KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
TUJUAN


__ADS_3

...***...


Raden Jatiya Dewa saat ini juga sedang menyamar. Ia berada di desa Damai Setia untuk melihat keadaan Putri Andhini Andita. Namun sepertinya ia tidak perlu mengkhawatirkannya, karena Putri Andhini Andita terlihat baik-baik saja. Tapi sepertinya hatinya yang tidak baik-baik saja. Karena pangeran gagah itu sedang mengajari sesuatu pada Putri Andhini Andita. Apa yang diajarkan oleh Putri Andhini Andita?.


"Kurang ajar!. Akan aku cari kelemahan mu!. Setelah itu, akan aku bungkam kau laknat!. Berani sekali kau tersenyum ramah menjijikkan dihadapan taun putirku yang keterlaluan bersikap cuek padaku." Rasanya ia ingin merajang tangan pangeran itu yang dengan lihainya memainkan beberapa jurus dasar?. Ia tidak terima dengan apa yang dilakukan Pangeran Abinaya Bena terhadap Putri Andhini Andita.


Saat ini matanya mengamati Putri Andhini Andita yang sedang belajar ilmu kanuragan?. Memangnya apa yang dipikirkan oleh Pangeran Abinaya Bena dalam pelariannya itu?. Kenapa ia masih bisa mengajari seseorang belajar ilmu kanuragan?. Memangnya keuntungan apa yang akan ia dapatkan jika mengajari Putri Andhini Andita ilmu kanuragan?. "Tidak salah lagi, jika dia itu adalah pangeran yang disuruh oleh prabu pranaja harsa. Aku yakin dia memiliki niat yang tidak baik." Ia ingat dengan apa yang ia dapatkan. Akan tetapi untuk saat ini, Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatakan untuk mengamati terlebih dahulu. Karena jurus yang ia miliki sangat berbahaya. Itulah sebabnya, Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatakan untuk berhati-hati. Ia tidak boleh gegabah dalam bertindak, bisa jadi nyawa Putri Andhini Andita dalam bahaya jika ia bertindak tanpa adanya persiapan.


Sementara itu Pangeran Abinaya Bena sangat kagum dengan apa yang ia lihat. Ia tidak menyangka, jika gadis yang baru saja ia kenali sangat mahir dalam belajar ilmu kanuragan. "Dia bisa aku jadikan tameng untuk menjangkau kerajaan ini, dan jika ia macam-macam nantinya akan aku hajar dia." Ada ketertarikan yang tidak biasa, seperti ambisi yang tidak wajar dari dalam dirinya.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Tekanan hawa disekitar sini mendadak menyakitkan. Pantas saja rayi prabu tidak mau mengambil resiko saat ini. Bisa berbahaya jika rayi prabu bisa terpancing oleh hawa yang pangeran ini miliki." Dalam hati Putri Andhini Andita merasa merinding saat melihat bayangan hitam yang sangat menakutkan. "Sebenarnya jurus apa yang telah ia ajarkan padaku?. Kenapa terasa aneh seperti ini?." Lama-lama tubuhnya terasa sangat berat setelah mengikuti gerakan jurus yang diajarkan Pangeran Abinaya Bena.


"Ada apa nini?. Apakah kau masih sanggup belajar?." Pangeran Abinaya Bena sepertinya belum menyadari jika Putri Andhini Andita dapat melihat siapa yang berdiri di belakangnya. "Katakan saja jika kau tidak sanggup lagi. Kau jangan memaksakan diri." Entah itu murni dalam bentuk kecemasan yang ia rasakan, atau itu hanyalah sekedar tipu daya saja?. Putri Andhini Andita belum bisa membedakannya saat ini.


"Ah, maafkan hamba. Sepertinya hamba telah mencapai batas. Maafkan hamba gusti pangeran." Memang jika dilihat wajahnya agak pucat. Tentunya itu karena pengaruh dari kekuatan hitam yang dimiliki oleh Pangeran Abinaya Bena.


"Baiklah. Kalau begitu kau istirahat saja dulu. Aku juga mau beristirahat." Pangeran Abinaya Bena tidak mau memaksakan diri, dan ia juga belum terburu-buru. Ia hanya ingin memastikan kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terlebih dahulu, meskipun ia mengetahui kabar bahwa Raja muda tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja. "Jika kau ingin beristirahat, aku tidak akan melarangnya." Lanjutnya lagi.


"Kalau begitu hamba akan kembali ke gubuk. Hamba pamit dulu gusti pangeran." Putri Andhini Andita memberi hormat. Setelah itu ia pergi meninggalkan tempat, namun saat itu Pangeran Abinaya Bena berkata padanya. "Terima kasih atas kebaikan dari gusti pangeran yang berikan pada hamba." Putri Andhini Andita segera ingin pergi dari sana.


"Besok, datanglah ke sini. Aku ingin mengajarkan beberapa jurus untuk bekalmu bertahan hidup di kerajaan ini." Dengan senyuman yang sangat ramah ia berkata seperti itu.

