu Guindara Arya Jiwatrisna bertanya dengan nada yang masih ramah pada putrinya?.


"Tidak apa-apa yunda." Raden Dihyan Darya tersenyum kecil melihat ke arah yundanya. "Mereka hanya pandai berbicara saja. Melampiaskan kelemahan mereka dengan kata-kata. Jadi yunda tidak perlu yunda menanggapi mereka yang tidak berguna dalam pertemuan seperti ini." Lagi, ia tersenyum. Akan tetapi ucapannya itu sungguh menusuk perasaan mereka yang mendengarkan ucapannya.


"Dihyan darya!. Berani sekali kau berkata seperti itu pada kami!."


"Mari kita tunjukkan dengan kekuatan yang kita miliki!."

__ADS_1


"Jika kau hanya bisa berlindung dibalik punggung wanita, maka hadapilah aku!."


Mereka tidak terima dengan apa yang dikatakan Raden Dihyan Darya. Mereka sangat tersinggung dengan apa yang dikatakan Raden Dihyan Darya.


"Diam!." Bentak Putri Dianti Cakrawati dengan suara yang sangat keras. "Orang lemah seperti kalian tidak berhak berkata seperti itu pada rayi dihyan darya-." Putri Dianti Cakrawati terdiam saat ia mendengarkan ucapan ayahandanya.


"Sudahlah. Kalian semua jangan saling merendahkan. Kalian hanya akan menimbulkan permusuhan. Ini adalah kerajaan suka damai. Jangan nodai halaman istana ini dengan perdebatan kalian yang dapat memicu adanya perang." Prabu Guindara Arya Jiwatrisna hanya tidak ingin mereka bertindak sembarangan.


"Maafkan atas apa yang telah putra kami lakukan gusti prabu."


"Kalian minta maaflah pada raden dihyan darya. Kalian telah berkata tidak sopan!."


"Apakah kalian tidak malu berkata seperti itu?. Ini adalah pertemuan penting!. Bisa-bisanya kalian mengeluarkan kata-kata yang dapat memicu perang!."


Mereka terlihat marah pada keempat pangeran yang telah menyinggung putra mahkota dari Kerajaan Suka Damai. Tentunya mereka semua telah mengetahui bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Guindara Arya Jiwatrisna. Selain mencintai kedamaian, ia juga memiliki pedang panggilan jiwa pedang Sukma naga pembelah bumi yang sangat luar biasa hebatnya.


"Maafkan kami." Dengan terpaksa dan perasaan hati yang mendongkol, mereka meminta maaf pada Raden Dihyan Darya. Sepertinya mereka telah dendam pada Raden Dihyan Darya.


Sedangkan Putri Andhini Andita dan Sukma Dewi Suarabumi bukan hanya melihat itu saja. Mereka melihat semua yang telah dilalui Putri Dianti Cakrawati bersama Raden Dihyan Darya. Bagaimana perlakuannya terhadap adiknya sendiri, bagaimana ia bersikap pada adiknya sendiri. Perasaan yang dirasakan Putri Dianti Cakrawati dari hari ke hari bukan hanya tatapan sebagai seorang kakak ke adiknya. Apalagi Raden Dihyan Darya selalu memperlakukan kakaknya dengan sangat baik. Sehingga kebaikan itu membuat Putri Dianti Cakrawati mencintai adiknya sendiri.

__ADS_1


"Alur kisah yang sama. Kenapa bibi dianti mengalami hal seperti itu?." Putri Andhini Andita dapat merasakan perasaan itu. Entah kenapa dadanya terasa sangat sakit sekali. Ia tidak mengerti dengan alur kisah cinta yang seperti itu. Apa yang akan ia lakukan setelah melihat itu semua?. Apakah ia akan menyimpan semua perasaan itu dengan hatinya?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


...***...


__ADS_2