
...****...
Putri Andhini Andita masih bertarung dengan pemuda itu, yang tak lain bernama Liku Sakti. Memang nama yang agak aneh, tapi ia memiliki jurus yang cukup berbahaya. Sementara itu Raden Jatiya Dewa tidak akan tinggal diam saja ketika matanya menangkap Putri Andhini Andita yang sedang bertarung dengan orang licik itu.
"Hyah!." Raden Jatiya Dewa segera menerjang ke arah Liku Sakti. Kakinya yang panjang itu hampir saja menerjang tubuh Putri Andhini Andita, jika saja Raden Jatiya Dewa tidak segera menghentikannya. Mungkin Saja tubuh Putri Andhini Andita telah terpental, saking kuatnya sepakan itu.
"Heh!. Boleh juga kau!." Liku Sakti terlihat sangat bersemangat sekali. Entah kenapa ia menikmati pertarungan itu dengan wajah yang berseri-seri.
"Tidak usah memujiku!. Kau pikir aku akan bersikap lembut padamu hanya karena kau memuji bangsat!." Raden Jatiya Dewa telah tersulut amarah, ia menyerang Liku Sakti dengan menyalurkan tenaga dalamnya ke arah Liku Sakti, hingga pemuda itu mundur dengan melompat ke atas.
"Hop!." Ia menjejakkan kakinya ke tanah, hampir saja ia mendapatkan serangan tidak terduga dari Raden Jatiya Dewa.
"Tidak semudah itu kau menjatuhkan aku!." Ia tersenyum merendahkan Raden Jatiya Dewa.
"Diam kau!." Raden Jatiya Dewa menunjuk kasar ke arah Liku Sakti. "Kau tidak usah jumawa dulu!. Kau pikir aku takut dengan lelaki bedebah seperti kau?!." Amarahnya benar-benar telah terpancing keluar.
"Maju saja. Tidak usah mengeluarkan kata-kata yang membosankan. Sebaiknya buktikan saja jika kau memang laki-laki sejati yang memiliki kekuatan yang bisa kau banggakan!." Liku Sakti benar-benar memancing suasana hati Raden Jatiya Dewa.
Tap!.
Putri Andhini Andita menepuk pundak Raden Jatiya Dewa dengan sedikit kuat. "Kau tidak usah terpancing dengan ucapan bodohnya itu." Putri Andhini Andita hanya tidak ingin Raden Jatiya terpancing dengan ucapan Liku Sakti. "Biarkan saja dia berkata apa. Dia itu hanya pandai berbicara. Jadi kau tidak usah mendengarkan ocehannya yang tidak berguna itu." Putri Andhini Andita terlihat sangat waspada.
"Hahaha!." Liku Sakti malah tertawa kerasa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita. "Kau masih saja menjadi wanita yang sangat pintar!. Aku sangat kagum padamu!. Ahahaha!. Tidak ada wanita yang lebih hebat dari pada kau!. Kau adalah satu-satunya wanita paling hebat yang pernah aku temui!." Entah kenapa ia tidak bisa menahan tawanya. Ia merasa Putri Andhini Andita memang bukan wanita biasa.
"Diam kau!." Putri Andhini Andita terlihat sangat marah. "Tidak akan aku biarkan kau menggunakan perusak otak pada raden jatiya dewa!. Akan aku pastikan kau mati ini bedebah busuk!." Putri Andhini Andita semakin marah. Bahkan langsung menyerang Liku Sakti.
"Gusti putri." Raden Jatiya Dewa juga ikut. Ia tidak akan membiarkan Putri Andhini Andita bertarung sendirian. Namun entah kenapa tiba-tiba saja hawa sekitar agak terasa sangat berbeda dari yang biasanya. Sebenarnya apa yang terjadi?. Kenapa perasaannya sangat tidak enak?. Apakah akan terjadi hal buruk hari ini?.
Trang!!!.
Pedang yang mereka genggam beradu sangat kuat dengan pedang musuh. Sungguh mereka akan pernah menyerah pada musuhnya. Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa terus menyerang Liku Sakti tanpa ampun. Sedangkan Liku Sakti juga tidak mau kalah. Meskipun beberapa kali mereka melompat ke sana ke sini karena menerima serangan, atau diserang oleh musuh?.
"Kurang ajar!. Wanita ini masih saja kuat!. Apa yang harus aku lakukan jika aku tidak bisa membunuhnya." Dalam hati Liku Sakti merasa sangat kesal. Karena ia tidak berhasil melakukan apa yang ia inginkan.
"Heh!. Kau tidak usah berwajah seram seperti itu saat bertarung denganku!. Kau pikir aku takut dengan kekuatan yang kau miliki?." Putri Andhini Andita menyadari ekspresi raut wajah orang-orang prustasi ketika tidak bisa melakukan sesuatu.
