KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
JIN PEMIKAT?.


__ADS_3

...***...


Saat Putri Andhini Andita hendak masuk ke kaputren, ia dikejutkan oleh Putri Rara Saraswati yang menatap tajam ke arahnya. Saat itu Putri Andhini Andita menyadari satu hal yang aneh dari Putri Rara Saraswati.


"Sudah aku duga. Kau telah mengajari hal yang aneh pada raden jatiya dewa. Kau memang seorang wanita rendahan." Nafasnya naik turun karena menahan amarah yang ada di dalam dirinya.


Putri Andhini Andita terdiam sejenak, memperhatikan bagaimana kondisi Putri Rara Saraswati. "Mungkin kah dia sedang menguji kesabaran ku saat ini. Atau ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku?." Dalam hati Putri Andhini Andita mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak marah. Ia menarik nafasnya dengan pelan, mencoba untuk tetap tersenyum walaupun hatinya panas. "Apa yang kau bicarakan?. Memangnya atas dasar apa kau berkata seperti itu padaku?. Jelaskan padaku kenapa kau berkata seperti itu padaku?." Putri Andhini Andita ingin mendengarkan penjelasan dari Putri Rara Saraswati.


"Saat aku menunggu kalian di gerbang, aku merasakan panas saat mendengarkan apa yang dilantunkan raden jatiya dewa. Aku yakin itu adalah sihir yang mengikat siapa saja. Tapi kau yang membenciku, pasti berbeda mendengarnya!. Katakan padaku mantram sihir apa yang kau ajarkan pada raden jatiya dewa!." Suaranya terdengar sangat marah, membentak Putri Andhini Andita.


Tapi berbeda dengan Putri Andhini yang mendengarkan itu. Ia mengerti akan satu hal, dan ia ingin memastikannya. Putri Andhini Andita membacakan surah Al-ikhlas sambil menunjuk ke arah Putri Rara Saraswati. Saat itu ada reaksi darinya, sungguh reaksi yang sangat tidak terduga sama sekali. Putri Rara Saraswati menjerit kesakitan.


قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ


اَللّٰهُ الصَّمَدُ


لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ


وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ


"Hentikan!. Hentikan wanita laknat!." Teriak Putri Rara Saraswati sambil menjerit kesakitan. Ia bahkan menyerang Putri Andhini Andita. Tentunya Putri Andhini Andita menghindari semua serangan yang datang datang padanya.

__ADS_1


"Aku tidak menduga bahwa dia menggunakan jin pemikat." Dalam hati Putri Andhini Andita sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat dari dalam tubuh Putri Rara Saraswati.


"Segera lumpuhkan dia andhini andita." Sukma Dewi Suarabumi takut bertingkah semakin gila jika tidak segera diatasi.


Tapi sepertinya itu tidak mudah untuk diatasi, karena Putri Rara Saraswati melawan. Sehingga pertarungan itu menimbulkan keributan. Raden Jatiya Dewa, Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, Ratu Dewi Anindyaswari, dan Ratu Gendhis Cendrawati datang melihat keributan itu.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Mereka semua melihat penampilan Putri Rara Saraswati yang hilang kendali.


"Apa yang terjadi padanya nak?." Ratu Gendhis Cendrawati takut melihat itu.


"Nanti saja bertanya ibunda." Putri Andhini Andita mendekati ibundanya. "Rayi prabu, jatiya dewa. Tolong bantu aku untuk melumpuhkannya." Putri Andhini Andita langsung melompat untuk mencegah Putri Rara Saraswati yang hendak menyerang Ratu Dewi Anindyaswari.


Tentunya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Raden Jatiya Dewa bergegas mengamankan Putri Rara Saraswati. Tentunya mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Agak cukup lama juga mereka melumpuhkan Putri Rara Saraswati. Tapi setidaknya tidak ada korban yang terjadi diantara mereka. Putri Rara Saraswati tidak sadarkan diri, dan ia dibawa ke bilik Putri Andhini Andita.