__ADS_1


"Oh, terima kasih banyak gusti pangeran. Semoga saja gusti pangeran diberkahi oleh Dewata yang agung." Balas Putri Andhini Andita dengan senyuman ramah. Ia membalikkan tubuhnya, ia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu. "Tentunya hamba akan datang kembali besok. Hamba sangat senang dengan apa yang gusti pangeran berikan pada hamba."


"Sungguh sangat menarik sekali. Aku tidak menyangka akan mendapatkan bidak yang sangat berbakat." Pangeran Abinaya Bena sangat senang, dan ia tidak akan melepaskan Putri Andhini Andita begitu saja.


"Kapan kita akan bergerak gusti pangeran?. Apakah masih lama?." Barja penasaran dengan tindakan pangerannya itu. "Hamba khawatir, raja muda itu akan menyadari apa yang akan kita lakukan." Ia sama sekali belum mengetahui bagaimana sikap raja muda itu ketika ada seseorang yang meminta izin untuk masuk ke wilayah seseorang.


"Benar gusti pangeran. Hamba yakin, gusti prabu pranaja harsa tidak sabar menunggu kabar baik dari kita." Hengkara sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Braja.


"Kalian tenang saja. Saat ini aku telah menemukan seorang bidak yang hebat. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini." Pangeran Abinaya Bena terlihat sangat senang. Raut wajahnya yang berseri-seri membayangkan rencana apa yang akan ia lakukan jika ia berhasil memberikan beberapa jurus andalannya pada Putih?.


"Maksud gusti pangeran, wanita itu adalah bidak baru?." Barja sangat memahami apa yang dipikirkan oleh Pangeran Abinaya Bena saat ini.


"Tentu saja barja. Aku akan membuat pertunjukan yang sangat luar biasa. Kalian akan menjadi saksi apa yang akan aku lakukan setelah ini." Suasana hatinya benar-benar luar biasa bahagia. Ia mendapatkan sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya. Apakah itu?. Temukan jawabannya.


...***...


"Apa yang sedang kau lakukan di sini Jatiya dewa?. Kenapa kau bisa ada di sini?." Meskipun sedang menyamar pun, putri Andhini Andita sangat kenal dengan Raden Jatiya Dewa.


"A-aku mengamati pangeran jahat itu sudah cukup lama. Jadi aku takut dia berbuat sesuatu padamu nantinya andhini andita." Dengan agak ragu ia menjawabnya. Jantungnya terasa mau lepas dari tempatnya saat ia mendengarkan pertanyaan dari Putri Andhini Andita.


"Jadi kau mendapatkan tugas dari rayi prabu?. Atau kau sendiri yang ingin melakukannya?." Putri Andhini Andita mencoba menebaknya sendiri. Meskipun terdengar seperti tuduhan yang sangat kejam terhadap Raden Jatiya Dewa yang sangat mencemaskan dirinya.

__ADS_1


Mereka berjalan berdua, meninggalkan tempat. Akan berbahaya jika kehadiran mereka disadari oleh musuh. Setelah itu mereka merubah penampilan mereka lagi. Supaya musuh benar-benar tidak menyadari kehadiran mereka.


"Sepertinya jurus yang diajarkan rayi prabu ini cukup hebat juga." Putri Andhini Andita mempelajari jurus halimun serta jurus malih rupa.


"Aku belajar dari syekh guru. Mungkin gusti prabu belajar dari syekh guru." Raden Jatiya Dewa mencoba menebaknya.


"Aku tidak bertanya kau belajar dari siapa jatiya dewa." Dengan raut wajah cemberut Putri Andhini Andita berkata seperti itu.


"Astaghfirullah." Rasanya ada perasaan aneh saat mendengarkan perkataan itu. Sedangkan Putri Andhini Andita mencoba untuk menahan tawanya melihat ekspresi Raden Jatiya Dewa yang sedang kecewa.


"Kalau begitu kita adu tanding jatiya dewa." Putri Andhini Andita hanya mencoba menghibur kembali Raden Jatiya Dewa.


"Adu tanding?." Ia malah penasaran, apa yang akan dilakukan Putri Andhini Andita.


"Siapa yang paling cepat sampai di istana, dia memiliki hak memerintah selama dua hari. Apakah kau setuju dengan apa yang aku katakan?." Putri Andhini Andita memberi tantangan pada Raden Jatiya Dewa.


"Aku sangat setuju. Rasanya terdengar sangat menarik sekali." Raden Jatiya Dewa terlihat sangat bersemangat. Ia tidak pernah menduga sebelumnya.


"Baiklah. Kita mulai saja." Dengan sangat cepat Putri Andhini Andita langsung mengambil langkah yang sangat cepat. Tentunya itu membuat Raden Jatiya Dewa sangat terkejut.


"Itu namanya curang andhini andita!." Raden Jatiya Dewa segera menyusul Putri Andhini Andita. Dengan langkah yang sangat lebar ia mencoba mengejar Putri Andhini Andita.

__ADS_1


Apakah perasaan cinta tang sedang bergejolak bisa ditahan oleh Raden Jatiya Dewa pada Putri Andhini Andita?. Apakah mereka bisa menyelesaikan masalah yang terjadi?. Temukan jawabannya, jangan lewatkan jalan ceritanya. Mohon dukungannya pembaca tercinta.


...***...


__ADS_2