"Sebaiknya kau pergi, entah dari sini!. Aku akan mengampunimu!. Aku masih berbaik hati untuk tidak membunuhmu di sini." Raden Jatiya Dewa juga ikutan memperkeruh suasana. Meskipun ia tidak mengerti dengan akar permasalahan yang terjadi diantara mereka di masa lalu, tapi ia harus tetap melindungi Putri Andhini Andita apapun yang terjadi.
Keduanya benar-benar mengerahkan tenaga dalam yang mereka miliki untuk membunuh Liku Sakti yang juga sedang mengincar nyawa Putri Andhini Andita. Keduanya melakukan serangan yang sangat cepat. Akan tetapi Liku Sakti merasa sakit hati sat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raden Jatiya Dewa dan Putri Andhini Andita. Amarahnya tersulut juga akhirnya.
Ia hentakkan kakinya ke tanah dengan kuat, ia salurkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya. Hingga menimbulkan tekanan yang sangat kuat. Tekanan itu mengarah ke Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa. Tubuh keduanya seperti terdorong oleh sesuatu yang sangat bertenaga. Karena keduanya tidak menyadari serangan itu, keduanya terpental terkena pukulan aneh itu.
Duakh!.
__ADS_1
"Egkhakh!." Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa meringis kesakitan. Tubuh mereka seperti di hantam angin kencang yang disertai batu besar yang dapat mencabut nyawa mereka seketika. Apakah begitu kuatnya tekanan tenaga dalam itu, hingga membuat keduanya terbatuk dan memuntahkan darah segar?.
"Uhuk!. Uhuk! Uhuk!."
Sungguh, dampak dari pukulan itu tidak main-main. Hingga membuat Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa kesakitan seperti itu.
"Heh!. Berani sekali kalian merendahkan aku?!. Apakah kalian tidak sayang nyawa lagi?." Liku Sakti merasa di atas angin. Kekuatannya memang tidak tertandingi untuk saat ini.
"Uhuk!." Putri Andhini Andita masih terbatuk. Perutnya terasa sangat sakti sekali. Apakah ia tidak bisa bertahan lagi setelah menerima serangan itu tadi?. "Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Ternyata pukulan angin pencabut nyawa lebih kuat dari yang sebelumnya." Dalam hati Putri Andhini Andita sangat cemas. Apalagi ketika ia melihat wajah Raden Jatiya Dewa yang mulai pucat. "Apakah jurus angin itu telah merusak beberapa titik sensitif di tubuhnya?." Putri Andhini Andita sangat cemas, apakah ia telah melakukan kesalahan?.
Brugh!.
"Uhuk!." Raden Jatiya Dewa ambruk, tenaga dalamnya terasa lemah. Tubuhnya terasa sangat lemah, hingga rasanya ia tidak bisa bergerak lagi.
"Jatiya dewa!." Putri Andhini Andita terlihat sangat cemas. Jantungnya berdebar kencang melihat Raden Jatiya Dewa terbatuk memuntahkan darah segar.
"Ahaha!." Sedangkan Liku Sakti melihat itu tertawa dengan penuh kemenangan. "Kalian akan mati di sini!. Ahaha!. Ternyata sangat mudah sekali membunuh kalian!. Ahaha!." Ia semakin tertawa keras. Ia tidak menduga akan semudah ini memenangkan sebuah pertarungan?.
"Andhini andita." Dalam keadaan sakit seperti itu, Raden Jatiya Dewa melihat raut wajah Putri Andhini Andita yang sedang mencemaskan keadaannya?. Apakah itu sungguh-sungguh?. Apakah mereka akan berakhir?.
...***...
Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta, semoga suka dengan lanjutan ceritanya. Mohon dukungannya ya, semoga author yang tidak berwujud ini semangat lanjutin cerita. Semangat membaca kisah Cinta Tuan Putri.
...***...
"Hyah!" Raden Jatiya Dewa immediately lunged at Liku Sakti. His long legs almost hit the body of Princess Andhini Andita, if only Raden Jatiya Dewa did not immediately stop him. Maybe the body of Princess Andhini Andita had been bounced, so strong the kick.
"Heh! Liku Sakti looks very excited. Somehow he enjoyed the fight with a radiant face.
"No need to praise me! You think I will be gentle to you just because you praise a bastard!" Raden Jatiya Dewa had been ignited by anger, he attacked the magic twists with his inner energy towards the Liku Sakti, until the young man retreated by jumping up.
"Hop!" He set foot to the ground, he almost got an unexpected attack from Raden Jatiya Dewa.
"It's not that easy you dropped me!" He smiled demeaning Raden Jatiya Dewa.
