KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
KENAPA TIDAK BISA?.


__ADS_3

...***...


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana saat ini sedang memeriksa keadaan Putri Andhini Andita. Ia tidak bisa melihat sakit apa yang dialami oleh kakaknya saat ini. Perasaannya sama sekali tidak nyaman, meskipun ia telah menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh kakaknya, tapi tetap saja itu sia-sia dan tidak ada tanggapan sekali.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana heran dengan apa yang terjadi. Tapi tentunya Ratu Gendhis Cendrawati, Ratu Dewi Anindyaswari, dan Raden Jatiya Dewa sangat terkejut saat mendengarkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berkata seperti itu.


"Apa yang terjadi nanda prabu?. Apakah terjadi sesuatu pada ananda andhini andita?." Ratu Gendhis Cendrawati semakin mencemaskan keadaan anaknya.


"Katakan pada ibunda apa yang terjadi sebenarnya pada yunda mu nak?. Katakan pada kami." Ratu Dewi Anindyaswari juga mencemaskan keadaan Putri Andhini Andita.


"Kami mohon pada gusti prabu untuk mengatakannya pada kami." Raden Jatiya Dewa begitu penasaran apa yang terjadi pada Putri Andhini Andita.


"Maaf, ibunda. Namun pada saat ini nanda sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi pada yunda. Karena begitu kuat hawa hitam yang menyelimuti yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan berat hati mengatakan itu.


"Oh ananda andhini andita." Ratu Gendhis Cendrawati menangis sedih, ia mendekati anaknya.


"Lakukan sesuatu nak. Lakukan sesuatu untuk menyelamatkan yunda mu nak." Ratu Dewi Anindyaswari juga menangis sedih, ia tidak kuasa mendengarkan ucapan anaknya.


"Maaf ibunda. Ananda tidak bisa melakukan penyembuhan terhadap yunda andini andita untuk saat ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga sedih karena tidak bisa menyembuhkan kakaknya saat ini.


"Ibunda mohon nak, lakukan sesuatu. Jangan biarkan yunda mu dalam kondisi seperti ini." Sekali lagi Ratu Dewi Anindyaswari memohon pada anaknya.


"Sekali lagi maafkan nanda ibunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak bisa melakukannya.


"Apa yang harus kita lakukan gusti Prabu?. Katakan pada hamba apa yang harus hamba lakukan untuk menyelamatkan gusti putri andini andita?." Raden Jatiya Dewa juga memohon.

__ADS_1


"Raden tenang saja, kita akan mencari jalan keluarnya bersama-sama. Karena itulah untuk sementara kita harus tetap tenang kita harus tetap menjaga raga yunda andini andita." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memahami kegelisahan yang dirasakan oleh Raden Jatiya Dewa.


"Apa yang terjadi sebenarnya ananda andhini andita?. Nanda Prabu, tolong katakan pada ibunda nak." Ratu gendhis Cendrawati sangat sedih mendengarkan apa yang mereka bicarakan saat ini.


"Saat ini sukma yunda andini andita sedang ditahan ibunda. Tapi nanda tidak bisa membantunya. Kekuatan kegelapan yang menyelimuti tubuh yunda andini andita sangatlah kuat. Sehingga nanda tidak bisa melepaskannya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menjelaskan pada Ratu Gendhis Cendrawati.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati semakin menangis mendengarkan penjelasan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Hati ibu mana yang tidak menangis mendengarkan kondisi anaknya yang seperti ini saat ini?.


"Andini andita aku pasti akan menolongmu. Karena itulah kau harus bersabar aku pasti akan menyelamatkanmu." Dalam Hati Raden Jatiya Dewa bertekad akan menyelamatkan sukma Putri Andhini Andita.


Apakah Raden jatia Dewa Prabu asmara raya Arya Ardana bisa menolong Putri Andini Andita simak terus ceritanya.


...***...


Di satu sisi.


Saat ini putri andini andita berada baliknya. Ia tidak mau keluar dari biliknya karena semu orang yang ada di lingkungan istana kompak membenci dirinya?. "Kenapa semua orang membenciku?. Kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga mereka tidak lagi perduli padaku?." Dalam hatinya bertanya-tanya pada dirinya. Padahal sebelumnya ia tidak melukan apa-apa.


"Jatiya dewa mengatakan padaku, jika aku telah berubah?. Apa yang telah berubah dariku?. Sehingga mereka selalu menyalahkan aku, bahkan dia saja sering bersama dengan cahya candrakanti. Dia telah berani terang-terangan bermain serong denganku. Apakah dia mau aku bunuh sekalian bersama wanita itu?." Ia bergumam sendiri di biliknya. Hatinya yang saat ini dipenuhi oleh kebencian yang mendalam karena cinta. Putri andini aditya memang tidak mengerti apa yang sedang terjadi di dalam hidupnya mengapa perubahan seperti dialami. Apakah ia akan melakukan apa yang terlintas di dalam pikirannya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Sementara di alam sukma, Sukma Dewi Suarabumi.


Sukma prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta sedang melakukan semua tim untuk memanggil sukma Prabu Asmalaraya Arya Ardana. Keduanya berusaha untuk melakukan itu tentunya untuk menolong putri andini andita yang mungkin saja saat ini sedang ditahan oleh dukun yang tidak di tahu identitasnya.

__ADS_1


Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta mengatakan untuk selama ini supaya bisa menguatkan cahaya yang ada di dalam pedang panggilan jiwa, dengan begitu mereka bisa memancarkan cahaya tersebut pada pedang panggilan jiwa yang ada di dalam tubuh prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Sukma naga bumi. Sukma naga bumi aku memanggil mu. Dengarkan suaraku sukma naga bumi." Sukma prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta mencoba memanggil sukmana naga bumi. Dengan kekuatan tenaga dalamnya ia berusaha untuk memanggil Sukma Naga Bumi.


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang berada di ruang pribadi raja saat ini merasakan adanya panggilan jiwa. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana segera melakukan semedi saat ia menangkap panggilan itu.


"Siapa, siapa yang telah memanggil sukma naga katakan siapa yang telah memanggil sukma naga di dalam tubuh ini?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana membalas panggilan itu.


"Ini aku, bahuwirya jayantaka byakta. Apakah kau mendengarkan apa yang aku katakan nanda prabu?." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta sangat senang dapat balasan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.


"Eyang prabu?. Benarkah ini eyang prabu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat terkejut.


"Ya, ini aku." Balas Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.


"Apa yang bisa nanda lakukan untuk eyang prabu?. Tolong katakan pada ananda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat jelas menangkap suara Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.


"Ananda prabu, apakah ananda prabu bisa mendengar suara ini dengan baik?. Jika iya maka datanglah ke bilik ananda andhini andita. Aku menunggumu di sana." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta memberi petunjuk dimana ia berada saat ini.


"Baiklah, nanda akan datang ke sana. Eyang prabu tunggulah di sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.


"Cepatlah, kita tidak memiliki banyak waktu lagi. Karena ini sangat gawat, akan berbahaya jika tidak segera diatasi." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta tidak sabar lagi.


"Baiklah eyang prabu. Nanda akan segera ke sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatur tenaga dalamnya, perlahan-lahan membuka matanya. Tanpa banyak membuang waktu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana segera menuju bilik Putri Andhini Andita. Dan saat itu ia tidak sengaja berpas-pasan dengan Raden Jatiya Dewa.


"Apakah hamba boleh ikut gusti prabu?." Dengan hati-hati ia bertanya.

__ADS_1


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu keduanya segera pergi menuju bilik Putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak Terus ceritanya ya.


__ADS_2