"Mohon maaf gusti ratu." Raden Jatiya Dewa memberi hormat pada Ratu Dewi Anindyaswari. Itu karena ia mendapatkan kode dari Putri Andhini Andita untuk menjelaskannya. "Wanita ini adalah nimas rara saraswati." Raden Jatiya Dewa memperkenalkan siapa wanita yang sedang terbaring tidak sadarkan diri itu. "Ia adalah putri dari paman patih rangga prahaja. Patih dari kerajaan buana dewa." Lanjutnya lagi.


"Lalu apa yang ia lakukan di sini?. Apakah ia ingin bertemu dengan raden?." Ratu Dewi Anindyaswari kembali bertanya.


"Hamba tidak mengetahuinya dengan pasti. Tapi tujuannya sepertinya tidak baik gusti ratu." Jawab Raden Jatiya Dewa.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raden Jatiya Dewa.

__ADS_1


"Tidak baik berburuk sangka begitu raden." Ratu Dewi Anindyaswari hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka nantinya.


"Maafkan hamba gusti ratu. Hanya saja jika dilihat dengan apa yang terjadi, pasti terjadi sesuatu yang buruk padanya." Raden Jatiya Dewa hanya melihat kenyataannya saja.


"Apa yang dikatakan oleh raden jatiya dewa mungkin saja ada benarnya ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kali ini bersuara.


"Kenapa nanda berkata seperti itu nak?. Bukankah nanda prabu yang mengatakan tidak baik berburuk sangka pada seseorang?." Ratu Dewi Anindyaswari terlihat bingung.


"Benar itu nanda prabu. Katakan pada kami apa yang terjadi dari penglihatan nanda prabu." Ratu Gendhis Cendrawati terlihat cemas. Karena tidak biasanya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berburuk sangka pada seseorang.


"Apa yang yunda lakukan padanya?. Apakah yunda melakukan sesuatu sehingga ia hilang kendali seperti itu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana bertanya pada kakaknya.


"Tadi ia berkata padaku, jika ia merasa kesakitan saat mendengarkan suara adzan yang dikumandangkan oleh raden jatiya dewa." Jawab Putri Andhini Andita. "Karena aku ingin membuktikan, apakah ada jin di dalam tubuhnya, makanya aku membacakan surah Al -ikhlas. Tapi siapa sangka, di dalam tubuhnya memang ada jin pemikat. Sehingga siapa saja melihatnya akan terpikat padanya. Tapi sepertinya raden jatiya dewa memiliki pelindung baik, jadi raden jatiya dewa tidak terkena pengaruh apapun darinya." Putri Andhini Andita menjelaskannya pada mereka semua.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Mereka semua tidak menyangka akan mendengarkan penjelasan itu dari Putri Andhini Andita.


"Memang benar apa yang dikatakan oleh yunda andhini andita. Memang itu juga yang aku lihat darinya. Ia memiliki jin pemikat yang dapat memikat siapa saja melalui ucapan, ataupun sentuhan, bahkan memalui perbuatannya yang dapat memikat hati seseorang yang ia incar." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dapat melihatnya dengan jelas sekali.


"Lalu apa yang harus kita lakukan gusti prabu?. Bukankah itu sangat berbahaya?. Tapi mengapa niat jahatnya tidak terdeteksi ketika memasuki perbatasan kerajaan ini?." Raden Jatiya Dewa merasa heran dengan apa yang terjadi.


"Mungkin saja ketika ia memasuki kerajaan ini, perasaan itu awalnya biasa saja. Tapi ketika ia bertemu dengan raden, atau bertemu dengan yunda andhini andita amarahnya berbeda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dapat merasakannya. "Satu-satunya cara yang kita lakukan hanyalah memusnahkan jin itu secepatnya. Jika kita tidak melakukan itu, maka nyawanya dalam bahaya. Karena jin itu tidak betah lagi di dalam tubuhnya." Jawabnya.

__ADS_1


Apakah yang akan mereka lakukan?. Temukan jawabannya.


__ADS_2