"Shut up!." Raden Jatiya Dewa pointed harshly at Liku Sakti. "You don't need to be pronounced first! His anger was really provoked out.
"Just go ahead. No need to spend boring words. You should prove it if you are a true man who has the power you can be proud of!" Liku Sakti really provoked Raden Jatiya Dewa's mood.
Tap!.
Princess Andhini Andita patted Raden Jatiya Dewa's shoulder with a little strong. "You don't need to be provoked by his stupid words." Princess Andhini Andita just did not want Raden Jatiya to be provoked by the words of Liku Sakti. "Just let him say. He is just good at talking. So you don't have to listen to his useless babble." Princess Andhini Andita looks very alert.
__ADS_1
"Ha ha ha!." Liku Sakti instead laughed listening to what was said by Princess Andhini Andita. "You're still a very smart woman! I'm very impressed with you! Ahahaha! Somehow he couldn't help but laugh. He felt Princess Andhini Andita was not an ordinary woman.
"Shut up!." Princess Andhini Andita looks very angry. "I won't let you use the brain destroyer in Raden Jatiya Dewa! Princess Andhini Andita is getting angry. Even immediately attacked Liku Sakti.
"Gusti Putri." Raden Jatiya Dewa also participated. He will not let Princess Andhini Andita fight alone. But somehow suddenly the air around was rather very different from the usual. What exactly happened?. Why is the feeling so bad? Will things happen today?.
Trang !!!.
The sword they held was very strong with enemy swords. Really they will ever give up on their enemies. Princess Andhini Andita and Raden Jatiya Dewa continued to attack the Sakti Liku without mercy. While Liku Sakti also did not want to lose. Although several times they jumped here and there because they received attacks, or were attacked by the enemy?
"Insolent! This woman is still strong! What should I do if I can't kill her." In the heart of Liku Sakti feels very annoyed. Because he could not succeed in doing what he wanted.
"Heh! You don't have to have a scary face like that when fighting with me! You think I'm afraid of the strength you have?" Princess Andhini Andita realized the expression on the faces of the people's prustation when he couldn't do something.
"You better go, who knows from here! I will forgive you! I'm still kind to not kill you here." Raden Jatiya Dewa also joined the atmosphere. Although he did not understand the root of the problems that occurred between them in the past, but he must continue to protect Princess Andhini Andita whatever happened.
Both of them really exerted the inner energy they had to kill Liku Sakti who was also eyeing the life of Princess Andhini Andita. Both of them carried out a very fast attack. However, Liku Sakti felt hurt Sat listening to what Raden Jatiya Dewa and Princess Andhini Andita said. His anger was ignited too.
He joked his feet to the ground firmly, he channeled his inner energy into his palm. To cause very strong pressure. The pressure led to the daughter of Andhini Andita and Raden Jatiya Dewa. Both of their bodies seemed to be pushed by something very powerful. Because both of them were not aware of the attack, the two bounced hit by the strange blow.
Duakh!.
"Egkhakh!" Princess Andhini Andita and Raden Jatiya Dewa grimaced in pain. Their bodies are like a strong wind accompanied by a large stone that can take their lives instantly. Is it so strong in the pressure of the inner energy, that it makes both of them coughed and vomit fresh blood?
"Cough! Cough! Cough!"
Really, the impact of the blow is not playing games. To make Princess Andhini Andita and Raden Jatiya Dewa in pain like that.
"Heh! How dare you demean me?! Do you not love lives anymore?" Liku Sakti felt the upper hand. Its strength is unmatched for now.
"Cough!" Princess Andhini Andita is still coughed. His stomach felt very magic. Can he not survive anymore after receiving the attack earlier? "Astaghfirullah Hal'azim O Allah. It turns out that the wind blows of life are stronger than before." In the heart of Princess Andhini Andita was very worried. Especially when he saw the face of Raden Jatiya Dewa who began to be pale. "Has the wind stance has damaged several sensitive points in his body?" Princess Andhini Andita was very worried, has she made a mistake?
Brugh!.
"Cough!" Raden Jatiya Dewa collapsed, the inner energy felt weak. His body felt so weak, so he felt he could not move anymore.
"Jatiya Dewa!" Princess Andhini Andita looks very anxious. His heart was beating fast seeing Raden Jatiya Dewa coughed to spit out fresh blood.
"Ahaha!" While Liku Sakti saw that laughing with triumphars. "You will die here! Ahaha! It turns out it's very easy to kill you guys! He laughed loudly. He did not expect this to win a battle as easy as this.
"Andhini Andita." In such a state of pain, Raden Jatiya Dewa saw the look on Princess Andhini Andita's face who was worried about her situation? Is that really?. Will they end?
Next halaman.
__ADS_1
...***...